
Pagi hari yang cerah, dengan matahari yang bersinar terang yang memberikan kehangatan kepada seluruh wilayah kekaisaran Glory, tampak di dalam pagoda 9 para murid utama tengah berlatih sangat serius, dengan bimbingan dari Thien Yu.
"Semua cara untuk penyerapan energi telah kuberikan kepada kalian semua, tinggal bagaimana cara kalian mencerna dan mempelajarinya sendiri teknik penyerapan energi yang telah kuberikan itu. untuk hari ini latihan cukup sampai disini, dan esok hari merupakan hari terakhir aku melatih kalian, dan besok juga merupakan hari dimana kalian akan mendapatkan penyempurnaan dari teknik yang telah aku berikan ini," ucap Thien.
Keesokan harinya Thien Yu kembali ke dalam pagoda 9, dan ternyata seluruh murid utama pagoda 9 telah menunggunya.
"Sesuai dengan janjiku maka hari ini aku akan menyempurnakan kekuatan penyerapan energi yang kalian telah pelajari dariku.
Aku ingin kalian semua melakukan kultivasi, agar energi di puncak pagoda 9 ini bisa merasuk ke dalam tubuh kalian semua," perintah Thien Yu.
Para murid segera mengikuti perintah dari Thien Yu dengan duduk bersila melakukan kultivasi di tempat itu.
"Bagus mereka semua sangat antusias dengan teknik yang kuberikan kepadanya, maka aku akan segera menyempurnakan kekuatan penyerapan energi yang telah mereka semua latih," batin Thien Yu.
Thien lantas mengeluarkan kekuatan Dewa yang dimilikinya dan menebarkannya ke udara di dalam ruangan itu.
Perlahan lahan energi Dewa yang bertebaran di dalam ruangan itu, terserap masuk ke dalam tubuh masing-masing murid utama pagoda 9, hingga kekuatan Dewa yang bertebaran di udara habis tanpa tersisa.
Setelah dirasa cukup, Thien Yu membangunkan mereka semua dengan menghentakkan kaki kanannya sekali ke lantai ruangan, hingga satu persatu dari para murid utama membuka matanya.
Kalian semua berkumpullah menjadi satu kelompok, karena aku ingin melihat bagaimana perkembangan dari teknik yang telah kuberikan kepada kalian semua satu persatu.
"Aku ingin kau berdiri ditengah ruangan ini, dan aku ingin kau memperagakan padaku sejauh mana teknik yang telah kuberikan kepadamu," ucap Thien Yu kepada seorang murid wanita.
"Baik pangeran" ucap murid wanita itu.
__ADS_1
Murid wanita segera mencoba kekuatan teknik yang dipelajari dari Thien Yu, dengan menarik kelembaban udara sehingga menciptakan sebuah busur panah, dengan menarik busur itu maka terciptalah sebuah anak panah yang tercipta dari penyerapan energi yang dilakukannya.
Tanpa ragu murid utama itu melepaskan anak panah dari busurnya hingga anak panah itu meluncur deras, dalam perjalananya ketitik sasaran, seketika itu anak panah membelah diri dan menjadi ratusan anak panah yang mengarah ke satu tujuan yang menjadi targetnya.
Hasil latihan murid wanita itu begitu membuat Thien yu kagum, karena mampu menguasai tehnik penyerapan energi dengan kerja kerasnya. Aura es dari elemen es yang dimilikinya menyeruak hingga memuat area tempat itu berubah membeku menjadi es.
Satu persatu para murid memperagakan apa yang telah dilatihnya, dan Thien Yu begitu sangat puas dengan pencapaian hasil latihan yang di lakukan murid utama pagoda 9.
Setelah semua murid menunjukkan hasil latihannya maka aku Thien Yu pun berkata.
"Aku ingin kalian semua melatih apa yang telah kuberikan dan jangan puas sampa disini, karena jika kalian mengembangkan terus menerus tehnik yang kuberikan itu, maka teknik yang telah kalian dapatkan ini akan sangat bermanfaat bagi kalian di masa depan," ucapnya.
