Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Mendapatkan teratai nirwana


__ADS_3

Thien Yu di tangani para elf yang mempunyai kemampuan dalam tehnik penyembuhan tingkat tinggi, secara bersama sama memberikan energi khusus pada Thien Yu agar energi yang berada pada tubuh Thien Yu dapat pulih seperti sedia kala.


Akan tetapi seluruh elf yang mengobati Thien Yu merasa heran, karena Thien Yu tak sedikitpun merespon maupun menyerap energi yang mereka berikan, efeknya Thien Yu tetap tak sadarkan diri.


Sementara itu Thien Yu yang berada di bawah alam sadarnya, bertemu dengan sosok yang sangat mirip dengan dirinya, dia tak lain adalah Yan Lan sang ayah.


Thien Yu menyadari jika yang ada dihadapannya adalah sang ayah, diapun akhirnya berlutut sambil memberi hormat.


"Ayah telah lama aku menantikan kehadiranmu untuk datang menemuiku, akhirnya apa yang ku impi impikan itupun terjadi juga, kau akhirnya datang menemuiku," ucap Thien Yu.


"Putraku, semua yang terjadi sudah di takdirkan, aku mati sebelum melihat kelahiran mu, tubuh dan roh ku sebenarnya telah sirna akan tetapi aku belum dapat pergi dengan tenang sebelum aku memberikan Bunga teratai nirwana padamu," ucap Yan Lan.


"Maksud ayah? tanya Thien Yu.


Bunga teratai nirwana adalah kekuatan dengan energi tanpa batas yang sanggup memberikanmu energi murni tanpa kau harus mencarinya, kau akan dapat meningkatkan kekuatanmu lebih jauh lagi dan dapat menjadikanmu seorang penguasa sejati di semua alam.


Selain itu teratai nirwana juga dapat memberikan penyembuhan kepada seseorang yang terluka parah, walaupun orang itu sudah di vonis tak dapat di sembuhkan lagi.


Putraku, aku akan memberikan teratai nirwana padamu dan aku ingin kau menggabungkan teratai nirwana dengan tehnik jari matahari sehingga kekuatan penyembuhan nya semakin sempurna, hingga pada saat kau menyembuhkan seseorang yang sekarat kekuatan teratai nirwana tak akan melukai ranah jiwamu, di samping itu jika kau berhasil menggabungkan teratai nirwana dengan tehnik jari matahari, maka diapun akan menjadi kekuatan penghancur tanpa batas yang akan sulit di cari tandingannya, karena kekuatan itu sudah setara dengan kekuatan yang dimiliki Dewa terkuat di nirwana.


Setelah kau menguasainya aku ingin kau menggunakan kekuatan itu di saat terdesak saja, karena kehancuran yang di keluarkannya begitu luar biasa, putraku hanya itu titipan dariku gunakan kekuatan itu dengan bijak.


Putraku selamat atas anugrah dari para Dewa yang akan menjadikanmu Dewa jendral perang langit di masa depan, Ayah dan ibumu sangat bangga padamu," jawab Yan Lan.


"Ayah aku akan mengikuti semua perintahmu, dan aku akan menyatukan teratai Nirwan dengan tehnik jari matahari sesuai dengan keinginanmu," jawab Thien Yu.

__ADS_1


"Bagus, ayah sangat senang mendengar perkataanmu putraku, sedari itu bersiaplah aku akan memberikan teratai nirwana padamu," ucap Yan Lan.


Thien Yu melakukan meditasi di bawah alam sadarnya, tiba tiba saja sebuah bunga teratai berwarna emas seketika itu keluar dari tubuh Yan lan dan masuk kedalam tubuh Thien Yu hingga lenyap tak tersisa.


Thien Yu merasakan kehangatan yang sangat luar biasa di tubuhnya dari energi tanpa batas yang tak pernah di rasakan nya, lautan dantian ganda nya pun langsung bereaksi dan meluas, yang membuat seluruh kekuatan yang ada padanya berlipat lipat kuatnya, termasuk kekuatan illahi yang selama ini menjadi kekuatan terkuatnya.


"Putraku teratai nirwana telah merasuk kedalam tubuhmu, maka aku telah sampai pada tujuan hidupku yaitu menjadikanmu pemilik teratai nirwana.


Kau bisa berlatih di tempat ini dengan semua bakat yang kau miliki, dan setelah satu minggu kemudian kau akan kembali tersadar dengan sendirinya, putraku aku pamit untuk selamanya," ucap Yan Lan.


Tak lama kemudian seorang wanita cantik muncul di sisi Yan Lan, dia adalah putri Xing Xia Lin ibu Thien Yu.


Thien Yu menyadari jika yang ada di hadapannya merupakan kedua orang tuanya, dengan cepat diapun berlari kearahnya, akan tetapi seperti ada jarak yang memisahkan antara dirinya dan kedua orang tuanya sehingga Thien Yu tak dapat meraihnya, karena kelelahan Thien Yu akhirnya menghentikan larinya.


