
Serangan kuat yang di lakukan pangeran Hi bow membuat alam disekitar tempat itu bergemuruh, karena suara dari Naga lahar api yang membahana di udara.
Naga itu meluncur deras dari langit menuju kearah Thien Yu berada. Dengan cepat Thien Yu mengarahkan ke 12 runai nya hingga kedua belas runai tersebut melingkari tubuh sang Naga lahar api.
Kedua belas runai mengunci sang Naga, yang membuat kekuatan unsur api dari Naga Lahar api terhisap oleh kedua belas runai Thien Yu, yang menyebabkan Naga lahar api menghilang secara tiba tiba.
Pangeran Hi bow seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya, tehnik terkuat, dan juga merupakan tehnik andalannya dengan sangat mudah di patahkan oleh Thien Yu.
Melihat pangeran Hi bow telah mengeluarkan banyak energi tubuhnya saat menggunakan teknik Naga lahar api, dengan cepat Thien Yu menggunakan tinju Naga Giok yang telah di sempurnakan oleh nya kearah pangeran Hi bow.
Seekor Naga berwarna hitam yang berselimutkan 3 inti api meluncur deras ke arah sang pangeran, hingga membuat pangeran Hi bow tak dapat menghindari serangan tersebut.
Akibatnya tubuh pangeran Hi bow seketika hancur tanpa bekas, tanpa sedikitpun terlihat sisa sisa serpihan dari tubuhnya karena terkena tinju naga giok dari Thien Yu.
"Tidak...!! teriak raja Hi Bing dengan melesat cepat kearah tempat di mana terakhir kali putranya berada.
Air mata raja Hi Bing membasahi pipinya, karena mengetahui jika putra kesayangannya telah tiada, dia pun menatap tajam kearah Thien Yu dengan amarah yang meledak ledak.
"Kau telah membunuh putraku, maka kau harus membayar itu semua dengan nyawa mu," teriak raja Hi Bing penuh dendam.
Raja Hi Bing langsung menghempaskan tongkat berkepala ularnya ke tanah.
(Tongkat berkepala ular merupakan sebuah wadah yang menyegel binatang roh kuat di dalamnya).
Seketika tongkat itu berubah menjadi ular raksasa, yang langsung memuntahkan ribuan ular ular kecil beracun dari dalam mulutnya.
__ADS_1
Semua ular ular beracun itu dengan cepat melesat ke arah Thien Yu dengan menyemburkan racun dari mulutnya, hal itu membuat Thien Yu dengan refleks berloncatan kesana kemari untuk menghindari serangan semburan ular beracun tersebut.
"Tuan muda berhati hatilah, semburan ular itu sangatlah mematikan," ucap Lu ying memperingatkan Thien Yu akan bahaya yang tengah mengancamnya.
"Trimakasih Lu ying, ular ular ini memang mematikan akan tetapi ular ular ini belum cukup kuat untuk meracuniku," jawab Thien Yu.
Raja Hi Bing tak tinggal diam melihat Thien Yu masih dapat bertahan dengan ular ular beracunnya, dengan sigap diapun menggunakan tehnik rahasia gerbang roh.
Seketika itu Thien Yu di hadapkan dengan kabut beracun berwarna hijau pekat, yang seketika itu langsung menyelimuti area tempat itu.
Semua anggota klan ular yang tadinya berada tak jauh dari area pertarungan, dengan cepat meninggalkan tempat itu untuk menjauhkan diri dari racun berwarna hijau pekat yang bertebaran di udara. Begitupun halnya dengan Lu ying, diapun angkat kaki meninggalkan tempat itu agar tak terkena imbas racun ganas tersebut, sambil terus memantau jalannya pertarungan antara tuan mudanya dengan raja Hi Bing.
Thien Yu yang berada di dalam kabut pekat beracun, dengan segera mengeluarkan racun api hitam yang berada pada tulang kaisar di tubuhnya, untuk melindunginya dari kabut beracun yang di keluarkan oleh raja Hi Bing.
Benar saja racun api hitam yang menyelimuti tubuh Thien Yu dapat menetralkan kabut beracun yang berada di sekitarnya, hal ini membuat Thien Yu dapat memberikan serangan balik kepada raja Hi Bing dengan tinju naga giok yang telah di siapkan nya.
