Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Keluar dari alam cahaya rembulan


__ADS_3

"Thien Yu aku bukanlah bawahanmu yang dapat kau suruh suruh untuk mencari kekasihmu itu, syukur syukur aku telah membantumu dalam menyelesaikan masalahmu di sini," ucap Yeiyi.


"Yeiyi, atas semua yang kau lakukan padaku aku sangat menghargai dan berterimakasih, kau sudah ku anggap sebagai teman, apakah salah aku meminta tolong pada temanku sekali lagi?" tanya Thien Yu.


Terlihat Yeiyi bersungut sungut dengan permintaan Thien Yu, walau pun kesal Yeiyi tetap melakukan apa yang di inginkan Thien Yu untuk mencari keberadaan putri Meyling.


Dengan menapakkan tangannya ke tanah, Yeiyi mencari tau keberadaan Putri Meyling dengan menggunakan kekuatan illahi hukum tanah.


Sesaat Yeiyi terdiam dan tak berapa lama Yeiyi bangkit berdiri dan berjalan kearah Thien Yu sambil berkata "Kekasihmu sudah pergi dari alam cahaya rembulan, dia sudah tak disini lagi," ucap Yeiyi singkat.


"Mengapa Meyling sebodoh itu dengan meninggalkan alam cahaya rembulan, Akan sangat bahaya baginya jika dia kembali sendiri ke istana lumut, apalagi ketua klan dan pangeran ular danau hitam masih menginginkannya, klan ular danau hitam pasti akan terus memburu dan menangkapnya jika mereka tahu putri Meyling berada di istana lumut.


Mudah-mudahan Lu ying masih bisa mempertahankan istana lumut sebelum aku tiba disana. Secepatnya aku akan menyelesaikan masalah di sini sebelum aku meninggalkan alam cahaya rembulan ini," batin Thien Yu yang merasa khwatir akan keselamatan putri Meyling.


*****


Di sebuah ruangan di dalam menara Jingga, ketua besar menara memberikan Thien Yu sebuah kotak kaca yang di dalamnya terdapat inti api bulan suci.


Melihat inti api itu Thien Yu merasa sangat senang. Dengan keberadaan inti api bulan suci Thien Yu bisa menembus ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi, dan juga dapat menggunakan tinju naga giok ke tingkat terakhir.


"Dengan inti api ini, aku akan selangkah lagi menuju ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi, dan dalam pertarungan tiga tahun yang sudah di tetapkan, aku sudah 100 persen siap menghadapi Huang Qin," batin Thien Yu.


"Trimakasih tetua atas pemberianmu ini," ucap Thien Yu.


"Tuan muda ini adalah hadiah dari kompetisi yang dilaksanakan di menara Jingga, karena anda telah memenangkan kompetisi maka hadiah ini berhak anda terima," jawab sang ketua.


"Aku ingin kau memangil yeiyi ketempat ini, karena aku perlu berbicara dengannya," ucap Thien Yu.

__ADS_1


"Baik tuan muda, aku akan memanggilkan Yeiyi agar ketempat ini," jawab sang ketua menara Jingga.


Selepas kepergian ketua menara jingga, Yeiyi masuk kedalam ruangan yang terdapat Thien Yu disana.


"Yeiyi, aku akan keluar dari alam cahaya rembulan ini karena masih banyak hal yang harus dikerjakan di alam dunia, dan aku akan mengajakmu untuk ikut bersamaku sesuai dengan keinginan leluhur pendiri menara hijau agar aku menjagamu," ucap Thien Yu.


"Thien Yu, sebelum aku bertemu dengan leluhur menara hijau, aku sudah berada di sini dalam kurun waktu yang lama dan tak ada keinginan bagiku untuk meninggalkan alam cahaya rembulan ini, jika kau ingin keluar dari tempat ini pergilah sendiri," jawab Yeiyi.


"Yeiyi, kau sudah ku anggap sebagai temanku, jika kau tak ingin ikut bersamaku maka aku ingin kau menjaga 7 menara yang ada disini agar tak ada perselisihan yang terjadi," ucap Thien Yu.


"Kalau soal menjaga ketentraman alam cahaya rembulan, kau tak perlu risaukan itu," jawab Yeiyi.


"Yeiyi, ada hal yang menjadi pertanyaan yang tersimpan di dalam hatiku tentang mu, mengapa kau bisa mempelajari kekuatan illahi yang sekarang ini ada padamu? tanya Thien Yu.


