
Suasana memanas, para pasukan yang tadinya bertempur, kini masing masing kubu menjauh dari pertarungan yang akan terjadi, karena mereka tau jika pertarungan itu bukan lah pertarungan biasa melainkan pertarungan bergengsi antar dua kekaisaran besar di benua permata hijau.
Thien Yu yang melihat adanya kesempatan untuk bertarung dengan salah satu orang yang telah menggulingkan kekaisaran giok di masa lampau, langsung menyerang dengan cepat kearah jendral Shang Yang.
Kecepatan serang yang di tunjukkan Thien Yu membuat jendral Shang Yang terkejut, diapun buru buru menangkis serangan pedang penguasa malam dari Thien Yu.
Bom...!!
Jendral Shang Yang terseret beberapa meter kebelakang, dan merasakan tangan yang memegang tombak terasa kesemutan.
"Aku dapat merasakan jika tingkat kekuatan pangeran negeri phoenix tak dapat di remehkan, aku akan bertarung dengan seluruh kekuatan dan kemapuan yang kumiliki, agar aku dapat membalaskan dendam putraku padanya," batin jendral Shang Yang.
Jendral Shang yang menancapkan tombaknya ketanah, maka terciptalah 3 prajurit perang raksasa bersenjata lengkap dengan masing masing prajurit menggenggam sebuah golok di tangannya. Sementara tubuh jendral Shang Yang seketika itu berselimutkan aura emas yang membentuk perisai di tubuhnya.
Thien Yu sangat paham dengan tehnik yang di gunakan oleh jendral Shang Yang, karena sebelumnya Shang mu pernah menggunakan tehnik itu dalam menghadapinya.
"Aku tak bisa main main dalam menghadapi jendral nomor satu yang di miliki kekaisaran Glory ini, karena menghadapi putranya saja aku harus menggunakan kekuatan teratai ilahi dalam melumpuhkannya, dan sepertinya kekuatan jendral Shang Yang berkali kali lipat dari kekuatan Shang mu," batin Thien Yu dan kemudian menyerang ketiga prajurit raksasa jendral Shang Yang.
Berkali kali pedang penguasa malam berbenturan dengan golok yang berada di tangan prajurit raksasa, hingga percikan bunga api bertaburan di dalam pertarungan itu.
Kali ini Thien Yu kembali di kejutkan dengan serangan cepat yang di lakukan oleh jendral Shang Yang yang menuju kearahnya, setahunya jika pengguna tehnik seperti yang di lakukan Shang mu padanya, sang pengguna tehnik itu hanya diam dan tak ikut bertarung. Tapi kali ini berbeda, jendral Shang Yang malah ikut menyerangnya bersama ke 3 prajurit yang dibuatnya.
Thien Yu berjumpalitan kebelakang untuk menghindari serangan tiba tiba dari jendral Shang Yang, dan sebuah sabetan tombak yang membentuk cahaya berbentuk bulan sabit dari jendral Shang yang harus terpaksa di sambutnya.
Tinju naga giok yang di lepaskan Thien Yu beradu dengan cahaya berbentuk bulan sabit yang mengarah padanya, hal itu membuat Thien Yu dan jendral Shang Yang sama sama terseret jauh kebelakang.
__ADS_1
Melihat Thien Yu terseret kebelakang, membuat ketiga prajurit raksasa segera melesat cepat sambil menebaskan golok mereka kearah Thien Yu, hingga Thien Yu harus bergulingan di tanah untuk menghindari serangan cepat yang di lancarkan ketiga prajurit perang kuno yang di miliki jendral Shang Yang.
"Aku harus secepat keluar dari keterpurukan ini, aku akan menggunakan salah satu tehnik dari ayahku untuk untuk melumpuhkan ketiga prajurit perang itu. Segel kurungan kegelapan," ucap Thien Yu sambil menapakkan kedua telapak tangannya di tanah.
Seketika itu ketiga prajurit perang yang di miliki oleh jendral Shang Yang, terkurung di dalam segel berupa tabung dengan simbul aksara yang berada di dalam dinding tabung.
