
Pertarungan antara Nien Chu yang merupakan murid baru di akademi bulan suci, dengan Wucian utusan dari kekaisaran dataran langit sebentar lagi akan berlangsung.
Semua mata mengarah kepada para petarung yang berada diatas arena, termasuk Liu kang dan Jin Si Tae yang merupakan teman sekamar Nien Chu, mereka hanya dapat menggelengkan kepalanya karena kebodohan Nien Chu yang ingin bertarung dengan Wucian, yang sudah berada di ranah Dewa.
Mereka berdua tak menyangka jika Nien Chu yang bukanlah apa-apa, harus berhadapan dengan Wucian yang merupakan kultivator ranah tingkat dewa.
"Saudara Jin Si Tae, apakah aku tak salah melihat pertarungan yang akan terjadi ini, Nien Chu akan menghadapi seorang kultivator di tingkat ranah Dewa, apakah dia telah bosan hidup dan ingin mempermalukan dirinya sendiri," ucap Liu Kang dengan tertawa kecil sambil meremehkan Nien Chu.
"Aku juga merasa heran, mengapa ketua akademi memperbolehkan pertarungan ini terjadi, sementara jika Nien Chu kalah dalam pertarungan ini maka martabat akademi ini akan hancur di mata lima negara besar," jawab Jin Si Tae.
"Aku rasa setelah kekalahan Nien Chu hari ini, maka dia akan diusir dari Akademi dan itu merupakan kabar Baik bagiku, karena aku akan menjadi ketua dari semua murid baru yang berada di akademi ini, dan kau akan kuangkat sebagai wakil ku sehingga dapat bersama sama mengatur seluruh murid baru di akademi ini," ucap Liu Kang.
Keduanya pun tertawa dengan apa yang menjadi rencana mereka berdua.
Sementara itu di podium utama, kepala akademi menatap tajam ke arah Nien Chu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku percaya kau mempunyai kemampuan karena itu seluruh martabat dan kemuliaan akademi ini berada di pundak mu, Nien Chu Aku ingin kau tak mengecewakan ku dengan mengalahkan utusan dari kekaisaran dataran Langit Itu," batin ketua akademi sambil menghela nafas panjang.
Kedua petarung telah berdiri di atas arena dengan posisi saling berhadapan satu dengan yang lainnya, tampak tatapan Wucian begitu sangat menindas pada Nien Chu, melihat akan hal itu Nien Chu tetap tenang dan tak takut sama sekali melihat tatapan itu, dan bahkan Nien Chu membalas tatapan menindas itu dengan senyuman di bibirnya.
Wucian begitu terpancing dengan senyuman di bibir Nien chu, yang baginya terlihat seperti meremehkan keberadaannya di atas arena.
"Aku akan menghilang kan senyuman di wajahmu itu sesaat lagi, karena aku akan membuatmu menghilang dari muka bumi ini," batin Wucian.
Tetua Bao yang berada di atas arena memberikan aturan pertarungan yang akan terjadi.
__ADS_1
"Pertarungan ini merupakan pertarungan persahabatan antara negeri dataran langit dan istana akademi bulan suci.
Diharapkan tak ada saling membunuh di dalam arena ini, dan barang siapa dari kalian yang keluar dari dalam arena pertarungan, maka yang keluar arena akan dinyatakan kalah dan harus siap menerimanya.
Jika sudah ada lawan yang tak berdaya dan tak bisa melanjutkan pertarungan, maka petarung yang unggul harus segera menghentikan pertarungan yang terjadi, semua itu demi kebaikan kita semua," ucap tetua Tao Bao.
"Aturan yang telah dibuat ini harus dipatuhi dan tak boleh di langgar, agar tercipta kedamaian di kedua kubu," ucap ketua Tao Bao sambil menghantamkan telapak tangannya keatas lantai arena, sehingga tercipta sebuah pelindung yang membungkus arena tersebut agar benturan energi yang nantinya terjadi, tak sampai merembes sampai keluar arena.
Tetua Tao Bao melesat keluar dari dalam arena pertarungan, yang bertanda jika pertarungan itu telah dimulai.
"Nien Chu aku akan menghabisimu hari ini sehingga kau akan lenyap dari dunia ini," ucap Wucian
"Kau jangan sesumbar seperti itu Wucian, aku takut malah kau yang akan menghilang dari dunia ini," jawab Nien Chu dingin.
