
Nien Chu menyuruh kaisar Yu Hong membuat sebua menara yang menjulang tinggi ke langit, yaitu satu di tengah kota dan satu di tengah area istana awan.
Semua penduduk kota dan semua petinggi istana serta prajurit tak ada yang mengetahui tujuan pendirian menara itu, hanya kaisar Yu Hong yang mengetahui untuk apa menara tinggi itu dibuat.
Setelah beberapa hari menara itupun jadi, malam hari kaisar Yu Hong dan Nien Chu melakukan rencana bagi istana Awan.
Kaisar Yu Hong menggunakan seluruh kekuatannya untuk menutup istananya dari penduduk kota guna mengikuti rencana Nien Chu.
Sementara itu Nien Chu mengeluarkan kekuatan semesta dan memasukkannya ke dalam kristal iblis hitam, kemudian memasukkan gabungan kekuatan ilahi dan kekuatan teratai nirwana guna membentuk teratai petir, dan ikut di masukkan ke dalam kristal iblis hitam.
Nien Chu kemudian melesat ke puncak menara Dan meletakkan kristal iblis hitam di puncak menara, setelah itu Nien Chu memasang segel di tanah sekitar menara.
Nien Chu kemudian menghampiri kaisar Yu Hong yang telah melakukan tugas yang diberikan olehnya.
Besok pagi aku menginginkan semua orang berkumpul di dekat Menara tanpa terkecuali, dan aku tak menginginkan jika ada dari seluruh prajuritmu dan para petinggi istana yang tak hadir di tempat ini besok pagi," ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda, aku akan melakukan seperti apa yang kau inginkan," ucap Nien Chu.
"Beristirahatlah, karena besok pagi kita akan menjalankan rencana yang telah kita susun," ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda," ucap kaisar Yu Hong.
Akhirnya mereka berdua masuk kembali ke dalam istana, untuk beristirahat.
Keesokan paginya seluruh penghuni istana baik petinggi istana maupun prajurit istana, telah berkumpul di menara yang telah dibuat sebelumnya.
Permaisuri dan putra-putrinya juga ikut berkumpul di dalam menara.
"Apakah semua orang yang berada di dalam istana ini telah berkumpul semua di menara?" tanya Nien Chu.
__ADS_1
"Sudah tuan muda, seluruh penghuni istana telah berkumpul semua di dalam menara tanpa terkecuali," jawab kaisar Yu Hong.
"Jika begitu bersiaplah.., kita akan melenyapkan seluruh iblis yang berada di dalam istana ini," ucap Nien Chu.
Nien Chu kemudian mengaktifkan kristal iblis hitam yang berada di puncak menara, dan tak berapa lama kemudian petir besar keluar dari dalam kristal iblis hitam, dan menyambar seluruh anggota iblis yang berada di sekitar menara.
Tubuh anggota iblis yang terkena sambaran petir hangus menjadi debu, yang membuat semua orang yang berada di tempat itu terkejut, dan membubarkan diri.
Tapi sayang di sekitar menara telah terpasang segel, yang membuat semua orang yang berada di tempat itu tak bisa beranjak dari tempatnya berada.
Jerit ketakutan terdengar dari mana-mana, yang membuat keadaan di sekitar menara sangat mencekam.
Tak ada yang dapat lari dari sambaran petir, karena kristal iblis hitam tak memberikan kesempatan bagi para anggota iblis selamat daripadanya.
Setelah tak ada lagi sambaran petir yang terjadi maka Nien Chu beserta kaisar Yu Hong melesat menuju ke tengah-tengah menara, yang membuat seluruh penghuni istana terdiam melihat sang Kaisar telah berdiri di tengah-tengah mereka.
"Semua yang telah mati terkena sambaran petir merupakan anggota para iblis yang berada di istana, dan saat ini penghuni Istana Awan kunyatakan bebas dari para iblis," ucap kaisar Yu Hong.
Nien Chu dan kaisar Yu Hong kini pergi ke tengah kota Awan di mana terdapat menara yang telah dibuat di sana.
