
Pertarungan sengit yang terjadi membuat Thien Yu dan kedua wanitanya harus terpisah jarak, mereka masing masing menghadapi raksasa batu yang puluhan jumlahnya.
Putri Sorari menggunakan panah artefak langit untuk menghadapi para raksasa batu yang menyerangnya, dengan kekuatan dari tehnik es yang diberikan Thien Yu, membuat efek serangan anak panah yang terjadi begitu sangat kuat.
Puluhan raksasa batu telah banyak yang di bekukan nya, hingga raksasa itu hancur menjadi serpihan serpihan kecil es, setelah putri Sorari melakukan serangan tangan kosong yang mengandung gelombang kejut yang sangat kuat kepada raksasa batu yang telah di bekukan nya.
Akan tetapi bukannya hancur, serpihan serpihan es dari raksasa batu kembali menyatu dan bertambah banyak jumlahnya, hal itu membuat putri Sorari menjadi keheranan di buatnya.
"Jika terus begini, aku tak tak tau sampai kapan aku bisa bertahan dari mereka semua, karena energi di tubuhku semakin lama semakin berkurang, apalagi oksigen yang ada di tempat ini begitu tipis hingga membuat energiku cepat sekali berkurang," batin putri Sorari.
Sementara itu putri Langyun yang juga menghadapi puluhan raksasa batu dibuat heran dengan fenomena yang ada, setelah membuat raksasa batu menjadi patung dengan menggunakan puluhan pisau terbang dari kekuatan hati janin suci, dan menghancurkannya dengan serangan jarak dekat, akan tetapi hal yang sama yang terjadi pada putri Sorari terjadi juga pada putri Langyun, yang membuat sang putri harus berfikir dua kali dalam menghancurkan raksasa batu yang menyerangnya.
Sementara itu Thien Yu mencoba menganalisa dan mencari cara agar raksasa batu dapat di memusnahkannya, hingga satu titik terang menghampiri pikirannya.
"Sedari tadi aku tak melihat raksasa batu yang berbicara denganku sebelumnya, semua yang menyerangku dan menyerang Putri Sorari serta putri Langyun merupakan raksasa batu yang belakangan datang, kurasa semua sumber permasalahannya berasal dari raksasa batu yang berbicara denganku sebelumnya.
Dengan pertimbangan itu, Thien Yu menyuruh kedua Putri untuk membekukan semua raksasa batu yang ada.
"Kalian semua, bantu aku untuk membekukan semua raksasa batu yang ada, dan ingat jangan sampai ada dari kalian yang menghancurkannya karena hal itu bisa membuat raksasa batu menjadi bertambah banyak," teriak Thien Yu.
"Kami akan membekukan mereka semua kak Thien," jawab putri Sorari yang langsung dalam menjawab perkataan dari Thien Yu.
__ADS_1
Kedua wanita cantik dengan kekuatan yang mereka miliki mampu untuk membekukan dan menjadikan patung semua raksasa yang ada, hingga memberikan kesempatan bagi Thien Yu untuk mencari raksasa batu yang mempunyai tanda berwarna biru di jidatnya.
"Kemana raksasa batu itu, mengapa aku tak bisa mengetahui keberadaannya di area pertempuran ini, kurasa dia memang sengaja menjauh agar rahasia dari para raksasa batu yang ada tak diketahui oleh ku," batin Thien Yu.
Thien Yu tak bodoh, dengan menggunakan mata langit yang dimilikinya, diapun mencari sekeliling hutan di mana keberadaan raksasa batu itu berada.
"Itu dia, ternyata dia bersembunyi di balik air terjun itu dan dia kira aku tak akan bisa menemukanmu?," batin Thien Yu.
Dengan cepat Thien Yu melesat ke arah air terjun yang tak begitu jauh dari area pertempuran, sesampainya di sana Thien Yu segera menyerang kedalam air terjun dengan tinju naga giok yang dimilikinya.
