
Thien Yu tiba di sebuah air terjun yang di sisi kirinya terdapat bidang yang rata, yang cocok buat putri Langyun dalam melakukan penerobosan ranah tingkatan.
Thien Yu membawa putri Langyun ke sisi kiri air terjun dan berkata. "Kau akan melakukan penerobosan mu di sini, dan aku akan membantumu dalam hal itu," ucap Thien Yu.
"Baik, aku akan mengikuti perkataan dan jika aku berhasil menembus ranah tingkat surgawi maka aku akan mengakuimu sebagai guruku," jawab putri Langyun.
"Apa katamu, guru...?, aku tak ingin mengangkat mu sebagai muridku, karena semua tingkah lakumu selama ini tak mencerminkan sebagai seorang multivator sejati, dan aku tak ingin kau menyusahkan ku di kemudian hari.
"Semua yang kukatakan ini, semua itu akan terjadi jika aku berhasil dalam menembus ranah tingkat surgawi, bukan berarti serta merta aku akan menjadi muridmu.
Tapi kupikir pikir tak ada salahnya jika mulai sekarang aku akan menjadi muridmu, tentunya aku akan bangga memiliki seorang guru yang tangguh, kuat dan cerdas.
Aku berjanji kepadamu akan merubah semua sikapku selama ini, dan aku akan meminta maaf kepada semua orang yang telah kusakiti selama ini, semua itu kulakukan karena aku sadar pada diriku sendiri jika hanya kau yang dapat merubah hidupku lebih baik lagi, dan juga dapat membantuku lebih kuat lagi," jawab putri Langyun.
"Aku tak mempunyai pikiran akan mengangkatmu sebagai muridku, hidupku sudah pelik apa lagi di tambah murid yang mempunyai sikap sombong, tak perduli dengan yang lain, dan mempunyai sikap yang selalu ingin menang sendiri serta susah diatur, aku tak membayangkan itu akan terjadi dalam hidupku," ucap Thien Yu.
"Tapi aku bisa merubah itu semua, aku akan mulai menata hidupku di masa depan," ucap putri Langyun.
"Baiklah jika semua hal telah kau pertimbangkan, dan sekarang aku ingin melihat bagaimana seorang murid melakukan penghormatan terhadap gurunya," ucap Thien Yu.
Sesaat Putri Langyun terdiam, dia mengingat kembali beberapa kejadian yang telah dialaminya bersama Thien Yu, termasuk tunduknya Raja gorila emas raksasa kepada Thien Yu.
"Hati kecilku berkata jika pemuda yang berada di hadapanku ini memanglah kultivator kuat, dan aku yakin seyakin-yakinnya Thien Yu dapat menjadikanku seorang kultivator kuat dan pilih tanding, serta dapat merubah hidupku lebih baik lagi," batin putri Langyun.
Tanpa ragu lagi putri Langyun segera datang ke hadapan Thien Yu, kemudian dia pun berlutut dan bersujud tiga kali di hadapan Thien Yu.
Setelah itu dia pun bangkit berdiri dan menggenggam tinju memberi hormat kepada Thien Yu.
__ADS_1
"Terimalah hormat ku guru!" ucap putri Langyun.
"Aku terima penghormatan mu dan mulai sekarang aku adalah gurumu, tapi itu hanya berlaku selama aku berada di alam Vioni ini, dan di masa depan ikatan guru dan murid akan berakhir dengan sendirinya," jawab Thien Yu.
"Terimakasih atas semua kebaikanmu guru," ucap putri Langyun.
Putri Langyun tak serta merta menerima pernyataan Thien Yu yang akan menjadi guru sementara baginya, jauh di dalam lubuk hati sang putri dia tak ingin menganggap Thien Yu sebagai guru sementara baginya.
"Jika kau dapat menjadikanku lebih baik lagi, dan dapat menjadikanku lebih kuat maka ikatan guru dan murid akan selamanya ada dihati ku, persetan dengan keinginanmu untuk menjadikanku murid sementara, aku akan tetap menganggapmu guru selamanya bagiku," batin putri Langyun.
Setelah perbincangan yang terjadi, Thien Yu segera menyuruh putri Langyun agar melakukan meditasi di tempat itu.
"Sekarang bermeditasi lah, aku ingin sore ini kau melakukan penerobosan ke ranah tingkat Surgawi, karena masih banyak hal yang harus kita kerjakan termasuk mencari tempat keberadaan mata air Dewi Zhao Quin.
