Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Permasalah dengan anggota serikat dagang


__ADS_3

Nien Chu terus melesat pergi dari kota kekaisaran, dan tiba di sebuah anak sungai yang berair jernih.


Karena rasa haus yang mendera, Nien Chu segera meminum air dan merasakan kesejukan air yang masuk kedalam tenggorokannya di pagi itu.


"Mungkin siang hari aku akan tiba di dermaga, dan aku harus cepat sehingga tak ketinggalan kapal," batin Nien Chu.


Setelah melepaskan dahaga dan beristirahat sejenak, Nien Chu kembali melesat pergi sambil melihat arah peta yang di berikan pangeran ke 3.


Sebelum tengah hari Nien Chu telah tiba di dermaga, dan betapa terkejutnya Nien Chu melihat begitu banyak para pedagang yang ingin ke utara.


Nien Chu menanyakan pada seorang laki laki paruh baya mengenai ongkos kapal ke Utara.


"Kapal ke Utara telah penuh, sebaiknya Anda menunggu kapal berikutnya esok hari," jawab laki laki paruh baya itu.


"Bukankah kapal itu masih kosong, jika aku sendiri yang ke utara tak mungkin akan memenuhi tempat diatas kapal," ucap Nien Chu.


"Anak muda semua itu tergantung para pedagang yang telah menyewa kapal ini, jika dia memperbolehkanmu naik ke atas kapal bersamanya, maka itu merupakan keberuntungan mu maka tanyakanlah kepada mereka siapa tau ada dari mereka yang memperbolehkan mu untuk ikut bersamanya ke Utara," ucap laki laki paruh baya itu sambil meninggalkan Nien Chu.


"Ini pasti akan sulit bagiku untuk ikut kapal para dagang itu, paling tidak aku akan menanyakannya terlebih dahulu daripada aku menunggu sampai besok untuk berangkat ke utara," batin Nien Chu.


Nien Chu menanyakan ke keinginannya untuk ikut serta ke Utara, dan akan membayar semua ganti rugi untuk menyewa kapal tersebut, akan tetapi tak ada satupun pedagang yang memperbolehkan nya ikut bersama mereka, hingga Nien Chu menemukan seorang pedagang yang memakai lambang serikat dagang di jubah yang dikenakannya.


Ternyata para pedagang ini termasuk anggota di dalam serikat dagang, aku akan memberikan pelajaran pada mereka semua karena telah menolak ku," ucap Nien Chu.

__ADS_1


Nien Chu segera menuju ke arah pedagang yang memakai lambang serikat dagang di jubahnya, dan berkata.


"Aku akan ikut ke atas kapal ini dan kau tak ku perbolehkan berada di kapal ini," ucap Nien Chu.


"Ha...ha ..ha..., ? kau bisa bisanya berkata seperti itu anak muda, aku adalah pemimpin dari tiga kapal yang akan berangkat hari ini, dan aku juga merupakan anggota dari serikat dagang. Anak muda, jika kau ingin mencari masalah dengan ku maka kau harus tanggung sendiri akibatnya," ucap pedagang itu.


Setelah berkata seperti itu, lelaki yang memakai lambang serikat dagang di pakaiannya, langsung menepuk tangannya beberapa kali maka para kultivator yang mengawal para pedagang itu, segera naik keatas kapal dan mengepung Nien Chu dari segala penjuru untuk menghabisinya.


Saat semua kultivator telah mencabut pedangnya maka Nien Chu pun berkata.


"Apakah seperti ini cara kalian menyambut pemimpin serikat dagang? jika kalian masih mau bekerja dengan serikat dagang maka kembalikan pedang kalian ke dalam sarungnya," ucap Nien Chu sambil mengeluarkan lencana emas kepemilikan serikat dagang.


Semua orang yang berada di atas kapal begitu sangat terkejut dengan lencana emas yang ada di genggaman tangan Nien Chu, buru buru laki laki kekar dan berotot yang memakai jubah dengan lambang serikat dagang, segera datang menghampiri Nien Chu dan langsung memberi hormat.


