
Malam itu perbincangan antara Hyun Zi dan Nien Chu terus berlanjut, Hyun Zi mengatakan jika dirinya merupakan putri dari ketua sekte surgawi, yang sengaja mencari leopard api guna mengambil batu inti roh yang ada padanya, dalam meningkatkan kekuatan sang kakak yang berelemen api.
Sang kakak tak bisa ikut dalam pencariannya itu, karena saat ini sang kakak fokus dalam latihan untuk menembus ranah tingkat kuasa langit," ucap Hyun Zi.
"Nona Zi, apakah kau tak sadar jika binatang roh leopard api telah memiliki kekuatan tingkat ke 5, yang merupakan tingkat yang sepadan dengan ranah tingkat jiwa?" tanya Nien Chu.
Itulah kesalahan kami yang tak menyelidiki dan mencari tau terlebih dahulu tingkat kekuatan leopard api, hingga kekalahan yang kami dapatkan hari ini," jawab Hyun Zi.
"Nona muda setelah kekalahan anda hari ini, apa yang akan anda lakukan?" tanya Nien Chu kembali.
"Tentunya aku akan menyembuhkan diri terlebih dahulu, dan setelah itu aku akan pergi mencari binatang roh yang berhubungan dengan elemen api, karena itu merupakan misi khusus dari ibuku untuk meningkatkan ranah tingkatan kakakku yang merupakan jenius sekte surgawi.
"Nona muda ada baiknya kau beristirahat, agar esok pagi kita bisa berangkat kearah timur sesuai dengan tujuan yang nona muda berikan padaku," ucap Nien Chu.
"Mengapa kau ingin menolongku?" tanya Hyun Zi tiba tiba.
"Nona Zi, selama ini aku tak mempunyai teman, dan hari ini kau telah ku anggap sebagai temanku dan untuk itu aku akan membantumu," jawab Nien Chu.
"Nona Zi lebih baik kau beristirahat demi kesehatanmu, dan aku akan ke depan mulut goa guna berjaga jaga siapa tau ada binatang buas yang mencoba untuk masuk kedalam goa," ucap Nien Chu sambil berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke mulut Goa dengan tanpa menghiraukan Hyun Zi yang masih duduk di tempatnya.l berada.
Nien Chu yang duduk di mulut goa di kejutkan dengan kehadiran Hyun Zi di belakang nya.
"Mengapa kau belum tidur?" tanya nien Chu.
"Aku belum ngantuk," jawab Hyun Zi sambil duduk diatas batu di sisi Nien Chu.
Entah mengapa Hyun Zi merasa jika dirinya begitu nyaman di dekat teman barunya ini, dan setiap perkataannya sangat nyambung jika berbicara dengan Nien Chu.
"Nien Chu apakah kau tak ingin melihat wajahku, agar suatu hari kita bertemu kembali kau dapat mengenaliku," ucap Hyun Zi.
"Melihat atau tak melihat wajahmu itu sama saja bagiku, karena aku pasti bisa mengenalimu," jawab Nien Chu.
__ADS_1
"Maksudmu?" tanya Hyun Zi.
"Kau adalah satu-satunya teman yang saat ini ku punya, dan tentunya aku dapat mengenalimu dari rambut, pisik, gerak-gerik dan cara berjalan mu, semua itu telah terekam jelas dalam pikiran ku," ucap Nien Chu.
"H...ha..ha..." terdengar suara kecil Hyun Zi mendengar perkataan Nien Chu.
"Kau ini selalu saja membuatku tertawa dengan tingkahmu, Nien Chu terimakasih kau telah menjadi temanku di saat aku kesusahan seperti ini," ucap Hyun Zi.
"Sudah lah kau tak usah pikirkan itu karena tugas teman adalah membantu teman yang berada dalam kesusahan," jawab Nien Chu.
"Nien Chu lihat aku" ucap Hyun Zi sambil menyikap cadar yang berada di wajahnya.
Nien Chu tertegun melihat wajah cantik yang berada di hadapannya, dan hatinya pun mengakui jika sosok Hyun Zi merupakan wanita tercantik yang pernah dilihatnya.
"Kau telah melihat wajahku sedekat ini, dan aku tak ingin jika suatu hari kita bertemu lagi kau tak mengenaliku," ucap Hyun Zi sambil memakai cadarnya kembali.
"Ha..ha..ha.., bagaimana mungkin aku bisa melupakan wajah cantikmu, sementara saat ini wajah cantikmu itu telah mengisi pikiranku," ucap Nien Chu dengan sedikit menggoda Hyun Zi.
Mendengar godaan Nien Chu membuat Hyun Zi berdiri dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam gua.
