Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perang besar


__ADS_3

Perang tak terhindarkan lagi, pasukan dari dataran langit maupun dataran awan sama-sama melakukan penyerangan, hingga banyak korban yang berjatuhan.


Karena kalah jumlah, perlahan-lahan pasukan dari dataran langit mulai terpuruk. Begitupun halnya dengan putri Langyun, walaupun memiliki kekuatan besar, tetap saja energi di tubuh mempengaruhi kualitas kekuatan yang ada.


Bertempur terlalu lama membuatnya kehabisan energi hingga para Jenderal dataran awan berhasil untuk menangkapnya, dan menahan seluruh pasukan elf yang tersisa.


Diapun di bawa menuju ke hadapan raja Digoz.


Melihat paras cantik nan menawan putri Langyun, membuat raja digoz terpesona hingga dia tertarik dan menginginkannya.


Raja digoz membekukan kekuatan sang putri, dan menyuruh para pelayan wanita untuk memandikan putri Langyun sebersih mungkin, setelah itu menghias wajah sang putri secantik mungkin, agar malam nanti sang putri dapat melayaninya di dalam kamar.


Mengetahui jika dirinya akan memuaskan nafsu raja digoz membuat putri langyun sangat ketakutan, dia sangat menyesali telah melakukan sesuatu tanpa perhitungan, sehingga membuat dirinya tertangkap dan akan menjadi pemuas nafsu raja Digos yang merupakan seekor binatang roh yang telah bermutasi menjadi manusia.


Putri Langyun sangat berharap datangnya mukjizat yaitu datangnya Thien Yu untuk menyelamatkannya.


"Kak Thien Maafkan aku, aku terlalu bodoh dengan mementingkan amarah hingga aku menjadi seperti ini, jika sampai malam nanti aku harus melayani napsu raja digoz maka aku akan mengakhiri hidupku, aku tak mau keperawananku direnggut olehnya," batin putri Langyun dalam isaknya.


Di dalam istana elf, raja digoz yang duduk di singgasana dikejutkan dengan laporan salah satu jenderal Org yang mengatakan jika ada pasukan besar yang melebihi kekuatan pasukan dataran awan tengah menuju ke istana elf.


Hal itu membuat raja Digoz geram dan seketika itu juga sang raja pergi ke suatu tempat untuk melakukan ritual dalam memanggil para pelahap dari alam semesta.


Pasukan Thien Yu disambut dengan ribuan anak panah yang dilepaskan oleh pasukan daratan awan. Melihat hal itu sepasang ular surgawi langsung membentuk sebuah tameng perlindungan di langit dengan menyemburkan hawa dingin dari mulut nya, hingga anak panah yang terkena tameng dari sepasang ular surgawi membeku dan hancur menjadi serpihan-serpihan kecil es.


Dari serangan panah yang lepaskan pasukan daratan awan, tak ada satupun anak panah yang berhasil melukai pasukan Thien Yu walaupun kembali anak di lepaskan oleh para pasukan daratan awan.


Malah sebaliknya, raja gorila emas yang pemarah langsung menyuruh seluruh pasukan gorila emas raksasanya untuk menembus pertahanan musuh, dan menghancurkan apapun yang menghadang di depan.


Di langit, elang putih juga telah berhasil memporak-porandakan pasukan terbang dataran awan, hingga pada akhirnya sebuah ledakan keras di langit yang menciptakan pusaran awan hitam besar muncul dan mengeluarkan berbagai macam bentuk binatang yang mempunyai sayap di punggungnya.

__ADS_1


Binatang binatang itu langsung menyerang seluruh pasukan terbang elang putih hingga terjadi pertempuran sengit di udara.


Tak hanya itu, pasukan pelahap yang keluar dari dalam pusaran awan hitam, juga menyerang para gorila emas raksasa yang tengah merengsek masuk ke dalam istana elf.


"Kalian semua dengarkan aku, cari para pimpinan pasukan pelahap, kemudian musnahkan.


Mereka mempunyai kekuatan yang dapat memasuki ranah roh jiwa kalian, maka dari itu aku akan mengaktifkan kontrak darah di tubuh kalian dan membuat segel di sana, agar sang pelahap tak bisa masuk kedalam ranah roh jiwa kalian.


