Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Segel pelindung tersembunyi


__ADS_3

Entah telah berapa lama Dayu haitang terus melakukan penyerapan energi dari inti api neraka yang ingin di taklukannya, karena kekuatan api inti neraka begitu sangat dibutuhkan dalam memperkuat kekuatan dewa api kuno yang dimilikinya saat ini.


Terlihat api inti neraka terus melakukan perlawanan hingga Dayu haitang harus mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, agar api inti neraka dapat ditaklukkan olehnya.


Setelah lama bertarung untuk menaklukkan api inti neraka, perlahan-lahan api inti neraka mulai meredup dan mulai terserap ke dalam tubuh Dayu haitang, hingga api inti neraka akhirnya dapat terserap penuh ke dalam tubuh Dayu haitang dan menyatu dengan kekuatan dewa api kuno yang sebelumnya telah ada padanya.


Dayu haitang mulai menetralkan efek jahat yang ada pada api inti neraka, semua itu untuk mencegah hal buruk terjadi padanya, mengingat kontrak darah yang dimiliki Thien yu masih berada pada api inti neraka.


"Aku masih memerlukan waktu untuk menghilangkan kontrak darah pada api inti neraka di tubuhku, yang merupakan kontrak darah dari pemilik api inti neraka sebelumnya, tapi sebelumnya aku ingin melihat keadaan Dewi Yun Shi karena telah lama aku meninggalkannya sendiri, aku takut terjadi apa-apa padanya karena aku meninggalkannya tanpa adanya sedikitpun bahan makanan untuknya agar tetap bisa bertahan hidup," gumam Dayu haitang.


Dayu haitang berjalan menuju tempat di mana terakhir dia meninggalkan Dewi Yun Shi, dan betapa terkejutnya Dayu haitang saat melihat keadaan kamar tersebut telah kosong, dan dipenuhi debu di sana-sini.


"Dimana dia, sepertinya tempat ini telah lama ditinggalkan olehnya, tapi tak mungkin dia dapat menembus segel pelindung yang kubuat dengan kekuatan yang dimilikinya, lebih baik aku mencarinya terlebih dahulu siapa tahu dia bersembunyi di suatu tempat di dalam istana ini," batin Dayu haitang yang mengkhawatirkan keberadaan Dewi Yun Shi.


Maka berangkatlah Dayu haitang untuk mencari dewi Yun Shi ke segenap penjuru istana, akan tetapi setelah lama mencari tak juga Dayu haitang menemukan keberadaan Dewi Yun Shi, sehingga membuatnya menjadi sangat kesal dibuatnya.


"Dewi Yun Shi....Kau jangan terus bersembunyi dariku..., jika tidak aku akan menghancurkan istana ini dan kau akan mati tertimpa reruntuhan bangunan istana," teriak Dayu haitang menahan kekesalannya.


Setelah menunggu lama, tak juga Dayu haitang mendengar suara Dewi Yun Shi hingga membuatnya semakin kesal dan menghancurkan apapun yang ada di tempat itu.


"Bagaimana mungkin dia bisa menghilang dari tempat ini, dan aku tak bisa merasakan aura keberadaannya, aku yakin pasti ada seseorang yang telah menyembunyikannya, dan melindunginya dengan menggunakan segel pelindung agar aku tak dapat mendeteksi aura keberadaannya," batin Dayu haitang.

__ADS_1


Dayu haitang kemudian bermeditasi di tempat itu, dan melepaskan rohnya untuk mencari keberadaan Dewi Yun Shi di dalam istana.


Roh Dayu haitang menerobos apapun yang dilalui hingga pada akhirnya dia menemukan sebuah segel pelindung di dalam istana yang sangat samar, yang merupakan segel pelindung tempat keberadaan Dewi Yun Shi dan kelompok iblis yang ada di dalamnya.


Roh Dayu haitang kembali ke raga kasarnya setelah mengetahui segel pelindung itu, kemudian dia pun bangkit berdiri dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Kau tak akan bisa pergi dariku karena kau adalah milikku, aku akan menghancurkan apapun yang mencoba menghalangi diriku dalam menggapaimu," gumam Dayu haitang kemudian melesat pergi menuju ke tempat di mana terdapat segel pelindung tempat keberadaan Dewi Yun Shi berada.


"Segel pelindung ini memang kuat dan bisa mengelabui siapapun, akan tetapi segel pelindung ini tak kan bisa untuk mengelabui ku," ucap Dayu haitang, kemudian menghantamkan kekuatan dewa api kuno ke arah segel pelindung hingga membuat segel pelindung itupun retak dan hancur seketika.


Dayu haitang menerobos masuk ke dalam segel dan menemukan sebuah perkebunan buah-buahan yang sangat luas, dan di sana dia mendapatkan puluhan pasukan iblis yang telah siap untuk bertarung dengannya.


