Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menghidupkan An Yue


__ADS_3

Setelah kepergian kedua sahabatnya menuju ke istana akademi bulan suci, Nien Chu kemudian memanggil Tency yang berwujud rubah putih ekor 3, dan dengan manja Tency menggesekkan kepalanya ke kaki Nien Chu.


Melihat hal itu Nien Chu lalu meraih tubuh Tency kemudian mengelus lembut kepalanya.


"Aku ingin kau menjaga area tempat ini dari segala gangguan binatang roh yang ada di dalam hutan ini, karena aku akan melakukan sesuatu di sini," ucap Nien Chu.


"Tuan muda tak usah khawatir karena tak akan ada satupun binatang roh yang mau mendekati area sekitar tempat ini, jika mereka mencium aroma keberadaanku di sini," jawab Tency.


"Trimakasih Tency..., kau memang sahabatku yang begitu sangat bisa diandalkan," ucap Nien Chu.


Tak lama kemudian Tency pun melompat dan segera pergi dari tempat keberadaan Nien Chu, untuk memasang batas kekuasaannya di dalam area sekitar tempat keberadaan Nien Chu.


Melihat Tency setelah melakukan tugas yang diberikannya, Nien Chu kemudian duduk bersila di tempat itu.


"Sudah saatnya aku membangkitkan An Yue, kasihan dia karena rohnya sudah berada lama di dalam kelopak teratai nirwana," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian mengeluarkan raga An Yue, dan juga mengeluarkan teratai nirwana secara bersamaan.


Dengan melakukan meditasi untuk melakukan kontak dengan teratai nirwana melalui kontrak darah yang ada padanya, pada akhirnya sebuah cahaya kecil dengan perlahan keluar dari dalam kelopak teratai Nirwana dan langsung menuju ke raga kasar An Yue, setelah itu teratai nirwana kembali masuk ke dalam tubuh Nien Chu.


Nien Chu melihat tubuh An Yue kini mulai ada pergerakan di jari jemarinya, dan tak lama kemudian An Yue pun membuka matanya.


An Yue menatap sekeliling tempat itu yang begitu sangat asing baginya, dan pada akhirnya tatapan An jatuh pada sosok pemuda tampan yang tak jauh dari keberadaannya.


"Nien Chu....!"


Hanya itu kata yang keluar dari mulut An Yue kemudian diapun bangkit berdiri.


"Nien Chu di manakah kita berada saat ini, dan mengapa aku bisa berada di tempat ini?" tanya An Yue.


"Aku akan menjelaskannya nanti, paling tidak kau bersihkanlah dirimu dulu karena sudah berhari-hari kau tak mandi, di sana ada sungai kecil kau bisa membersihkan dirimu di sana," jawab Nien Chu.


An Yue menuruti perkataan Nien Chu untuk membersihkan diri, karena dia merasa tubuhnya sudah terlalu lengket akibat keringat yang telah mengering disana.

__ADS_1


Selepas kepergian An Yue untuk membersihkan diri, Nien Chu segera melesat masuk ke dalam hutan untuk mencari hewan buruan, karena dia tau An Yue pasti sudah sangat lapar karna berhari hari dia tak makan.


Nien Chu membakar 3 ekor kelinci hutan yang didapatnya dari hasil perburuan, sementara Tency berada di dekat Nien Chu untuk menghangatkan diri dari bara api pembakaran.


An Yue telah selesai membersihkan diri, dengan memakai baju ganti yang dikeluarkan dari dalam cincin penyimpanannya, dan juga sedikit merias diri dengan peralatan yang berada di sana, membuat An Yue terlihat sangat cantik.


Nien Chu sangat takjub dengan elf cantik bermata putih yang kini melangkah ke arah nya, dan dia merasa jika kecantikan An Yue sebanding dengan kecantikan yang dimiliki putri Annchi.


"Nien Chu, Aku ingin mengetahui cerita sebenarnya mengapa aku bisa berada bersamamu di dalam hutan ini," ucap An Yue kemudian duduk di dekat Nien Chu.


Nien Chu lantas menceritakan semua yang telah terjadi, tanpa sedikitpun ditutup tutupinya kepada An Yue.


"Mengapa guruku setega itu padaku, dia memilih aku mati daripada aku pergi bersamamu menjadi bagian dari kelompok pembasmi iblis." ucap An Yue.


"Sudahlah An Yue, kau tak usah memikirkan hal itu lagi, Ada baiknya saat ini kau makan dulu karena sudah berhari-hari kau tak makan," ucap Nien Chu.


"Trimakasih..." jawab An Yue.


