Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Lelang


__ADS_3

Malam hari, Anchen dan Zhurui datang ke paviliun Naga guna mengikuti lelang yang akan diadakan. Para undangan lelang yang rata-rata merupakan orang orang terpandang di kota awan, serta para petinggi istana Awan datang mengikuti lelang tersebut.


Zhurui dan Anchen berada di podium sebelah barat, mata mereka berdua tak lepas memandangi banyaknya para tamu undangan di acara lelang tersebut.


Saat mata mereka melihat ke sisi Utara podium, Anchen secara tak sengaja bertatapan mata dengan seorang yang begitu sangat dikenalnya, dia adalah Wucian yang dahulu merupakan bagian dari istana Orgy.


Zhurui merasa aneh saat melihat Anchen menatap posisi Utara tanpa berkedip, dan setelah melihat ke arah yang sama, Zhurui langsung meremas tinjunya menahan amarah, melihat adanya Wucian di sana yang merupakan seorang perwira tinggi iblis.


"Ternyata dugaan kita benar di kekaisaran ini terdapat para iblis, dan tentunya ini hal ini merupakan kabar buruk bagi Nien Chu," ucap Zhurui.


"Kita selesaikan lelang ini, setelah itu kita baru akan meringkus Wucian," jawab Anchen.


"Aku setuju dengan pendapatmu, kita akan meringkus Wucian hidup atau mati," jawab Zhurui.


Lelang berjalan dengan semestinya, naik menaikkan harga mendominasi suara para tamu undangan yang ingin memiliki barang yang dilelang, hingga pada akhirnya sebuah benda yang menjadi barang utama lelang malam itu dikeluarkan.


Benda itu adalah mutiara naga hitam, yang merupakan beda langka dari zaman dulu.


"Mutiara naga hitam ini ditemukan para penggali tambang di lembah naga, sehingga penemu mutiara ini menjuluki nya sebagai mutiara hitam lembah naga, atau dengan kata lain adalah mutiara naga hitam".


"Aura murni yang terpancar dari dalamnya dapat terasa jika berada sekitar 3 meter darinya, untuk khasiat dan apapun yang berguna dari mutiara naga hitam ini, kami juga tak mengetahuinya secara pasti, yang jelas mutiara ini memiliki Aura murni yang sangat kuat".


"Untuk menyingkat waktu maka mutiara naga ini akan di hargai 5000 koin emas, silakan yang menginginkannya untuk menaikkan harga," ucap Menejer paviliun naga.


"5100 koin emas," ucap salah seorang praktisi bela diri di sisi Selatan podium.


Semua mata langsung tertuju kepada praktisi bela diri itu, mereka semua merasa heran karena praktisi itu berani memasang harga tinggi, sementara khasiat dan kegunaan mutiara naga tak diketahuinya.


Tiba tiba semua orang yang berada di dalam lelang, dikejutkan dengan perkataan seorang pemuda yang menaikkan harga mutiara naga menjadi melambung sangat tinggi.


"6000 koin emas," ucap seorang pemuda di sisi Utara yang tak lain adalah Wucian.


"Zhurui, sepertinya mutiara naga itu begitu sangat dibutuhkan oleh para iblis, kau lihat sendiri sedari tadi Wucian sama sekali tak tertarik dengan benda-benda yang dilelang, dan baru kali ini dia tertarik dengan sebuah benda dan berani dihargai mahal olehnya, kita tak boleh memberikan mutiara itu kepadanya ditakutkan mutiara itu merupakan sumber kekuatan baru bagi para iblis untuk menghancurkan dunia ini," ucap Anchen.


"Zhurui menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan Anchen sehingga diapun menawar mutiara naga hitam dengan harga di atas penawaran Wucian.


"7000 koin emas," ucap Zhurui.


Mendengar jika Zhurui berani menaikkan harga lebih tinggi dari harga yang di keluarkannya, membuat amarah Wucian bergejolak hebat.


"Kurang ajar Zhurui dan Anchen sengaja membuat masalah denganku, aku takkan mau kalah darinya karena mutiara naga hitam merupakan mutiara yang harus kudapatkan, ini merupakan perintah langsung dari Jenderal iblis Yikzi," batin Wucian.