"Trimakasih atas apa yang telah Pangeran berikan kepada kami semua, kami pasti melatih tehnik penyerapan energi yang pangeran telah ajarkan kepada kami, dan atas semua yang telah pangeran ajarkan ini, maka ijinkan kami memberi penghormatan kepada pangeran," ucap salah seorang pemuda yang mewakili rekan rekannya.
Tak lama kemudian semua murid utama pagoda 9 yang ada di dalam ruangan itu memberi hormat kepada Thien Yu.
Putri Yan Chi telah selesai melakukan kultivasi, dan tampak perubahan terjadi pada dirinya yang lebih berbeda dari sebelum dia datang ke pagoda 9, dari cara berpakaian dan cara bicaranya yang terkesan lebih dewasa.
"Aku akan membawamu kembali ke istana pheonix, karena ibumu begitu rindu akan dirimu," ucap Thien Yu.
"Aku juga rindu pada ibuku pangeran, akan tetapi untuk pulang ke istana pheonix sepertinya aku sudah tak ada keinginan, karena aku lebih kerasan di sini, karena di tempat ini aku bisa menemukan kedamaian hati," jawab putri Yan Chi dengan tersenyum kearah Thien Yu.
"Untuk saat ini tak ada pilihan bagimu, karena aku sendiri yang memintamu pulang ke istana pheonix bersamaku, dan aku tak ingin adanya penolakan dirimu karena aku telah merencanakan hal baik bagimu setibanya di istana pheonix," ucap Thien Yu.
"Tapi pangeran..."
__ADS_1
"Tak ada tapi tapian, kemasi barang barang mu sekarang, karena sebentar lagi kita kan berangkat, karena yang kulakukan ini demi kebaikanmu," ucap thien yu dengan penekanan di perkataannya.
Tak ada pilihan bagi putri Yan Chi untuk menolak keinginan Thien Yu, walaupun dalam silsilah kelurga sang putri lebih tua dari Thien Yu, tapi mengingat jika thien Yu merupakan kaisar pheonix di masa depan, membuatnya tak bisa membantah perkataan pangeran muda itu.
Dengan berat hati putri Yan Chi pada akhirnya pergi untuk mengemasi brang barangnya.
Mahaguru Hyo jin mendatangi Thien Yu dan berkata.
"Pagoda 9 mempunyai 25 murid jenius yang menguasai tehnik membuat dan meracik pil obat yang biasa di sebut Alkemis, yang tergabung didalam murid utama dan juga penerus inti pagoda 9.
Aku ingin pangeran menyelamatkan penerus pagoda 9 itu itu dengan membawanya pergi ke istana pheonix, karena firasatku mengatakan jika tak lama lagi dewa iblis kuno akan menghancurkan pagoda 9.l," ucap ketua Hyo jin.
"Aku tak menjamin keselamatan mereka semua jika ikut denganku pergi ke istana pheonix, karena untuk pergi ke istana pheonix harus melewati kota kekaisaran Glory yang di jaga ketat para iblis," ucap Thien Yu.
"Pangeran jika mereka tetap tinggal di sini mereka juga akan dalam bahaya, akan tetapi jika mereka berangkat ke istana pheonix masih ada kemungkinan besar untuk selamat," jawab maha guru hyo jin.
Dan pada akhirnya Thien Yu mengiyakan membawa semua murid jenius pagoda 9, menuju ke istana pheonix.
Sementara itu di kekaisaran pheonix, Thien Yu yang tak mengatakan kemana dia pergi kepada Zaiya, membuatnya anak itu gelisah dan mencari Thien Yu keseluruh istana hingga Zaiya bertemu dengan ratu Yan Ling.
"Nenek ratu, kemanakah ayahku berada? aku telah mencarinya keseluruh istana tapi tak juga menemukannya," ucap Zaiya.
"Tenanglah Zaiya ayahmu tengah melakukan meditasi di ruangan latihannya," ucap ratu Yan Ling.
"Nenek berbohong!!, ayahku tak ada di dalam ruangan latihannya, jika nenek tak percaya coba nenek ratu memeriksanya sendiri," ucap Zaiya.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin putraku tak ada di sana, sementara saat itu putraku mengatakan akan bermeditasi di ruang pribadinya.
Bersambung.