Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan sengit


__ADS_3

Asap hitam yang merupakan perwujudan dari Lu ying menyerang para petinggi klan ular, sehingga para petinggi klan ular sangat terganggu dalam melakukan formasi pemecah langit.


Para petinggi klan ular secara bersama-sama menyerang Lu ying, hingga pertarungan pun terjadi dengan sangat sengitnya.


Lu ying kembali pada wujud manusianya, dan dengan sebuah pedang di tangannya, Lu ying kembali menyerang 10 petinggi klan ular tanpa sedikitpun merasa gentar.


Walaupun Lu ying hanya seorang diri tapi dia mampu mengimbangi pertarungan dengan 10 petinggi klan ular, malah sebaliknya Lu ying kini berhasil mendesak ke 10 petinggi klan ular yang menjadi musuh tarungnya.


Di dalam segel yang dibuat Lu ying, tampak Raja Hi Bing begitu sangat gusar pada seluruh petinggi klan-nya, karena sampai saat ini mereka masih belum juga memberikan formasi pemecah langit yang diinginkannya.


Dan betapa kesalnya lagi sang raja klan ular, saat melihat Thien Yu telah berhasil membunuh binatang roh kesayangannya yang berwujud ular raksasa tanpa sedikit pun rasa belas kasihan.


Melihat ular raksasa kesayangannya telah mati, raja Hi Bing segera melesat ke arah Thien Yu dengan memberikan tusukan serta tebasan mematikan ke arahnya, yang membuat Thien Yu terseret beberapa meter ke belakang akibat benturan kedua senjata yang terjadi.


"Raja Hi Bing...!!, aku tak menyangka jika kau yang merupakan seorang pemimpin klan ular, bertindak sangat memalukan seperti ini!, kau memilih untuk menjilat ludah yang telah kau buang, dengan mengikut sertakan seluruh anggota klan mu dalam melawanku!!.


Raja Hi Bing apakah kau takut menghadapi ku seorang diri hingga kau melibatkan mereka semua?" tanya Thien Yu.


"Anak muda, jika dalam suatu peperangan besar semua strategi itu wajib di gunakan, apa pun bentuknya yang bisa membuat kemenangan maka harus dilakukan. Walaupun kau mengatakan jika aku tak tahu malu aku tetap dengan strategi yang ada dalam pikiranku, yang penting aku bisa mendapatkan kemenangan yang kuinginkan," jawab raja Hi Bing.


"Baik jika itu yang kau inginkan, maka bersiaplah untuk menerima kematian mu!!" ucap Thien Yu sambil melompat ke udara dan menebaskan pedang penguasa malam ke arah raja Hi Bing.


Melihat serangan yang menuju kearahnya, raja hingga segera menangkis serangan pedang Thien Yu dengan tongkat trisula yang ada di tangannya, hingga ledakan energi pun kembali terjadi.

__ADS_1


Kali ini pertarungan kembali berlanjut, tendangan, pukulan maupun terjangan mewarnai pertarungan antara dua kultivator kuat itu.


Thien Yu tak ragu lagi menggunakan segenap kemampuannya untuk menghadapi raja Hi Bing yang memang tingkat kultivasinya sudah sangat mumpuni.


Tiba tiba saja raja Hi Bing melakukan gerakan yang sangat tak terduga, yaitu melakukan satu putaran tubuh hingga menimbulkan angin kencang, dan tak lama kemudian tubuh raja Hi Bing menghilang bersama terciptanya sebuah angin topan yang langsung memporak porandakan tempat itu, termasuk segel yang di buat Lu ying sebelumnya.


"Angin ini begitu sangat kuat, di samping itu petir yang berada di dalam pusaran angin setiap saat bisa melukaiku, aku harus tetap waspada dan menjaga jarak dengannya," batin Thien Yu dan langsung menebaskan kembali pedang penguasa malam kearah angin topan yang berada tak jauh darinya.