__ADS_1


Wucian kemudian berdiri dari duduknya, diapun lantas berteriak "1.000.000 koin emas".


Semua yang menyaksikan seorang pemuda begitu berani menawar dengan harga yang tak masuk akal, membuat mereka semua kesal karena harga yang di tawarkan pemuda itu jauh dari pemikiran orang waras, dan terkesan mempermainkan acara lelang resmi dari kekaisaran Awan.


Serasa tak percaya dengan perkataan sang pemuda, seorang petinggi dari istana awan lantas berkata.


"Kau jangan seenaknya menghargai mutiara naga hitam dengan koin emas sebanyak itu, koin emas sebanyak itu dapat menghidupi seluruh kota awan selama setahun, jika kau memiliki koin emas sebanyak itu maka buktikanlah agar kami semua yang ada disini yakin jika kau memang pantas untuk menaikkan harga mutiara hitam setinggi itu," ucapnya.


Wucian yang di tantang sedemikian rupa, lantas mengibaskan tangannya maka segunung kecil koin emas kini berada di hadapan manajer paviliun naga, hingga semua tamu undangan terperangah kaget menyaksikan hal itu.


"Apakah kalian semua masih belum percaya dengan perkataanku yang mampu membeli mutiara naga dengan harga yang kusebutkan?" ucap Wucian dengan sombong nya.


Diapun lalu tertawa kecil meremehkan semua orang yang berada di dalam ruang lelang.


Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut para tamu undangan lelang yang berada di dalam ruangan itu, pembuktian Wucian membuat mereka bungkam seribu bahasa.


Karena tak ada yang menaikkan harga, maka manager paviliun naga mulai melelang kembali harga mutiara naga hitam.


"Untuk harga mutiara naga hitam dihargai dengan 1.000.000 koin emas, jika tak ada yang menaikkan harga lagi maka mutiara naga akan jatuh di harga satu juta koin emas".


1.000.000. Satu kali, 1.000.000 dua kali, 1.000.000.....


"Tunggu...!!, Aku masih ingin menaikkan harga mutiara naga hitam, kau jangan tergesa-gesa untuk memberikan mutiara naga hitam yang kuinginkan itu kepada dia...!!" ucap Zhurui sambil menunjuk ke arah Wucian.


"Tenanglah kawan, Aku punya cara untuk mendapatkan mutiara naga hitam, aku akan menukar kekuatannya 1000 Guntur yang ku miliki dengan mutiara naga hitam itu," jawab Zhurui dengan berbisik.


"Kau sudah gila...., kekuatan 1000 Guntur bukankah merupakan salah satu kekuatan terhebat yang kau miliki, mana bisa kau melakukan hal ini!!" ucap Anchen.


"Aku telah memiliki kekuatan petaka 3000 Guntur yang diberikan Nien Chu padaku, jadi aku tak memerlukan lagi kitab petaka 1000 Guntur," jawab Zhurui yang membuat Anchen terdiam.


Zhurui kemudian berdiri dari duduknya, diapun lalu mengangkat sebuah kitab tehnik beladiri 1000 Guntur di tangan kanannya.


"Di tanganku ini merupakan kitab tehnik tingkat tinggi kekuatan 1000 Guntur, aku akan menukarnya dengan mutiara naga hitam itu, dan tentunya bagi yang menginginkan kitab ini harus bisa melebihi 1.000.000 koin emas itu".


"Untuk keaslian kitab ini, maka aku serahkan kepada Menejer paviliun naga untuk melihat keasliannya," ucap Zhurui.


Zhurui kemudian menyerahkan kitab yang ada di tangannya kepada pelayan yang ada di podiumnya, dan pelayan itu segera membawa kitab 1000 Guntur kehadapan Menejer paviliun naga.


Menejer paviliun naga segera memanggil para praktisi yang mampu melihat keaslian sebuah kitab kuno, agar dapat mengetahui keaslian kitab milik Zhurui.


