Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Istana danau suci


__ADS_3

Thien Yu terus mengejar cahaya kecil sebesar biji kacang ijo, hingga Thien Yu menemukan bangunan megah di ke dalaman danau itu.


"Ternyata istana pangeran Xihou berada di tempat ini," batin Thien Yu.


Thien Yu melihat kearah cahaya kecil yang menghilang di sisi kiri bangunan istana, dengan cepat Thien Yu menuju kesana.


Akan tetapi pergerakannya di dalam air dapat di ketahui oleh prajurit manusia gurita, yang membuat Thien Yu terkepung dan pada akhirnya terjadi pertempuran di tempat itu.


Melihat banyaknya prajurit manusia gurita yang terus menyerangnya, membuat Thien Yu segera mengaktifkan segel kegelapan di tempat itu.


Tak tanggung tanggung Thien Yu mengeluarkan 12 segel sekaligus, untuk menangani seluruh prajurit manusia gurita yang terus terusan berdatangan dan menyerang kearahnya.


Ke 12 segel kegelapan pun terbentuk, dari dalam segel seketika itu juga mengeluarkan ribuan tengkorak putih, dan langsung menyerang semua prajurit manusia gurita dengan menabrak kan diri.


Alhasil ledakan demi ledakan terjadi membuat prajurit manusia gurita mati, akibat tertabrak prajurit tengkorak putih yang meledakkan diri saat bersentuhan dengan para prajurit manusia gurita.


Melihat para prajurit tengkorak putih telah menguasai keadaan, hal itu memberi kesempatan pada Thien Yu untuk menerobos masuk kedalam istana .


Tapi sayang keinginan itu tak berjalan seperti yang ada di dalam pikiran Thien Yu, 5 jendral tertinggi istana danau suci seketika itu langsung menghadang jalan Thien Yu hingga membuat Thien Yu harus menghentikan langkahnya.


Melihat adanya 5 jendral yang menghadang jalannya, Thien Yu segera mengeluarkan pedang penguasa malam.


"Ke 5 jendral ini sepertinya mempunyai kemampuan diatas rata rata, sedari itu aku harus berhati hati dan secepatnya mengakhiri pertempuran ini agar aku bisa menyelamatkan putri Langyun dari manusia bejad yang bernama pangeran Xihou.


Tak lama kemudian pertarungan pun terjadi diantara jendral istana dan Thien Yu, dengan kekuatan ranah tingkat penempaan tubuh surgawi dan pedang penguasa malam yang berada di dalam genggaman tangannya, Thien Yu berhasil mengimbangi kelima jendral istana danau suci, dan malahan Thien Yu dapat memporak porandakan formasi kelima jendral yang terbentuk.


Satu persatu Thien Yu berhasil membunuh para jendral istana danau suci, yang menyisakan tiga jendral lagi yang mempunyai kekuatan lebih kuat dari dua jendral yang telah di bunuh oleh Thien Yu sebelumnya..


Di tempat lain pangeran Xihou yang mengetahui kedatangan Thien Yu, menyuruh sepasang ular air surgawi yang merupakan pengikut ayahnya sewaktu masih hidup, untuk melenyapkan Thien Yu.

__ADS_1


Sementara itu sang pangeran sendiri menyuruh para pengikutnya agar segera mengadakan pernikahannya dengan putri Langyun secepatnya.


Akan tetapi rencana sang pangeran berubah setelah kedatangan salah satu pengikutnya yang datang menghadap sang pangeran sambil berkata.


"Pangeran, para perwira kita banyak yang mati, dan prajurit tengkorak putih yang merupakan prajurit dari manusia itu telah memasuki istana, dan saat ini telah menghancurkan tempat acara pernikahan pangeran," ucap nya.


"Apa!!?, mengapa bisa terjadi seperti itu!! apa kerja kalian semua hingga para prajurit tengkorak putih itu bisa masuk kedalam istana," bentak sang pangeran.


"Ampun pangeran, prajurit tengkorak putih itu begitu sangat kuat sehingga banyak prajurit kita yang mati, dan sekarang ini prajurit tengkorak putih itu tengah bertempur dengan para petinggi istana," ucap pengikut sang pangeran. (Pengikut sang pangeran merupakan orang orang terpilih, yang mempunyai kekuatan lebih kuat dari para jendral istana danau suci, jumlah merekapun hanya sedikit yang berjumlah 20 orang saja).


"Aku tak perduli dengan kekuatan mereka semua, yang aku inginkan sekarang pemuda itu mati!!. Cepat bunuh pemuda itu untukku!!" perintah pangeran Xihou.


