
Hari itu juga dengan bantuan bahan penunjang dan beberapa pil elexsir dari cincin ruang Thien Yu, putri Syin Yin mulai melakukan kultivasi menaikkan ranah tingkatannya dari ranah tingkat alam puncak, menjadi ranah tingkat emperor awal.
Semua itu berkat bantuan peri cantik yang berdiam di dalam cincin ruang Thien Yu, dia adalah peri Lilia yang memberikan bahan penunjang tanpa sedikitpun di ketahui keberadaannya oleh putri Syin Yin.
Setelah melihat Syin Yin tengah melakukan kultivasinya, secara diam diam Thien Yu mengeluarkan batu inti binatang Dewa pemberian peri Lilia sewaktu berada di dalam cincin ruangnya, dan meletakkannya tak jauh dari tempatnya berkultivasi.
Thien Yu kemudian menanggalkan semua pakaian yang di kenakannya, sehingga tak ada satupun benang yang melekat di tubuhnya.
Thien Yu mulai duduk bersila dalam melakukan penyerapan inti binatang Dewa, sekaligus untuk menyembuhkan dantiannya yang rusak dengan tehnik jari matahari yang di milikinya.
Tak lama berselang, kedua belas jarum emas bertebaran di udara yang membuat Thien Yu menatapnya sesaat. "Aku harus secepatnya melakukan pembentukan Dantian baru sebelum Syin Yin tersadar," gumamnya.
Tak lama kemudian Thien Yu memejamkan matanya untuk melakukan penyerapan batu inti binatang Dewa.
Sesaat kemudian cahaya keemasan seketika keluar dari dalam batu inti binatang Dewa, dan secara perlahan merasuk kedalam tubuh Thien Yu.
Sudah sehari semalam mereka berdua berada di dalam ruangan kultivasi itu, hingga batu inti binatang Dewa yang di serap Thien Yu menyisakan debu yang tertumpuk di hadapannya.
Kedua belas jarum emas yang masih mengambang di udara, seketika itu melesat kesemua titik yang telah di tentukan Thien Yu sebelumnya, untuk melakukan perbaikan Dantian Thien Yu yang rusak.
Hari ketiga Thien Yu mulai tersadar dan membuka matanya perlahan, dia merasakan jika Dantian yang berada di dalam tubuhnya telah sembuh seperti sediakala.
Dengan cepat Thien Yu meraih pakaiannya kembali, kemudian memakainya dan setelah itu meninggalkan ruangan kultivasi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian Thien Yu kembali kedalam ruangan kultivasi dengan keadaan tubuh yang bersih dan wangi.
Tak berapa lama setelah kedatangan Thien Yu, putri Syin Yin menerobos dari ranah tingkat alam puncak menjadi ranah tingkat alam emperor awal.
__ADS_1
"Untung saja aku tak keduluan Syin Yin, jika dia duluan yang melakukan penerobosan dan melihatku dengan keadaan bugil, pasti dia akan bertanya tanya macam macam tentang hal itu padaku," batin Thien Yu sambil menghembuskan napasnya dengan keras.
Tak lama kemudian Syin Yin membuka matanya dan langsung melihat kearah Thien, Yu yang tengah berdiri di hadapannya.
"Dengan riangnya putri Syin Yin bangkit berdiri dan langsung memeluk Thien Yu. "Kak Thien aku berhasil melakukan penerobosan keranah tingkat emperor, trimakasih atas semua bantuanmu," ucap Syin Yin sambil memberi kecupan manis di bibir Thien Yu.
"Selamat atas penerobosan mu sayang, dan sekarang aku ingin kau segera mandi karena wangi tubuhmu telah memudar," ucap Thien Yu dengan senyum meledek.
Mendengar perkataan Thien Yu membuat putri Syin Yin marah sekaligus malu terhadap kekasihnya itu. "Tunggulah di sini kak Thien, aku akan membuatmu terpesona padaku saat kau melihatku nanti," ucap putri Syin Yin sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
Benar saja apa yang dikatakan putri Syin Yin, saat dia datang kembali keruangan itu Thien Yu tak dapat berkedip melihat kejelitaan kekasihnya itu. Tampak putri Syin Yin begitu cantik dan anggun di matanya.
"Kau begitu sangat cantik sayang, aku sampai tak mengenali jika yang ada di hadapanku adalah kekasihku sendiri," ucap Thien Yu.
