Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bertemu pangeran Annsher


__ADS_3

Di tempat lain pangeran Zaiya yang tengah menyalurkan energi murni kepada Zhurui dan Anchen yang tengah terluka, dikejutkan dengan puluhan derap kaki kuda yang menuju ke tempatnya berada.


Terdengar suara dari salah seseorang penunggang kuda yang mengatakan jika Goa yang ditempati Zaiya sekarang, bisa dipakai untuk mereka beristirahat.


Zaiya hanya diam, dan tak bisa melakukan apa-apa saat rombongan itu mulai masuk ke dalam Goa, karena saat ini Zaiya tengah melakukan penyaluran energi murninya kepada kedua sahabat Nien Chu yang terluka parah, dengan memakai energi Dewa yang dimilikinya dan penyaluran energi kepada tubuh kedua sahabat Nien Chu itu tak boleh terganggu karena akan fatal akibatnya, jika penyaluran energi murni itu berlangsung setengah jalan.


Pangeran Annsher begitu sangat terkejut melihat pemuda yang waktu itu telah melukai ayahnya, kini berada di dalam Goa bersama Zhurui dan Anchen.


"Ha ..ha...ha..., ternyata kau di sini, dan akhirnya alam berbaik hati denganku dengan mempertemukan kita di tempat ini," ucap pangeran Annsher.


Pangeran Annsher segera mengeluarkan kuatan terkuat yang dimilikinya ke tangan kanan yang menggenggam tinju, untuk melakukan serangan pada pangeran Zaiya.


"Celaka..., apa yang harus kulakukan, aku tak mungkin melepaskan energi murni yang ku salurkan ke tubuh Zhurui dan Anchen, untuk bertarung dengan mereka semua yang ada di dalam goa ini, karena akan membahayakan mereka berdua jika itu kulakukan, dan fatalnya mereka berdua bisa mati."


" Ada baiknya aku bernegosiasi dengan pemuda ini dulu, sampai adanya satu kesepakatan yang menguntungkan kami berdua, dan jika tak menemukan kesepakatan bersama maka terpaksa aku akan mengorbankan Anchen dan Zhurui, untuk menghabisi mereka semua yang ada di dalam gua ini," batin Zaiya.


"Pangeran..., aku memang telah melukai ayah mu waktu itu, tapi aku tak ingin masalah yang terjadi membuat kau melakukan hal bodoh dengan menyerang ku."


"Saat ini aku tengah melakukan penyaluran energi untuk kesembuhan kedua sahabat Nien Chu ini, dan jika sampai kau menyerangku maka kedua pemuda ini akan mati sia-sia."


"Pangeran..., jika kau mengambil tindakan bodoh dengan menyerangku hanya berdasarkan emosi sesaat, maka jangan salahkan aku jika semua yang ada di dalam goa ini akan aku bumi hanguskan hingga menjadi debu, walaupun aku harus mengorbankan Anchen dan Zhurui untuk melakukan hal itu," jawab Zaiya dengan penekanan di perkataannya.


"Kau mengancam ku... !!?"


"Ingat ...!, aku takkan pernah takut dengan semua ancaman yang kau katakan, aku akan melihat dapatkah kau membinasakan kami semua yang ada di dalam gua ini!!" bentak pangeran Annsher.

__ADS_1


Amarah pangeran Annsher semakin menjadi dengan terlihatnya aura kuat pheonix api di tubuhnya.


Pangeran Annfeng yang melihat hal itu segera menengahi dengan datang menuju ke arah pangeran Annsher.


"Putra mahkota..., apa yang kau lakukan ini merupakan tindakan yang tak benar, tujuan kita datang jauh-jauh menuju ke pulau ujung tak bertepi untuk mencari Nien Chu, dan jika dengan menyerang pemuda itu akan membuat Anchen dan Zhurui binasa, maka akan sia-sia pencarian kita sejauh ini karena Nien Chu pasti takkan pernah memaafkan kita," ucap pangeran Annfeng.


"Benar kak..., walaupun Nien Chu tak berada di sini dan menyaksikan apa yang kau lakukan kepada mereka bertiga, akan tetapi Nien Chu pasti akan mencari tahu penyebab kematian ketiganya, dan tentunya hal ini akan membuat masalah baru antara kekaisaran kita dan Nien Chu."


"Kak..., Aku ingin kau menghentikan semua ini, berpikirlah dengan jernih, jangan sampai kejadian akan memicu peperangan antara istana Orgy dan Nien Chu, karena kita tahu sendiri di belakang Nien Chu terdapat pasukan raja serigala iblis kuno dari reruntuhan hutan binatang iblis, yang merupakan pasukan binatang roh yang sangat ditakuti keberadaannya oleh ke 5 kekaisaran besar di benua ini," timpal pangeran Annruo.