Dan ingat mereka juga dapat membaca apa yang ada di dalam hati dan pikiran kalian, sedari itu gunakan belenggu untuk menutupi hati dan pikiran kalian agar mereka tak bisa mengetahui apa yang akan kalian rencanakan.


"Baik tuan muda, kami semua akan mengikuti perkataanmu," jawab Lu ying.


"Jika begitu bersiaplah, aku akan memasang segel pada kontrak darah yang ada di tubuh kalian semua," ucap Thien Yu.


Setelah berkata seperti itu, Thien Yu segera memasang segel di tubuh para pengikutnya, kemudian menyuruh seluruh pengikutnya untuk pergi mencari pemimpin pasukan pelahap dan memusnahkannya.


Sementara itu Thien Yu dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu, pergi menuju ke dalam istana elf, sementara Yeiyi di tugaskan Thien Yu untuk menjaga putri Sorari.


Sementara itu Thien Yu terus melesat masuk kedalam istana elf, tujuannya untuk mencari putri Langyun yang di sekap oleh raja digoz.


Tak ada satupun para prajurit istana awan yang mampu membendung kekuatan yang di miliki oleh Thien Yu. Pedang penguasa malam masih sangat tangguh bagi mereka, hingga pada akhirnya salah satu jendral yang di miliki kastil iblis darah berhasil di taklukan oleh Thien Yu.


"Kau pasti tau di mana keberadaan putri Langyun!!, cepat katakan padaku di mana dia!!" bentak Thien Yu.


"Ha..ha..ha.., Aku tak akan pernah mengatakannya padamu, lebih baik aku mati!!" ucap jendral tersebut sambil mengerakkan lehernya sendiri untuk dipatahkan olehnya.


Dengan sigap Thien Yu segera bertindak dengan menotok beberapa jalan darah jendral tersebut, hingga jendral tersebut tak bisa membunuh diri.


Thien Yu mengeluarkan pil berwarna coklat, dan memasukkan pil itu kedalam mulut sang jendral.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan padaku?" tanya jendral tersebut .


"Pil itu adalah pil yang dapat mempengaruhi sarafmu, agar apa yang kutanyakan padamu akan kau jawab dengan benar ," jawab Thien Yu.


"Kau sangat licik, lebih baik kau bunuh aku!!" teriak jendral dari daratan awan itu.


"Aku pasti akan membunuhmu setelah aku mendapatkan keterangan darimu. Sekarang katakan padaku dimana putri Langyun berada!!" tanya Thien Yu.


"Putri Langyun kini berada di ruang rias," jawab jendral tersebut.


"Apa maksudmu perkataanmu?" tanya Thien Yu.


Putri Langyun akan di hias secantik mungkin, agar dia dapat melayani raja digoz malam ini, dan mungkin sekarang dia telah di bawah ke kamar pangeran Langtian untuk dapat melayani raja digoz disana," jawab jendral itu kembali.


"Bedebah..!!, raja Digos tunggulah aku sendiri yang akan melenyapkanmu," ucap Thien Yu.


Dengan menebaskan pedang penguasa malam, maka kepala jendral yang ada dihadapannya langsung terpisah dari tubuhnya. Setelah itu Thien Yu melesat ke arah kamar utama istana elf yang merupakan kamar pribadi pangeran Langtian yang telah Thien Yu tau keberadaannya.


Thien Yu langsung menghancurkan pintu kamar itu, dan mendapati putri Langyun tengah bersama raja digoz disana.


"Untung dia belum melakukan apa apa pada putri Langyun," batin Thien Yu.


Melihat ada yang menerobos kamarnya, raja Digoz langsung melemparkan jarum beracun kearah Thien Yu, namun dengan mudah Thien Yu mampu untuk menepisnya.


Raja Digoz begitu murka melihat pemuda yang telah membunuh adiknya berada di hadapannya saat ini, apalagi pemuda itu telah mengganggu kesenangannya bersama putri elf cantik yang kini terbaring di pembaringan.


Raja Digoz kembali menyerang Thien Yu, dan kali ini serangannya tak dapat di lihat oleh mata biasa. "Tehnik siluman," batin Thien Yu.


Dengan cepat Thien Yu mengaktifkan mata langitnya hingga dia dapat melihat serangan cepat yang mengarah padanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2