"Aku sedari kecil telah bersama dengan tuanku, dengan pembelajaran tehnik illahi dari tuanku aku bisa berevolusi dari seekor elang putih salju, menjadi seorang manusia. Kekuatan illahi yang ada padaku hanya 30 persen dari kekuatan sebenarnya, dan hanya kau yang bisa menggunakan kekuatan illahi dengan sepenuhnya, yaitu dapat menggabungkan 4 unsur alam menjadi satu kekuatan yang maha dasyat," jawab Yeiyi.


Setelah mengetahui kebenaran yang ada, Thien Yu kembali berkata kepada Yeiyi.


"Yeiyi, sekali lagi aku mengucapkan banyak terimakasih atas semua yang telah kau lakukan kepadaku, Aku titip guruku Yi Ning, jadikan dia ketua di menara hijau karena besok pagi aku akan pergi dari alam cahaya rembulan ini," ucap Thien Yu.


"Jika kau besok akan pergi maka ambillah ini," ucap Yeiyi sambil melemparkan sebuah lencana bergambar burung elang kepada Thien Yu, lantas dia berkata "Seluruh binatang buas ataupun binatang roh yang berbentuk burung elang di semua alam dapat kau perintahkan untuk membantumu, dengan meneteskan darahmu ke permukaan lencana itu, dan jika kau memerlukan bantuan ku bersam seluruh alam cahaya rembulan, kau tinggal mengalirkan energi murni ke dalam lencana pemberian dariku itu, maka aku akan datang membantumu," ucap Yeiyi.


"Terimakasih Yeiyi atas pemberianmu ini," jawab Thien Yu.


Setelah kepergian Yeiyi, Thien Yu berjalan ke satu ruangan khusus yang telah di minta olehnya kepada ketua menara jingga, untuk dipakainya dalam menembus ranah tingkatan pembentukan tubuh surgawi.


Di dalam ruangan itu Thien Yu mulai melakukan kultivasi, dimana ketiga inti api yang ada di dalam tubuhnya keluar bersamaan dan mulai memutari tubuh Thien Yu.

__ADS_1


Pancaran energi yang sangat kuat, perlahan-lahan keluar dari dalam tubuh Thien Yu, yang membuat udara di dalam ruangan itu di liputi hawa panas yang sangat kuat hingga membuat dinding-dinding ruangan yang ada di dalam tempat itu mulai mengelupas dan terjadi retakan retakan kecil disana.


Pagi pun tiba, Thien Yu telah berhasil menembus ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi yang di inginkannya.


"Akhirnya aku berhasil menembus ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi," ucap Thien Yu kemudian bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan itu.


Setelah berpamitan dengan Yeiyi, serta ketujuh ketua menara termasuk gurunya yang sekarang ini telah menjadi ketua menara hijau, Thien Yu akhirnya pergi meninggalkan alam cahaya nirwana.


Dengan bantuan cincin yang diberikan leluhur menara hijau, Thien Yu berhasil berteleportasi menuju ke istana lumut. Dan betapa terkejutnya Thien Yu saat melihat artefak langit yang dipasang olehnya telah hancur, hal itu membuat Thien Yu mengkhawatirkan orang orang yang berada di dalam istana lumut.


"Sepertinya telah terjadi pertarungan yang sangat hebat di sini, karena sebagian bangunan istana telah hancur dan aku yakin pelakunya merupakan para anggota klan ular danau hitam," bisik Thien Yu.


Thien Yu segera melakukan kontrak darah dengan Lu ying untuk mengetahui keberadaannya.


"Lu ying, dimana kau sekarang?" tanya Thien Yu.


"Tuan muda kau tak usah mencariku, pergilah dari sini karena sangat berbahaya jika anda datang ke tempat ini, aku sekarang menjadi tawanan raja ular danau hitam, kekuatan dari teknik rahasianya benar-benar sangat kuat dan tak bisa ku atasi, hingga saat ini aku terluka parah," jawab Lu ying.


"Apakah putri Meyling bersamamu?" tanya Thien Yu kembali.


"Tuan muda, Sang Putri tak ada di dalam klan ular danau hitam, jika dia berada di sini maka aku pasti dapat merasakan kehadirannya," jawab Lu ying.


Thien Yu segera memutuskan hubungan pembicaraannya dengan Lu ying, dia berpikir sesaat apa yang harus dilakukannya.


"Kemana perginya Mey'er, mengapa dia juga tak berada disini? mudah mudahan keadaannya baik-baik saja. Aku lebih baik menyelamatkan lu ying di dalam klan ular danau hitam sebelum aku mencari Meyling kembali," batin thien Yu.


Setelah berpikir seperti itu, Thien Yu segera melesat cepat menuju ke tempat di mana Lu ying disekap, dengan petunjuk dari kontrak darah yang ada padanya.

__ADS_1


__ADS_2