Dayu haitang tak menghiraukan seluruh kelompok pasukan iblis yang ada di tempat itu, tatapannya saat ini tertuju kepada Dewi Yun Shi yang tengah memegang pedang yang juga menetap tajam ke arahnya.


Yun'er, kembalilah kepadaku maka aku akan membahagiakanmu, aku akan mencari tempat agar kita dapat bersama dan tak ada yang akan mengganggu kebersamaan kita lagi," ucap Dayu haitang kemudian melangkah pergi ke arah Dewi Yun Shi untuk membawa sang Dewi pergi bersamanya.


"Hentikan Dayu haitang, aku tak ingin bersamamu dan takkan pernah menginginkan hal itu, saat ini aku merupakan istri dari seorang kaisar langit dan kau pun tahu itu, maka kedepannya setelah suamiku kembali ke Nirwana maka hari itu merupakan hari terakhir bagi hidupmu, suamiku pasti akan menghabisimu karena kau telah berlaku lancang terhadapku," jawab Dewi Yun Shi.


"Ha..ha..ha.., Aku tak peduli dengan itu semua, aku hanya ingin kau bersamaku dan jika Thien Yu mencoba untuk menghalang-halanginya, maka Thien yu akan mati di tanganku setelah dia bertemu denganku nanti, dan aku takkan pernah membiarkannya untuk hidup setelah dia berani merebut kau dariku!!" ucap Dayu haitang kemudian melesat cepat ke arah Dewi Yun Shi untuk menggapainya.


Pemimpin klompok iblis yang sangat kesal karena Dayu haitang telah mengatakan jika kelompok iblis yang di pimpinnya merupakan sampah, secara bersama sama menyerang ke arah Dayu haitang, hingga membuat Dayu haitang menggagalkan rencananya untuk menangkap Dewi Yun Shi.

__ADS_1


Dayu haitang begitu marah saat mendapati serangan dari para iblis yang bertubi-tubi kepadanya, hingga membuatnya menghindari serangan tersebut dan menggagalkan rencananya untuk menangkap dan membawa Dewi Yun Shi pergi bersamanya dari tempat itu.


Pada akhirnya pertarungan pun terjadi hingga membuat area perkebunan buah para iblis porak poranda, semua itu akibat efek pertarungan yang terjadi di antara mereka.


Walaupun Dayu haitang dikeroyok sedemikian rupa oleh para anggota iblis yang berada di tempat itu, tapi tak sedikitpun dia goyah malah satu persatu iblis dapat dibuat tersungkur mencium tanah akibat serangan telak dari tendangan maupun pukulan yang dilepaskan olehnya.


Melihat para iblis dibuat kocar kacir oleh serangan yang dilepaskan oleh Dayu haitang, membuat Dewi Yun Shi tak tinggal diam, diapun ikut menyerang kearah Dayu haitang dengan ganas.


Pedang yang berada di tangannya bertubi tubi di tusukkan kearah Dayu haitang, hingga membuat Dayu haitang mulai terdesak akibat serangan yang dilancarkan Dewi Yun Shi dan kelompok iblis kepadanya.


"Kalian semua memang ingin mencari mati!!" terik Dayu haitang kemudian menyerang balik para iblis dengan kekuatan dewa api kuno dan inti api neraka secara bersamaan, hingga satu persatu iblis yang berada di tempat itu hangus terbakar menjadi debu.


Pemimpin iblis yang memang memiliki kemampuan melebihi rekan-rekannya, tak tinggal diam. Dengan berbagai cara dia kencoba menyerang Dayu haitang dari belakang, hingga saat Dayu haitang lengah akibat menahan gempuran pedang dari Dewi Yun Shi, tendangan pemimpin iblis berhasil mengenai punggung dari Dayu haitang yang membuatnya seketika itu terjerembab ke tanah.


Dayu haitang kembali bangkit dengan mengibaskan tangannya ke arah pakaian yang dikenakannya, untuk menghilangkan debu debu yang melekat disana.


Tampak terlihat Dayu haitang tak terluka sedikitpun dari serangan itu, malahan dia terlihat begitu marah dengan keluarnya aura yang begitu kuat dari dalam tubuhnya.


Dayu haitang sesaat menatap ke arah pemimpin iblis yang berhasil membuatnya terjerembab ke tanah, dan beberapa detik kemudian tubuh Dayu haitang hilang dari pandangan mata, karena telah melesat ke arah pemimpin iblis dengan melakukan serangan balasan.


Pemimpin iblis yang tak ingin terluka akibat serangan itu, membuatnya ketika itu mengeluarkan kekuatan untuk menarik Dewi Yun Shi ke arahnya, kemudian mendorong sang Dewi ke depan hingga pukulan dari Dayu haitang menghantam telak perut sang Dewi, yang membuat sang Dewi terpental jauh ke belakang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2