Cahaya berbentuk bulan sabit yang merupakan efek tebasan dari pedang penguasa malam, melesat cepat kearah angin topan yang kini mengarah cepat ke arah Thien Yu.


Tebasan itu mendarat telak ke angin topan, akan tetapi serangan Thien Yu sama sekali tak berefek pada angin topan tersebut, malahan petir yang keluar dari dalam angin topan semakin kuat memburu Thien Yu, dengan susul menyusul menuju kearahnya yang membuat Thien Yu kelabakan dalam menghadapi serangan petir tersebut.


Suara petir menggelegar dan memekakkan telinga, kubangan besar tercipta saat petir petir yang keluar dari dalam angin topan menghantam ke tanah.


Thien Yu mengerahkan kekuatan illahi hukum api dengan menggunakan seluruh kekuatannya agar dirinya tak terisap masuk kedalam pusaran angin, hingga tubuhnya mengeluarkan api seperti terbakar oleh kekuatan illahi hukum api yang di gunakannya. Tampak aura panas yang tercipta mampu menahan sedotan kuat dari angin topan yang semakin lama semakin membesar.


"Aku tak bisa bertahan dengan kondisi ini, jika terus seperti ini malah aku yang akan terluka oleh serangannya," batin Thien Yu.


"Aku akan menggunakan tehnik pedang terhebat yang di miliki ayahku, yang selama ini belum pernah ku gunakan," batin Thien Yu kembali.


Thien Yu mengeluarkan 3 inti apinya sekaligus, dan langsung di arahkan pada pedang penguasa malam.


Dengan kondisi sulit yang di alaminya akibat tekanan kuat dari angin topan yang terus menghisap masuk kedalam pusarannya, Thien Yu dengan kuat menebaskan pedang penguasa malamnya kedepan, sambil berteriak

__ADS_1


"Rekah jiwa pemusnah!!".


Dari tebasan Thien Yu muncul bayangan pedang raksasa berwarna emas, yang langsung membelah pusaran angin topan, hingga pusaran itu terbelah menjadi dua bagian.


Dari kejauhan para anggota klan ular yang melihat hal itu seakan tak percaya, jika tehnik terkuat yang di miliki rajanya dapat di patahkan oleh seorang anak muda.


Tapi mereka harus percaya akan hal itu, karena apa yang mereka lihat merupakan kenyataan yang harus mereka semua sadari.


Selepas hancurnya pusaran angin topan, terlihat raja Hi Bing berdiri dengan memegangi dadanya.


Thien Yu yang sangat kesal atas kelakuan raja Hi Bing yang mengingkari kesepakan, tanpa membuang kesempatan yang ada diapun kembali menyerang pimpinan klan ular dengan tehnik 6 rasi bintang.


Tubuh Thien Yu terpecah menjadi 6 bagian dengan rupa yang sama, yang mengelilingi raja Hi Bing dengan jarak tertentu, kemudian mengunci raja Hi Bing di dalam segel 6 rasi bintang hingga membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.


Di dalam segel 6 rasi bintang, raja Hi Bing berusaha sekeras mungkin untuk membebaskan diri, tapi segel yang membelenggunya begitu sangat kuat hingga dia terus memaki Thien Yu agar membebaskannya.


"Cepat lepaskan aku!!, jika kau seorang kesatria, kita bertarung kembali secara jantan!!" teriaknya.


Belum sempat raja Hi Bing mendapat jawaban dari Thien Yu, tiba tiba saja dia melihat beberapa bayangan Thien Yu telah melesat kearahnya.


Raja Hi Bing sangat terkejut saat merasakan kepalanya tengah menggelinding di tanah, dan semakin terkejutnya lagi saat matanya melihat kearah tubuhnya yang telah terpotong potong beberapa bagian.


Raja Hi Bing baru menyadari jika Thien Yu telah melukainya, hingga pada akhirnya diapun tewas di tempat.

__ADS_1


__ADS_2