
Pertarungan sengit terjadi antara Nien Chu dan gorila raksasa, Nien Chu segera menggunakan teknik 6 rasi bintang untuk mengalahkan gorila berperisai emas itu.
Gorila raksasa terjebak di dalam segel 6 rasi bintang, sehingga membuat tubuhnya tak dapat bergerak, kesempatan itu dipakai oleh Nien Chu untuk melakukan pembantaian dengan enam bayangannya.
Pedang penguasa malam di dalam genggaman tangan 6 bayangan Nien Chu, berkelabat cepat melakukan pembantaian kepada gorila raksasa.
Akan tetapi keanehan terjadi, ketajaman pedang penguasa malam sama sekali tak berarti apa apa dengan adanya perisai di tubuh sang gorila, dan kali ini gorila raksasa memberikan serangan balik dengan golok emas di genggaman tangannya, yang membuat pertarungan pun kembali berimbang.
Percikan bunga api terus terjadi saat kedua senjata saling bertemu, Nien Chu saat ini telah menggunakan teknik pedang amukan api misterius dengan bergabungnya tiga inti api ke dalam pedang penguasa malam".
Daya serang Nien Chu semakin besar saat dia menggunakan kecepatan langkah bayangan, dipadu dengan ganasnya kekuatan api misterius di dalam pedang penguasa semalam, sehingga membuat sang Gorila raksasa sulit mengimbangi kecepatan gerak Nien Chu, dan pada satu kesempatan Nien Chu berhasil menghantamkan teratai Giok hitam tepat kedada sang gorila raksasa, hingga gorila itu terhempas jauh ke belakang dan menghantam tanah dengan keras.
Nien Chu tak menyangka sama sekali Jika gorila itu mampu menahan serangan teratai Giok hitamnya, dengan bangkit kembali seperti tak terjadi apa apa pada dirinya.
Kali ini mata gorilla raksasa berubah menjadi semerah darah, begitupun dengan golok yang berada di genggaman tangannya juga berubah menjadi semerah darah.
Nien Chu tau jika lawan tarungnya ini telah membangkitkan kekuatan Dewa binatang buas yang mengalir di dalam darahnya.
"Cukup menarik.., pantas baginya menyandang sebagai jendral terkuat di istana Awan," ucap Nien Chu.
Nien Chu kemudian menggunakan kekuatan ilahi 4 hukum alam, untuk segera mengalahkan gorilla jelmaan sang jendral.
Nien Chu kemudian menjejakkan kakinya ke tanah dengan kuat, dan seketika itu juga tanah di sekitar tubuh Sang gorila raksasa menjadi lembek hingga sang gorila amblas kedalamnya.
Nien Chu kembali menjejakkan kaki kanannya yang membuat tanah di sekitar gorila raksasa mengeras laksana beton.
__ADS_1
Sang gorila berteriak dengan keras, yang mengeluarkan aura yang sangat kuat hingga tanah mengeras di sekitarnya hancur menjadi debu.
Gorila itu menyerang kearah Nien Chu dengan Golok raksasa di genggaman tangannya, dan kali ini kecepatannya berkali kali lipat dari sebelumnya, yang mampu mengimbangi kecepatan langkah bayangan yang di miliki Nien Chu, sehingga pertarungan yang terjadi kembali berimbang.
Sanga gorila menebaskan dua kali golok yang berada di genggaman tangannya, hingga tercipta selarik sinar berbentuk bulan sabit yang meluncur deras ke arah Nien Chu.
Nien Chu tak tinggal diam, dia pun membentuk perisai yang terbuat dari tanah, untuk menahan serangan kuat dari sang gorila.
Dua sinar berbentuk bulan sabit itu menghantam perisai tanah yang dibuat Nien Chu hingga hancur berantakan. Belum lagi Nien Chu sempat menyerang ke arah sang gorilla, tiba-tiba saja gorilla raksasa kembali menerjang dengan menghantamkan Goloknya ke depan, yang membuat Nien Chu harus bersalto ke belakang untuk menghindarinya.
"Sudah cukup kau merepotkanku seperti ini, sudah saatnya aku akan mengakhiri pertarungan ini!!" gumam Nien Chu.
Kini di genggaman tangan Nien Chu telah tercipta teratai kaca ilahi, yang mengeluarkan aura menindas yang sangat kuat.
