Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Anak yang kembali


__ADS_3

Kebohongan yang Shang mu katakan agar pangeran Huang Qin serta ayahnya dapat percaya dan yakin untuk membalaskan dendamnya, membuat Shang mu tertawa penuh kemenangan karena dia yakin jika mereka berdua pasti akan memburu Thien Yu dan Syin Yin walaupun dia sendiri akan lenyap untuk selamanya.


Sementara itu jendral Shang Yang begitu sangat terpukul dengan kematian putra satu satunya itu, segera mengumpulkan pasukan elit terbaiknya untuk menghancurkan klan Wutang malam itu juga.


Jendral Shang Yang memimpin langsung penyerangan itu. Dengan pasukan elit yang di bawanya, Jendral Shang Yang langsung mengepung keberadaan klan Wutang dari segala arah, yang tak memungkinkan satu orang pun akan lolos dari pengepungan itu.


Dengan arahan sang jendral, pasukan elitnya segera masuk dan menyisir semua kawasan klan Wutang, hingga satu orang dari pemimpin pasukan elit menghadapnya.


Dia berlutut dengan satu kaki dan menggenggam tinju memberi hormat sambil berkata, "Jendral di dalam klan Wutang tak ada satu orang pun yang kita temui disana, sekiranya Jenderal memberikan petunjuk," ucap pimpinan pasukan elite itu.


"Kurang ajar!! ternyata mereka semua telah mempersiapkan diri untuk meninggalkan Klan nya. Kau!! suruh seluruh pasukan bersiap, kita akan melakukan pengejaran ke arah kekaisaran pheonix, karena aku yakin mereka semua telah menuju kesana dan tentunya mereka semua belum terlalu jauh dari tempat ini," perintah sang jendral.


"Baik jendral!!" ucap pemimpin pasukan elite itu.


Maka jendral Shang Yang dan pasukan elitenya merubah arah dari pengepungan terhadap klan Wutang, menjadi pengejaran terhadap klan Wutang.


Jendral Shang Yang melepaskan ribuan kelelawar roh untuk mencari tau keberadaan rombongan klan Wutang, dan akan memberikan sinyal jika para kelelawar roh itu mengetahui keberadaan rombongan klan Wutang yang di buru nya.


Di tempat lain, Thien Yu dan Syin telah sampai ke istana pheonix. Setelah turun dari kereta kuda, Jendral Gong Lang segera menuju kearah sebuah lonceng raksasa.


Dengan sebuah alat pemukul khusus, jendral Gong Lang segera memukul lonceng tersebut sebanyak 7 kali, yang menandakan jika kaisar phoenix ingin mengadakan pertemuan di aula utama istana phoenix.


Sontak suara lonceng 7 kali itu mengundang kehebohan di istana, karena setelah sembilan belas tahun berlalu suara lonceng yang berbunyi 7 kali tak pernah terdengar lagi.


Ratu Yan Ling tersentak, jantung bergemuruh tak karuan mendengar suara lonceng yang berbunyi 7 kali, dengan cepat diapun meraih mahkota kebesaran kekaisaran pheonix dan segera menuju ke aula utama istana.


Thien Yu dan Syin Yin sangat tertegun dengan ruangan aula utama istana yang di masukinya, terlihat begitu megah dengan berbagai ornamen mewah mengisi ruangan tersebut.

__ADS_1


Thien Yu sebentar lagi ibumu dan seluruh petinggi kekaisaran phoenix akan datang ketempat ini, persiapkan dirimu," ucap jendral Gong Lang.


Benar saja, setelah jendral Gong Lang berkata seperti itu, para bangsawan, pejabat tinggi, para jendral, penasehat istana, satu persatu datang ke aula utama dan menatap tajam kearah Thien Yu dan Syin secara bergantian.


Penasehat istana datang menghampiri jendral Gong Lang dan berkata, "Apakah kau yang membunyikan lonceng 7 kali itu jendral?" tanyanya.


"Benar, aku yang telah membunyikannya" jawab jendral Gong Lang.


