Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Semangat pantang menyerah


__ADS_3

Thien Yu berjalan terus masuk ke kedalaman hutan yang lebat itu. Tak ada sinar matahari yang dapat menembus masuk ke dalam tempat Thien Yu berada, hingga membuat tempat keberadaan Thien Yu menjadi gelap gulita akibat tak ada penerangan dari sinar matahari yang tertutup oleh dedaunan pepohonan besar di hutan selebat itu.


Thien Yu telah mengaktifkan mata langit yang ada padanya, hingga membuatnya dapat melihat dengan jelas keadaan di sekitar area hutan yang tengah dimasukinya.


Tiba tiba Thien Yu merasakan adanya suara-suara aneh dari pepohonan lebat yang kini terlihat begitu sangat menyeramkan, apalagi ditambah dengan keadaan dirinya yang tengah sendiri di dalam hutan belantara sahabat itu, hal itu membuat Thien Yu memasang kewaspadaan tinggi agar terhindar dari hal-hal yang dapat membuatnya terluka.


"Mengapa suara pepohonan di tempat ini seperti nyanyian dan rintihan kesunyian, yang membuat suasana sangat mencekam seperti ini, dan aku rasa ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak-geriku, hingga membuatku harus selalu waspada dengan apapun pergerakan yang terjadi di sekitar tempat ini, dan kurasa yang memperhatikanku saat ini adalah raja tanah langit yang ingin kucari," batin Thien Yu.


Thien Yu berusaha memancing agar Raja tanah langit agar dapat keluar untuk menghadapinya, dengan mengeluarkan aura kuat di tubuhnya, hingga membuat tubuh Thien Yu mengeluarkan cahaya emas yang menerangi hutan di sekitar tempatnya berada.


Apa yang diinginkan oleh Thien Yu akhirnya terbukti, karena beberapa pohon besar yang ada di tempat itu mulai melakukan pergerakan, hingga dapat berjalan di atas permukaan tanah dengan berpijak menggunakan akar-akar yang tertanam di dalam tanah.


Seperti di komando dari seseorang, ratusan pepohonan raksasa di sekitar tempat itu bergerak secara bersama-sama, dan penyerang Thien Yu mengunakan dahan dan ranting pohon yang seketika itu menggugurkan daun-daunnya, hingga ranting ranting pohon terlihat kokoh dan runcing hingga dapat bebas menyerang ke arah Thien Yu.


Melihat banyaknya pohon raksasa yang hidup dan kini mengepungnya, membuat Thien Yu berjumpalitan ke belakang dalam mengantisipasi serangan yang bertubi-tubi datang kepadanya.


Dengan kekuatan api semesta yang dimilikinya sekarang, Thien Yu melakukan tendangan putar yang membuat efek cahaya berbentuk bulan sabit, yang mengarah pada pohon pohon raksasa penyerang, hingga membuat ledakan terjadi dan membakar semua pohon yang mencoba menyerang ke arah nya.


Setelah terbakarnya beberapa pohon akibat api semesta milik Thien yu, membuat seluruh pepohonan yang ada di dalam hutan itu hidup, semua pepohonan yang ada menyerang ke arah keberadaan Thien Yu, hingga Thien Yu kini berada dalam kurungan ranting ranting pohon raksasa yang mengurung keberadaannya.


Thien Yu semakin tersudut akan hal itu apalagi saat ini tumbuhan merambat ikut pula dalam menyerangnya, hingga membuat tubuh Thien Yu terlilit dan terbungkus oleh tumbuhan menjalar yang kini telah sempurna menguasai dirinya.

__ADS_1


Thien Yu begitu sangat kesulitan dalam menghadapi semua pohon raksasa dan tumbuhan menjalar yang hidup dan menyerangnya, hingga Thien Yu berpikiran untuk mencoba kekuatan es semesta yang baru saja di dapatkannya.


Thien Yu menggunakan aura dingin dari dalam tubuhnya, hingga membuat tumbuhan merambat yang membungkus tubuhnya seperti bola, berubah menjadi es.


Dengan sekali kibasan tangannya tumbuhan merambat yang telah berubah menjadi es itu, hancur berkeping keping menjadi serpihan-serpihan es kecil yang kini berserakan di tanah.


Melihat Thien Yu berhasil lolos dari tumbuhan merambat, membuat seluruh pepohonan hidup seketika itu kembali melakukan penyerangan kepada Thien Yu, hingga membuat suara bergemuruh di hutan yang kini hanya menyisakan pepohonan raksasa tanpa dedaunan.


Thien Yu berlari untuk menghindari serangan pohon pohon raksasa yang hidup, dan mendapatkan sedikit kesempatan untuk melepaskan kekuatan es semesta, maka Thien yu pun menapakkan kedua telapak tangannya ketanah, hingga membuat seluruh hutan menjadi membeku di buatnya.


Thien Yu begitu sangat terkejut dengan kekuatan es semesta yang dimiliki saat ini, karena dapat membekukan seluruh hutan yang luas itu dalam waktu singkat.


