Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Murka Tency


__ADS_3

Pertarungan terus terjadi di antara keduanya, dan tetua Wong Chen semakin yakin jika wanita yang dihadapinya ini bukanlah manusia, melainkan binatang roh surgawi yang telah mampu mencapai batasannya sehingga dapat merubah diri menjadi seorang manusia dan dapat berbicara layaknya manusia.


Mengetahui kekuatan yang dimiliki lawan tarungnya, tetua Wong Chen tak meremehkan pertarungan yang terjadi, sehingga dia pun segera menggunakan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk menghadapi pertarungan itu.


Sementara itu tetua Cin Ling yang dapat merasakan adanya sebuah pertarungan di puncak Wong ku yang tak jauh dari tempat keberadaannya, langsung mengajak Yihan untuk melihat pertarungan yang terjadi, karena tetua Cin Ling yakin jika yang bertarung itu merupakan tetua Wong Chen kakak seperguruannya.


"Kita harus secepatnya ke sana guru, karena aku yakin yang bertarung itu merupakan dua teman Nien Chu yang sebelumnya aku tak sempat mengatakan keberadaannya kepada guru berdua, karena mereka masih berada dalam hutan," ucap Yihan.


"Jika begitu halnya, Ayo kita segera ke sana, jangan sampai teman Nien Chu terluka akibat bertarung dengan tetua Wong Chen," jawab tetua Cin Ling.


Sementara itu di dalam pertarungannya, apa yang di khwatirkan tetua Wong Chen akhirnya terjadi juga, wanita yang menjadi lawan tarungnya kini berubah menjadi sosok rubah putih ekor 3, yang merupakan binatang roh kuno surgawi.


Berubahnya tency menjadi sosok aslinya, membuat tetua Wong Chen sedikit demi sedikit mulai terdesak.


Tembakan tembakan bola energi yang dilakukan Tency bener-bener dapat menghancurkan formasi teknik pedang yang dilakukan oleh Tetua Wong Chen, hingga pada satu titik tetua Wong Chen melakukan serangan pedang dengan membentuk 7 pedang raksasa, yang seketika itu juga melesat dengan cepat ke arah Tency.


Tency tak tinggal diam, dia pun membentuk bola energi yang sangat kuat di mulutnya, yang mengeluarkan energi listrik yang sangat besar sehingga tercipta kilatan kilatan petir listrik di dalamnya.


Tak lama kemudian Tency penembakan bola energi itu ke arah tujuh pedang raksasa yang mengarah kepadanya, sehingga benturan hebat pun terjadi yang membuat daerah puncak Wongku bergetar hebat.


Tency terseret puluhan meter ke belakang, dengan tatapan yang tetap awas kearah depan.


Sementara itu Tetua Wong Chen harus terhempas dan tergeletak di tanah akibat ledakan energi yang terjadi, kini tetua Wong Chen mengalami luka dalam yang sangat parah.


Dengan sisa sisa kekuatan yang dimilikinya, tetua Wong Chen pembangkit berdiri dan ingin melanjutkan pertarungan itu kembali.

__ADS_1


Pedang yang ada di dalam genggaman tangannya kini menjadi penopang tubuhnya, agar dia tak terjatuh kembali ke tanah, tapi sayang pandangan matanya semakin lama semakin gelap dan tak lama kemudian diapun ambruk ketanah.


Tency kembali mengeluarkan bola energi dari mulutnya, dan siap ditembakkan ke arah tetua Wong Chen yang sudah tak berdaya.


Namun tiba tiba seorang wanita telah berdiri di depan tetua Wong Chen dengan merentangkan kedua tangannya, agar Tency tak melakukan serangannya kembali kepada gurunya.


Melihat Yihan berada di dalam pertarungan untuk melindungi ketua Wong Chen dari serangan bola energi yang kembali ingin di tembakkan Tency, An Yue yang tak ingin disalahkan oleh Nien Chu akibat terlukanya Yihan karena serangan dari Tency, segera melesat kearah Tency dan berkata.


Sudah cukup Tency..., jika kau melukai wanita itu maka Nien Chu tak akan pernah memaafkanmu, Karena wanita itu merupakan tunangan dari pangeran ke 3.


