Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perburuan harta Karun 7


__ADS_3

Nien Chu terus masuk kedalam bangunan paviliun, hingga dia menemukan sebuah lautan lahar yang membara.


"Bagaimana mungkin lautan lahar api bisa berada di sini? jika ini adalah ilusi bagaimana bisa suhu udara di tempat ini begitu sangat panas," batin Nien Chu.


Karena rasa penasaran, Nien Chu lantas mengambil kayu dan mencelupkannya ke dalam lahar api yang membara itu.


"Ini bukan ilusi, karena kayu yang kucelupkan ke dalam lahar api ini bisa terbakar habis," gumam Nien Chu yang masih sangat penasaran dengan lautan lahar api yang ada di hadapannya.


Nien Chu lantas melihat keadaan di dalam lautan lahar api itu, dan menemukan adanya bebatuan yang dapat mengambang di dalam lalutan lahar api.


"Ini semakin mengherankan, bagaimana bisa batu-batu itu dapat mengambang di dalam lautan lahar api, sementara batu memiliki berat dan tentunya dapat tenggelam jika berada di dalam air," batin Nien Chu.


Nien Chu tak memperdulikan itu semua dia pun langsung loncat ke atas batu yang berada di dalam lautan lahar api, dan benar saja batu yang ditempatinya tak tenggelam dan tetap mengambang di permukaan lahar api.


Nien Chu lantas mengibaskan tangannya kebelakang, maka batu yang di tempatinya berada seketika itu melesat menuju ke arah depan.


Tiba tiba Nien Chu merasakan adanya pergerakan di dalam air, hal itu membuat Nien Chu langsung memasang kewaspadaan tingkat tinggi.


"Tak mungkin ada mahluk hidup di dalam lautan lahar api ini, tapi mengapa ada pergerakan mahluk hidup di dalam nya?" batin Nien Chu bertanya tanya.


Rasa penasaran Nien Chu akhirnya terbukti, saat ini di hadapannya telah menghadang ular piton raksasa, yang di seluruh tubuhnya memancarkan cahaya berwarna merah.


"Jika ini bukan ilusi maka matilah aku, tak mungkin aku dapat menghadapi ular piton raksasa itu di dalam lautan lahar api ini," batin Nien Chu.


Ular piton raksasa seketika itu menyerang kearah Nien Chu, sehingga membuat batu yang di pijak Nien Chu hancur berkeping keping.


Nien Chu yang melompat ke udara tak bisa berbuat apa apa saat ular itu berhasil menelannya, dan membawa Nien Chu masuk ke dasar lautan lahar api.

__ADS_1


Nien Chu menancapkan dua pisau terbang artefak langit di mulut ular piton raksasa, sebagai alat untuk berpegangan agar dirinya tak masuk ke dalam perut ular piton raksasa, Nien Chu lalu membungkus tubuhnya dengan api inti surgawi agar suhu panas di sekitarnya dapat di redam.


Mengetahui jika mangsanya tak tertelan dan masih berada di dalam mulutnya, ular raksasa itu langsung membuka mulutnya lebar lebar, hingga lahar api seketika itu memenuhi mulutnya.


"Celaka jika begini terus aku tak akan mungkin bertahan, energi inti api surgawi yang melindungi tubuhku perlahan lahan pasti akan habis, seiring dengan terkurasnya energi tubuhku," batin Nien Chu yang tetap bertahan dengan keadaan yang ada.


Nien Chu kali ini begitu sangat terkejut saat ular piton raksasa membenturkan kepalanya ke arah bebatuan yang berada di dasar lautan, hingga pegangan di pisau terbang artefak langit hampir terlepas.


"Aku tak akan mungkin bertahan dengan keadaan ini, jika aku sampai jatuh kedalam perut ular piton raksasa, maka berakhir pulalah hidupku. Aku harus meminta bantuan guru agar dapat memecahkan keterpurukan ku ini," batin Nien Chu.


"Guru!!, bantu aku," pekik Nien Chu.


"Ha..ha..ha.., sudah ku katakan padamu Nien Chu jika tempat yang kau tuju banyak terdapat ilusi seperti yang kau alami saat ini, jika rasa ragu dan ketakutan terus membayangi mu maka sebentar lagi kau akan mati terbakar oleh lahar api ini," jawab inti api surgawi, kemudian suara inti api surgawi itu pun lenyap seketika.


"Mengalahkan rasa takut?, baik aku akan mengalahkan rasa takutku ini," batin Nien Chu.


Nien chu kemudian fokus untuk menenangkan dirinya, hingga tak berapa lama kemudian rasa takut di hatinya itupun hilang, berganti dengan keberanian yang nyata.


Nien Chu sesaat terdiam dan melihat kearah bangunan yang berdiri megah di hadapannya.


"Guru bangunan apakah ini?" tanya Nien Chu.


"Ini adalah bangunan paviliun langit yang asli tempat bersemayamnya roh kaisar terdahulu.