Thien Yu berjalan diantara pohon pohon yang membeku, kali ini hutan terlihat sepi dan tak ada suara sedikitpun, hutan benar-benar senyap kali ini.


Sesaat Thien Yu mengira jika pemuda itu merupakan sang cahaya karena hanya sang cahaya suci yang mempunyai bentuk dan rupa yang sama dengan dirinya, akan tetapi tatapan pemuda yang ada dihadapannya begitu sangat tak bersahabat, sehingga membuat Thien Yu yakin jika pemuda itu merupakan raja tanah langit yang ingin di carinya.


The Yu segera menyerang pemuda itu dengan ganas, semua kekuatan yang didapat di alam Zaiya telah digunakan untuk menghadapi Raja tanah langit, akan tetapi tak ada satupun serangan Thien Yu yang mampu untuk dapat melukainya, hingga Thien Yu mendapatkan serangan balik yang sangat menyakitkan baginya, yaitu terbenamnya kedua kaki Thien Yu kedalam tanah hingga membuatnya tak bisa bergerak karena cengkraman yang begitu kuat dari dalam tanah, hingga akhirnya sebuah bongkahan tanah liat yang sekeras batu menindih tubuh Thien Yu hingga membuatnya tak berdaya.


Thien Yu berusaha sekuat tenaga menggeser tanah liat yang telah mendidihnya, akan tetapi usahanya itu hanya sia-sia belaka karena bongkahan tanah liat itu telah dialiri kekuatan yang sangat kuat, yang membuat Thien Yu tak mampu untuk menggerakkannya hingga dia pun terjebak di tempat itu.


Thien Yu tak merasakan adanya pergerakan dari raja tanah langit yang menjadi lawan tarungnya, sehingga dia yakin jika raja tanah liat telah pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Karena tak ada ancaman berarti dari Raja tanah langit yang menjadi lawan tarungnya, hal itu membuat Thien Yu mendapatkan kesempatan untuk memulihkan kondisi tubuh dan kekuatannya, walaupun saat ini dirinya masih tertindih bongkahan tanah liat yang berada di atasnya.


Tak lama kemudian sebuah bisikan terdengar di telinga Thien yu, dan dia yakin jika membisikan kata-kata itu merupakan sang cahaya suci.


"Menyerahlah jika kau sudah tak mampu untuk melanjutkan dalam mendapatkan kekuatan semesta, dan aku akan mengembalikan mu ke Nirwana," ucap bisikan cahaya suci kepadanya.


Thien Yu seperti terpukul dengan perkataan sang cahaya suci yang masih saja meremehkan nya, Thien Yu kembali mengenang bagaimana para sahabat, keluarga dan orang-orang yang dicintainya kini membutuhkan Thien Yu sebagai seorang Kaisar langit yang dapat melindungi mereka semua.


"Jika aku tak mampu untuk mendapatkan kekuatan semesta, bagaimana bisa aku dapat melindungi mereka semua, dan bagaimana aku dapat mempertanggung jawabkan kedudukanku sebagai seorang kasar langit yang melindungi semua alam?


Aku harus kuat dan tak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang kucari, cahaya suci aku akan melampaui batasan ku dengan mendapatkan kekuatan semesta yang selama ini aku cari!!" teriak Thien Yu, dengan kembali mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk membalikkan bongkahan tanah liat yang telah menindihnya.


Walaupun bersusah payah untuk membalikan bongkahan tanah liat, dengan semangat sambil membayangkan orang-orang yang dicintainya, Thien yu pada akhirnya dapat keluar dari tindihan bongkahan tanah liat itu.


"Aku belum berakhir, karena ini masih permulaan dan aku tak akan menyerah semudah itu seperti apa yang telah kau bisikan padaku cahaya suci," ucap Thien Yu sambil pergi dari tempat itu.


Dari kejauhan sang cahaya suci tersenyum melihat kegigihan Thien yu, dalam menggapai kekuatan semesta yang diinginkan nya, dan cahaya suci yakin jika semangat kuat dan pendirian keras yang terus berada di hati Thien Yu, maka kekuatan semesta yang diinginkannya dapat digapai.


"Melihat semangat yang ada padamu, aku yakin jika kekuatan semesta yang kau inginkan, suatu hari akan dapat kau miliki," ucap cahaya suci sambil terus memandang kepergian Thien yu.


*****

__ADS_1


Sementara itu Dewi Yun Shi yang di sekap di dalam sebuah kamar, tengah memikirkan sesuatu yang sangat penting baginya, yaitu bagaimana cara untuk menyelamatkan anak yang ada di dalam kandungannya dari Dayu haitang, sementara kebohongannya yang telah mengatakan jika jiwanya dengan jiwa anak yang ada di dalam kandungannya telah terikat satu dengan yang lainnya, lambat laun pasti akan di ketahui oleh Dayu haitang, hingga membuat Dewi Yun Shi memikirkan cara kabur dari tempat itu dengan menyusuri seluruh istana alam bawah yang kini ditempatinya berada.


Bersambung


__ADS_2