
Nien chu masuk kedalam altar, dan tiba tiba dia telah berada pada suatu lorong dengan sisi kiri dan kanan lorong tersebut terdapat ruangan kamar yang ratusan jumlahnya .
"Tuan muda, kamar anda berada pada nomor 100 maka ikutlah denganku, aku akan membawa anda ke ruangan kamar yang anda tuju," ucap seorang pelayan yang tiba-tiba datang kepada Nien Chu.
"Baiklah" jawab Nien Chu singkat.
Maka berangkatlah pelayan itu membawa Nien Chu ke kamar nomor 100 yang akan dituju.
"Silahkan tuan muda, kamar ini akan dipergunakan oleh tuan muda selama 5 jam, karena tuan muda hanya menyewanya seharga 10 koin emas," ucap pelayan itu sambil membukakan pintu kamar bagi Nien Chu.
Nien Chu masuk ke dalam kamar kemudian menutupnya dari dalam.
"Ternyata kamar ini cukup luas dengan berbagai macam alat-alat pembuatan pil di atas meja, termasuk tungku untuk membuat pil. Energi Qi murni yang berada di dalam kamar ini begitu banyak, dan sangat cocok untuk berkuativasi maupun melatih tingkat kekuatan, pantas saja harga sewanya begitu mahal," batin Nien Chu.
Nien Chu tak membuang kesempatan yang ada, dia pun lalu melakukan kultivasi penyerapan Qi di tempat itu.
Setelah 5 jam berlalu, Nien Chu merasakan peningkatan Qi di tubuhnya begitu sangat luar biasa, sehingga dapat mengisi lautan dantiannya hingga penuh.
"Aku akan datang kembali ke tempat ini untuk melakukan pembakaran kotoran-kotoran yang melekat di tubuhku, agar aku dapat membentuk pondasi di dalam tubuhku dengan bantuan energi Qi yang banyak terdapat di dalam ruangan ini, setelah itu aku akan meminta pada guru untuk mengajarkan teknik pembuatan pil dengan menggunakan api inti Surgawi," batin Nien Chu.
Nien Chu segera keluar dari kamar tersebut setelah adanya ketukan dari luar pintu, dan ternyata di sana telah berdiri seorang pelayan wanita.
__ADS_1
"Waktu anda untuk latihan di dalam kamar ini telah usai, dan anda bisa datang lagi ke tempat ini setelah membayar sewa kamar," ucap pelayan wanita itu.
Nien Chu mengganggukan kepalanya sebagai isyarat mengiyakan perkataan pelayan wanita tersebut.
Nien Chu kembali kepenginapan, setelah membersihkan diri dia pun merebahkan dirinya di pembaringan.
Baru beberapa saat dia terlelap tiba-tiba saja ketukan dari pintu kamarnya membuat Nien Chu terbangun, dan ternyata seorang Wang ze dan beberapa anak buahnya telah berada di depan pintu kamar Nien Chu.
"Sudah kukatakan padamu Nien Chu, aku akan membuat perhitungan setelah apa yang kau lakukan padaku di paviliun jiwa," ucap Wang ze.
"Apakah kita tak bisa membicarakan hal ini baik-baik, karena ini penginapan tempat semua orang beristirahat," jawab Nien Chu.
Karena tak ingin membuat keributan di dalam penginapan tersebut, Nien Chu segera melakukan penyerangan kecil untuk dapat membuatnya melesat pergi dari penginapan tersebut.
Melihat Nien Chu berlari keluar dari penginapan, membuat Wang ze semakin geram padanya, hingga dia pun menyuruh anak buahnya untuk mengejar Nien Chu hingga sampai di pinggiran kota yang sunyi.
Nien Chu menghentikan larinya dan sengaja untuk menanti kedatangan Wang ze dan seluruh anggotanya.
"Mau lari ke mana kau!!, sekarang tak ada pilihan lagi bagimu selain mati di tangan ku," ucap Wang ze.
"Ha..ha..ha..., tak selamanya orang yang di buru tak bisa melakukan tindakan apa-apa, aku akan memperlihatkan kepadamu jika orang yang diburu akan membalik memburu lawannya," jawab Nien Chu kemudian menyerang Wang ze dan seluruh anggotanya.
__ADS_1
Pertarungan sengit pun terjadi, walaupun Nien Chu hanya seorang diri tapi dengan kemampuan yang di milikinya, dia mampu untuk memberikan perlawanan hingga satu persatu anggota dari Mision ilahi tumbang ketanah, dan saat ini hanya menyisakan Wang ze seorang.
"Kau bisa mengalahkan seluruh anggota ku tapi tak bisa untuk mengalahkan ku, aku akan memperlihatkan kepadamu bagaimana kekuatan Mision ilahi itu," ucap Wang ze.
Setelah berkata seperti itu, Wang ze kembali menyerang ke arah Nien Chu, kali ini dia menggunakan kekuatan dari Mision ilahi.
Dari tubuh Wang ze mengeluarkan seekor burung langit yaitu burung pheonix.
Dengan kekuatan dari burung Pheonix, Wang ze menyerang ke arah Nien Chu hingga membuat area tempat itu terbakar oleh api yang terpancar dari dalam tubuh burung Pheonix.
Nien Chu yang telah menguasai kekuatan inti api Surgawi, seketika itu menyambut serangan burung pheonix dengan kekuatan api inti surgawi miliknya.
Benturan kekuatan berelemen api saling bertemu di udara hingga menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat, ledakan itu sampai terdengar dari dalam kota kekaisaran cahaya hidup.
Tubuh Nien Chu terseret beberapa meter ke belakang dengan kondisi tubuh yang baik-baik saja, akan tetapi naas bagi Wang ze yang menjadi lawan tarungnya, tubuhnya terpental dan menghantam tanah dengan keras sehingga membuatnya tak berdaya.
"Sudah kukatakan kepadamu jika yang diburu mampu untuk memburu balik lawannya, dan itu terjadi kepadamu.
Jika suatu hari nanti kau masih penasaran terhadapku maka aku siap bertarung lagi denganmu," ucap Nien Chu kemudian pergi meninggalkan Wang ze yang masih tergeletak di tanah.
Bersambung.
__ADS_1