
Nien Chu berjalan sempoyongan karena dia ingin secepatnya pergi meninggalkan arena pertarungan, Zhurui yang melihat sahabatnya tengah kehabisan energi, segera merangkulnya dan membawa Nien Chu menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar itu terjadi percakapan antara Nien Chu dan Zhurui.
"Kau sangat kuat dan tangguh Nien Chu, dengan mengalahkan utusan dari dataran langit maka kau akan terkenal di antara murid dalam dan murid luar akademi ini.
Para senior Akademi dalam pastinya akan berpikir dua kali untuk mengusikmu, karena kau telah mampu menghadapi kultivator jenius dari kekaisaran dataran langit, yang telah menembus ranah tingkat dewa.
"Trimakasih Zhurui, Aku juga berharap kau bisa secepatnya meningkatkan ranah tingkatan mu, agar kau dapat berada Akademi dalam tanpa terusik oleh para murid senior yang telah membentuk beberapa kelompok di sana," ucap Nien Chu.
"Aku pasti akan meningkatkan kekuatan agar lebih kuat lagi dari sekarang ini, karena motivasiku saat ini adalah kau yang mampu berdiri kokoh dengan statusmu sebagai murid baru di akademi ini," jawab Zhurui.
Diantara pembicaraan mereka berdua, tiba-tiba saja pintu kamar diketuk dari luar. Zhurui membukakan pintu dan tampak olehnya seorang wanita cantik telah berdiri di depan pintu.
"Aku ingin bertemu dengan kak Nien Chu," ucap wanita itu.
"Masuklah, Nien Chu berada di dalam," jawab Zhurui.
Setelah berada di dalam kamar, putri Zeng Yi duduk di sisi tempat tidur yang ditempati Nien Chu terbaring.
Sesaat sang putri menatap kearah Zhurui, dan Zhurui tau apa arti tatapan Sang Putri.
"Nien Chu aku akan berjaga di luar, jika Kau perlu bantuanku maka segeralah hubungi aku," ucap Zhurui.
"Baiklah Zhurui, dan terima kasih karena kau telah membawaku ke tempat ini," jawab Nien Chu.
Zhurui segera keluar dari kamar itu dan berdiri di depan pintu untuk menjaga kemungkinan dari adanya pengganggu, seperti Liu Kang dan Jin Si Tae yang merupakan teman sekamar Nien Chu.
"Bagaimana keadaan mu kak Nien Chu?" tanya putri Zeng Yi.
"Aku banyak kehilangan energi tubuh, sehingga membuatku lemah," jawab Nien Chu.
"Kak Nien Chu Aku punya beberapa pil obat yang dapat membantumu untuk pulih secepatnya, ambillah," ucap putri Zeng Yi sambil memberikan beberapa pil obat kepada Nien Chu.
"Terimakasih Yi' er jawab Nien Chu dengan menerima pil obat pemberian dari putri Zeng Yi.
__ADS_1
"Kak Nien Chu, kepala akademi menyuruhmu untuk menemuinya jika energi di tubuhmu telah pulih kembali," ucap putri Zeng Yi.
"Mengapa kepala akademi ingin bertemu denganku? apakah karena aku telah melukai Wucian sehingga dia ingin aku mempertanggungjawabkan semua itu?" batin Nien Chu bertanya tanya.
"Katakan padanya, aku akan secepatnya menemui kepala akademi," jawab Nien Chu.
Sementara itu di luar pintu kamar Nien Chu, terjadi perdebatan antara Zhurui dan seorang wanita bercadar yang memaksa untuk menemui Nien Chu.
"Aku ingin menemui Nien Chu, dan ku harap kau tak menghalangiku," ucap wanita bercadar itu.
"Maaf senior bukan maksudku untuk menghalangi mu, tapi ada hal lain yang tak bisa ku sampaikan, sehingga membuatku tak bisa memperbolehkanmu masuk ke dalam sana," kawah Zhurui.
Wanita bercadar itu segera mengeluarkan salah satu teknik yang dimilikinya, dengan banyaknya kelopak teratai yang seketika itu berhamburan kearah Zhurui, tanpa Zhurui dapat menyadari serangan tiba tiba itu.
Kini Zhurui telah tak berdaya karena terjebak di dalam ilusi yang di buat wanita bercadar itu.
