Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Membawa pergi kaisar Zeng Hong


__ADS_3

Tengah malam Nien Chu beserta yang lainnya langsung menuju ke istana cahaya naga.


Sesampainya di gerbang istana yang di kelilingi pagar tinggi dengan penjagaan ketat, Nien Chu segera melirik kearah Tency.


"Dapatkah kau melumpuhkan mereka semua?" tanya Nien Chu.


"Itu soal gampang bagiku, aku akan melumpuhkan mereka semua," Jawab Tency.


Tency kemudian melakukan gerakan gemulai di kedua tangannya hingga tercipta bongkahan salju di tepak tangannya, tak lama kemudian Tency meniup kearah bongkahan salju sehingga bongkahan salju menghilang dan berubah menjadi angin dingin yang menuju kearah para penjaga gerbang.


Terlihat satu persatu para penjaga mulai terasa ngantuk akibat hawa dingin yang di lepaskan Tency, dan tak lama kemudian para penjaga mulai tertidur.


"Kakak ipar, aku memerlukan bantuanmu untuk menguasai jiwa mereka, agar saat masuk kedalam istana tak ada yang mengetahui keberadaan kita," ucap Nien Chu.


"Tunggu Nien Chu.., bagaimana kau bisa mengetahui jika aku memiliki tehnik menguasai jiwa?" tanya Yihan.


"Gurumu tetua Cin Lin di dunia para kultivator terkenal dengan julukan walet hitam, yang mampu membuat pedang bayangan hitam dari jiwa jiwa yang telah di bunuhnya, sehingga serangan apapun tak akan bisa untuk menangkis pedang bayangan hitam yang terbuat dari roh jiwa yang telah mati," jawab Nien Chu.


"Yihan memaki dirinya sendiri di dalam hati, karena dengan bertanya seperti itu secara tak langsung Yihan telah membuka aib tehnik pedang jiwa bayangan hitam yang di turunkan langsung oleh gurunya tetua Cin Ling, yang memakai roh mahluk hidup dalam menciptakan bayangan pedang hitam.


Pangeran ke 3 mengelus lembut pundak Yihan, kemudian diapun berkata. "Saat ini kita semua memerlukan bantuanmu, dan kuharap kau bisa membantu." ucapnya


"Baik pangeran, aku akan menguasai jiwa para prajurit itu," jawab Yihan.


Yihan kemudian mengeluarkan pedangnya, dan dengan sedikit melakukan gerakan ringan, dia pun langsung menebaskan pedangnya kearah depan.


Puluhan pedang bayangan hitam langsung menuju kearah para prajurit penjaga yang tertidur, dan menancap telak ketubuh mereka hingga pedang bayangan hitam pun menghilang.


Satu persatu prajurit mulai terbangun dari tidurnya, dan kembali berjaga, mereka semua saat ini akan mematuhi perintah Yihan.

__ADS_1


Nien Chu tersenyum melihat hal itu, diapun langsung menyuruh An Yue untuk menggunakan tehnik cermin yang di kuasainya.


An Yue sangat paham dengan permintaan Nien Chu, diapun langsung melepaskan segel cermin yang seketika itu langsung membentuk gelembung yang menyelimuti tubuh mereka berlima.


Dari pandangan biasa tampak kelimanya kini tak terlihat, semua itu karena tubuh mereka telah terselimuti tehnik cermin ilusi milik An Yue.


"Kak Nien Chu, tehnik cermin ini hanya bisa berfungsi jika jarak diantara kita berdekatan dan jika jarak itu lebih dari 10 meter, maka tehnik cermin ilusi tak bisa berfungsi padanya," ucap An Yue.


"Ini sudah cukup, dengan berdekatan seperti ini kita bisa saling melindungi," jawab Nien Chu..


Pada akhirnya mereka berjalan beriringan menuju ke tempat kediaman kaisar Zeng Hong, tanpa di ketahui oleh para prajurit yang menjaga kediaman sang kaisar.


"Kalian jangan maju lagi, Karena aku merasakan adanya kekuatan besar yang menjaga kediaman kaisar Zeng Hong," bisik Nien Chu.


Benar saja, di atap atap bangunan besar sang kaisar, terlihat beberapa sosok menyeramkan yang diam seperti patung di sana, dengan mata merah dan sebuah tanduk yang menghiasi kepalanya.


