Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Didiskualifikasi


__ADS_3

Berbeda halnya dengan Syin Yin, dia begitu sangat kaget mengetahui jika pemuda yang akan segera bertanding adalah Thien Yu, rasa rindu yang mendalam membuat Syin Yin sama sekali tak berkedip saat menatap pemuda yang sudah berada diatas arena pertarungan.


"Hampir 3 tahun kita tak bertemu, kau sekarang terlihat lebih dewasa dengan pesona ketampanan yang sangat luar biasa.


Thien Yu aku ingin setelah kau melihatku nanti, kau masih mengenaliku seperti waktu sebelum kau pergi dariku," batin Syin Yin.


Diatas arena pertarungan, Thien Yu kini berhadapan dengan seorang pemuda dari kerajaan tanah surgawi, dia merupakan pemuda kekar pengguna tehnik api yang bernama Jenyu.


Salah seorang tetua panitia penyelenggara pertandingan masuk kedalam arena pertandingan, untuk menjelaskan semua peraturan yang berlaku saat bertarung.


Setelah Thien Yu dan Jenyu menganggukkan kepala mengerti dengan penjelasannya, tetua itupun membuat segel pelindung di sekitar arena pertarungan, yang bertujuan agar efek pertarungan dapat teredam dan tak sampai merembes keluar arena, setelah itu dia pun meninggalkan arena pertarungan yang menandakan pertarungan itu pun di mulai.


Jenyu yang merupakan kultivator tingkat alam puncak, langsung melesat cepat menyerang Thien Yu dengan tinjunya.


Terlihat di kedua tangan Jenyu kini terdapat api yang berkobar dan memperlihatkan kulit tangan yang merekah seperti lahar api.


Buru buru Thien Yu menghindari serangan cepat yang di lancarkan Jenyu, dengan beberapa kali melakukan salto kebelakang.


Sebenarnya sangat mudah bagi Thien Yu untuk dapat mengalahkan Jenyu, mengingat ranah tingkatan Thien Yu yang berada jauh diatas Jenyu, akan tetapi Thien Yu punya pertimbangan lain, Jika dia mengalahkan Jenyu dengan cepat maka beberapa kultivator kuat dari kerajaan cahaya nirwana pasti akan menyelidikinya, dan hal itu tak di inginkan Thien Yu.


Dengan pertimbangannya itu, membuat Thien Yu tak buru buru mengalahkan Jenyu.


"Aku tak boleh gegabah, aku akan mengimbangi pergerakannya, dan aku akan mencari cara untuk melumpuhkannya secara wajar," batin Thien Yu.


Pertarungan terus berlanjut, kali ini Thien Yu dapat menguasai keadaan. Pergerakan yang cepat di tambah dengan serangan serangan yang tak terduga, membuat Jenyu sedikit kerepotan di buatnya.


Merasa terdesak membuat Jenyu mengeluarkan kekuatan penuhnya, tubuhnya terbakar api dari tehnik roh api yang di keluarkannya.

__ADS_1


Melihat lawannya telah menggunakan kekuatan penuhnya, membuat Thien Yu hanya bisa tersenyum. "Kau salah menggunakan tehnik api di hadapanku, karena aku telah menguasai hukum api dari kekuatan ilahi, kau tak akan mampu melukaiku walaupun kau mampu membakar tubuhku dengan kekuatan api yang ada padamu," gumam Thien Yu.


Saat Jenyu menyerang Thien Yu dengan tehnik apinya, tanpa disadari oleh semua orang yang menonton jalannya pertarungan, Thien Yu telah mempersiapkan kekuatan ilahi hukum air.


Thien Yu berkelit kesamping kanannya saat Jenyu yang telah merubah tubuhnya menjadi bola api, mengarah deras ke arah Thien Yu. Saat serangannya luput, Thien Yu dengan cepat menapakkan telapak tangannya kearah jenyu, hingga bola api yang menyala tiba tiba berubah menjadi es.


Jenyu terkurung di dalam bongkahan es yang di ciptakan oleh Thien Yu, dan kapan saja Thien Yu bisa menghancurkan bongkahan es yang di dalamnya terdapat tubuh Jenyu berada.


Panitia pertandingan segera melesat cepat kearah arena pertandingan untuk menghentikannya, dan saat itu juga Thien Yu di nobatkan menjadi pemenangnya.


Setelah di nyatakan menang, Thien Yu segera mencairkan es yang menyelimuti tubuh Jenyu. Kekalahan Jenyu yang merupakan seorang jenius dari kerajaan tanah surgawi, merupakan sebuah cambuk yang sangat menyakitkan baginya.