"Menyusahkan saja," ucap wanita bercadar itu kemudian mendekati pintu dan mengetuknya.
"Tok...tok..tok...!!"
Betapa terkejutnya putri Zeng Yi saat melihat Dewi giok telah berdiri di hadapannya. Hal yang sama pun dirasakan oleh Dewi giok karena melihat jika putri Zeng Yi tengah berdua di dalam kamar dengan Nien Chu.
Kedua wanita itu saling diam, terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing.
"Siapa yang mengetuk pintu itu Yi' er?" tanya Nien Chu, yang membuyarkan ketegangan di antara kedua wanita itu.
"Aku Nien Chu, sengaja aku datang menemuimu untuk memberikan kau pil obat, agar secepatnya kau dapat pulih h seperti sedia kala" jawab Dewi Giok.
Nien Chu berusaha bangkit, akan tetapi energi di tubuhnya kini telah habis, yang membuat langkahnya menjadi sempoyongan dan nyaris terjatuh kelantai ruangan itu.
Putri Zeng Yi segera menyambut tubuh Nien Chu dan memapahnya.
"Trimakasih Yi' er" ucap Nien Chu.
Melihat pemandangan di hadapannya, membuat Dewi giok merasa risih dan diapun menaruh beberapa pil obat keatas meja, kemudian melangkah pergi dari tempat itu tanpa satu kata pun yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Nien Chu hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dewi giok.
"Ternyata walau kau terlihat angkuh, sombong, dan tak ingin mengenal laki laki, tapi kenyataan yang ada kau malah begitu sangat perhatian kepadaku," batin Nien Chu.
Nien Chu kembali ke tempat tidurnya, dan meminum pil obat pemberian dari putri Zeng Yi, kemudian melakukan kultivasi agar dapat segera memulihkan diri.
Dewi giok yang berada di sebuah taman menjadi heran dengan dirinya sendiri, bagai mana mungkin dia nekat ke tempat Nien Chu untuk mempermalukan dirinya sendiri.
Dewi giok yang dulu begitu sangat membenci Nien Chu, dan hampir membunuhnya karena Nien Chu telah merenggut kesuciannya, kini telah berubah 180 derajat mulai menyukai Nien Chu, terbukti saat Nien Chu bersama putri Zeng Yi dia begitu terbakar api cemburu.
"Aku tak bisa terus terusan seperti ini, lebih baik aku pergi ke sekte teratai misterius untuk menenangkan diriku di sana, agar aku tak berlarut larut memikirkan Nien Chu," batin Dewi giok.
*****
Di pagi hari Nien telah selesai melakukan kultivasinya, dan merasakan kekuatannya telah pulih seperti semula.
Setelah membersihkan diri, Nien Chu berencana menemui kepala akademi.
Saat membuka pintu, Nien Chu di kejutkan dengan kehadiran Liu kang dan Jin Si Tae yang telah babak belur, tampak Zhurui tengah bersandar di dinding ruangan itu sambil berkata.
"Aku telah memberikan pelajaran kepada mereka berdua yang selama ini telah membuat kesalahan kepadamu, dengan mempengaruhi seluruh murid baru untuk meninggalkanmu dan membentuk kelompok baru sewaktu di hutan larangan," ucap Zhurui.
"Nien Chu maafkan kami berdua, karena selama ini kami telah menyinggung mu, kami berjanji di masa depan akan selalu menjadi pengikut mu dan rela mati untukmu," ucap Liu Kang.
"Benar Nien Chu, jika di perkenankan kau akan menjadi tuan muda kami untuk selamanya," timpal Jin Si Tae.
Tak lama kemudian kedua pemuda itu memberi hormat kepada Nien Chu.
Nien Chu yang melihat keseriusan di wajah mereka berdua, menjadi tak tega untuk melakukan hal buruk padanya.
"Baik, aku akan menjadikan kalian sahabatku sepertihalnya Zhurui, kita berempat akan masuk kedalam akademi dalam dan di sana kita akan menjadi kuat," ucap Nien Chu.
"Trimakasih Nien Chu, kami berdua tak akan mengecewakan mu," ucap Liu Kang dan di iyakan oleh Jin Si Tae.
Bersambung.
__ADS_1