Bola energi yang berada di mulut Tency seketika itu menghilang mendengar perkataan dari An Yue, karena Tency tau jika pangeran ketiga merupakan saudara angkat Tuan mudanya.


Menghilangnya bola energi di manfaatkan oleh tetua Cin Ling untuk menyerang Tency secara diam diam, karena dia tak terma binatang roh surgawi itu melukai kakaknya.


Serangan pedang yang sangat tiba tiba itu, tak bisa di hindari oleh Tency yang memang sebelumnya tak mengetahui keberadaan tetua Cin Ling di dekatnya.


Sesaat An Yue tergeletak di tanah dan memuntahkan darah segar dari mulutnya, dan tak lama kemudian diapun tak bergerak lagi.


Tency yang melihat sahabatnya telah terkapar di tanah demi untuk menyelamatkan dirinya, seketika itu murka.


Matanya yang tadi cerah kini semerah darah, dan bulu bulu di tubuhnya pun berdiri yang terlihat seperti jarum-jarum raksasa yang sangat tajam.


Sesaat terdengar lolongan dari tency melengking di udara sehingga menggema sampai ke penjuru pegunungan, dan sesaat kemudian dari bawah gunung seketika itu juga terdengar suara bergemuruh hingga debu-debu berterbangan di udara, dan pohon-pohon raksasa pun tumbang di mana mana.


"Kau telah membunuh sahabatku...., dan hari ini juga aku akan membunuh kalian semua yang ada di sini, dan menghancurkan puncak Wongku hingga tak ada lagi yang mengetahui jika di tempat ini pernah ada kehidupan manusia," ucap Tency dengan melepaskan aura binatang roh surgawi yang sangat kuat dari tubuhnya.

__ADS_1


Tetua Cin Ling sangat panik mengetahui jika ribuan binatang roh berbagai tingkatan di dalam hutan, kini menuju ke puncak Wongku yang getarannya sangat terasa di tanah.


Cin Ling segera melesat kearah Yihan, dan berkata.


"Segera kita tinggalkan tempat ini, karena akan sangat berbahaya jika kita masih berada di puncak Wongku," ucapnya.


"Guru apa yang telah kau lakukan...., kau telah membuat keadaan saat ini semakin memanas dan tentunya akan membahayakan kita semua," jawab Yihan.


"Kita bicarakan nanti, yang terpenting saat ini kita bertiga dapat selamat dari amukan binatang roh surgawi itu," ucap tetua Cin Ling kemudian menggendong tubuh tetua Wong Chen di pundak.


"Ayo Yihan ..., apakah kau ingin mati konyol di tempat ini jika kau tak melarikan diri bersamaku," ucap tetua Cin Ling dengan penekanan perkataannya.


Mau tidak mau Yihan pun mengikuti perintah gurunya untuk melarikan diri dari tempat itu.


Tency yang melihat jika ketiganya akan melarikan diri, diapun segera melolong dengan sangat keras untuk kedua kalinya, sehingga seluruh binatang roh penghuni hutan segera menuju puncak Wongku dari segala arah.


"Guru..., kita tak bisa pergi meninggalkan puncak Wongku, karena semua penjuru puncak Wongku telah di kelilingi oleh binatang roh penghuni hutan," pekik Yihan.


"Jika sudah begini apa boleh buat, aku akan bertarung dengan rubah putih itu," ucap tetua Cin Ling kemudian memberikan tetua Wong Chen yang sudah tak sadarkan diri kepada Yihan.


"Guru aku tak ingin kau bertarung dengan rubah putih itu, karena akan sangat membahayakan mu...!!" pinta Yihan.


"Sudah tak ada pilihan lagi, selain bertarung dengan nya...," jawab tetua Cin Ling kemudian melesat pergi menuju ke arah rubah putih ekor 3.


Sementara itu di dalam Dantian pangeran ketiga, Nien Chu telah mengeluarkan teratai kaca ilahi karena melihat sosok iblis telah menggabungkan kedua kobaran api di tangannya.

__ADS_1


Pada akhirnya benturan kedua energi pun terjadi, kekuatan gabungan dari sosok iblis tak mampu untuk mengatasi kekuatan besar dari teratai kaca ilahi, hingga membuat sosok iblis itu lenyap tak berbekas...


Bersambung.


__ADS_2