Di podium para undangan, bisik-bisik pun terjadi di antara mereka melihat adanya kitab kuno di acara lelang yang diselenggarakan oleh paviliun naga.

__ADS_1


Tak lama berselang, Menejer paviliun naga yang memimpin acara lelang kemudian berkata.


"Kitab kuno ini asli, dan jika ada yang menginginkan kitab ini maka kalian bisa menaikkan harga mutiara naga hitam," ucap sang menejer.


"2.000.000 koin emas ku pertaruhkan untuk mendapatkan kitab itu," ucap seorang jendral dari istana Awan.


"Tunggu...!!, sebelumnya kitab itu tak termasuk sebagai barang lelangan, aku telah memenangkan lelang ini dan aku berhak atas mutiara naga hitam itu...!!" ucap Wucian dengan penuh amarah.


"Untuk harga mutiara naga hitam belum diputuskan, siapa saja saja masih boleh menaikkan harga termasuk menukarnya dengan harga sebuah kitab kuno ini, jika anda masih menginginkan mutiara naga hitam maka anda bisa menaikan harganya kembali," ucap sang menejer.


Mendengar perkataan sang manager ingin rasanya Wucian segera menyerangnya, akan tetapi melihat banyaknya praktis kuat di dalam ruangan lelang, membuat Wucian segera menahan gejolak amarah di dalam dirinya.


Diapun lalu duduk kembali di kursinya, dan menatap tajam ke arah Anchen dan Zhurui.


"Kalian telah menyinggungku sebagai perwira iblis, maka setelah lelang ini aku akan menghabisi kalian berdua dan mengambil kembali mutiara naga hitam itu," batin Wucian.


Terdengar suara manager menggema di dalam ruangan lelang itu.


"Kembali harga dibuka dengan 2.000.000 koin emas, siapa yang menginginkan kitab kuno ini maka harus menaikkan harga mutiara naga hitam," ucap Menejer paviliun.


"Aku akan menaikkan harga mutiara naga hitam menjadi 2.100.000".


"Paman jendral ..., sekiranya paham dapat memberikan muka sedikit pada pangeran ini," ucap pangeran ke 2 istana Awan.


"Sang jendral tak bisa berbuat apa-apa lagi Walaupun dia menginginkan kitab kuno tehnik 1.000.000 Guntur, karena kitab itu telah diminati Pangeran ke 2 kekaisaran Awan.


"Tentu pangeran, kitab itu akan menjadi milik pangeran," ucap sang jenderal.


"Karena tak ada lagi yang berani menaikkan harga, maka aku akan menutup lelang dan memutuskan siapa yang akan menjadi pemilik kitab kuno ini," ucap Menejer paviliun naga.


"2.100.000 koin emas satu kali...., 2.100.000 koin emas dua kali....2.100.000 koin emas tiga kali.


"Tok...!!" palu pun di ketuk yang menandakan jika tak ada lagi yang boleh menaikan harga.


"Pemilik kitab kuno tehnik 1000 Guntur adalah pangeran kedua, dan pemilik mutiara naga hitam adalah pemuda yang berada di podium barat," ucap Menejer paviliun naga memutuskan pemilik kedua benda yang di dalam hari itu.


Tiba tiba Menejer paviliun naga terdiam, karena dia mendengar ada yang berbicara di telinganya dengan jarak jauh.


"Aku adalah pemenang mutiara naga hitam, aku ingin kau menyerahkan mutiara itu kepada kaisar istana Awan, katakan pada sang kaisar jika mutiara itu milik kaisar Pheonix dan kaisar Awan harus menyimpannya sampai kaisar Phoenix datang untuk mengambilnya," ucap Zhurui.


Menejer paviliun naga begitu sangat terkejut mengetahui jika yang memenangkan mutiara naga merupakan orang orang suruhan dari kekaisaran Phoenix yang agung, sang menejer tak kuasa untuk menolaknya sehingga diapun menatap ke arah Zhurui dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Zhurui tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya sedikit, untuk meyakinkan manajer paviliun naga.


Bersambung.


__ADS_2