*****
Pagi hari sebelum matahari terbit, Nien Chu telah membawa Hyun Zi di dalam gendongannya dan berlari ke arah timur.
Nien Chu sama sekali tak menggunakan tehnik langkah bayangan yang di milikinya, dia hanya menggunakan kekuatan ranah menengah awal dalam membawa Hyun Zi pergi menuju tujuan.
Nien Chu sengaja melakukan hal itu agar kekutan yang di milikinya tak di ketahui oleh orang orang dari sekte Surgawi.
Sore hari Nien Chu berhasil sampai di kapal yang dimaksud oleh Hyun Zi.
"Inilah kapal yang kumaksud, dan kapal ini bisa membawaku ke mana saja yang kuinginkan, dengan kata lain kapal ini merupakan alat transportasi dari sekte surgawi dalam bepergian.
__ADS_1
Nien Chu sesaat melihat jika kapal yang dimaksud Hyun Zi tak ubahnya seperti perahu terbang raksasa.
Para wanita bercadar sebenarnya ingin mengusir Nien Chu dari tempat ini, akan tetapi kedekatannya dengan Hyun Zi membuat para wanita bercadar hanya bisa diam.
"Ambilah lencana ini, dan tunjukkan pada siapa pun yang ada di sekte Surgawi, agar kau dapat menemuiku kapan pun kau mau," ucap Hyun Zi.
Nien Chu mengambil lencana pemberian dari Hyun Zi, tak lama kemudian dua orang wanita bercadar akhirnya membawa Hyun Zi naik keatas kapal.
"Nien Chu aku berharap akan bertemu denganmu lagi di sekte Surgawi, di sana aku akan mengajak melihat keindahan sekte surgawi tempatku berada," teriak Hyun Zi.
"Aku pasti akan ke tempatmu," Nona Zi," jawab Nien Chu sambil memberikan dua jempol kepada Hyun Zi.
Setelah Hyun Zi berada di atas kapal maka kapal itu pun terbang ke udara dan tak lama kemudian menghilang di balik awan.
Nien Chu kembali ke kediaman saudagar Tang, akan tetapi baru saja dia memasuki pintu gerbang Tang Yin kembali berulah yang membuatnya harus terkena hukuman dari kepala penjaga keluarga Tang.
"Wanita ini benar-benar ingin selalu mencari masalah denganku, baik jika kau memang ingin seperti itu maka aku akan membuatmu jatuh hati padaku, dan aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya sakit hati itu," batin Nien Chu.
"Hari hari telah dilewati Nien Chu sebagai wakil koki keluarga Tang, Nien Chu sama sekali tak menolak jika ada keinginan dari Tang Yin yang selalu ingin mengerjainya, dengan keramah tamahan serta senyuman yang selalu melekat di bibir Nien Chu dalam melakukan perintah Tang Yin, membuat wanita muda itu mulai luluh dan tak melakukan hal buruk padanya lagi, hingga pada satu waktu Tang Yin meminta pada Nien Chu untuk menemaninya pergi ke acara ulang tahun seorang anak dari keluarga Tao yang bernama Tao sio.
"Nien Chu malam nanti aku ingin kau menemaniku ke acara ulang tahun Tao sio dari keluarga Tao, dia adalah sahabat kakak ku sekaligus orang yang aku sukai, aku ingin kau memakai baju ini agar terlihat lebih bersih dan berwibawa," ucap Tang Yin sambil memberikan baju baru kepada Nien Chu.
"Aku ingin kau menjadi pasangan pura-pura ku di sana, dan aku ingin kau membuat Tao sio cemburu padaku," ucap Tang Yin kembali.
"Aku pasti akan memberikan yang terbaik untukmu Nona Tang Yin," ucap Nien Chu.
"Ingat satu hal, karena kau di sana merupakan pasanganku jadi aku ingin kau tak memanggilku dengan sebutan nona cukup memanggilku Yin'er saja," ucap Tang Yin kemudian pergi meninggalkan Nien Chu.
Setelah kepergian Tang Yin, kepala kok kiamat semua percakapan itu segera datang menghampiri Nien Chu.
"Ha .ha..ha.., Kau sangat beruntung Nien Chu karena kau dapat pergi ke acara pesta yang diperuntukkan bagi kalangan atas, tapi ingatlah satu hal, jika kau melakukan kesalahan dan mempermalukan nona Tang Yin disana, maka sepulang dari acara pesta Kau pasti akan tinggal nama," canda kepala koki.
__ADS_1
"Tenanglah paman, di acara pesta nanti aku akan membuktikan jika pemuda dari kelas bawah ini, akan menjadi bintang di acara tersebut," ucap Nien Chu.
Bersambung.