
Di dalam tempat yang sangat asing baginya Dewi Giok mendengar suara Nien Chu tapi tak melihat bentuk dan rupa nya.
"Aku tak selemah seperti waktu kita bertemu pertama kali, walaupun kau memiliki jantung Lotus es yang diberikan Kaisar paviliun langit, kau pun tak akan mampu untuk mengalahkanku."
"Dewi Giok..., Aku tak ingin menyakitimu karena kau pernah mengampuni nyawaku setelah aku melakukan hal buruk padamu, sekarang yang ku inginkan untuk membawamu ke sisiku sebagai salah seorang wanita yang ku sayangi, maka menyerahlah," ucap Nien Chu dengan penekanan di perkataannya.
"Nien Chu..., kau memang memiliki kekuatan hebat, dan peningkatan kekuatan mu itu begitu sangat pesat, jadi aku berharap bisa mengalahkanmu dalam pertarungan ini," ucap Dewi Giok.
Hati Lotus es yang dahulu di berikan kaisar paviliun langit, kini telah berada di telapak tangan Dewi giok, yang membuat ilusi yang berada di tempat itu seketika lenyap berganti dengan butiran butiran salju yang entah dari mana datangnya.
Nien Chu seketika itu muncul di hadapan Dewi Giok, dengan senyuman di bibirnya.
Seluruh penonton yang tadinya tak bisa melihat keberadaan mereka berdua karena berada di dalam alam ilusi, kini dapat menyaksikan lagi jalannya pertarungan, dan ketegangan para penonton semakin terlihat jelas saat menyaksikan kekuatan teratai es yang berada di telapak tangan Dewi Giok.
"Cepat kau keluarkan kekuatanmu yang terkuat Nien Chu, atau kau akan menyesalinya..!!" hardik Dewi Giok.
Nien Chu terdiam dan berpikir sejenak apa yang harus dilakukannya. "Aku rasa cukup dengan bermain perasaan aku pasti bisa mengalahkan Dewi Giok." batin Nien Chu.
Nien Chu sengaja tak menggunakan sedikitpun kekuatannya, agar menghindari terjadinya ledakan energi yang tentunya akan merugikan salah satu pihak.
Dengan adanya pengalaman dengan beberapa wanita sebelumnya, Nien Chu yakin bisa menaklukkan Dewi Giok dengan perasaan Dewi Giok terhadap nya.
"Nien Chu jika kau masih tak ingin mengeluarkan kekuatanmu, maka jangan salahkan aku!!" teriak Dewi Giok kemudian melompat keudara dan melepaskan Hati Lotus es kearah Nien Chu.
Nien Chu tak melakukan pergerakan apapun, malah terlihat Nien Chu memejamkan matanya sehingga membuat Dewi Giok seperti diremehkan.
Pakaian Nien Chu berkibar dengan sangat keras, dan di permukaan kulitnya pun kini telah timbul serpihan serpihan es, saat hati Lotus es begitu sangat dekat dengan dirinya.
Tiba tiba saja Dewi Giok mengibaskan tangannya kedepan, maka hati Lotus es berubah arah dan kini menuju ke pelindung artefak langit yang melindungi para penonton yang menyaksikan pertarungan.
Pelindung artefak langit berbenturan dengan Hati Lotus es, yang membuat pelindung artefak langit membeku, dan tiba tiba saja...!!
"Prak...!!"
__ADS_1
Pelindung artefak langit retak dan hancur seperti kaca yang berbenturan dengan benda Karas, sehingga aura energi dingin yang berada di dalam arena pertarungan, menyebar ke udara dan mengarah kepada para penonton.
Para perwira tinggi dari kekaisaran pheonix yang berada di tempat itu, segera bahu membahu untuk menetralkan Aura dingin yang sangat kuat, yang kini menuju ke arah para penonton yang menyaksikan pertarungan luar biasa itu.
Pada akhirnya para perwira tinggi mampu menetralkan Aura dingin yang penyebar di udara, sehingga membuat mereka semua dapat bernapas dengan lega.
Jendral Jatayu begitu sangat terkejut melihat artefak langit miliknya, hancur di tangan seorang wanita dari kekaisaran mutiara hidup.
"Kekuatan wanita itu begitu sangat hebat, belum tentu aku mampu untuk mengalahkannya," batin jendral Jatayu.
Tiba tiba saja jendral Gong Lang mendekat kearah jendral Jatayu sambil berkata.
"Sudah lah kau tak usah pikirkan lagi artefak pelindung itu karena yang menghancurkan artefak itu merupakan salah satu wanita tuan muda kita. Mungkin saat ini Dewi Giok tengah kesal kepada tuan muda kita sehingga Amarah nya begitu meluap luap.
"Coba kau lihat, jika Dewi Giok tak mempunyai rasa kepada tuan muda kita, tak mungkin serangannya yang begitu kuat di alihkan ketempat lain, dan aku rasa setelah ini Dewi Giok akan pergi meninggalkan arena pertarungan," ucap jendral Gong Lang.
"Sepertinya apa yang kau katakan benar adanya, tuan muda Nien Chu memang penuh pesona sehingga para wanita begitu menginginkannya, selain tampan dia juga mempunyai kekuatan yang tak terbatas, sampai sampai wanita sekuat Dewi Giok tak bisa menurunkan tangan kepadanya," ucap Jendral Jatayu.
