Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bohong


__ADS_3

Mendengar semua cerita ratu Meyling, membuat Thien Yu merasa jika penderitaan yang di alami sang ratu begitu sangat besar, apalagi dia harus kehilangan suami dan putranya akibat keganasan laba laba iblis ungu.


Thien Yu begitu sangat mengakui kebesaran hati sang ratu yang mampu bertahan dengan semua itu, bisa saja waktu itu dia meninggalkan kerajaannya untuk menyelamatkan putranya, akan tetapi dia tak melakukan hal itu, dan memilih untuk bertahan dengan seluruh penduduk kerajaan lumut.


Thien Yu mengambil buah anggur segar yang ada di hadapannya, dan mulai memakannya.


"Ratu, aku bisa menyembuhkan luka dalam yang kau derita, tapi aku perlu waktu untuk membentuk tulang kaisar di tubuhku terlebih dahulu, setelah tulang tubuhku berubah menjadi tulang kaisar maka aku pastikan luka dalam yang kau derita akan pulih seperti sedia kala," ucap Thien Yu.


"Benarkah itu Thien Yu?, apakah yang kau perlukan untuk membentuk tulang kaisar di tubuhmu?" tanya sang ratu.


"Aku memerlukan kekuatan dari kultivator ranah tingkat alam emperor yang bertipe es, hanya itu yang bisa menahan hawa panas yang akan terjadi dalam pembentukan tulang kaisar di tubuhku," jawab Thien Yu.


Sang ratu melirik kearah Xiozi dan berkata. "Xiozi, kau merupakan kultivator dengan tipe es, dapatkah kau membantuku jika kekuatan ranah tingkat alam emperor yang kumiliki ku titipkan kepadamu?" tanya sang ratu pada Xiozi.


Mendengar permintaan ratu Meyling, apalagi permintaannya itu menyangkut Thien Yu pemuda yang telah mencuri hatinya, tanpa banyak bicara Xiozi langsung mengiyakan permintaannya.


"Aku pasti akan membantu mu ratu," ucap Xiozi mantap.


"Thien Yu, aku rasa kau bisa mendapatkan tulang kaisar yang kau inginkan disini, aku dan Xiozi akan membantumu," ucap ratu Meyling.


"Trimakasih ratu, Xiozi," jawab Thien Yu dengan senyum yang merekah di bibirnya.


"Oh iya Thien Yu, aku lupa mengatakan padamu jika perbedaan waktu di tempat ini dan di dunia tempatmu berbeda," ucap ratu Meyling.


"Maksud ratu?" tanya Thien Yu.

__ADS_1


"Maksud ku, selisih waktu itu adalah 1 hari berada di alam kerajaan lumut sama halnya dengan 1 bulan di alam manusia, itu merupakan perbedaan waktu dimensi antara alam mu dan alam kerajaan lumut ," jawab sang ratu.


"Apa?" pekik Thien Yu dan Xiozi bersamaan.


"Benar, kalian sudah 6 hari berada disini, berarti kalian sudah 6 bulan meninggalkan alam dunia," ucap ratu Meyling


Kembali Thien Yu dan Xiozi saling berpandangan, dan tak lama kemudian menatap kearah sang ratu.


Di dalam hati Xiozi sekarang dia merasa sangat bersalah pada kakeknya, "Pasti kakek sangat khwatir dengan keberadaanku yang tanpa kabar, kakek pasti mencariku hingga putus asa karena sudah 6 bulan aku telah menghilang tanpa jejak," batin Xiozi.


Xiozi tak dapat berkata apa apa lagi karena untuk keluar dari alam istana lumut, itu sangat mustahil di lakukannya jika tanpa seijin ratu Meyling.


Apa lagi sekarang ini dia harus membantu Thien Yu untuk membentuk tulang kaisar di tubuhnya, dan tentu perlu waktu berhari hari dalam melakukannya. Bisa saja waktu yang di perlukan dalam proses itu hingga 6 hari kedepan yang membuat Xiozi semakin gelisah.


Xiozi hanya bisa menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, menyikapi semua yang terjadi pada dirinya.


"Kau belum mengerti karakter kakekku, jika dia membenci seseorang maka selamanya orang itu akan selalu buruk di matanya, aku tak ingin kau mengantarku karena kedepannya kau akan buruk dimata kakekku, dan aku tak ingin hal itu terjadi padamu," ucap Xiozi.


Melihat pembicaraan pribadi dari kedua anak muda itu ratu Meyling segera meninggalkan tempat itu.


