Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan Nien Chu vs Anchen


__ADS_3

Pertarungan antara Nien Chu melawan Anchen di desa pesisir pantai akan segera dilaksanakan, Nien Chu berdiri di arena pertarungan sambil menatap kearah podium tempat para petinggi desa berada.


"Namaku Nien Chu dan sahabatku bernama Zhurui, datang ke desa ini karena undangan kawan baru kami yang juga merupakan penduduk asli desa ini.


Tak mengurangi rasa hormat kepada para ketua dan tetua desa yang ada, juga para tokoh-tokoh desa dan para saudaraku semua yang sebaya dengan ku.


Aku tak ada keinginan untuk melakukan hal yang tak berkenan di hati saudara semua, tujuan kami datang ke desa ini untuk mencari saudara bukan mencari musuh, jadi sekiranya ada hal yang tak berkenan di dalam hati para saudara semua maka kami berdua minta maaf.


Aku ingin pertarungan yang akan terjadi ini bukan untuk menunjukkan kekuatan terhebat antara satu dengan yang lainnya, melainkan untuk menjalin tali persahabatan, dan untuk itu, setelah selesainya pertarungan ini maka kuharap takkan ada dendam diantara kita, melain kan semakin tumbuh rasa persaudaraan di hati, " ucap Nien Chu.


Ketua desa terdiam, selama ini dia merasa jika para penduduk kota selalu menindas para penduduknya, sewaktu pergi ke kota untuk menjual hasil lautan yang didapatkan, akan tetapi saat ini sang ketua tak melihat sama sekali hal itu di diri pemuda kota yang ingin bertarung dengan pemuda jenius desanya, malahan Nien Chu sangat sopan itu terlihat jelas dari wajahnya sehingga ketua desa memilih diam.


Setelah keamanan desa memasang segel pelindung di sekitar arena pertarungan, maka pertarungan itu pun di mulai.


Nien Chu bergerak sangat cepat untuk mengimbangi pergerakan cepat yang dilakukan oleh Anchen, sehingga pertarungan terjadi sangat sengit dan berimbang.


Satu demi satu tehnik tangan kosong di keluarkan oleh Anchen untuk mengalahkan Nien Chu, akan tetapi tak satupun tehnik yang dikeluarkan oleh Anchen dapat mengalahkan Nien Chu, hingga membuat pemuda elf pesisir pantai itu semakin kesal terhadap Nien Chu.


Tiba tiba saja mata Anchen berubah warna menjadi ke emasan dengan aura yang sangat kuat. Baju yang dikenakannya pun terbakar akibat aura panas tubuhnya.


Tubuh Anchen kini di penuhi retakan retakan kecil, dimana dari dalam retakan itu keluar cahaya emas.


Nien Chu menatap dalam dalam tubuh Anchen yang mengeluarkan cahaya emas, dengan aura yang sangat kuat dan menindas.


"Tubuh emas surgawi, aku pernah membaca mengenai tubuh surgawi yang sangat kuat ini di perpustakaan Akademi bulan suci, dan aku tak menyangka jika akan bertarung dengan seorang pemuda yang menguasai tubuh emas surgawi.


"Akan sulit bagiku untuk mengalahkannya karena tubuh emas surgawi memiliki kekerasan seperti berlian, apalagi ditunjang dengan ranah suci puncak yang ada padanya," batin Nien Chu.


Semua penonton yang menyaksikan Anchen mengeluarkan kekuatan terkuat nya, bersorak-sorai mengelukan nama pemuda jenius desanya itu.


Siansan begitu sangat mengkhawatirkan Nien Chu, baginya walaupun Nien Chu berasal dari kota kekaisaran, akan tetapi pertemuan singkat dengannya, Siansan dapat menilai jika pemuda dari kota itu memiliki sifat yang sangat baik tak seperti pemuda kota kekaisaran lainnya.


Di podium tempat para petinggi Desa, tampak ketua desa dan ketua keamanan desa begitu takjub terhadap Anchen, karena di usianya yang masih muda dia telah menguasai kekuatan tubuh emas surgawi.

__ADS_1


"Sepertinya pemuda kota itu akan binasa di tangan putraku, karena kekuatan besar yang dimilikinya telah sangat sempurna dikuasainya," ucap ketua keamanan.


"Sepertinya memang seperti itu, dan selayaknya Anchen menjadi penggantiku kelak setelah dia sanggup untuk memimpin Desa ini," jawab ketua Desa.


Mendengar perkataan ketua desa, membuat kepala keamanan menjadi sangat senang, karena kepala desa telah menunjuk putranya sebagai penerusnya kelak.


Di arena pertarungan Nien Chu begitu kesulitan mengimbangi kecepatan serang Anchen, yang kini lebih cepat berkali-kali lipat dari sebelumnya, sehingga mau tidak mau Nien Chu pada akhirnya menggunakan tehnik langkah bayangan untuk mengimbangi kecepatan serang Anchen.


Serangan tangan kosong yang terus menghujani tubuh Nien Chu, perlahan lahan mulai mengendor akibat tehnik langkah bayangan yang sulit untuk di jangkau oleh Anchen, sehingga membuat Anchen memilih untuk menghentikan serangannya karena adanya serangan balasan dari Nien Chu yang cukup membuatnya kerepotan.


