Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Sangatlah kaya


__ADS_3

Tetua Yun Leng dan rombongannya tiba di depan gerbang kerajaan cahaya Nirwana, mereka pun turun dari atas batu bara giok dan memilih untuk berjalan kaki menuju ke sana.


Tetua Yun Leng berjalan di depan untuk menemui penjaga gerbang kota kerajaan cahaya Nirwana.


"Kami adalah rombongan murid terpilih dari kerajaan buluh surgawi, dan ini lencana undangan dari kerajaan cahaya nirwana" ucap tetua Yun Leng sambil menyerahkan rencana undangan kepada pemimpin penjaga gerbang kota.


Penjaga pemimpin gerbang kota merasa heran, mengapa pihak dari kerajaan buluh surgawi memilih untuk berjalan kaki, dan tidak menaiki kereta kuda untuk menuju ke kerajaan cahaya Nirwana.


Hal ini membuat kecurigaan nya, dan menahan para rombongan murid terpilih itu untuk memasuki kota. "Kami tak memperbolehkan kalian semua memasuki kota walau pun kalian semua memiliki surat undangan dari kerajaan cahaya Nirwana, karena banyak hal yang meragukan pada diri kalian semua," ucap pemimpin gerbang kota kerajaan cahaya Nirwana.


"Kurang ajar..!!, berani sekali kalian memperlakukan kami semua seperti ini, aku pangeran dari kerajaan buluh Surgawi tak terima dengan tindakan kalian semua yang meremehkan kerjaan kami," hardik pangeran Liushen dan maju ke depan.


"Apa buktinya jika kau seorang pangeran dari kerajaan buluh surgawi?" tanya pemimpin gerbang kota.


Pangeran Liushen yang merasa kesal, segera melemparkan identitas lencana pengenalnya ke arah pemimpin penjaga terbang.


Setelah meneliti dan melihat jika lencana yang dilemparkan pangeran Liushen memang merupakan lencana seorang pangeran dari kerjaan buluh surgawi, sang pemimpin penjaga gerbang pun meminta maaf.


"Maafkan kami pangeran, sengaja ini kami lakukan untuk menjaga keamanan kota dari hal-hal yang tidak diinginkan, sebelumnya saya pribadi meminta maaf karena melihat pangeran dan rombongan tak memakai kereta kuda layaknya seorang tamu kerajaan cahaya Nirwana, hal itu membuat keraguan sehingga membuat saya menahan pangeran dan rombongan pangeran disini. Untuk itu kami persilahkan pangeran dan rombongan untuk memasuki kota, dan aku akan menyertakan seorang prajurit untuk membawa pangeran dan rombongan ke istana kerajaan," ucap pemimpin penjaga gerbang.


"Tak usah kau menyertakan prajurit mu untuk bersama rombongan kami, karena kami tak sudi setelah perlakuan yang kau berikan kepada rombonganku!!" ucap pangeran Liushen sambil melangkah masuk ke dalam kota.


Thien Yu dan tetua Yun Leng hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang pangeran. Tak lama kemudian rombongan murid terpilih mengikuti pangeran Liushen masuk ke dalam kota.


Di dalam kota banyak masyarakat lalu lalang yang menimbulkan keramaian di jalan besar kota. Thien Yu berinisiatif untuk mencari rumah makan terlebih dahulu untuk mengisi perut sebelum menuju ke istana kerajaan.


Pangeran Liushen menolak hal itu, dia lebih memilih untuk segera menuju ke istana kerajaan dan mendapatkan pelayanan di sana, ketimbang makan-makanan di dalam rumah makan besar, yang tentunya akan menghabiskan banyak koin emas apalagi dia melihat banyaknya murid terpilih yang akan makan disana.

__ADS_1


Pangeran Liushen melakukan hal itu karena kondisi keuangannya sendiri sedang tak baik, karena perekonomian kerajaan buluh surgawi yang sedang sulit, tak mungkin dia menghabiskan uang pribadinya untuk membayari semua makanan yang akan di makan oleh rombongan murid terpilih.


Setelah Thien Yu menyatakan jika dialah yang akan membayar semua pengeluaran di rumah makan nanti, pangeran Liushen akhirnya menyetujui untuk mampir di rumah makan terlebih dahulu karena memang perutnya juga sudah sangat lapar.


Setibanya di rumah makan, pangeran Liushen langsung memesan makanan makanan termahal di rumah makan itu, sengaja dia lakukan agar Thien Yu tak dapat membayarnya dan dia akan berurusan dengan rumah makan itu.


Melihat hal itu, tetua Yun Leng menegur sang pangeran.


"Apa yang anda lakukan pangeran, Mengapa anda memesan makanan sebanyak ini yang tidak dapat kita habiskan semua," ucap tetua Yun Leng.