"Kalian selesaikan apa yang ingin kalian bicarakan, dan jika sudah selesai akan ada seorang pelayan yang akan membawa kalian ke tempat peristirahatan, besok pagi aku akan menemui kalian kembali dan akan mengajak kalian ke suatu tempat," ucap ratu Meyling sambil berlalu pergi.


Setelah kepergian ratu Meyling, pembicaraan kembali terjadi antara Thien Yu dan Xiozi.


"Xiozi biar bagai manapun aku akan tetap menemanimu menemui tetua Xiohuan, karena semua masalah yang terjadi akibat dari kesalahan ku yang mengikut sertakan mu ke dalam pertarungan melawan para perampok pesisir pantai, yang membuat kau dan aku harus ke perosok ke dalam lubang yang menembus dimensi lain," ucap Thien Yu.

__ADS_1


"Mengapa kau harus mengorbankan dirimu untuk bertemu dengan kakek ku, bukannya urusan kita telah selesai setelah kita berada di alam dunia kembali, jika kau bertemu dengan kakek dan mengetahui jika kau yang telah membawaku selama ini, bisa saja kakek ku akan membunuhmu saat itu juga," ucap Xiozi.


Thien Yu membalikkan tubuh Xiozi hingga mereka berdua saling bertatapan mata.


Thien Yu berusaha keras untuk meredakan emosi di hatinya, diapun memegang bahu Xiozi dengan kedua tangannya sambil berkata.


"Aku tak takut menghadapi maut jika itu menyangkut dirimu, aku tak tau apakah perasaan ku terhadapmu itu salah, tapi jauh di dalam relung hatiku yang paling dalam, aku merasakan jatuh cinta ke padamu, aku berharap cintaku tak bertepuk sebelah tangan," ucap Thien Yu.


Xiozi menepis kedua tangan Thien Yu yang memegang bahunya, dan segera membalikkan badan membelakangi Thien Yu.


"Aku tak bisa menerima cintamu, karena ada hati yang kujaga!" ucap Xiozi sambil berlalu pergi meninggalkan Thien Yu yang masih terus memandangi kepergian Xiozi.


Perkataan Xiozi tak pernah terpikirkan oleh Thien Yu sebelumnya, Thien Yu hanya bisa menatap lantai istana dengan rasa terpukul di dalam batinnya.


Thien Yu benar benar merasakan sakit hati, sakit karena mendengar penolakan dari seorang wanita yang telah memberi warna dihatinya.


Thien Yu tak menyangka jika cintanya pada Xiozi akan bertepuk sebelah tangan, dengan cepat Thien Yu berlari kearah dasar lobang, dan diatas batu Thien Yu berteriak sekuat kuatnya untuk melepaskan semua beban di hatinya.


Thien Yu berlutut, dan mengenang kembali keakraban yang telah terjadi antara dirinya dan Xiozi. "Aku terlalu bodoh, mengapa aku tak memperkirakan jika Xiozi akan menolakku sebelumnya, karena rasa sakit penolakan ini begitu sangat membekas di hatiku.


Aku harus bangkit dan harus tetap tegar, aku tak perlu berlarut larut dalam situasi ini, biarkan Xiozi dengan hidupnya sendiri dan aku akan menjalani kehidupan ku sendiri, aku akan memfokuskan diri untuk membentuk kultivasiku agar menjadi yang terkuat.


Maafkan aku guru karena aku telah melanggar perintahmu, dan aku berjanji tak akan jatuh cinta selama aku belum menjadi kuat," bisik Thien Yu.


Sementara itu di sebuah kamar di istana lumut, Xiozi menangis sejadi jadinya di dalam kamar tersebut, dia merasa sangat kejam karena telah menolak cinta tulus Thien Yu pemuda yang juga di cintainya.

__ADS_1


"Thien Yu, jika kau tau aku juga cinta kepadamu, tapi situasinya tak memungkinkan untukku membalas cintamu, aku tak ingin terjadi hal buruk padamu saat bertemu dengan kakekku, kau belum mengerti sifat dan karakter kakekku dan aku berharap setelah kejadian ini kau tak membenciku," Isak Xiozi.


"Maafkan aku Thien Yu, tak ada pemuda lain selain dirimu di hatiku, dan aku telah berbohong jika ada hati yang kujaga, itu semua karena aku tak ingin kau bertemu dengan kakekku," ucap Xiozi sambil memejamkan kedua matanya yang terus mengeluarkan air mata.


__ADS_2