"Putraku, kau setampan ayahmu dan pada akhirnya aku bisa melihatmu dewasa walaupun hanya sekejap, aku ingin melihat kau menjadi seorang kesatria sejati dan tak tertandingi di semua alam, dan satu hal yang ku minta darimu putraku, jika kau mendapatkan keturunan dari semua istri-istrimu di masa depan walaupun itu merupakan dari ras manusia, elf, Dewi, dan ras apa pun itu, aku ingin kau menyatukan dan memberitahukan kepada mereka jika kau adalah ayahnya, dan kau wajib untuk menyatukan mereka semua," ucap putri Xing Xia Lin.


Tak lama kemudian tubuh kedua orang tuanya pun memudar dan Thien Yu pun tau jika saat ini merupakan hari terakhir pertemuannya dengan kedua orang tuanya yang telah tiada.


"Selamat jalan ayah, ibu, aku pasti sangat merindukan kalian berdua," ucap Thien Yu dengan meneteskan air matanya.


Setelah kepergian kedua orang tua yang sangat dicintainya itu, Thien Yu segera berkultivasi melakukan penggabungan antara teratai Nirwana pemberian ayahnya dan kekuatan jari matahari yang merupakan teknik turun temurun dari keluarga nya.


Thien Yu duduk bersila dan memejamkan matanya, tiba tiba saja bayangan teratai emas yang merupakan teratai Nirwana langsung membungkus tubuhnya.


Tak lama kemudian dari tubuh Thien Yu keluar cahaya putih yang menyilaukan mata sebesar bola kaki, di samping cahaya itu muncul 12 jarum emas milik Thien Yu, jarum jarum itu seketika berinteraksi dengan tubuh Thien Yu hingga membuat sebuah teratai emas muncul tiba-tiba dan berusaha untuk saling mengikat satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Thien Yu berusaha menyatukan kekuatan besar itu dengan terus melakukan kultivasi, hingga kedua kekuatan itu perlahan lahan saling mendekatkan diri.


Sementara itu di dataran langit, putri Langyun terus menemani Thien Yu, dia selalu berada di dekat sang pemuda untuk menemaninya, dan tak pernah sedikitpun meninggalkan Thien Yu walau sesaat, kecuali sang putri pergi membersihkan diri.


Telah 3 hari Thien Yu tak sadarkan diri, dan putri Langyun tetap menemaninya.


Di suatu malam pangeran Langtian datang ketempat Thien Yu berada, dia sangat iba melihat adiknya yang tertidur di kursi sambil menggenggam tangan Thien Yu.


Pangeran Langtian pun datang mendekati putri Langyun dan membangunkannya. "Yun'er bangunlah," ucap pangeran Langtian.


Putri Langyun pun bangun karena mendengar panggilan sang kakak, diapun menatap sang kakak dengan mata yang masih terasa ngantuk.


"Ada apa kak?" tanya sang putri.


"Aku tak ingin kau sakit dengan keadaan mu yang seperti ini, kau jangan menyiksa diri dengan menunggu Thien Yu dengan cara ini, jika Thien Yu tau kau terus menunggunya dengan cara seperti ini dia pasti akan marah, dari para elf di balai pengobatan ini aku mendengar jika kau tak menyentuh makanan sedikitpun, apakah kau akan menyiksa dirimu terus menerus karena tak makan?" jawab pangeran Langtian.


"Kakak, aku tau yang aku lakukan, semua ini kulakukan karena aku mencintainya," ucap sang putri.


"Aku telah mendengar dari tetua Sanghao jika selama ini cintamu hanya bertepuk sebelah tangan padanya, Thien Yu tak pernah menganggapmu orang yang spesial dihatinya, dan hubungan kalian berdua hanya sebatas guru dan murid tidak lebih.


Sadarlah adikku, kau tak akan pernah mendapatkan cinta darinya, cinta Thien Yu telah tertambat pada hati seorang wanita yang datang bersamanya ke alam inti vioni ini, yang sekarang ini tengah di sekap di dalam kastil iblis darah. Adik, aku inginkan kau tak mengharap cinta Thien Yu lagi, lepaskan lah dia dengan pilihan hatinya" ucap pangeran Langtian.


"Kakak selama orang tua kita tiada, aku selalu bersedih dan menganggap semua orang tak ada yang baik di mataku selain dirimu, aku tak pernah ceria, dan tawaku serata senyumanku hampir tak pernah terdengar di wajahku.


Dengan bersama Thien Yu aku dapat merasakan kebahagiaan, tawa dan keceriaanku pun selalu hadir mewarnai hari-hariku, Thien Yu dapat mengajarkanku menjadi seorang wanita seutuhnya yang mampu menghargai sesama, hingga penghuni daratan langit yang dulu membenciku karena sikapku yang semena kena kepada mereka, kini berubah menyayangiku.

__ADS_1


Kakak jika aku tak mendapatkan cinta Thien Yu, maka seumur hidupku aku tak akan pernah jatuh cinta lagi, biar hatiku ini terkunci untuk lelaki manapun," jawab putri Langyun.


Bersambung.


__ADS_2