"Tetua, mengapa kau permasalahkan hal ini, kita jangan terlihat miskin di rumah makan ini, bukannya Thien Yu mengatakan Jika dia yang akan membayar semua makanan yang kita makan, dan tentunya Thien Yu telah mempersiapkan keuangannya," jawab jawab pangeran Liushen.


"Tak masalah jika pangeran ingin memuaskan nafsu makannya, tapi ada baiknya jika semua makanan ini dapat habis semua," timpal Thien Yu.


Sebenarnya pangeran Liushen ingin marah dengan perkataan Thien Yu barusan, akan tetapi dia takut untuk melakukan tindakan keras, karena dia tak mempunyai dukungan di dalam rombongan murid terpilih, semua itu karena kebodohannya hingga seluruh pengikutnya mati di tangan raja gorila emas raksasa.


Tiba tiba saja Gonggo naik ke pundak Thien Yu dan membisikkan sesuatu tanpa sepengetahuan orang orang di sekitar tempat itu.


Thien Yu hanya tersenyum mendengar perkataan Gonggo barusan. Tak lama kemudian Thien Yu memanggil pelayan dan berkata.


"Aku ingin kau mengisi meja ini supaya penuh dengan makanan terbaik di dalam rumah makan ini," ucapnya.


"Baik tuan muda!!" ucap sang pelayan.


Apa yang di lakukan Thien Yu membuat semua orang melongo termasuk ketua Yun Leng dan pangeran Liushen.


"Apa yang kau lakukan Thien Yu, mengapa kau memesan makanan sampai seperti ini banyaknya?" tanya tetua Yun Leng.

__ADS_1


"Ayah.., Aku rasa saat saat berkumpul seperti ini akan jarang terjadi, mengingat kita semua akan melakukan pertandingan beladiri di kerajaan cahaya nirwana, dan tak ada salahnya kita makan sepuasnya hitung hitung untuk merayakan kemenangan kita melawan raja gorila emas raksasa," jawab Thien Yu.


Tetua Yun Leng tersenyum mendengar jawaban dari putra angkatnya itu, dia paham atas maksud dan tujuan dari putranya itu.


Sore itu mereka semua makan di rumah makan dengan lahap, begitupun dengan Gonggo yang merupakan jelmaan dari raja gorila emas raksasa, dia tak henti hentinya meraih makanan dan memakannya, hingga semua orang yang berada di meja makan itu merasa kenyang.


Tak lama kemudian tagihan pun datang, pelayan yang sedari tadi ramah melayani rombongan Thien Yu, mengatakan jumlah dari makanan mahal yang telah di makan.


"Jumlahnya 200 koin emas tuan muda," ucap sang pelayan.


Semua yang ada di tempat itu sangat terkejut dengan nominal makanan yang telah di makan, mereka tak menyangka jika harga makanan itu mencapai harga fantastis 200 koin emas.


Tak banyak kata, Thien Yu langsung mengibaskan tangannya di atas meja, maka 3 kantong koin emas seketika itu berada diatas meja makan.


"Di meja ini terdapat 3 kantong koin emas, yang tiap kantong berisi 100 koin emas. 200 koin emas untuk seluruh makanan ini, dan 100 koin emas ku berikan untukmu," ucap Thien Yu tanpa beban melepaskan 3 kantong berisi koin emas.


Sang pelayan serasa tak percaya mendapatkan koin emas sebanyak 100 keping, dengan tangan bergetar sang pelayan meraih kantong kantong yang berisi koin emas.


"Trimakasih tuan muda, aku akan membagikan koin emas ini kepada sahabatku sesama pelayan di rumah makan ini, karena suami dan anaknya tengah sakit dan memerlukan biaya besar," ucapnya.


Mendengar hal itu, kembali Thien Yu mengibaskan tangannya, maka dua kantong koin emas kembali muncul di atas meja.


"Kau tak usah membagikan koin emas yang kuberikan kepadamu, karena itu merupakan hak mu, 2 kantong koin emas yang berada di atas meja ini aku ingin kau memberikannya sekantong kepada sahabatmu yang keluarganya sakit, dan satu kantong lainnya Kau bagikan kepada seluruh pelayan di rumah makan ini dengan adil," ucap Thien Yu.


"Trimakasih tuan muda, semoga kebaikanmu ini akan di balas berkali-kali lipat oleh para dewa di Nirwana," jawab sang pelayan sambil mengambil 2 kantong koin emas yang berada di atas meja kemudian dia pun pergi meninggalkan tempat itu.


Terlihat pangeran Liushen meremas jemarinya, dia tak menyangka jika Thien Yu sangatlah kaya, karena dia begitu mudahnya memberikan 3 kantong koin emas kepada sang pelayan rumah makan itu.

__ADS_1


Setelah makan, rombongan murid terpilih yang dipimpin oleh tetua Yun Leng akhirnya berangkat menuju ke istana cahaya nirwana menaiki kuda yang di beli oleh Thien Yu.


Bersambung.


__ADS_2