
Malam itu suasana pesta yang tadinya penuh dengan canda tawa, kini berubah menjadi menegangkan karena adanya penyerangan terhadap putri Yuan Hua, hingga membuat sang putri tak sadarkan diri.
Tiba tiba seorang pemuda dari keluarga Fang yang bernama Fang Lang berteriak lantang.
"Aku melihat pemuda itu yang telah menyerang putri Yuan Hua," teriaknya sambil menunjuk kearah Nien Chu.
Fang Lang sendiri merupakan jenius dari keluarga Fang, dimana ayahnya dan ketua Fang Yu merupakan sepupu jauh.
Fang Lang telah lama mencintai Fang yie, dan berkali kali dia telah mengungkapkan perasaan cintanya kepada Fang yie, akan tetapi Fang yie yang merupakan putri sekaligus anak tunggal dari ketua Fang, sama sekali tak merespon cintanya hingga saat melihat Fang yie bersama seorang pemuda dan terkesan akrab, membuat Fang Lang tersulut api cemburu hingga menuduh Nien Chu yang telah melakukan penyerangan terhadap putri Yuan Hua.
Seketika itu kedua orang pengawal sang putri, yang merupakan kultivator ranah tingkat roh langsung menatap tajam kearah Nien Chu.
"Apakah kau yang telah melukai putri Yuan Hua?" tanya seorang pengawal putri Yuan Hua kepada Nien Chu.
"Paman, bagaimana bisa aku menyerang putri Yuan Hua sementara saat itu aku tengah berdansa dengan nona Fang yie, aku rasa tuduhan yang di berikan padaku merupakan akal akalan pemuda itu," jawab Nien Chu sambil menunjuk ke arah Fang lang.
"Lancang!!, berani sekali kau berkata seperti itu padaku!!" teriak Fang Lang yang merasakan kekesalan di hatinya akibat perkataan Nien Chu.
__ADS_1
"Apakah kau bisa membuktikan jika aku lah yang telah menyerang putri Yuan Hua?" tanya Nien Chu.
"Saudaraku semua aku telah melihat jika dialah yang telah menyerang putri Yuan Hua," teriak Fang Lang berapi api.
"Sudah lah Fang Lang kau jangan mengada ada, tak mungkin jika Nien Chu yang melakukan hal itu," ucap Fang yie membela Nien Chu.
Melihat pembelaan Fang yie terhadap Nien Chu, hal itu membuat Fang Lan semakin yakin jika telah terjadi hubungan asmara antara Fang yie dengan Nien Chu.
"Kau...!! karena kau telah menyangkal perbuatanmu itu, maka aku menantang mu untuk bertarung diatas arena," ucap Fang Lang dengan amarah yang berapi api.
"Apakah masalah ini harus di selesaikan lewat sebuah pertarungan?" tanya Nien Chu.
"Takut katamu? kau salah mengartikan ku Fang Lang, karena di dalam hidupku tak pernah ada rasa takut walaupun itu hanya sekecil biji sawi,' ucap nien Chu.
"Bagus, aku ingin pihak keluarga Tao segera menyiapkan arena untuk aku dan Nien Chu bertarung," ucap Fang Lang.
"Aku akan menyiapkan arena pertarungan untukmu saudara Fang Lang," ucap tuan muda Tao sio.
__ADS_1
"Terimakasih saudara Tao," ucap Fang Lang singkat.
Maka hari itu Nien Chu menerima tantangan dari Fang Lang diatas arena pertarungan, yang membuat Fang yie begitu sangat khwatir akan keselamatan Nien Chu.
Fang yie lantas menemui Fang Lang , dan setelah dekat dengan keberadaannya, Fang yie pun berkata.
"Aku ingin kau menghentikan pertarungan ini, karena Nien Chu bukanlah tandingan mu, dan aku heran hanya untuk mengetahui siapa penyerang putri Yuan Hua kau sampai menginginkan pertarungan dengan Nien Chu," ucap Fang yie.
"Aku rasa kau sudah tau mengapa aku melakukan hal ini," jawab Fang Lang kemudian pergi meninggalkan Fang yie.
Sementara itu Tang Yin yang tak ingin Nien Chu terluka, segera mendatangi Tao sio.
"Mengapa pertarungan ini harus terjadi kak Tao, Nien Chu bukanlah tandingan Fang Lang yang di gadang gadang merupakan juara dari turnamen yang akan di adakan oleh 4 keluarga besar," ucap Fang yie.
"Mengapa kau membela Nien Chu, bukankah kau telah mengatakan padaku jika kau dan dia tak ada hubungan apa apa," jawab Tao sio.
"Kak Tao, Nien Chu merupakan putra satu satunya dari orang kepercayaan ayahku, jika terjadi hal buruk padanya maka aku harus mempertanggung jawabkan hal itu kepada ayah Nien Chu, karena aku yang telah membawa Nien Chu ke acara ulang tahunmu," ucap Tang Yin yang juga begitu sangat khwatir akan keselamatan Nien Chu dalam pertarungannya dengan Fang Lang.
__ADS_1
"Yin'er pertarungan ini terjadi karena adanya kesepakatan dari mereka berdua, dan aku hanya menyediakan tempat untuk bertarung bagi mereka," ucap Tao sio.
Bersambung