
Malam semakin larut, suara binatang malam tak lagi terdengar akibat pertarungan yang terjadi.
Ratu Yan ling memeriksa keadaan Feng Yu, dan betapa terkejutnya sang ratu saat mengetahui jika Feng Yu sudah tak memiliki Dantian, semua itu terjadi akibat Feng Yu terkena serangan dari jendral Ling Feng.
"Bagaimana keadaannya ratu?" tanya jendral Gonglang.
"Feng Yu saat ini tengah tak sadarkan diri, Dantian yang ada pada tubuhnya telah hancur akibat luka dalam yang di deritanya.
Aku tak tau bagaimana aku akan menghadapi putraku Thien Yu, jika sampai dia mengetahui jika kakak angkatnya sudah tak mempunyai ranah tingkatan apa apa lagi," jawab ratu Yan Ling.
"Aku tau ini memang sulit Ratu, apa yang menimpa Feng Yu begitu sangat ditakuti oleh seluruh kultivator yang mengalaminya. Hilangnya ranah tingkatan merupakan hal buruk bagi seorang kultivator, anggap saja mereka yang kehilangan ranah tingkatan dianggap telah mati," timpal jendral Jatayu.
"Apa yang harus kita lakukan dengan keadaan ini?" tanya ratu Yan Ling.
"Ada baiknya kita menyelamatkan nyawanya dulu, luka dalam yang dideritanya saat ini bisa saja sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya, setelah dia sembuh baru kita pikirkan langkah apa yang terbaik baginya," jawab Jendral Gonglang.
Setelah tak ada lagi yang dibicarakan, pada akhirnya mereka semua kembali ke istana sambil membawa Feng Yu.
Sementara itu, di dalam sebuah Goa, Gonggo membaringkan tubuh raja kota ke sebuah batu yang permukaannya datar, kemudian Yeiyi datang untuk memeriksa keadaan sang raja.
Disisi lain melihat ayahnya tengah tak sadarkan diri, putri Emilia Die seketika itu berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya.
Melihat hal itu, Lu ying datang untuk menenangkan Sang Putri. "Jika kamu terus-terusan menangis bagaimana kami dapat menyembuhkan ayahmu?
Putri aku ingin kau tak menangis lagi karena hal itu akan membuat kami susah dalam mengobati ayah mu," ucap Lu ying.
__ADS_1
Putri Emilia Die berusaha menahan tangisnya, terlihat dari isaknya yang tertahan.
Melihat hal itu Lu ying lantas berkata "Kau tak usah khwatir ayahmu pasti dapat kami sembuhkan" ucapnya.
Setelah berkata seperti itu, Lu ying berjalan mendekati Yeiyi dan menanyakan apa yang terjadi pada raja kota.
"Bagai mana keadaannya?" tanya Lu ying.
"Kondisi tubuhnya masih terpengaruh ilusi, dan kurasa orang yang memasukkannya ke dalam lubang benar-benar ingin mengakhiri hidup Raja kota, ilusi yang berada di dalam lobang begitu kuat yang membuat roh jiwa Raja kota rusak dan tak terkendali, bahkan hal buruk yang akan terjadi akibat pengaruh dari ilusi tersebut yaitu membuat Raja kota bisa menjadi gila," jawab Yeiyi.
"Yeiyi jika ilusi yang berada di dalam pikiran Raja kota kita hancurkan, apakah raja kota akan membaik?" tanya Lu ying kembali.
"Aku belum bisa memastikannya karena aku belum tahu seberapa besar ilusi yang telah merasuk ke dalam pikiran Raja kota" jawab Yeiyi
"Jika begitu, biarkan aku Yang akan menghancurkan ilusi yang masih berada di dalam pikiran Raja kota," timpal Gonggo.
Biar aku saja yang melakukannya karena aku memiliki kekuatan yang bisa merasuk ke dalam alam batin dan pikiran seseorang," ucap Lu ying.
Setelah semua orang sepakat untuk menyerahkan semua yang terjadi kepada lu ying, maka dengan sendirinya lu ying pun masuk ke dalam alam pikiran raja kota untuk menghancurkan semua ilusi yang berada di sana.