Belum sempat naga hitam yang merupakan efek dari tinju naga giok yang dilancarkan Thien Yu masuk ke dalam air terjun, tiba-tiba saja air terjun itu terpecah dan keluarlah raksasa batu yang dicari oleh Thien Yu.
Raksasa itu langsung menghujani Thien Yu dengan lemparan-lemparan batu yang berasal dari kedua tangannya, yang membuat Thien Yu harus berkelit ke sana dan ke sini dalam menghindari serangan dari raksasa batu yang terus menyerangnya.
Tak ingin diserang terus menerus oleh raksasa batu, Thien Yu langsung menyerang balik dengan lemparan belati merah darah yang tak dapat di duga duga oleh raksasa batu, hingga membuat raksasa batu itu tertembus oleh belati merah darah yang dipakai Thien Yu untuk menyerangnya.
Belati merah darah yang telah menyatu dengan kekuatan Ilahi di dalamnya mampu membuat raksasa itu tumbang ke tanah. Dengan sekali hantaman tinju naga giok, membuat batu batu raksasa yang tersusun di dalam tubuhnya seketika itu berantakan di tanah.
Thien Yu menginjak kepala raksasa batu yang telah terpisah, dan menanyakan di mana jalan menuju ke paviliun danau giok sesuai dengan kesepakatan yang terjadi, akan tetapi raksasa batu mengingkari perkataannya dan tak mau mengatakan kepada Thien Yu di mana tempat paviliun giok berada.
"Aku tak akan bertanya untuk ke dua kalinya di mana jalan menuju paviliun danau giok berada, jika kau tak ingin mengatakannya maka jangan salahkan aku jika aku akan melenyapkan mu," ucap Thien Yu.
__ADS_1
Seketika itu dari dalam telapak tangan kanan Thien Yu tercipta sebuah teratai kaca yang mengeluarkan aura yang sangat kuat, yang membuat seluruh area di sekitar tempat itu menjadi mencekam karena aura dingin yang di timbulkan nya.
Melihat teratai illahi di tangan Thien Yu, tak membuat raksasa batu menjadi takut dan mengatakan keberadaan paviliun danau giok ke pada nya.
Hal itu membuat Thien Yu sangat kesal karena raksasa batu telah mengingkari kesepakatan yang dibuat, sedari itu Thien Yu segera melesat ke udara dan berucap.
"Karena kau telah mengingkari kesepakatan yang ada, maka lebih baik kau kumusnahkan," ucapnya sambil melepaskan teratai illahi ke arah kepala raksasa batu.
"Aku tak pernah mengingkari kesepakatan yang ada, dan aku sangat menjunjung tinggi kejujuran, tinggal kau yang harus menyikapi itu semua!!" teriak raksasa batu sebelum tubuhnya terhantam oleh teratai Ilahi yang dilepaskan oleh Thien Yu.
Ledakan besar terjadi, hingga membuat lobang menganga seperti jurang di dalam tanah, tak hanya itu retakan besar juga terlihat di sekitar tempat terjadinya ledakan.
Tubuh raksasa batu kini sudah tak terlihat lagi akibat serangan teratai illahi milik Thien Yu, musnahnya raksasa batu membuat seluruh raksasa batu yang lainnya menghilang, hal itu membuat kedua putri yang masih bertarung dengan raksasa batu pun semakin bertambah bingung dibuatnya.
"Kak Sorari ayo kita mencari kak Thien Yu, sepertinya dia telah memecahkan masalah yang terjadi mengapa raksasa batu tak dapat di musnahkan," ucap putri Langyun.
"Kau benar adik, lebih baik kita mencarinya sekarang," jawab putri Sorari.
Mereka berdua melesat mencari Thien Yu kedalam rimbunnya hutan, dan pada akhirnya kedua putri itu menemukan Thien Yu tengah menatap air terjun yang kini mengeluarkan cahaya pelangi yang menyilaukan mata.
Thien tersadar jika kesepakan yang terjadi antara dirinya dan raksasa batu benar benar terjadi, raksasa batu tak ingkar karena jalan menuju ke paviliun danau giok kini terpampang jelas di hadapannya.
__ADS_1
Bersambung