
Tetua Yun Leng menatap tajam kearah Thien Yu, sorot tatapannya seperti menyelidik kearahnya. "Wajah anak muda ini seperti wajah Yan Lan sahabatku, jangan jangan dia adalah putranya, dan jika memang dia adalah putra Yan Lan maka aku sangat berdosa kepada sahabatku itu karena membiarkan putranya terkurung di dalam penjara ini," batin tetua Yun Leng.
"Saudara Cong Lang, aku mengenal anak muda ini, dia adalah putra sahabatku," ucap tetua Yun Leng.
Thien Yu yang mendengar perkataan tetua Yun Leng begitu sangatlah terkejut, dia tak menyangka jika sang tetua langsung mengenalnya sebagai putra Yan Lan.
Di saat itu juga pejabat Cong Lang meminta kunci untuk membuka penjara yang mengurung Thien Yu, namun tiba tiba suasana hati sang pemimpin penjaga gerbang berubah, saat salah seorang prajurit datang untuk melaporkan jika ada beberapa tahanan yang menghilang.
"Tetua Yun Leng, sepertinya anak muda itu belum bisa keluar dari dalam penjara ini, Karena setelah keberadaannya di dalam penjara ini, ada dari beberapa dari tahanan telah menghilang sehingga dia pantas dicurigai dalam menghilangnya para tahanan tersebut, dan untuk sementara waktu biarkan pemuda itu tetap berada di sini sementara anda lebih baik pulang kembali ke sekte pasir es, setelah pengembangan kasus selesai dan pemuda ini dinyatakan tak bersalah maka aku akan menghubungi anda," ucap pejabat Cong Lang.
Tetua Yun Leng begitu sangat kesal terhadap pejabat Cong Lang, tapi dia tak bisa berbuat apa apa karena pria tambun yang ada di hadapannya merupakan pejabat di istana kerajaan buluh surgawi.
Tetua Yun Len mendekati jeruji penjara dan berkata. "Aku akan membebaskan mu dari sini tapi tidak hari ini, setelah kau bebas nanti kita akan ke sekte pasir karena banyak yang ingin ku bicarakan denganmu," ucap tetua Yun Leng.
"Tentu tetua, ada beberapa hal yang juga ingin ku tanyakan pada anda," ucap Thien Yu sambil menggenggam tinju dan sedikit membungkukkan badan memberi hormat.
"Pantas menjadi putra Yan Lan sahabatku, sikapmu sopan dan penuh rasa hormat kepada orang yang lebih tua darimu," ucap tetua Yun Leng kemudian pergi dari tempat itu.
Setelah kepergian tetua Yun Leng dan pejabat Cong Lang, Thien Yu kembali mengeluarkan batu energi pemberian ratu Meyling.
__ADS_1
"Lu ying keluarlah dari alam batinku," perintah Thien Yu.
Seketika itu asap hitam keluar dari tubuh Thien Yu dan berkumpul menjadi satu membentuk sesosok wujud manusia bertopeng perak, dia adalah Lu ying yang kini merupakan pengikut Thien Yu.
"Ada apa tuan muda, mengapa anda begitu gelisah?" tanya Lu ying.
"Apakah pertanda di batu ini Lu ying, baru kali ini batu energi yang merupakan alat teleportasi ke kerajaan lumut bisa menyala terang seperti ini," jawab Thien Yu.
"Sepertinya ada hal buruk yang menimpa kerajaan lumut tuan muda," ucap Lu ying singkat.
"Hal buruk katamu? Lu ying ayo kita kembali ke kerjaan lumut, aku tak ingin sesuatu hal buruk menimpa ratu Meyling," ucap Thien Yu.
"Lu ying, sekte pasir es merupakan sekte terkuat di kerajaan buluh surgawi, dan juga dihuni oleh para kultivator kuat. Kerajaan buluh surgawi akan berfikir dua kali untuk mengusik sekte tersebut karena akan berdampak negatif bagi kerajaannya. Lu ying lebih baik kita pergi ke kerajaan lumut karena aku sangat mengkhwatirkan semua penduduk yang berada disana," ucap Thien Yu.
"Baiklah tuan muda, kita akan melihat keadaan kerajaan lumut," jawab Lu ying.
Setelah mendengar persetujuan Lu ying untuk kembali ke kerajaan lumut, Thien Yu segera menyalurkan energinya kedalam batu energi yang berada di dalam genggaman tangannya, maka portal menuju ke kerajaan lumut pun terbuka.
Mereka berdua pun masuk kedalam portal, dan tiba di depan gerbang istana kerajaan lumut. Darah Thien Yu seakan mendidih melihat pemandangan yang ada di hadapannya karena banyaknya mayat penduduk lumut yang mati dan berserakan di mana mana.
__ADS_1
Thien Yu terus mencari tau apakah ada para prajurit, pelayan, bahkan penduduk yang selamat dari pembantaian itu, akan tetapi setelah mencari ke pelosok istana dan ketempat tempat para penduduk kerajaan, tak ada satu pun titik terang yang menyatakan jika ada satupun orang yang selamat dari pembantaian itu, hingga salah seorang jendral keluar dari dalam air danau dengan tubuh yang penuh luka tebasan benda tajam.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Jendral kerajaan lumut itu mengatakan sesuatu yang tak dimengerti oleh Thien Yu.
"Lu ying apa yang dia katakan?" tanya Thien Yu.
"Tuan muda, dia mengatakan jika klan ular danau hitam telah membantai seluruh penduduk kerajaan tanpa tersisa, dan ratu Meyling telah di tangkap tanpa perlawanan karena klan ular danau hitam telah menguasai dan mengalahkan klan ular danau hijau, mereka mengancam jika raja dan ratu klan ular akan di bunuh jika ratu Meyling tak mau ikut ke klan ular danau hitam," jawab Lu ying.
"Pantas saja ratu Meyling tak melakukan perlawanan, karena kedua orang tuanya telah di sekap oleh klan ular danau hitam," batin Thien Yu.
"Lu ying, aku ingin membebaskan ratu Meyling dan keluarganya, apakah kau ingin ikut bersamaku?" tanya Thien Yu.
"Tuan muda walupun aku harus mati, aku tak akan melihatmu tersakiti oleh mereka, aku akan mengikutimu sampai apa yang kau inginkan tercapai, walupun klan ular sangat kuat aku pasti bisa menghancurkannya," jawab Lu ying.
"Trimakasih atas bantuanmu Lu ying, hari ini kita akan pergi menuju ke klan ular danau hitam," ucap Thien Yu.
Bersambung
Kedepannya nama ratu Meyling akan author rubah menjadi putri Meyling.
__ADS_1