Putri Syin Yin segera menghampiri Thien Yu, dan menyandarkan kepalanya di bahu kekar Thien Yu sambil memeluk tangan kanannya.
"Kau benar sayang untuk apa kau berada disana, sementara keamanan mu juga belum tentu terjaga dari para kultivator kekaisaran Glory yang pastinya akan memburumu, setelah banyaknya rentetan kejadian antara klan mu dan kekaisaran Glory," ucap Thien Yu.
Tiba tiba saja suara terdengar memotong pembicaraan mereka berdua. "Biarkan putri Syin Yin bersamaku disini untuk menemaniku," timpal suara itu.
Terlihat ratu Yan Ling telah berada di dekat mereka berdua dengan sebuah keranjang makanan di tangannya.
Mengetahui jika sang ratu berada di tempat itu, putri Syin Yin dan Thien Yu segera melakukan penghormatan dengan menggenggam tinju memberi hormat.
"Bangkitlah, aku terima penghormatan kalian," ucap sang ratu sambil menaruh keranjang makanan di lantai ruangan itu, karena tak ada satupun meja dan kursi yang berada di dalam ruangan kultivasi yang mereka tempati saat ini.
__ADS_1
Dengan cekatan putri Syin Yin membuka keranjang makanan, dan mengeluarkan semua isi di dalamnya, kemudian menyusunnya di lantai ruangan itu dengan sempurna.
Mereka bertiga pun duduk mengelilingi makanan yang telah tersusun rapi. Sambil makan mereka bertiga bercakap cakap.
"Ibu, aku tak keberatan jika keberangkatanku menuju benua semesta biru tanpa adanya Syin di sisiku, karena jika dia ikut bersamaku pasti akan banyak bahaya yang menantinya disana, tapi semua itu tak bisa kuputuskan sendiri, karena keputusan Syin Yin berangkat kembali ke kerajaan cahaya nirwana berada di tangannya," ucap Thien Yu.
Ratu Yan Ling menatap kearah putri Syin Yin, sambil berkata. "Tinggallah bersamaku disini Yin'er, aku ingin menurunkan semua ilmuku padamu, karena di masa depan kaulah yang akan menjadi pendamping Thien Yu dalam memimpin kekaisaran ini," ucap ratu Yan Ling.
"Aku akan tetap di kekaisaran pheonix bersama ibu," jawab Syin Yin dengan senyumannya yang khas.
"Trimakasih sayang, dengan kehadiranmu di kekaisaran pheonix, ibu pasti tak akan kesepian lagi," ucap sang ratu.
"Tanpa kehadiran Syin Yin bersamaku, aku bisa mendapatkan wanita lain disana," timpal Thien Yu tiba tiba.
Tak di sangka oleh Thien Yu, candaannya tadi di tanggapi dengan serius oleh putri Syin Yin.
"Kak Thien kau boleh mendapatkan seberapapun wanita yang kau inginkan, tapi aku minta satu permintaan darimu, jadikanlah aku wanita nomor satu di hatimu," jawab Syin Yin dengan polosnya.
Thien Yu hanya terdiam dan tak bisa berkata apa apa, dia melihat jika Syin Yin begitu serius dalam menanggapi perkataannya, hingga sang ratu menengahi dengan mencairkan suasana kembali.
"Sayang, pangeran Thien Yu cuma bercanda denganmu, kau jangan mengambil hati perkataannya," ucap ratu Yan Ling.
"Tak apa apa ibu, aku tau kak Thien adalah seorang kaisar besar di masa depan, yang memerlukan beberapa wanita untuk menghibur, menyenangkan dan mendampinginya mengatur kekaisaran di masa depan, dan aku pasti akan selalu mendukung kak Thien di setiap langkahnya di masa depan," jawab putri Syin Yin sambil menggigit bibir bawahnya, menahan rasa perih hatinya saat mengatakan hal itu.
Thien Yu tersenyum memandangi wanita cantik di hadapannya itu, dia tau jika apa yang di katakan putri Syin Yin hanya sebatas mulut dan tidak di hatinya yang terdalam, karena Thien Yu mengerti sekali jika tak ada satupun wanita di dunia ini yang mau berbagi hati dengan wanita lain.
__ADS_1
Thien Yu menarik tubuh putri Syin Yin kedalam pelukannya dan berkata, "Aku berjanji padamu sekarang dan di masa depan, kau lah wanita nomor satu di hatiku," ucap Thien Yu dengan tak memperdulikan sang ratu yang ada di tempat itu.