"Apa maksudmu dengan semua ini?" tanya sang penasehat kembali.


Belum sempat jendral Gong Lang menjawab perkataan penasehat istana, teriakan prajurit istana tiba tiba menggema yang membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu segera mencari posisi masing masing.


"Ratu Yan Ling tiba..." teriaknya.


Tampak wanita anggun nan cantik jelita yang terlihat masih sangat muda, memasuki aula utama di temani dengan dua orang wanita yang merupakan pengawal sang ratu. Kedua wanita itu telah mencapai ranah tingkat alam emperor cahaya.


"Semoga yang mulia ratu panjang umur," ucap mereka semua serempak.


"Aku terima hormat kalian," jawab ratu Yan Ling dengan suara merdunya.


Mereka semua kembali berdiri dan diam seribu bahasa, hingga kesunyian melanda aula utama tersebut.


"Penasehat apa yang sebenarnya terjadi hingga aku mendengar suara lonceng istana berbunyi 7 kali?" tanya sang ratu.


"Ampun ratu, aku pun tak mengerti dengan bunyinya lonceng istana, yang jelas yang membunyikan lonceng istana adalah jendral Gong Lang," jawab sang penasehat istana.


Ratu Yan Ling menatap kearah jendral Gong Lang, dan dia sangat terkejut melihat sosok pemuda yang berada di dekatnya. Pemuda itu merupakan pemuda yang sempat membuat heboh pada lelang yang berlangsung di aula mulia.

__ADS_1


"Bukankah itu Thien Yu yang merupakan putra suamiku dan putri Xing Xia Lin, Jika memang dia berarti putraku dan pewaris tunggal kekaisaran pheonix telah kembali pulang," batin ratu Yan Ling bersemangat.


Sang ratu tak berkedip menatap Thien Yu, yang membuat Thien Yu menjadi gelisah dan salah tingkah di buatnya.


Tiba tiba ratu Yan Ling berdiri dari duduknya dan melangkah kearah Thien Yu.


Semua petinggi istana terheran heran melihat tingkah sang ratu, selama ini sang ratu tak pernah turun dari singgasana nya demi untuk mendatangi para petingginya, tapai kali ini berbeda sang ratu sendiri yang menghampiri jendral Gong Lang dan Thien Yu.


Sang ratu tiba dihadapan Thien Yu dan menatap tajam kerahnya. Tak lama berselang sang ratu menatap kearah jendral Gong Lang, dan terlihat sang jendral menganggukkan kepalanya.


Melihat anggukan kepala sang jendral, ratu Yan Ling segera menatap kearah Thien Yu kembali, dan berkata.


"Kemarilah putraku, ibu sangat merindukanmu," ucap ratu Yan Ling dengan mata berkaca kaca.


Sesaat Thien Yu memandang kearah jendral Gong Lang. Jendral Gong Lang yang di lihat dengan sedemikian rupa langsung memberikan isyarat pada Thien Yu untuk memeluk sang ratu.


Thien Yu pun lantas maju kehadapan sang ratu dan memeluknya.


Tangis sang ratu pecah, isaknya pun mulai terdengar, dia tak menyangka akan bertemu putra angkatnya yang telah dinyatakan hilang, dan sekarang di pertemukan di istananya sendiri.


Seluruh petinggi istana langsung berlutut dan menggenggam tinju memberi hormat, termasuk jendral Gong Lang.


Syin Yin bingung harus melakukan apa melihat seluruh orang di tempat itu berlutut pada Thien Yu. Dengan isyarat dari jendral Gong Lang, Syin Yin pun ikut berlutut.


Setelah puas melepas rindu dengan putranya, sang ratu mengajak Thien Yu naik keatas singgasananya.


"Tempatmu bukan di sini putraku, kau adalah pangeran istana phoenix yang agung dan tempatmu adalah di singgasana itu," ucap sang ratu sambil menunjuk kearah singgasananya yang tampak megah dan penuh dengan hiasan emas dan permata.

__ADS_1


__ADS_2