Walaupun Jenyu tak terluka sedikitpun dalam pertandingan itu, akan tetapi baginya kekalahan itu merupakan sebuah pukulan yang sangat telak yang tak bisa di maafkan oleh dirinya sendiri, yang harus gugur di awal awal pertandingan.


Tiba tiba saja raja Zeng Bil Ang masuk kedalam arena pertarungan, dia menyatakan jika Thien Yu harus di diskualifikasi karena dia berasal dari kerajaan Gerbang Naga dan bukan dari wilayah kerajaan buluh surgawi.


Riuh para penonton begitu ramai membicarakan tentang kecurangan Thien Yu, yang mengikuti pertandingan bukan membawa harum nama kerajaannya, malah membawa harum nama kerajaan lain setelah kemenangan perdananya.


Sesaat sang pangeran memberi hormat pada raja Zheng Bil Ang, kemudian sang pangeran meminta ijin untuk mengatakan sesuatu.


Setelah mendapatkan ijin dari raja Zheng Bil Ang, pangeran Liushen pun berkata.


"Aku adalah putra mahkota kerajaan buluh surgawi, dan selama aku berada di wilayah kerajaan buluh surgawi tak pernah sekalipun aku mendengar tentang Thien Yu.


Kerajaan buluh surgawi memberi kuota 4 orang bagi sekte pasir es, karena dianggap sebagai sekte terbesar dan mempunyai banyak kultivator kuat disana.


Dan baru kali ini aku tau jika Thien Yu berasal dari kerajaan Gerbang Naga yang berada di benua permata hijau, dalam hal ini tetua Yun Leng dari sekte pasi es yang harus bertanggung jawab karena telah merekrutnya!!" ucap pangeran Liushen dengan menunjuk ke arah Thien Yu dan sedikit mengeluarkan tekanan di perkataannya.

__ADS_1


"Hari ini kau akan berakhir di sini Thien Yu, dan aku sangat senang sekali jika kau tak melanjutkan pertandingan ini, aku akan terus membuat raja Zheng Bil Ang membencimu agar kau secepatnya didiskualifikasi dari pertandingan murid terpilih," batin pangeran Liushen dengan senyum kemenangan.


Di deretan podium utama, tetua Yun Leng yang sedari tadi gelisah, semakin bertambah resah dengan pernyataan pangeran Liushen.


Bukan nya pangeran Liushen membantu Thien Yu karena telah membela kerajaannya dengan memenangkan 1 pertandingan perdana, malah sebaliknya, pangeran Liushen semakin memperkeruh keadaan dengan membuat raja Zheng Bil Ang semakin yakin jika Thien Yu bukan berasal dari kerajaan buluh surgawi.


Karena tetua Yun Leng di sebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas hadirnya Thien Yu di dalam kompetisi beladiri dua benua, membuat tetua Yun Leng segera melesat menuju ke arena pertarungan.


Setibanya di sana, tetua Yun Leng segera menggenggam tinju dan membukukan badan, memberi hormat kepada raja Zheng Bil Ang.


Yang mulia raja, Thien Yu memang benar merupakan murid dari sekte pasir es, karena ada alasan yang kuat yang menyatakan dia sebagai murid di sana," ucap tetua Yun Leng.


Mendengar perkataan tetua Yun Leng, membuat raja Zheng Bil Ang ingin mendengar penjelasannya, akan tetapi pangeran Liushen tiba tiba berkata.


"Kau tak usah menutup nutupi kebohongan ini dengan membela Thien Yu tetua, dia memang bukan berasal dari wilayah kerajaan buluh surgawi," timpal sang pangeran.


Raja Zheng Bil Ang mengangkat tangan kanannya keatas, yang berarti jika pangeran Liushen harus diam.


Tak berapa lama kemudian raja Zheng Bil Ang pun berkata. "Aku ingin kejelasan darimu tetua Yun Leng," ucapnya.


Tetua Yun Leng pun berkata "Ayah dari Thien Yu merupakan sahabatku, dia yang menyembuhkan luka dalam yang tak bisa sembuh selama bertahun tahun lamanya, hingga aku dapat berkultivasi kembali.


Saat itu aku mengangkat ayah Thien Yu sebagai salah satu petinggi sekte pasir es, dan diapun menerimanya, apakah salah jika Thien Yu menjadi murid di dalam sekte pasir es?" tanya tetua Yun Leng.


Sesaat raja Zheng Bil Ang diam, tak lama diapun balik bertanya. "Aku ingin tau, siapakah nama ayah dari Thien Yu," ucapnya.


"Dia bernama Yan Lan, kultivator muda dari benua permata hijau," jawab tetua Yun Leng.

__ADS_1


"Guru!??" batin raja Zheng Bil Ang saat mendengar nama Yan Lan disebutkan oleh tetua Yun Leng.


Bersambung.


__ADS_2