
Di kerajaan gerbang naga, pembenahan segera dilakukan oleh Thien Yu termasuk mengangkat para petinggi istana baru dari menteri, penasehat, serta Jenderal dan panglima tinggi lainnya, semua itu agar kerajaan gerbang naga dapat kembali pulih seperti sediakala.
Di dalam satu ruangan pembesar di kerajaan gerbang naga, Thien Yu duduk di sebuah kursi sambil memandang keluar jendela. "Ayah maafkan aku keren tak berhasil menyelamatkan Raja kota yang merupakan akan memenuhi adik angkatmu, aku berjanji padamu akan memenuhi kesepakatan yang telah kau lakukan bersama raja kota dengan menikahi putrinya," gumam Thien Yu.
Thien Yu pun tersadar akan Putri Emilia Die yang berada di istana bintang laut, dengan cepat Thien Yu menggunakan teknik menembus alam hingga dia berhasil masuk ke dalam istana bintang laut.
Yeiyi sangat terkejut akan kehadiran Tuan mudanya di dalam istana bintang laut, tak lama kemudian Yeiyi pun mendekat dan berkata. "Keadaannya telah membaik, memar memar di tubuhnya pun telah hilang," ucap nya.
"Trimakasih Yeiyi, kau memang bisa diandalkan dan aku berharap kedepannya aku menginginkan kau menjadi guru bagi putri Emilia, karena sampai saat ini aku melihat ranah tingkat kekuatan yang dimilikinya begitu sangat rendah.
Yeiyi, putri Emilia akan menjadi istriku setelah aku menyelesaikan semua urusan yang ada di dunia dan Nirwana," ucap Thien Yu.
"Jangan khawatir tuan muda, aku dan seluruh ketua menara di alam cahaya rembulan akan melatihnya menjadi kuat, karena istri tuan muda juga merupakan junjungan kami para pengikut mu," jawab Yeiyi.
"Trimakasih"
Hanya itu perkataan yang keluar dari mulut Thien Yu, tak lama kemudian dia pun menuju ke dalam kamar Putri Emilia yang masih lemah di atas pembaringan.
"Kak Thien, bagaimana keadaan ayahku?" tanya putri Emilia saat Thien Yu berada di kamarnya.
"Aku ingin kau bersabar karena ayahmu saat ini telah tiada, demi untuk menolongmu dia rela mengorbankan nyawanya sendiri.
Emilia, kau jangan khawatir karena mulai saat ini akulah yang akan bertanggung jawab dalam menjagamu, untuk saat ini aku akan memulihkan dirimu terlebih dahulu, dan setelah itu kita akan berbicara lagi apa yang harus kau lakukan setelah ini," jawab Thien Yu.
Kesedihan tampak terlihat jelas di wajah Putri Emilia, semua itu disebabkan kabar yang datang dari Thien Yu, yang menyatakan jika ayah tercintanya telah tiada.
Untuk menenangkan sang putri, Thien Yu lantas menggendong sang putri untuk melihat keadaan istana di bawah laut.
Yeiyi yang merasa risih melihat kemesraan kedua insan yang ada di hadapannya, dengan segera memohon diri untuk pamit menuju ke alam cahaya rembulan.
__ADS_1
Setelah kepergian Yeiyi, Thien Yu yang masih menggendong putri Emilia, memperlihatkan berbagai macam binatang laut lewat dinding yang tembus pandang.
Putri Emilia yang belum pernah melihat keindahan itu, dapat sedikit terhibur dan perlahan-lahan mulai tenang, diapun juga merasa bahagia karena Thien Yu begitu sayang padanya.
"Emilia, bermeditasilah agar tubuhmu dapat aku pulihkan seperti sedia kala," ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan Thien Yu, sang putri tak menolaknya dia pun duduk bersila untuk melakukan meditasi seperti yang perintahkan oleh Thien Yu.
Dengan menggunakan kekuatan teratai nirwana, Thien Yu berhasil memulihkan kondisi Sang Putri hingga dia pun sehat kembali.
Setelah pulih, putri Emilia Die pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dari semua kotoran dan debu yang melekat di tubuhnya.
Setelah membersihkan diri Putri Emilia begitu terlihat sangat cantik, apa lagi dia memakai pakaian bangsawan yang terdapat di dalam kotak penyimpanannya.