"Baik guru, aku akan melakukannya," jawab putri Langyun.
Melihat putri Langyun tengah melakukan meditasi, Thien Yu segera mengeluarkan batu inti roh cacing neraka dari dalam cincin ruangnya, dan juga mengeluarkan beberapa batu energi serta batu binatang roh yang banyak terdapat di dalam cincin ruangnya, semua itu untuk membantu putri Langyun dalam melakukan penerobosan ke ranah tingkat Surgawi.
Thien Yu segera menebarkan semua batu tersebut di sekitar keberadaan Putri Langyun berada, kemudian dia pun duduk bersila di belakang putri Langyun dalam membantu Sang Putri untuk menyerap semua energi dari batu yang telah di tebarkan nya itu.
Tengah malam terlihat adanya tanda tanda dari sang putri yang akan melakukan penerobosan tingkat, hal itu membuat Thien Yu menghentikan memberikan energi murninya ke pada putri Langyun.
Dan pada akhirnya malam itu putri Langyun dapat melakukan penerobosan ke ranah tingkat surgawi. Perlahan sang putri membuka matanya dan menatap tajam kearah Thien Yu.
"Guru aku telah melakukan penerobosan tingkat keranah surgawi," ucap putri Langyun dengan senyum keceriaan yang mengembang di bibirnya.
Thien Yu hanya menganggukkan kepalanya dan sedikit menyunggingkan senyuman di bibirnya saat mendengar perkataan putri Langyun. Thien Yu masih memikirkan sesuatu hal yang ada di dalam tubuh putri Langyun.
__ADS_1
"Bagai mana bisa ada kekuatan yang sangat besar tersegel di tubuh putri Langyun, terus siapakah yang telah menyegel kekuatan besar itu," batin Thien Yu.
"Guru, apa yang tengah kau pikirkan," tanya putri Langyun tiba tiba.
"Tak apa apa, aku hanya tengah berpikir bagaiman cara untuk menemukan mata air Dewi Zhao Quin di dalam hutan yang sangat lebat ini," jawab Thien Yu berbohong.
Thien Yu sengaja berbohong agar putri Langyun tak mempertanyakan kekuatan besar yang ada di dalam tubuhnya.
"Yun'er sekarang beristirahatlah karena kau telah mengeluarkan banyak energi dalam melakukan penerobosan ranah tingkatan, dan besok pagi kita akan pergi ketempat di mana kelompok rombongan daratan langit berada," ucap Thien Yu.
"Baik guru," jawab putri Langyun tanpa sedikitpun membantah perkataan dari Thien Yu.
Setelah putri Langyun pergi beristirahat, Thien Yu segera melakukan meditasi kemudian rohnya melesat keluar dari tubuhnya dan masuk kedalam cincin penyimpanannya untuk menemui peri Lilia sahabatnya.
"Tuan muda apakah ada yang bisa kubantu hingga kau datang ke tempat ku ini?" tanya peri Lilia.
"Peri Lilia sahabatku, aku melihat adanya kekuatan besar di tubuh putri Langyun yang tersegel, apakah kau mengetahui mengenai kekuatan besar yang berada di tubuh putri Langyun?" jawab Thien Yu balik bertanya.
"Putri Langyun merupakan ras peri murni, dan di dalam tubuhnya terdapat kekuatan Hati janin suci, yang merupakan kekuatan terkuat dan tak terbatas yang di miliki para peri.
Sebelumnya kedua orang tua putri Langyun telah menyadari akan adanya kekuatan besar di tubuh putrinya, merekapun langsung menyegel kekuatan maha dasyat tersebut karena kekuatan besar itu hanya dapat di gunakan jika putri Langyun telah menembus ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi, jika segel itu di lepas sebelum putri Langyun menembus ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi, maka tubuh putri Langyun akan hancur dan menghilang menjadi debu," jawab peri Lilia menjelaskan.
Thien Yu akhirnya menyadari mengapa kekuatan besar di tubuh putri Langyun dapat tersegel, dan atas informasi yang di berikan putri Lilia membuat Thien Yu memutar akal agar putri Langyun yang merupakan muridnya sekarang ini, dapat menembus ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi guna mengaktifkan kekuatan besar yang ada di dalam tubuh nya.
Setelah berpamitan dengan peri Lilia, roh Thien Yu kembali ketubuh kasarnya.
"Pasti ada cara lain yang dapat di gunakan dalam membantu putri Langyun menembus ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi, dan aku harus mencari tau cara tersebut," batin Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung