
Dengan tak adanya penghalang segel dan adanya jalan pintas yang di lalui, pada akhirnya mereka berdua sampai dengan cepat di puncak gunung wongku.
Nien Chu melihat ada 3 bangunan sederhana yang terbuat dari kayu, dengan bunga bunga yang tertata rapi menambah indah ketiga bangunan sederhana itu.
"Di dalam bangunan itu terdapat pangeran ke 3, Ayo kita kesana...," ucap Yihan.
Nien Chu bersama Yihan segera menuju ke arah bangunan yang berada di tengah-tengah bangunan yang lainnya, akan tetapi tiba-tiba saja seorang laki-laki dengan seluruh rambut yang ada di tubuhnya telah memutih semua, menghadang jalan mereka berdua.
"Guru..., ternyata yang telah bertarung melawan guru Cin Ling adalah saudara angkat pangeran ke 3 yang bernama Nien Chu, dan saat ini kami bermaksud untuk menemui Pangeran ketiga," ucap Yihan.
Terlihat laki-laki tua yang dipanggil guru oleh Yihan mengelus-elus jenggotnya sesaat, kemudian dia pun mengulurkan tangannya ke arah Nien Chu.
Melihat uluran tangan dari laki-laki tua tersebut, Nien Chu segera menyambutnya dengan senyum yang menghiasi wajahnya
Akan tetap senyum itu pun langsung hilang setelah Nien Chu merasakan adanya energi yang sangat kuat yang menekan tubuhnya, lewat telapak tangan lelaki tua yang ada di hadapannya.
Nien Chu kini mengetahui jika laki-laki tua itu ingin mencoba kekuatan yang dimilikinya sehingga Nien Chu pun meladeninya. Dengan menggunakan kekuatan Dewa ilahi 4 hukum alam, Nien Chu membalas kekuatan energi dari lelaki tua di hadapannya yang saat ini terus menindas dirinya.
Terlihat perubahan wajah dari laki-laki tua itu saat merasakan kekuatan yang maha dahsyat kini berbalik menyerangnya, hingga perubahan alam seketika itu berubah derastis.
Awan hitam menutupi langit siang itu dengan gemuruh petir di dalamnya, sementara itu angin bertiup sangat kencang hingga mengibarkan baju kedua kultivator kuat yang lain generasi, yang tengah berjabat tangan.
Dan pada akhirnya sebuah ledakan di sekitar keduanya, mengiringi terseretnya kedua kultivator yang saling berjabat tangan.
Tetua Wong Chen merasakan tangan kanannya kesemutan dan sulit untuk digerakkan, akan tetapi dengan rasa malu terhadap pemuda yang ada di hadapannya, dia pun menutup-nutupi rasa sakit itu dengan berkata.
"Kau memang layak sebagai saudara angkat sang pangeran, di usiamu yang sangat muda kau telah memiliki kekuatan yang tak terbatas, wajar saja kau mampu untuk mengimbangi saudariku Cin Ling," ucap tetua Wong Chen.
"Terimakasih atas pujianmu tetua, kekuatan yang ada padaku saat ini masih belum mampu untuk bersaing dengan kekuatan yang anda miliki, dan hanya keberuntungan saja aku bisa mengalahkan tetua Cin Ling waktu itu," jawab Nien Chu merendah.
__ADS_1
"Yihan..., kau bawalah Nien Chu untuk melihat kondisi pangeran ke 3 saat ini," ucap tetua Wong Chen.
"Baik guru," jawab Yihan yang langsung mempersilahkan Nien Chu mengikutinya.
Setelah kepergian muridnya dan Nien Chu, dengan cepat tetua Wong Chen menuju ke kediamannya.
Di sana tetua Wong Chen langsung menelan sebuah pil dan mengerahkan energi murninya ke arah tangan kanan yang tadi berjabat tangan dengan Nien Chu.
"Tak kusangka anak muda itu begitu sangat kuat, kekuatan yang dikeluarkannya tadi begitu sangat menekan ku, seandainya aku tak cepet-cepat melepaskan genggaman tangan ku maka hal buruk pasti akan terjadi padaku," batin tetua Wong Chen seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
Sementara itu, Nien Chu yang telah masuk kedalam bangunan kayu, begitu miris melihat keadaan pangeran ke 3 yang saat ini terkurung di dalam jeruji besi.
Tampak wajah kusam dan mata sayu, serta bola mata yang menatap kosong tanpa gairah hidup menghiasi wajah pangeran ke 3 saat ini.
Dari penglihatannya Nien Chu meyakini jika di tubuh pangeran ke tiga telah tertanam sesuatu yang dapat menguasai tubuhnya, hingga membuat sang pangeran menjadi seperti ini.
"Menurut guruku, ada mahluk roh yang sangat kuat yang saat ini menguasai tubuh pangeran, hanya dengan mengeluarkan makhluk roh itu dari tubuhnya yang dapat membuat pangeran ke 3 pulih seperti sedia kala," jawab Yihan.
"Kakak ipar.., dapatkah kau mempercayaiku dalam menyembuhkan pangeran?" tanya Nien Chu kembali.
Sebenarnya Yihan ragu dengan keberadaan Nien Chu dalam menyembuhkan pangeran ke 3, sementara gurunya sendiri dan tetua Cin Ling tak dapat menyembuhkannya, akan tetapi untuk menghargai Nien Chu sebagai saudara angkat pangeran, membuat Yihan pada akhirnya berkata.
"Jika harus berkata aku masih sangksi dengan keberadaanmu dalam menyembuhkan pangeran ke 3, akan tetapi tak ada salah nya jika kau ingin mencobanya," jawab Yihan.
"Trimakasih Kaka ipar.., jika begitu aku akan mencobanya."
"Kakak ipar.., ada baiknya kau keluar dari ruangan ini, karena di takutkan energi yang tercipta dalam penyembuhan pangeran ke 3, akan membuatmu terluka," ucap Nien Chu.
"Aku akan tetap berada disini, biar bagai manapun keselamatan pangeran masih tanggung jawab ku," jawab Yihan.
__ADS_1
Nien Chu tak bisa berbuat apa apa dengan wanita muda yang ada di hadapannya, karena dia tau jika Yihan merupakan tunangan pangeran ke 3, dan tanpa seijinnya Nien Chu tak dapat menyembuhkan pangeran ke 3.
"Baiklah kakak ipar, aku sarakan jika kakak ipar tak bisa menahan kekuatan energi yang tercipta, maka segeralah keluar dari dalam ruangan ini," ucap Nien Chu.
Setelah melihat Yihan menganggukkan kepalanya, Nien Chu segera melakukan aktifitas nya untuk menyembuhkan pangeran.
Nien Chu segera mengeluarkan ke 12 jarum emas yang di milikinya, dan dengan menggunakan tehnik jari matahari, maka ke 12 jarum emas itu langsung melesat cepat ke ketitik titik syaraf penting di tubuh pangeran ke 3 yang telah di tentukan oleh Nien Chu.
Seketika itu juga tubuh pangeran ketiga menjadi tak bertenaga dan perlahan lahan mulai oleng.
Nien Chu segera mengibaskan tangannya, maka angin lembut segera menahan tubuh pangeran ke 3 agar tak terjatuh ke tanah.
Tubuh pangeran ke 3 saat ini terbaring dengan mengambang di udara. Dengan cepat Nien Chu mengeluarkan pangeran ke 3 dari jeruji besi yang mengurungnya, dan membaringkan pangeran ke 3 ke lantai ruangan.
Setelah memperbaiki posisi sang pangeran, Nien Chu mulai duduk bersila melakukan meditasi.
Tak lama kemudian teratai nirwana keluar dari dalam tubuh Nien Chu, dan berputar pelan di atas tubuh pangeran ketiga.
Nien Chu yang melakukan meditasi, seketika itu mengeluarkan tubuh halusnya dan masuk kedalam tubuh pangeran ke tiga.
Di dalam tubuh pangeran ke 3 Nien Chu melihat kehadiran sosok yang sangat menyeramkan, dengan sebuah tanduk yang ada di atas kepalanya.
"Ternyata yang selama ini berada di dalam tubuh pangeran ke 3, yang membuat nya menjadi seperti ini adalah sosok roh iblis."
"Berarti di dalam tubuh kaisar Zeng Hong bersemayam sosok iblis, sama seperti yang di alami pangeran ke 3," batin Nien Chu.
Bersambung
Saat ini author mulai menulis novel baru yang berjudul pendekar naga es dan pedang surgawi, jika berkenan para sahabat bisa mampir kesana, trimakasih.
__ADS_1