Kejadian serupa terjadi kembali di tengah kota, banyak para iblis yang mati tersambar petir yang membuat kota awan kini aman dari para iblis.
Setelah semua iblis mati, keesokan hari nya Nien Chu menemui kaisar Yu Hong untuk berpamitan.
"Kedua menara yang berdiri itu dapat memberikan perlindungan bagi istana dan kota awan, dan saat ini aku akan pergi meninggalkan istana awan karena masih banyak hal yang harus dikerjakan," ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda.., dan terima kasih atas bantuanmu dalam menumpas para iblis di wilayah kekaisaran binatang buas ini," jawab kaisar Yu Hong.
Nien Chu menganggukkan kepalanya, dan tak lama kemudian dia pun menghilang dari hadapan sang kaisar.
__ADS_1
Nien Chu tiba di istana pheonix untuk melihat keadaan Istana setelah sepeninggalannya.
"Paman biyao bagai mana keadaan istana" tanya Nien Chu saat berada di kediaman penasehat Biyao.
"Keadaan istana kurang begitu baik, putri Violin dan ibunya telah diculik dari istana, dan pelakunya adalah anggota para iblis," jawab penasehat istana.
"Bagaimana hal itu bisa terjadi paman, bukankah di istana penjagaannya begitu sangat ketat? Apa lagi di istana terdapat arai pelindung yang sangat kuat, yang tak mungkin bagi para iblis dengan leluasa dapat menembusnya dan mencuri putri Violin beserta ibunya?" tanya Nien Chu.
"Kau benar yang mulia, para iblis menggunakan para praktisi beladiri bayaran yang bukan anggota iblis, untuk melakukan penculikan pada Putri violin dan ibunya, saat mereka berdua tengah berjalan-jalan di dalam kota pheonix dengan menggunakan kereta kuda".
"Semua ini murni kesalahan ku yang tak memperkirakan masalah ini akan terjadi," jawab Biyao.
"Sudahlah paman, semua sudah terjadi dan kau tak harus menyalahkan diri. Aku rasa ada sesuatu yang di inginkan para iblis dalam penculikan ini, dan kita harus mempersiapkan diri untuk itu semua," jawab Nien Chu.
Biyao kemudian memberikan sebuah gulungan kepada Nien Chu, gulungan itu merupakan pemberian dari seorang penduduk kota yang diutus para iblis untuk memberikan gulungan ini kepada Nien Chu.
Nien Chu menerima gulungan pemberian dari biyao, kemudian membacanya.
"Aku ingin menukar 2 wanita yang berada di tanganku ini dengan krista iblis hitam, aku akan menunggu penukaran itu di hutan perbatasan antara kekaisaran pheonix dan kekaisaran mutiara hidup disisi Utara 3 hari dari sekarang, dan jika dalam tiga hari kau tak muncul maka aku akan membinasakan kedua wanita ini. Tertanda jendral iblis Yikzi".
Nien Chu terdiam dan mencerna kembali apa yang harus dilakukannya, setelah berfikir sesaat Nien Chu pada akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan kedua wanita yang telah disekap oleh para iblis itu.
"Kristal iblis hitam ada padaku, kita tak boleh membiarkan putri violin dan ibunya dalam bahaya, biar bagaimanapun mereka berdua telah di titipkan oleh kaisar pheonix sebelumnya padaku," ucap Nien Chu.
"Penasehat biyao, Aku akan pergi sendiri besok ke perbatasan, Aku tak ingin ada pasukan dari istana yang mengikutiku," ucap Nien Chu kembali.
"Tapi yang mulia ini sangat berbahaya bagi keselamatan yang mulia, karena aku yakin Jenderal iblis Yikzi tak sendiri," jawab Biyao.
"Kau tak usah khawatir ke padaku, aku tahu langkah apa yang harus kulakukan," ucap Nien Chu.
__ADS_1
"Baiklah yang mulia Jika Itu memang telah menjadi keputusan yang mulia," jawab Biyao.
Bersambung.