"Jendral Jatayu, menurut firasatmu bagaimana dengan perjodohan yang terjadi antara Putri Violin dan Tuan muda Nien Chu?" tanya jendral Gong Lang.
"Aku ingin melihat sang putri yang keras kepala itu, serta permaisuri yang saat ini benar-benar membenci tuan muda, mengetahui jika tuan muda Nien Chu merupakan pemilik sah kekaisaran Pheonix, apa kah mereka berdua masih akan bersikap angkuh dan sombong kepada tuan muda kita...?" tanya jendral Gong Lang.
"Aku rasa kau telah memiliki jawabannya sehingga aku tak usah lagi untuk menjawabnya," ucap jendral Jatayu.
Sementara di atas arena, Dewi Giok terlihat bingung dengan dirinya sendiri, kejadian di masa lalu telah membuat kebencian terhadap Nien Chu, akan tetapi kebencian itu telah menumbuhkan benih benih cinta di hatinya tumbuh, sehingga membuat Dewi Giok memilih meninggalkan Arena pertarungan.
Semua penonton yang menyaksikan pertarungan seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya di atas arena pertarungan, Dewi Giok yang telah nyata memenangkan pertarungan memilih untuk meninggalkan arena pertarungan, sehingga kemenangan akhirnya jatuh kepada Nien Chu.
Putri Violin yang berada di atas podium begitu sangat heran dengan apa yang terjadi, sehingga putri Violin mengambil kesimpulan jika Dewi Giok mempunyai hubungan Asmara dengan Nien Chu.
Sementara itu setelah turun dari arena pertarungan, Dewi Giok melesat cepat menuju ke hutan kekaisaran pheonix, pikirannya saat ini begitu sangat kalut dengan perasaannya sendiri.
"Kebodohan apa yang telah aku lakukan, mengapa aku tak bisa menyakitinya sementara aku begitu membencinya," ucap Dewi Giok.
__ADS_1
Tiba tiba terdengar suara pemuda di belakang Dewi Giok, yang membuatnya sangat terkejut.
"Apakah kau masih bisa membohongi perasaanmu sendiri, jika kau mencintaiku?" tanya suara itu.
Dewi Giok tau jika suara itu merupakan suara Nien Chu, tanpa melihat kearah sumber suara Dewi Giok melangkah pergi namun tiba tiba cengkraman erat tangan Nien Chu telah memegang tangan kanan sang Dewi, sehingga wanita cantik itu menghentikan langkahnya.
Tak sampai di situ, hentakan kecil tangan Nien Chu membuat Dewi Giok kehilangan keseimbangan, sehingga tubuhnya langsung masuk kedalam pelukan Nien Chu.
Dewi Giok berusaha berontak akan tetapi pelukan erat Nien Chu sama sekali tak bisa di lepaskan nya, hingga membuat sang Dewi terdiam di pelukan Nien Chu.
Dewi Giok berusaha mengatur nafasnya yang memburu, kedekatannya seperti itu telah membuat tubuh Sang Dewi seperti kehilangan seluruh kemampuannya, hingga dia hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya.
Dengan perlahan tangan kanan Nien Chu melalui jari telunjuknya mengangkat dagu Dewi Giok, sehingga wajah sang Dewi pun menengadah ke arah Nien Chu yang membuat hati sang Dewi semakin bergetar hebat.
"Aku mencintaimu..."
Perkataan Nien Chu seperti petir yang bergemuruh di terik matahari, Putri Giok tak menyangka dengan jarak sedekat itu Nien Chu mengungkapkan perasaan cintanya.
Kini bibir Nien Chu semakin dekat dengan bibir sang Dewi, tak ada penolakan sedikit pun darinya, bahkan Dewi Giok kini memejamkan matanya dan merekahkan bibirnya, seperti menantikan apa yang akan di lakukan Nien Chu padanya.
Tak lama kemudian kedua insan yang dimabuk cinta itu saling berciuman, hingga ciuman mereka semakin dalam dan hangat.
Keduanya begitu menikmati ciuman itu, hingga tanpa sadar ciuman Nien Chu telah mendarat di leher jenjang Dewi Giok, yang membuat sang Dewi seperti terbang layang di angkasa yang biru.
Nien Chu tau jika saat ini ada sepasang mata yang tengah melihat apa yang dilakukannya kepada Dewi Giok, yang membuat Nien Chu segera menggunakan kekuatan menembus dimensi dan menghilang dari tempat itu.
Erlang Wang yang sedari tadi melihat apa yang telah dilakukan oleh keduanya, begitu sangat kesal karena Nien Chu telah membawa Dewi Giok pergi dengan keadaan Dewi Giok yang pasrah dengan apa yang akan dilakukan Nien Chu padanya.
"Nien Chu....!! Aku akan membalasmu...!! Teriak Erlang Wang dengan amarah yang memuncak.
Seluruh pepohonan besar ditempat itu telah tumbang ketanah, akibat pelampiasan amarah Erlang Wang yang merasa jika Nien Chu telah merampas wanita yang di inginkannya.
Sementara itu, Nien Chu dan Dewi Giok telah berada di dalam sebuah kamar yang merupakan kamar pribadi Nien Chu selama ini.
__ADS_1
Dewi Giok tak mempermasalahkan di mana keberadaannya saat ini, karena pikirannya telah terfokus pada aksi Nien Chu ke tubuhnya, yang lagi lagi membuatnya melambung tinggi dengan rintihan rintihan kecil yang keluar dari mulut Dewi Giok.
Bersambung.