Asap hitam mengepul di udara, dan tiba-tiba saja langsung masuk ke dalam tubuh Raja kota, hingga ke bulan asap jelmaan lu ying tak terlihat lagi.
Dalam sekejap tubuh Raja kota pun bergetar hebat, Sementara itu di dalam alam pikiran Raja kota, Lu ying tengah bertarung dengan iblis hati yang berwujud raja kota.
Pertarungan itu begitu berimbang, sang iblis hati dapat menangkis semua serangan yang di lakukan Lu ying, malah sebaliknya sang iblis hati mampu untuk memberikan serangan balik yang membuat Lu ying kelabakan.
__ADS_1
Berbagai upaya terus dilakukan oleh Lu ying, hingga pada satu kesempatan sebuah serangan jarak dekat dengan menggunakan tinjunya, berhasil telak menghantam tubuh Sang iblis hati hingga membuatnya terpental jauh ke belakang.
Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Lu ying, dia pun menghancurkan ilusi yang berwujud raja kota hingga kesadaran Raja kota kembali pulih seperti sediakala.
Setelah lu ying keluar dari dalam alam pikiran Raja kota, pada akhirnya tersadar dan menatap semua orang yang berada di dalam ruangan goa itu.
Tatapan Raja kota tertuju pada putrinya, karena hanya wanita muda itu yang dikenal oleh raja kota di dalam ruangan itu.
Melihat ayahnya tersadar putri Emilia Die berlari memeluk sang ayah, dengan tangis yang kembali meledak.
Raja kota memeluk putrinya dengan hangat, dan bertanya mengenai apa yang telah terjadi hingga mereka berdua ada di dalam gua dengan orang-orang yang tak dikenalnya.
Lu ying yang mengetahui jika raja kota merasa bingung dengan keadaan yang ada, dia pun langsung membantu Putri Emilia Die untuk menjelaskan semua yang terjadi kepada raja kota.
Setelah mengetahui semua orang yang berada di dalam Goa merupakan pengikut Thien Yu, Raja kota langsung menggenggam tinjunya memberi hormat dan meminta maaf, karena apa yang telah terjadi terhadap Thien Yu murni kesalahannya karena dirinya terlalu lemah terhadap ratunya sendiri.
Percakapan mereka semua terhenti saat ketiga pengikut Thien Yu merasakan adanya pergerakan pasukan besar yang mengarah ke arah mereka semua, dengan cepat Gonggo pun keluar dari dalam mulut gua dan melakukan segel dari luar, hingga gua yang terdapat mereka semua tidak dalamnya tak terlihat dari luar.
Gonggo yang begitu sangat kesal dengan perlakuan pihak istana gerbang naga selama ini kepada tuan mudanya, segera memanggil seluruh pasukan gorila emas untuk melakukan pertarungan dengan para pasukan udara milik kerajaan gerbang naga.
Ke empat jenderal yang pemimpin pasukan terbang istana naga sangat terkejut dengan adanya gorila emas yang menahan mereka semua.
Dan sepatah kata pun seluruh pasukan gorila emas raksasa langsung menyerang ke arah pasukan terbang istana gerbang naga.
Serangan yang datang tiba-tiba itu membuat seluruh pasukan terbang istana naga menjadi kelabakan, mereka tak menyangka akan diserang sedemikian rupa hingga banyak pasukan terbang istana gerbang naga yang tewas.
__ADS_1
"Hentikan pertempuran ini karena kami tak pernah menyinggung kalian semua, jika memang ada dari kami yang melakukan kesalahan terhadap anda seharusnya hal ini dibicarakan terlebih dahulu agar tak terjadi pertarungan karena salah paham," teriak seorang jenderal dari kerajaan gerbang naga.
"Kesalahanmu karena berani menyinggung tuan mudaku yang merupakan pangeran dari kekaisaran Phoenix, tak ada lagi yang dapat kita bicarakan karena hanya pertempuran yang akan terjadi hari ini, apakah dari kubu istana gerbang naga yang akan memenangkan pertempuran yang akan terjadi atau kami dari binatang surgawi gorila emas yang akan memenangkan pertempuran ini," jawab Gonggo dan langsung menyerang keempat Jenderal istana gerbang naga yang ada.