Tanpa di duga duga oleh Thien Yu, secara tiba tiba raja Hi Bing telah berada di belakangnya dengan memberikan satu tendangan keras yang sangat mematikan, yang membuat Thien Yu harus bergulingan di tanah dalam menghindarinya.
Tak sampai di situ kesulitan yang datang pada Thien Yu, karena ular raksasa telah menanti tubuhnya di tanah. Ular tersebut langsung menyabetkan ekornya dengan kuat kearah Thien Yu, yang membuat Thien Yu tak mempunyai kesempatan dalam menghindarinya. Akibatnya tubuh Thien Yu terhempas jauh ke samping kanannya dan jatuh ke tanah dengan sangat keras.
Thien Yu bangkit berdiri, sambil menyeka darah segar yang mengalir di sudut bibirnya. "Aku tak akan kalah dalam pertarungan ini, aku akan memperlihatkan padamu bagai mana aku akan menghajar mu," ucap Thien Yu sambil mengeluarkan mata langit yang di milikinya.
Kali ini Thien Yu memasang kewaspadaan tingkat tinggi akan serangan serangan susulan yang akan di lakukan raja Hi Bing. Di tangan kanan Thien Yu saat ini pun telah menggenggam pedang penguasa malam.
Dengan tehnik ruang dan waktu Thien Yu berhasil mendekati ular raksasa, dan memberikan satu tebasan ke arah sang ular hingga tubuhnya terpotong menjadi dua.
__ADS_1
Sekali lagi keanehan terjadi, ribuan ular ular kecil datang menghampiri ular raksasa yang terpotong menjadi dua bagian, mereka semua menyemburkan racun ke arah luka potong yang di derita oleh sang ular raksasa.
Tak lama kemudian ular raksasa yang tadinya diam, kini kembali bergerak dengan tubuh yang telah menyatu kembali.
"Ternyata ular ular kecil itu telah membuat ular raksasa kembali menyatukan tubuhnya, dan ini merupakan kesempatan bagiku untuk melenyapkan ular ular kecil itu," batin Thien Yu.
Thien Yu lantas mengeluarkan inti api surgawi di tangan kananya, dan dengan cepat Thien Yu mengarahkan inti api surgawinya itu ke arah ular ular kecil yang tengah berkumpul, yang membuat ular ular kecil beracun itu musnah jadi debu terkena serangan inti api surgawi yang di lesakkan oleh Thien Yu.
Dari kejauhan Thien Yu merasakan adanya gelombang angin kejut yang mengarah cepat ke arahnya, itu merupakan tebasan pedang dari jarak jauh yang di lakukan raja Hi Bing.
Dengan cepat Thien Yu menebaskan pedang penguasa malam dari atas ke bawah, guna menangkis serangan dari jarak jauh itu.
Ledakan energi pun terjadi saat kedua serangan saling bertemu, tubuh Thien Yu terseret beberapa langkah kebelakang akibat efek yang terjadi.
Thien Yu segera mengedarkan pandangannya, dan mendapati raja Hi Bing tengah mengambang di udara, yang mana di dalam genggaman tangan kanan raja Hi Bing kini terdapat sebuah tombak dengan mata tombak yang berbentuk sebuah trisula.
"Aku harus berhati hati, sepertinya senjata yang berada di dalam genggaman tangannya merupakan sebuah artefak langit yang sangat kuat," batin Thien Yu.
Tiba tiba saja teriakan raja Hi Bing menggema keseluruh klan, dia meminta kepada para petingginya untuk membentuk formasi pemecah langit agar dapat membunuh Thien Yu.
Thien Yu sangat terkejut dengan tindakan raja Hi Bing, dia tak menyangka jika sang raja akan melakukan tindakan hina yang tak sportif, karena telah melanggar aturan yang telah di sepakati bersama.
Di tempat lain, Lu ying yang melihat para petinggi dan anggota klan yang akan melakukan formasi pemecah langit seketika murka.
Dengan cepat Lu ying menapakkan kedua tangannya ketanah, maka sebuah segel terbentuk yang mengurung raja Hi Bing dan Thien Yu di dalamnya.
__ADS_1
Aku tak akan membiarkan kalian semua menggunakan formasi pemecah langit yang telah mengalahkanku waktu itu.
Aku akan merusak formasi yang kalian buat itu," ucap Lu ying dengan tubuh yang telah berubah menjadi asap hitam tebal.