"Maafkan ke tidak tahuan kami tuan muda," ucap laki laki itu setelah mengetahui jika pemuda yang ada di hadapannya merupakan seorang petinggi di guild serikat dagang.


Penuhi kedua kapal dengan barang barang yang ada di kapal ini, karena aku menginginkan kapal ini untuk membawaku ke wilayah kekaisaran mutiara hidup," perintah Nien Chu.


"Baik tuan muda, akun akan memindahkan barang-barang di atas kapal ini dengan segera," jawab laki-laki berbadan kekar itu.


Setelah kapal kosong dari barang yang di bawa anggota pedagang serikat dagang, Nien Chu segera menyuruh siapa saja yang ingin ke utara untuk naik ke kapalnya tanpa di pungut biaya.


Maka berbondong bondong lah para penumpang kapal yang ingin ke utara, menaiki kapal Nien Chu termasuk seorang laki laki tua berjubah putih dengan seorang wanita yang memakai tudung dan cadar.

__ADS_1


Setelah semuanya naik keatas kapal, maka berangkatlah ketiga kapal itu secara beriringan menuju lautan lepas.


Nien Chu yang berada diatas kapal, dapat merasakan aura kuat dari ranah tingkat Alam pada sosok wanita bercadar yang tak jauh darinya, akan tetapi Nien Chu tak merasakan ranah tingkat kekuatan apa pun pada laki laki tua yang bersamanya.


"Laki laki tua itu sepertinya bukanlah kultivator sembarangan, karena aku tak dapat melihat tingkat kekuatannya sedikitpun, paling tidak dia telah memiliki tingkat kekuatan di ranah suci dan aku tak boleh menyinggungnya," batin Nien Chu.


"Anak muda kemarilah," ucap laki laki tua itu tiba tiba.


Nien Chu sangat terkejut dengan panggilan lelaki tua itu, dan di dalam pikiran Nien Chu saat ini beranggapan bahwa laki laki tua itu dapat membaca pikirannya.


Nien Chu dengan tenang berjalan kearah laki laki tua yang memanggilnya, setibanya di sana Nien Chu dipersilahkan duduk di dekatnya.


"Apakah yang bisa kubantu tetua?" tanya Nien Chu.


"Karena kau, aku dan cucuku bisa pergi ke utara maka aku ingin mengajakmu untuk minum bersamaku," ucap laki laki tua itu sambil melepaskan penutup guci anggur yang dibawanya, kemudian menuangkannya kedalam 2 buah gelas kosong yang ada di bawanya.


Setelah beberapa kali meneguk anggur di dalam gelas, maka ke akraban pun terjadi diantara mereka berdua, dan lelaki tua itu memperkenalkan cucunya bernama Lotus dan dirinya sendiri adalah Lobai.


"Nien Chu, aku dan cucuku sengaja meninggalkan pulau es untuk menuju ke wilayah ke kaisaran mutiara hidup, guna mengikuti penyeleksian murid baru di istana akademi bulan suci," ucap tetua Lobai.


Tetua Lo, sepertinya penyeleksian murid baru di istana akademi bulan suci, di ikuti oleh para pemuda dan pemudi berbakat dari seluruh negeri, dan kurasa ada alasan dari mereka semua mendaftarkan diri ke sana selain untuk menjadi murid di Akademi tersebut," ucap Nien Chu.


"Kau benar Nien Chu, Istana Akademi bulan suci memang menginginkan murid-murid yang berkualitas, untuk menjadi murid baru di sana agar dapat di bawa menuju Paviliun Langit.

__ADS_1


Paviliun langit sendiri merupakan tempat kediaman kaisar pertama dari istana mutiara hidup, dan konon katanya kaisar itu mati karena keterpurukan akibat meninggalnya sang istri yang di cintai akibat umur yang semakin tua, dan paviliun langit terdapat harta Karun peninggalan Kaisar terdahulu yang belum pernah dijamah sampai saat ini, karena hanya para cultivator muda di bawah umur 20 tahun yang dapat memasuki paviliun langit, dan sampai saat ini belum ada pemuda jenius yang mampu untuk mendapatkan harta karun tersebut.


Bersambung


__ADS_2