Simbol aksara itu langsung menyerap energi hidup dari ketiga prajurit perang jendral Shang Yang, yang membuat ketiga perajurit itu berusaha untuk keluar dari segel dengan menghancurkan dinding segel menggunakan golok yang berada di genggaman tangan mereka.
Tapi usaha yang di lakukan para prajurit itu sia sia, karena dinding segel tak tergoyahkan jangankan hancur, retak pun tidak terlihat.
Thien Yu sangat mengagumi kekuatan segel kurungan itu. Dan diapun ingin menggunakan kembali segel kegelapan yang juga di berikan ayahnya di dalam cincin ruang pemberiannya.
"Segel kegelapan" ucap Thien Yu.
Segel tercipta dihadapan Thien Yu dan kali ini tabung yang sama kembali tercipta. Tak lama kemudian dari dalam segel berhamburan keluar tengkorak tengkorak putih yang langsung menuju kearah jendral Shang Yang.
"Aku harus menghindari tengkorak tengkorak putih itu, karena daya ledakan yang di timbulkan saat bersentuhan dengannya begitu sangat besar," batin jendral Shang Yang dengan rasa khwatir yang menyelimutinya.
Dengan mengibaskan tombaknya maka angin bertekanan tinggi langsung memporak porandakan tengkorak putih yang mengarah padanya.
Untuk sesaat jendral Shang Yang dapat bernapas dengan lega, akan tetapi raut wajahnya seketika itu berubah saat melihat kearah perajurit perangnya.
Ketiga prajurit perang jendral Shang mu semakin terpuruk dengan kondisi yang sangat mengkhwatirkan.
Energi hidup yang mereka miliki semakin berkurang, karena terserap oleh simbol yang berada didinding segel yang mengurung nya.
__ADS_1
Apalagi segel itu mulai mengecil, yang membuat ruangan bagi ketiga prajurit perangnya semakin sempit.
Jendral Shang Yang segera melesat cepat kearah segel tabung yang mengurung ke tiga prajuritnya, dengan maksud menghancurkan segel yang telah di buat oleh Thien Yu.
Akan tetapi langkanya tertahan saat melihat ribuan tengkorak putih yang telah menghadang jalannya.
Jendral Shang Yang hanya bisa pasrah saat melihat ketiga prajurit perangnya telah hancur, bersama menghilangnya segel yang telah mengurungnya.
"Thien Yu kau telah memaksaku sampai ke titik ini, akan ku tunjukkan bagaimana kuatnya teknik turun-temurun dari keluargaku, walaupun di dalam melakukan teknik itu aku pun akan ikut mati, tapi aku akan membawamu ikut serta dalam kematianku itu," batin jendral Shang Yang.
Jendral Shang Yang segera mengiris lengannya hingga darah segar keluar dari dalam nadi tangannya yang terputus.
Darah itu di pergunakan nya sebagai darah persembahan bagi para leluhurnya.
Tak lama kemudian tubuh jenderal Shang Yang berubah merah, dengan otot-otot tubuhnya yang menonjol keluar.
Jendral Shang Yang sekarang menjelma menjadi sesosok raksasa, dengan tubuh kekar yang dimilikinya.
Seluruh prajurit tengkorak putih yang menyebar di udara, langsung menuju ke arah jendral Shang Yang hingga terdengar dentuman ledakan berkali-kali di tempat itu.
Ledakan berkali kali di tubuh jendral Shang Yang sama sekali tak berefek baginya, semua itu karena adanya perisai pelindung yang menyelimuti tubuhnya.
Jendral Shang Yang tak tinggal diam, dia melesat cepat kearah segel tabung yang tercipta dan melakukan tebasan kuat di sana.
Segel tabung itupun hancur terkena tebasan tombak dari sang jendral, hingga membuat prajurit tengkorak putih yang tadinya bertebaran di udara ikut lenyap.
__ADS_1
Melihat hal itu Thien Yu langsung menyerang balik kearah jendral utama kekaisaran Glory, yang berakibat pertarungan mereka berdua kembali terjadi.
Bersambung