Hingga pada satu titik saat melihat celah yang kosong, Nien Chu berhasil menghantam kan tinju naga giok nya telak ketubuh Anchen.


Tubuh Anchen terseret beberapa meter ke belakang, namun tak menggoyahkan kakinya untuk tetap berdiri di arena pertarungan.


Anchen mengibas ngibaskan tangannya tepat di tempat tinju Nien Chu mendarat, seperti tak terjadi apa apa padanya.


"Kau lumayan hebat Nien Chu, tapi ini belumlah seberapa dari kekuatanku yang sebenarnya, akan ku perlihatkan padamu bagaimana kekuatanku itu yang sebenarnya," ucap Anchen.


Tiba tiba aura semakin kuat keluar dari tubuh Anchen, dan tak berapa lama kemudian dia pun melesat cepat ke arah Nien Chu sambil menghantamkan tinjunya ke depan.


Melihat serangan Anchen yang sangat kuat menuju ke arahnya, Nien Chu segera menggabungkan kekuatan inti api surgawi dan inti api hidup kedalam tinju naga giok, sehingga membuat tinju keduanya beradu di udara.


Nien Chu dan Anchen sama sama terhempas ketanah dan menghantam tanah dengan keras.


Terlihat dari sela sela mulut Nien chu mengeluarkan darah segar yang menandakan jika Nien Chu tengah terluka dalam.


Nien Chu segera menelan sebuah pil obat, kemudian bangkit berdiri.


Di sudut lain tampak Anchen melakukan hal yang sama, dengan bangkit berdiri tanpa sedikitpun luka yang dideritanya.


Aku tak menyangka jika kau harus memaksaku untuk mengeluarkan kekuatan terkuat yang kumiliki, yang tak pernah ku gunakan selama ini, dan hari ini adalah hari akhir hidupmu di tangan ku Nien Chu," ucap Anchen.


Anchen lantas melompat ke udara dan menghantamkan tinjunya ke depan. "Petaka matahari..." teriaknya.

__ADS_1


Tinju Anchen tiba tiba saja mengeluarkan cahaya dan tak lama cahaya itu makin lama makin membesar dan membentuk sebuah bola emas raksasa.


Tak ada pilihan bagi Nien Chu melihat serangan itu, diapun la langsung mengeluarkan kekuatan 4 hukum alam dan menggabungkannya menjadi teratai kaca ilahi.


Keluarnya teratai kaca ilahi membuat segel pelindung tempat itu hancur berkeping-keping.


Ketua sekte tak mau mengambil resiko akan keselamatan Anchen, dia pun segera melesat kearena pertarungan, dan dengan kekuatan hukum kehampaan yang dimilikinya dia pun mencegah benturan energi besar terjadi di tempat itu.


Tiba tiba saja saja kedua energi yang dilepaskan oleh kedua petarung, lenyap entah ke mana dan....


"Duar...!!"


Ledakan keras terjadi di tengah lautan hinggal menimbulkan ombak besar yang menuju ke arah Desa pesisir pantai.


Semua petinggi desa segera bahu membahu membentuk formasi agar dapat menghalangi ombak besar yang menuju ke desanya.


Dan pada akhirnya ombak besar itu pun menghilang dan tak menghancurkan desa. Terlihat di arena pertarungan ketua Desa memegang dadanya dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan jika sang ketua desa kini tengah terluka parah.


"Hentikan pertarungan ini, karena aku menginginkan pertarungan ini tak dilanjutkan lagi," perintah ketua Desa.


Anchen seakan tak percaya jika ketua desa menginginkan pertarungannya dihentikan, tanpa melihat adanya salah seorang petarung yang kalah.


"Ketua, mengapa kau hentikan pertarungan ini?, Apa ketua tak melihat jika sebentar lagi Nien Chu akan ku kalahkan!!" ucap Anchen dengan kekesalan di wajahnya.


"Anchen..., Aku tak ingin kau terluka, Jika saja aku tak menghentikan benturan energi yang terjadi, maka bisa kupastikan kau akan binasa oleh kekuatan teratai kaca ilahi," ucap ketua desa.


Anchen begitu sangat terkejut dengan pernyataan ketua desa, dia tak menyangka jika kekuatan yang selama ini milikinya, tak mampu mengalahkan Nien Chu pemuda kota yang datang kedesa nya.


Walaupun Anchen sangat kesal dengan pernyataan sang ketua desa, karena dia tak merasakan sendiri jika dia harus kalah dari Nien Chu, dia pun memilih diam karena tak bisa membantah keputusan dari ketua desa yang merupakan gurunya sendiri.


Dengan amarah di dadanya, Anchen pada akhirnya pergi dari arena pertarungan dengan rasa penasaran terhadap Nien Chu.


Di tempat lain Nien Chu begitu sangat terkejut saat mendengar jika ketua Desa mengetahui kekuatan terkuat yang dimilikinya, kekuatan yang diturunkan langsung oleh Dewa ilahi padanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2