Di dalam paviliun ini terdapat 2 harta Karun yang sangat luar biasa kuat, yaitu raja binatang roh kuno yang merupakan binatang kesayangan kaisar terdahulu berwujud Rubah putih dengan bulu bulunya yang sangat halus dan lebat.


Dari pandangan mata manusia biasa, rubah itu terlihat lucu dan sangat menarik, akan tetapi binatang roh itu merupakan binatang pembunuh paling kuat dan tak tertandingi diantara para binatang roh yang ada di semua alam.

__ADS_1


Dan yang kedua merupakan kumpulan kekuatan ranah dewa puncak tertinggi yang dimiliki kaisar terdahulu yang berelemen es (Jantung es abadi), tapi sayang energi kekuatan kaisar terdahulu bertolak belakang dengan jalan kekuatan berelemen api yang kau miliki, sehingga kekuatan kaisar terdahulu tak bisa kau gunakan untuk meningkatkan ranah kekuatanmu.


Nien Chu, jika kau beruntung raja binatang roh bisa mengikutimu dan akan sangat berguna bagimu di masa depan," ucap inti api surgawi.


"Guru bagaimana dengan binatang roh yang berwujud naga bertanduk petir, yang dari keterangan para guru besar di istana akademi bulan suci, juga merupakan binatang kesayangan dari kaisar terdahulu," ucap Nien Chu.


"Nien Chu, aku akan menceritakan sedikit kisah di masa lampau kepadamu.


Dahulu kala kesatria terkuat yang pernah ada berasal dari kekaisaran Pheonix, dia merupakan kaisar ke kedua dari istana Pheonix. Dengan kekuatannya yang tak terbatas yang dimilikinya akhirnya dia diangkat menjadi dewa.


Saat ini tak ada yang mewarisi darah keturunannya di kekaisaran Pheonix setelah dia menjadi Dewa, hanya saja di kekaisaran Pheonix masih terdapat 2 binatang roh legenda dan seorang manusia setingkat Dewa yang masih menjaga istana pheonix sampai saat ini, sehingga istana Pheonix masih sangat di takuti oleh 4 kekaisaran besar lainnya.


Kedua binatang legenda kuno itu menjelma menjadi manusia, dan kini tengah bertapa di suatu tempat yang tak di ketahui oleh siapapun juga tentang keberadaannya.


Hanya kaisar yang memimpin istana pheonix saat ini yang dapat membangunkan mereka bertiga dari pertapaannya itu, jika terjadi masalah di kekaisaran pheonix karena itu merupakan janji mereka bertiga sebelum mereka pergi meninggalkan istana Pheonix.


Mereka bertiga adalah Jendral Jatayu yang merupakan raja burung surgawi, Jendral Gonglang yang merupakan raja naga emas surgawi, dan Biyao yang merupakan raja segel sekaligus orang kepercayaan kaisar istana pheonix pertama.


Setelah kalahnya dewa iblis kuno oleh kesatria agung itu, maka berdirilah 4 kekaisaran besar di alam dunia, dan yang paling menonjol dari segi kekuatan adalah kekaisaran mutiara hidup, karena memiliki para Alkemis hebat di dalamnya.


Beribu ribu tahun lamanya muncullah 1 kesatria hebat di kekaisaran mutiara hidup, dia terkenal memiliki kekuatan es yang tak terbatas dan memiliki seekor binatang roh yang sangat sulit di cari tandingannya diantara binatang roh yang ada di semua alam, dan saat ini kekuatan dan binatang roh itu yang dicari oleh para murid akademi bulan suci hingga saat ini.


Di luar sana terdapat pembatas yang menuju ke tempat ini, dan hanya dapat di masuki oleh para kultivator di usia muda ( Di bawah 20 tahun). Sengaja kaisar terdahulu menciptakan segel tersebut agar ada seorang kultivator muda yang dapat mewarisi jantung es abadi yang merupakan kumpulan kekuatan besar yang dimiliki nya, dan mengasahnya hingga menjadi kultivator kuat yang sulit di cari tandingannya.


Mengenai naga bertanduk petir, itu adalah binatang roh kuat yang menjaga bangunan besar yang merupakan gerbang menuju ketempat ini.


Dari para kultivator muda yang sebelumnya datang ke tempat ini untuk memburu harta karun Kaisar terdahulu, mereka menceritakan keganasan naga tersebut yang susah untuk di taklukan, sehingga berkembang berita dari mulut kemulut hingga generasi ke generasi jika naga tersebut merupakan binatang kesayangan sang kaisar terdahulu, tapi kenyataan yang ada binatang roh kesayangan kaisar terdahulu saat ini masih berada bersamanya di paviliun langit itu," ucap inti api surgawi mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari sang guru, Nien Chu berkeinginan untuk mendapatkan rubah putih itu, hingga diapun masuk kedalam bangunan paviliun langit.


Bersambung.


__ADS_2