Thin Yu datang menghampiri sang putri dan berkata, aku ingin kau berlatih untuk menjadi kuat karena tingkat kekuatanmu saat ini begitu sangat rendah, dan dapat disakiti dengan mudah oleh kultivator yang kuat melebihi tingkat kekuatanmu.
"Tapi kak Thien aku tak ingin kau meninggalkanku, aku ingin ikut bersamamu," jawab putri Emilia.
"Aku akan menjengukmu disaat kau rindu padaku. Apa yang kulakukan semua ini merupakan kebaikan bagimu, agar kau bisa menjadi kuat dan tidak diremehkan kelak jika berada di istana gerbang naga," ucap Thien Yu.
Sebenarnya putri Emilia tak menginginkan itu terjadi, karena dia lebih memilih untuk mendampingi Thien Yi daripada menjadi kuat.
Akan tetapi dia tak bisa melakukan apa-apa karena permintaan itu terucap dari mulut Thien Yu sendiri, sehingga dia pun tak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti permintaan dari pemuda yang bakal menjadi calon suaminya itu.
"Baiklah kak Thien, aku akan mengikuti apa yang kau katakan," jawab putri Emilia.
Setelah mendengar kesanggupan Sang Putri untuk berlatih bersama Yeiyi dan ketua menara yang ada di dalam alam cahaya rembulan, pada akhirnya Thien Yu mengajak putri Emilia pergi ke alam cahaya rembulan.
Sesampainya di alam cahaya rembulan Putri Emilia begitu sangat terkejut dengan keramaian kota yang ada, kota dengan bangunan-bangunan megah di dalamnya begitu sangat tersusun rapi hingga membuat siapapun yang melihatnya menjadi sangat senang.
__ADS_1
Tak lama kemudian putri Emilia menghentikan langkahnya saat melihat sebuah patung yang terbuat dari emas berdiri kokoh di tengah kota.
"Bukankah itu patung kak Thien Yu, mengapa di kota ini terpasang patung kak Thien Yu?" batin putri Emilia yang begitu kebingungan melihat patung yang ada di hadapannya.
"Kau tak usah terkejut seperti itu, calon suamimu ini merupakan raja di alam cahaya rembulan ini, dan ingatlah Emilia setelah kau mengetahui jika aku penguasa di alam ini aku tak ingin kau bermalas-malasan dalam berlatih, karena aku ingin kau menjadi kuat seperti yang kuinginkan," ucap Thien Yu.
Putri Emilia tak menyangka jika pemuda yang merupakan pangeran dari negeri pheonix, mempunyai kekuasaan di alam lain yang begitu besar dan syarat dengan penduduk kotanya.
"Aku pasti akan berlatih dengan giat kak Thien Yu, kau jangan khwatirkan itu," jawab putri Emilia.
Setelah itu Thien Yu mengajak Putri Emilia menuju ke suatu bangunan besar tempat kediamannya berada, bangunan itu begitu kokoh dan dipenuhi pernak-pernik mewah di dalamnya.
"Kau akan tinggal di tempat ini, Yeiyi yang juga merupakan gurumu akan menemanimu di sini agar kau tak kesepian," ucap Thien Yu.
"Baik kak Thien," ucap putri Emilia.
Thien Yu sangat senang akan sifat dari Putri Emilia yang selalu nurut dengan perkataannya, sedari itu Thien Yu menyerahkan sebuah cambuk petir dan buku kuno teknik petir kepada putri Emilia.
"Ini adalah cambuk naga petir yang mempunyai kekuatan tak terbatas, dan juga kitab kuno 1000 Guntur agar dapat Kau pelajari sebaik baiknya," ucap Thien Yu.
"Trimakasih kak Thien atas pemberianmu ini," ucap putri Emilia.
Thien Yu mengeluarkan sebuah cincin dari dalam cincin ruangnya kemudian memberikan cincin itu kepada putri Emilia.
"Cincin ini adalah cincin ruang penyimpanan sama halnya dengan kotak penyimpanan yang ada padamu, Aku sengaja memberikan ini agar dapat kau pergunakan dengan sebaik-baiknya dalam menyimpan semua benda-benda yang kau inginkan ke dalam sana, dan ini adalah gelang yang merupakan simbol dari kekuasaan ku di alam ini" ucap Thien Yu kembali.
"Trimakasih kak Thien," jawab putri Emilia kemudian memakai kedua benda pemberian dari Thien Yu.
Bersambung
__ADS_1