Nien Chu langsung menggunakan teknik menembus dimensi, dan tiba tiba saja dia sudah berada dekat dengan sang gorilla raksasa.
Perisai yang melekat di tubuh sang Gorilla tiba tiba saja retak dan hancur berantakan, yang membuat keadaan gorila raksasa itu terpuruk sehingga kembali ke wujud aslinya, yaitu Jenderal besar istana Awan.
Nien Chu mengarahkan pedang penguasa malam kepada Sang Jenderal, dan berteriak lantang.
"Aku telah mengalahkan Jenderal kalian!!, dan jika kalian semua ingin mendapatkan pengampunan dariku maka menyerahlah..!!" teriak Nien Chu.
Seluruh prajurit kekaisaran binatang buas begitu sangat terkejut melihat Jenderal yang dibangga-banggakan oleh mereka selama ini, telah dikalahkan oleh seorang anak muda yang menyerang istana awan.
Jendral Yu Hong ingin berteriak jika seluruh prajuritnya jangan ada yang menyerah, tetap berperang hingga nafas terakhir, akan tetapi sebuah jarum emas telah menusuk bagian saraf tubuhnya, hingga membuat Sang Jenderal tak bisa bergerak sekaligus tak bisa berbicara.
__ADS_1
Karena jendral Yu Hong telah dikalahkan membuat seluruh prajurit yang ada tak bisa berbuat apa-apa, mereka semua kebingungan sementara Jenderal yang lainnya tak bisa memutuskan untuk melanjutkan pertempuran atau menyerahkan diri.
Suara kaisar Erlang Xian tiba tiba menggelegar, menyuruh seluruh pasukannya untuk kembali bertempur sampai titik darah penghabisan.
Kaisar Erlang Xian membawa ratusan ribu pasukan inti dari istana Awan, dan tak lama kemudian pasukan inti itu pun berubah menjadi berbagai macam binatang buas dengan mengeluarkan aura yang sangat menindas.
Pangeran Xi Xio datang menghampiri Nien Chu kemudian berkata. "Tuan muda, biar aku yang menghadapi Kaisar istana awan, lebih baik tuan muda mencari pangeran yang telah membawa jiwa Putri Annchi," ucapnya.
"Benar tuan muda, walaupun Kaisar dan pasukannya itu memiliki darah Dewa binatang buas, kami pasti mampu untuk mengalahkannya, karena istana sihir juga memiliki pasukan inti yang kemampuannya dapat mengimbangi kekuatan Dewa binatang buas yang dimiliki kaisar istana Awan, tak akan mungkin Kaisar itu mampu untuk bertahan menghadapi kekuatan besar pasukan istana sihir," timpal putri Yinzi.
"Baiklah.., sebelumnya aku berterima kasih kepada kalian berdua," ucap Nien Chu kemudian menghilang dari hadapan pangeran Xi Xio dan putri Yinzi.
Pangeran Xi Xio kemudian menciptakan segel di langit, dan tak lama kemudian segel itu berubah menjadi pusaran angin hitam.
Dari dalam pusaran hitam itu bermunculan binatang yang memiliki kekuatan darah kuno binatang buas di tubuhnya, dan langsung menyerang ke arah datangnya pasukan yang dibawa Kaisar Erlang Xian.
Sementara itu putri Yinzi menciptakan belenggu penjara sihir, dan langsung mengurung jenderal utama kekaisaran yang masih tergeletak di tanah, setelah itu sang putri langsung masuk ke dalam pertarungan yang terjadi antara para binatang buas.
Nien Chu tiba di dalam istana Awan di mana pangeran Erlang Wang telah menunggunya.
Pangeran Erlang Wang masih duduk di kursi kebesaran istana awan, saat Nien Chu telah berada di hadapannya.
"Aku tak menyangka jika pemuda yang kuanggap biasa biasa saja ternyata memiliki kekuatan besar di belakang nya".
"Nien Chu..!! hari ini takkan ada yang menghalangi kita untuk bertarung sampai mati, jika kau berhasil membunuhku maka aku akan memberikan kembali jiwa kekasihmu yang berada di tangan ku ini," ucap Erlang Wang, kemudin melemparkan sebuah kristal yang merupakan wadah tempat penyimpanan jiwa putri Annchi ke sebuah tempat di sudut ruangan besar istana.
__ADS_1
Bersambung.
Rencana untuk menamatkan novel ini di akhir tahun gagal, mungkin akan tamat di awal tahun.