Dengan lahap An Yue memakan kelinci panggang yang telah disiapkan Nien Chu baginya, dan Nien Chu hanya bisa tersenyum melihat An Yue memakan kelinci panggang yang dibuatnya.


Di sebuah taman bunga di kediaman Sang Putri, terlihat putri Annchi sedang duduk dan menatap kosong ke depan, entah apa yang dipikirkannya saat ini yang membuat permaisuri begitu sangat khwatir padanya.


"Aku tak mungkin membiarkan putriku terus seperti ini dengan hari harinya yang tak memiliki gairah hidup lagi."


"Aku yakin penyebab semua ini karena kepergian Nien Chu, dan hanya Nien Chu yang dapat membuat putriku dapat ceria seperti dulu lagi," batin permaisuri.


Sang permaisuri berjalan menemui putri Annchi, dan sang putri sama sekali tak mengetahui kehadiran ibunya di dekatnya, sampai sebuah sapaan dari sang ibu mengejutkannya dari lamunan.


"Apa yang sedang kau lamunkan putriku, setiap hari ibu selalu melihatmu melamun?" tanya sang permaisuri.


"Tak ada apa apa ibu, aku hanya senang melihat bunga bunga yang sedang bermekaran," jawab putri Annchi dengan senyuman di wajahnya.


"Apakah karena Nien Chu kau seperti ini?, putriku aku tau kau masih mencintai Nien Chu, dan ibu merasa sangat bersalah sehingga membuat penderitaan bagi dirimu, sedari itu ibu ingin kau pergi untuk mendapatkan cintamu kembali karena Ibu telah merestuimu," ucap sang permaisuri.

__ADS_1


"Ibu ..tak ada lagi yang bisa ku pertahankan, Nien Chu telah pergi dan tak ingin aku datang di dalam kehidupannya lagi," jawab putri Annchi.


"Putriku .., kau tak usah berputus asa seperti itu, aku sangat yakin jika Nien Chu masih mencintaimu, untuk itu pergilah kau mencarinya dan perjuangkan lah cintamu yang telah pergi," ucap permaisuri sambil mengusap lembut kepala putri Annchi.


"Tapi ibu .."


Tak ada kata menyerah sebelum berjuang, jika memang Nien Chu menolak kehadiranmu saat bertemu dengannya nanti, maka kembalilah keistana orgy."


"Putriku di dalam cincin ini terdapat 10 prajurit elf kuno yang memiliki ranah Dewa tak terbatas, jika kau mengalami kesulitan di dalam perjalananmu, maka alirilah energi murni kedalamnya maka ke 10 prajurit elf kuno akan membantumu."


"Pakailah Anting bermata Rubi ini setelah kau keluar dari dataran langit, agar kau dapat berubah menjadi seorang manusia," ucap permaisuri.


"Terimakasih ibu atas dukunganmu...," ucap putri Annchi kemudian memeluk sang ibu.


*****


Pagi hari setelah berpamitan dengan anggota keluarga kekaisaran, putri Annchi akhirnya pergi meninggalkan istana Orgy, kali ini tujuannya adalah kekaisaran pheonix karena dia yakin jika Nien Chu berada di sana.


Dengan berbekal peta dari sang ibu, putri Annchi terus melanjutkan perjalanannya menuju ke wilayah kekaisaran Pheonix.


Di istana Orgy, permaisuri memasuki tempat khusus yang hanya dirinya sendiri yang bisa memasuki tempat tersebut.


Dengan melakukan ritual di sebuah altar, maka muncullah sesosok bayangan hitam yang merupakan kultivator kuat dari sekte bayangan, yang telah di bangkitkannya lewat perantara darah dan jiwanya.


Sekte bayangan sendiri merupakan sekte kuno terkuat di zamannya, dan satu satunya keturunan generasi yang masih hidup dari ketua sekte bayangan adalah sang permaisuri istana Orgy.


"Sang bayangan.., aku ingin kau menjaga putriku yang merupakan keturunan terakhir dari sekte, jaga dia dengan seluruh kekuatan yang ada padamu hingga akhir hidupnya," ucap permaisuri.


"Semua titah dari ketua sekte akan aku laksanakan," jawab sosok bayangan itu kemudian menghilang dari hadapan sang permaisuri.


Setelah kepergian sang bayangan, permaisuri berjalan kearah kursi dan duduk disana.


"Putriku.., hanya ini yang dapat ibu lakukan untuk menebus segala kesalahan yang telah kulakukan padamu, semoga nanti kau dapat berbahagia bersama orang yang kau cintai," ucap permaisuri.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, tubuh sang permaisuri pun memudar, dan tak lama kemudian tubuhnya pun menghilang untuk selama nya.


Bersambung.


__ADS_2