Pangeran Annsher terdiam, perkataan kedua adiknya mampu meredam emosi yang ada pada dirinya, diapun lantas menghilangkan seluruh aura menindas yang ada di tubuhnya, dan segera melangkah keluar dari dalam goa tersebut.


"Maafkan atas tindakan pangeran Annsher kepada anda, dan semoga anda tak memasukkan perkataannya di dalam hati," ucap pangeran Annfeng.


Zaiya hanya tersenyum mendengar perkataan dari pangeran Annfeng, kemudian diapun menganggukan kepalanya dan memfokuskan kembali untuk menyalurkan energi murninya kepada Anchen dan Zhurui.


Burung raksasa bertubuh singa menukik tajam setelah mengetahui posisi keberadaan kedua sahabat Nien Chu.


"Mengapa pangeran Annsher dan pasukannya juga berada di Goa itu?, jika mereka melakukan hal buruk kepada ketiga sahabatku yang berada di dalam sana, maka ku pastikan hari ini merupakan hari terakhir mereka hidup," batin Nien Chu.


Hadirnya burung raksasa di depan mulut goa, membuat rombongan pangeran Annsher langsung bersiaga penuh dengan menarik busur panah yang ada pada genggaman tangan mereka, untuk melakukan penyerangan ke pada burung raksasa yang tak jauh di hadapan mereka semua.


Melihat sosok Nien Chu berada di atas burung raksasa, membuat pangeran Annsher mengangkat salah satu tangannya ke atas sebagai isyarat jika seluruh pasukan yang dibawanya tak melakukan tindakan.


"Virgion kau tunggulah di sini, biar aku sendiri yang menuju ke sana," ucap Nien Chu.

__ADS_1


"Baik tuan muda..., dan jika tuan muda memerlukan bantuanku, maka tuan muda tak usah ragu untuk memanggilku," jawab Virgion.


"Baik Virgion...," ucap Nien Chu kemudian turun dari atas punggung burung raksasa bertubuh singa itu.


Dengan membawa Tency di dalam gendongannya, Nien Chu menuju kearah Goa di mana terdapat pangeran Annsher dan rombongannya yang tengah berdiri di mulut goa.


"Sekuat apa sebenarnya Nien Chu..., dan bagaimana dia bisa menaklukkan binatang roh sekuat itu untuk menjadi binatang tunggangannya."


"Untung saja aku mengikuti perkataan adik-adik ku, jika saja Aku menyerang pemuda yang tengah melakukan penyaluran energi murni kepada Anchen dan Zhurui, maka dipastikan akan ada masalah baru yang terjadi antara rombonganku dan dirinya," batin pangeran Annsher.


Nien Chu menghentikan langkahnya tepat dihadapan pangeran Annsher dan berkata. "Aku ingin kau membuka jalan bagiku karena aku ingin menemui ketiga sahabatku yang tengah berada di dalam sana," ucap Nien Chu dingin tanpa ekspresi.


Pangeran Annsher terdiam sejenak, kemudian menyuruh rombongannya untuk membuka jalan bagi Nien Chu.


Melihat rombongan pangeran Annsher telah membuka jalan baginya untuk dapat masuk ke dalam goa, dengan ketenangan nya Nien Chu pun mulai berjalan melewati pangeran Annsher.


"Aku telah mencari mu sampai ke tempat ini karena ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan mu," ucap sang pangeran.


Mendengar perkataan sang pangeran, Nien Chu lantas menghentikan langkahnya.


"Aku akan berbicara denganmu setelah aku menemui ketiga sahabatku yang berada di dalam goa," ucap Nien Chu kemudian melanjutkan berjalan masuk ke dalam Goa, tanpa sedikitpun menoleh ke arah sang pangeran.


Pangeran Annsher begitu sangat kesal dengan sikap Nien Chu, yang tak mengindahkan perkataannya.


Pangeran Annsher ingin segera meluapkan kekesalannya itu dengan menyerang Nien Chu, akan tetapi keinginannya itu segera ditahannya karena dia tak ingin terjadi perselisihan kembali dengan Nien Chu.

__ADS_1


"Seandainya aku tak pernah berjanji kepada Annchi untuk menyatukan kalian berdua kembali, maka hari ini aku pasti dapat menghancurkan tulang tulang di tubuh mu," batin pangeran Annsher dengan meremas kedua tinjunya.


Bersambung


__ADS_2