"Baik pangeran!!" setelah memberi hormat, pengikut sang pangeran itu pun pergi dari tempat itu.


"Setelah aku dapat merenggut kehormatan peri itu, dan tubuhku kembali seperti semula, maka aku sendiri yang akan menghadapi mu manusia," batin sang pangeran.


Pangeran Xihou segera melesat pergi menuju kamar putri Langyun, dan masuk kedalam sana.


Putri Langyun yang telah dihias dengan secantik mungkin oleh pelayan istana, membuat pangeran Xihou begitu sangat bergairah melihatnya.


"Apa yang kau lakukan, bukannya kita belum menikah?, dan mengapa kau bisa berada disini sebelum pernikahan kita dilangsungkan?" tanya putri Langyun.


"Aku tak perduli lagi, aku hanya menginginkan kau melayaniku hari ini juga," ucap sang pangeran.


Para pelayan yang mendengar perkataan pangeran Xihou, segera berlarian keluar dari dalam kamar putri Langyun tanpa berpamitan terlebih dahulu.


Selepas kepergian para pelayannya, pangeran Xihou segera mengibaskan tangannya yang membuat pintu kamar sang putri langsung tertutup dan terkunci.


Setelah itu sang pangeran melepas kan pakaiannya, hingga tak ada satu benangpun yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Putri Langyun tak kuasa melihat pangeran Xihou, karena tubuh sang pangeran begitu mengerikan dengan luka luka yang membusuk di seluruh tubuhnya.


Bau busuk yang teramat sangat membuat putri langyun mual dan muntah kembali di tempat itu. Pangeran Xihou tak memperdulikan semua itu, dengan buas diapun menerkam dan menindih tubuh putri Langyun dengan ganas.


Apa yang ada di dalam pikiran sang pangeran seketika itu berubah, pekikan keras seketika keluar dari mulutnya saat kedua tangannya memegang gundukan kenyal yang melekat di tubuh putri Langyun.


"Artefak langit!!, bagaimana bisa dia mempunyai artefak langit yang sangat kuat dalam melindungi tubuhnya!!" pekik sang pangeran.


Pangeran Xihou mundur beberapa langkah kebelakang, dia melihat kedua tangannya telah membiru yang menandakan jika kedua tangannya telah terkena racun dari baju artefak langit yang mempunyai duri duri halus yang melindungi tubuh putri Langyun.


"Aku harus segera menetralkan racun ini, jika tidak nyawaku pasti akan melayang," batin sang pangeran kemudian pergi dari kamar putri Langyun.


Putri Langyun baru menyadari jika baju yang di berikan Thien Yu waktu itu, merupakan pakaian pelindung yang memiliki kekuatan tersendiri hingga pangeran Xihou tak mampu untuk menyentuhnya.


Putri Langyun segera melepas pakaiannya yang berlumuran cairan busuk yang keluar dari luka luka di tubuh pangeran Xihou, kemudian menggantinya dengan pakaian baru yang di keluarkan dari dalam cincin penyimpanannya.


Setelah itu diapun keluar dari dalam kamarnya dan mencari tempat persembunyian yang aman di dalam istana, agar saat pangeran Xihou kembali kedalam kamarnya, sang pangeran tak lagi menemukannya.


Sementara itu, ketiga jendral istana danau suci yang tengah berhadapan dengan Thien Yu, harus mengakui kehebatan Thien Yu yang mampu membuat mereka bertiga harus meregang nyawa di tempat itu.


Setelah kematian ke lima jendral istana danau suci, kali ini Thien Yu harus menghadapi kedua binatang surgawi yang berbentuk ular air yang mengeluarkan warna pelangi di tubuhnya.


Thien Yu menyadari jika kekuatan ular air yang di hadapinya kali ini, merupakan ular kuno peliharaan para dewa di nirwana, yang membuat Thien Yu segera memasang kewaspadaan tingkat tinggi.


Tiba tiba saja suara Gonggo berbisik dari dalam alam batin Thien Yu. " Tuan muda, biarkan aku yang akan menghadapi kedua ular surgawi itu, lebih baik tuan muda pergi kedalam istana guna menyelamatkan putri Langyun," ucapnya.


"Terimakasih Gonggo atas bantuanmu, aku akan menyerahkan kedua ular surgawi itu padamu," jawab Thien Yu.


"Baik tuan muda, aku akan mengurusnya," ucap Gonggo kembali.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2