Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pengejaran anggota Mision ilahi


__ADS_3

Nien Chu terus berlari, kali ini tujuannya adalah paviliun jiwa yang menurutnya merupakan tempat yang paling aman dari kejaran anggota Mision ilahi, yang pastinya Wang ze tak akan berdiam diri setelah apa yang dilakukan Nien Chu kepada nya.


Nien Chu mengeluarkan beberapa kantong koin emas untuk menyewa kamar selama satu minggu kedepan, Karena setelah satu minggu kedepan penerimaan murid di dalam istana akademi akan berlangsung, dan saat itu Nien Chu akan keluar kamar latihan dan mengikuti penyeleksian murid.


Di dalam kamar itu, Nien Chu langsung melakukan kultivasi untuk membakar kotoran yang ada di dalam tubuhnya, guna meningkatkan pondasi kekuatan yang ingin dicapai nya.


Dua hari telah berlalu kini kotoran-kotoran yang ada di dalam tubuh Nien Chu mulai keluar, berupa keringat yang bercampur dengan lumpur yang makin lama semakin kental dan membanjiri ruangan kamar tempatnya duduk bersila dalam melakukan kultivasi.


Aroma yang dikeluarkan dari kotoran-kotoran tersebut begitu sangat bau dan menyengat, hingga hari yang ketiga Nien Chu pun menghentikan kultivasinya.


Nien Chu kini merasakan tubuhnya begitu sangat ringan dan bertenaga, tak lama kemudian dia pun langsung mengeluarkan mutiara naga hasil dari pertarungannya melawan naga air di dalam hutan binatang iblis.


Mutiara naga itu lantas ditaruh di hadapannya, untuk segera menyerap inti energi yang terkandung di dalam mutiara naga tersebut.


"Aku tak akan menaikkan ranah kekuatanku agar lebih kuat lagi karena adannya pondasi yang kuat di tubuhku, lebih baik aku menggunakan mutiara naga ini untuk membentuk pondasi di tubuhku, biar bagaimanapun seorang kultivator harus mempunyai pondasi kuat di dalam tubuhnya, agar dapat menjadi lebih tangguh saat menemui lawan yang lebih kuat, dan itu pun harus berlaku kepadaku," Nien Chu.


Nien Chu kembali memejamkan matanya untuk menyerap esensi energi di dalam mutiara naga air yang ada di hadapannya, semua itu dilakukannya untuk membentuk pondasi yang kuat di tubuhnya.


5 hari telah berlalu dari pertama kali Nien Chu memasuki kamar tersebut, ledakan energi pun terjadi hingga membuat Nien Chu berhasil membentuk pondasi di tubuhnya, dan saat ini tulangnya pun telah terbentuk menjadi tulang naga air yang keras dan kokoh.


Rasa sakit yang sebelumnya dialami oleh Nien Chu saat membentuk pondasi dan tulang naga air di tubuhnya, kini telah berubah kembali normal seperti sedia kala.


"Akhirnya aku telah berhasil membentuk pondasi di dalam tubuh ku, dan saat ini sudah waktunya aku belajar teknik membuat pil dari guru," batin Nien Chu.

__ADS_1


Nien Chu lantas memanggil inti api surgawi yang berada di dalam dantiannya, sehingga membuat lelaki paruh baya itu muncul di hadapan Nien Chu.


"Guru, aku ingin kau mengajarkanku tehnik membuat pil dengan menggunakan api inti surgawi," ucap Nien Chu.


"Kau telah mampu menggunakan inti api surgawi dengan sangat sempurna, tinggal bagaimana caramu memadukannya dengan hatimu, karena keberhasilan dalam pemurnian pil semua itu tergantung bagaimana caramu mengatur suhu api dan tentunya naluri itu berasal hatimu," ucap lelaki berjubah putih.


"Baik guru, aku akan mencobanya pada tungku itu," ucap Nien Chu kemudian pergi menuju tungku pemurnian pil yang ada di atas meja.


Nien Chu memasukkan beberapa tumbuhan roh yang telah dibelinya kedalam tungku pemurnian, dan dengan arahan laki laki tua berjubah putih, Nien Chu mulai melakukan proses pemurnian pil.