"Pangeran..., ternyata kecurigaanku kali ini terbukti, putra mahkota saat ini telah bersekutu dengan iblis, dan jika hal ini terus berlanjut maka di masa depan tak ada lagi peradaban manusia di kekaisaran cahaya naga, karena jiwa mereka akan menjadi makanan bagi para iblis," ucap Nien Chu.


"Nien Chu .., aku sendiri yang akan membunuh putra mahkota, dia tak layak lagi untuk menjadi pemimpin negri ini, dan aku yakin di juga yang telah membunuh ibu dan saudaraku Zeng nong," ucap pangeran ke 3.


Nien Chu lantas memegang pundak pangeran ke 3 untuk menenangkannya, dan tak lama diapun berkata. "Apa yang telah menjadi keputusanmu itu merupakan yang terbaik bagi negri ini." ucapnya.


Tiba tiba An Yue berkata, "Sepertinya iblis itu telah mencurigai kita, aku melihat tatapannya selalu menuju ketempat ini," ucapnya.


"Kau benar..., iblis mempunyai penciuman yang sangat tajam, dan sangat peka terhadap aroma apapun yang asing baginya," timpal Nien Chu.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Pangeran ke 3.


"Aku ingin An Yue dan Yihan bersiap di depan gerbang, untuk mengendalikan situasi yang ada, gunakan para prajurit yang telah di kuasai jiwanya dalam membantu mengamankan gerbang utama kekaisaran.

__ADS_1


"Pangeran dan Tency akan masuk untuk membawa pergi yang mulia kaisar, sementara aku sendiri akan menghadapi para iblis itu."


"Ingat .., kalian tak usah menungguku, jika ingin menungguku maka tunggulah aku di kaki gunung Wongku," ucap Nien Chu


Setelah semuanya telah diatur sedemikian rupa, Nien Chu segera menyerang kearah 4 sosok iblis yang berjaga di atas bangunan kediaman sang kaisar, hingga pertarungan pun terjadi.


Perginya Nien Chu membuat pangeran ke tiga langsung menerobos ke rumah kediaman kaisar, sementara Tency seketika itu merubah dirinya menjadi rubah putih ekor 3.


Pangeran ke 3 begitu sangat terkejut melihat keadaan sang ayah, yang dipasung sedemikian rupa oleh putra mahkota, sehingga membuat hati pangeran ke 3 menjadi miris melihatnya.


Pangeran ke 3 tak ingin berlarut-larut dengan kesedihannya, diapun langsung mengeluarkan pedangnya dan menebas rantai besi yang mengikat sang ayah.


Pangeran ke 3 meraih sang Ayah dan segera menotok jalan darah nya, agar sang kaisar tak bisa berontak saat di bawa pergi.


Dengan cepat pangeran ke 3 meloncat naik keatas punggung rubah putih ekor 3, dan sang rubah pun tau apa yang harus di lakukannya, yaitu segera berlari meninggalkan tempat itu.


Dengan adanya keributan pertarungan antara Nien Chu dan ke 4 iblis, memicu para penghuni istana datang ketempat itu.


"Cepat tutup dan perketat penjagaan di gerbang istana..," teriak salah seorang jendral.


Mendengar teriakan itu membuat para kepala prajurit langsung mengarahkan pasukannya menuju ke gerbang istana.


Tanpa mereka sadari di gerbang istana terus terjadi pertarungan antara pasukan yang berada di sana, dengan 2 orang wanita yang memiliki kemampuan di atas rata-rata para prajurit istana, sehingga ratusan prajurit istana kekaisaran tewas di tangan kedua wanita itu.


Tak lama kemudian rubah putih ekor 3 menerobos ribuan prajurit kekaisaran, yang membuat para prajurit istana yang dekat dengannya membeku akibat aura yang terpancar dari tubuh sang rubah.


Melihat rubah putih ekor 3 telah berada di dekatnya, membuat kedua wanita yang tengah bertarung langsung melesat naik ke punggung rubah putih itu, dan dengan cepat sang rubah putih membawa mereka semua pergi meninggalkan istana kekaisaran.


Sementara itu Nien Chu yang tengah bertarung dengan ke empat iblis, mampu membunuh dua diantaranya dengan menggunakan teknik tebasan semesta dari pedang penguasa malam.

__ADS_1


Karena melihat telah banyak para prajurit istana yang berdatangan ke tempatnya berada, membuat Nien Chu segera menggunakan teknik langkah bayangan untuk meninggalkan tempat itu.


Bersambung


__ADS_2