Wucian segera mengeluarkan ranah Dewa dari tubuhnya, kemudian dengan cepat melesat ke arah Nien Chu.
Seluruh penonton yang ada, baik para murid senior maupun ketua dan tetua akademi, dibuat sangat terkejut melihat ranah tingkatan yang dimiliki Nien Chu saat ini, mereka selama ini tau jika Nien Chu hanya berada di ranah roh, akan tetapi tak disangka sangka Nien Chu telah berada di ranah suci, dan dia berhasil mengelabui seluruh penghuni akademi dengan menyembunyikan tingkat kekuatannya.
Liu kang dan Jin Si Tae membelalakkan matanya saat mengetahui ranah tingkat kekuatan Nien Chu, dan mereka berdua begitu sangat menyesal telah memprovokasi Nien Chu sewaktu di dalam hutan larangan.
"Benarkah yang kulihat ini saudara Jin Si Tae, Nien Chu sebenarnya seorang kultivator ranah suci yang menyembunyikan ranah tingkatannya," ucap Liu Kang.
"Benar, kita tak salah lihat, Nien Chu ternyata seorang kultivator di ranah suci, saudara Liu Kang untung saja sewaktu di dalam hutan larangan Nien Chu tak menghancurkan kita berdua karena telah memprovokasi nya, jika saat itu dia melakukan penyerangan terhadap kita berdua, maka bisa dipastikan kita akan binasa walaupun kita dibantu oleh seluruh murid baru yang ada di akademi," jawab Jin Si Tae dengan pandangan matanya yang tak lepas dari arena pertarungan.
Zhurui menatap pertarungan yang terjadi, dia pun tersenyum kecil saat melihat Nien Chu mampu mengimbangi pergerakan Wucian.
__ADS_1
"Kau tak akan pernah paham betapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Nien Chu, Wucian, walaupun kau menang di ranah tingkatan yang perbedaannya bagai langit dan bumi, akan tetapi Nien Chu didukung oleh tehnik kuat dan kekuatan besar yang ada di tubuhnya, dan itu akan menjadikan mu seorang ranah tingkat dewa yang akan menyesali telah menjadikan Nien Chu lawan tarung mu," batin Zhurui.
Sementara itu di dalam arena pertarungan, jual beli serangan menggunakan tangan kosong terus berlanjut. Wucian yang diunggulkan dalam pertarungan itu, kenyataannya sampai beberapa menit berlalu belum bisa memberikan kekalahan bagi Nien Chu.
Wucian yang dijuluki sebagai Dewa pedang di kekaisaran dataran langit, segera mengeluarkan pedang emas yang merupakan artefak langit dari dalam cincin ruangnya.
Dengan menggunakan pedang itu Wucian kembali menyerang Nien Chu dengan ganas.
Nien Chu pun tak tinggal diam, pedang penguasa malam pun telah keluar dari tubuhnya, dengan menangkis semua serangan yang dilakukan oleh Wucian, sehingga pertarungan kembali terjadi dengan sengit.
Wucian begitu murka, karena sampai saat ini dia belum bisa menaklukkan Nien Chu yang hanya berada di ranah suci.
Diapun lantas meloncat ke udara dan menghantamkan pedang emasnya ke depan sambil berteriak lantang.
"Tebasan bilah surgawi".
Angin di sekitar tempat itu seketika memadat dan membentuk sebuah angin bercahaya emas yang berjumlah ratusan dengan wujud berbentuk bulan sabit.
Melihat adanya serangan mematikan ke arahnya membuat Nien Chu tak tinggal diam, diapun memutar tubuhnya dan menghantamkan pedang penguasa malam ke arah bilah-bilah angin tersebut.
"Tebasan semesta," teriak Nien Chu.
Seketika itu juga bayangan pedang raksasa dari pedang penguasa malam yang ada di dalam genggaman tangan Nien Chu, menuju ke arah ratusan bilah angin yang menyerangnya.
Bayang pedang penguasa malam langsung menyapu bersih serangan bilah bilah angin yang di ciptakan oleh Wucian, hingga kedua kultivator yang tengah bertarung itu terseret beberapa meter ke belakang beberapa meter kebelakang akibat benturan energi yang terjadi.
__ADS_1
Semua penonton yang menyaksikan pertarungan itu begitu takjub dengan pertarungan yang terjadi, terlihat senyuman yang mengembang di bibir kepala akademi melihat Nien Chu masih bisa bertahan dan mengimbangi Wucian.
Bersambung.