Dengan sabar Nien Chu mulai mengendalikan api putih yang berada di tangannya, hingga proses pemurnian pil terjadi aman-aman saja.


Dengan kejeniusannya dan sesuai dengan arahan sang guru, akhirnya Nien Chu berhasil membuat 6 buah pil pemulih stamina, dengan kualitas level 3.


Nien Chu begitu sangat senang karena pil yang dibuatnya itu berhasil. "Aku telah mengerti cara menggunakan api inti surgawi untuk pemurnian pil, sudah saatnya aku keluar dari dalam ruangan latihan ini karena esok merupakan hari penting bagiku dalam memasuki istana Akademi bulan suci," batin Nien Chu.


Tak di sangka olehnya anggota Mision ilahi telah berada di sana, dan langsung menyerang ke arah Nien Chu setelah keluar dari dalam altar.


Nien Chu yang tak ingin terjadi keributan di dalam paviliun jiwa, segera melesat dari dalam paviliun untuk menghindari masalah baru dengan paviliun jiwa yang akan membuatnya tak bisa berlatih disana.


Nien Chu terus berlari hingga dia menghentikan langkahnya di sebuah tempat yang sunyi.


Anggota Mision ilahi yang melihat buruannya berhenti berlari, dengan cepat langsung menyerangnya hingga pertarungan pun terjadi di tempat itu.

__ADS_1


Nien Chu dengan mudah dapat mengalahkan para anggota Mision ilahi yang mengejarnya, dan kini Nien Chu harus menghadapi seorang pemuda jenius dari Mision ilahi yang bernama Wang tianyang, yang merupakan kakak kandung Wang ze.


''Kakak, dialah pemuda yang telah melukaiku!!" ucap Wang ze.


"Oh...ini orang yang melukaimu?," ucap Wang tianyang kemudian hilang dari pandangan mata Wang ze, dan tahu-tahu telah berada di dekat Nien Chu dengan sebuah tendangan keras yang mengarah kepadanya.


Nien Chu begitu sangat terkejut melihat serangan yang sangat tiba-tiba yang dilakukan oleh pemuda yang baru saja dilihatnya.


Nien Chu menahan serangan itu, akan tetapi kekuatan yang dimilikinya tak mampu membendung gelombang kejut yang terjadi, hingga membuatnya terhempas ke belakang dan menabrak bangunan kosong hingga hancur berantakan.


"Kuat sekali dia, aku merasakan jika serangannya tadi merupakan kekuatan di ranah suci. Jika aku meladeninya maka sama halnya aku mengantarkan nyawa, lebih baik aku pergi dari tempat ini dan setelah aku menjadi kuat maka aku akan mengajaknya untuk bertarung kembali," batin Nien Chu.


Nien Chu menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya, dan segera menggunakan teknik langkah bayangan untuk meninggalkan tempat itu.


"Kau tak akan dapat pergi dariku, karena hembusan napas mu telah ku kunci saat serangan ku padamu tadi," ucap Wang tianyang.


Nien Chu akhirnya berhenti berlari dan kini dia berada di tengah kota, dengan banyaknya aktifitas penduduk kota yang hilir mudik.


"Kurasa aku telah aman disini, dan tak mungkin pemuda tadi melakukan pengejaran sampai di tengah kota, karena di sini banyak prajurit kekaisaran yang menjaga kota," batin Nien Chu.


Akan tetapi semua yang terjadi tak seperti dengan apa yang ada di dalam pikirannya, kembali sebuah pukulan dari Wang tianyang meluncur deras kearah Nien Chu, yang mau tidak mau Nien Chu harus menyambutnya.


Benturan kedua energi saling beradu, yang membuat Nien Chu kembali terhempas ke tanah dengan keras.

__ADS_1


Perbedaan ranah tingkatan membuat Nien Chu tak bisa berbuat banyak, dan dalam keterpurukannya itu datanglah seorang wanita menghentikan pergerakan Wang tianyang yang ingin kembali menyerang Nien Chu.


Bersambung


__ADS_2