
Ratu Meyling terdiam dan tak bisa berkata apa apa lagi, dia larut dalam pikirannya sendiri.
"Thien Yu aku ingin menceritakan semua kebohongan yang ku ciptakan selama ini sebelum kau pergi, agar aku tak merasa bersalah kepadamu," ucap sang ratu.
Thien Yu mengernyitkan dahinya dengan perkataan sang ratu, dan juga sangat penasaran dengan apa yang ingin di ceritakan nya, maka Thien Yu pun berkata. "Katakanlah ratu, apa yang ingin kau ceritakan," jawab Thien Yu.
Terlihat ratu Meyling menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya ke luar secara perlahan lahan, diapun menatap kosong jauh kedepan kearah danau yang berair hijau membentang.
"Sebenarnya aku merupakan putri angkat dari raja klan ular danau hijau. Suatu hari pangeran dari klan ular danau hitam datang untuk melamar ku agar aku mau menjadi istrinya, akan tetapi lamarannya ku tolak karena sang pangeran mempunyai sifat kasar, suka mempermainkan hati para wanita di dalam klan, licik dan masih banyak hal buruk pada dirinya yang tak bisa ku ucapkan satu persatu.
Untuk menghindari terjadinya peperangan antar klan ular akibat penolakan ku, ayahku akhirnya mendapatkan solusi dengan memperkenalkan ku kepada sahabatnya yang telah mempunyai seorang putra berusia 10 tahun, dan menyebarkan isu di klan ular jika aku telah mempunyai seorang tunangan yaitu raja kerajaan lumut.
Dalam hal ini, hubunganku dengan raja kerajaan lumut hanya untuk mengalihkan perhatian sang pangeran, agar menyudahi keinginannya untuk memperistri ku dan juga dapat mendinginkan suasana memanas antara klan ku dan klan ular danau hitam.
Ku kira setelah mendengar jika aku telah bertunangan dengan raja kerajaan lumut pangeran ular danau hitam akan berhenti untuk mengejar ku, tapi kenyataan yang ada malah membuat suasana antara kedua klan semakin merenggang, dan sang pangeran secara terang terangan meminta kepada ayahku untuk membawaku ke klan ular danau hitam, agar dapat menjadi istri sang pangeran walaupun sang pangeran tau jika aku telah mempunyai seorang tunangan.
Untuk menghindari semakin memanasnya hubungan kedua klan, aku berinisiatif sendiri untuk pergi ke kerajaan lumut, akan tetapi para anggota klan ular danau hitam masih saja mengikutiku sampai ke sana.
Akhirnya raja kerajaan lumut memberikan solusi agar aku berpura pura menjadi ratu di kerajaannya, dan rencana itu dapat berjalan dengan baik dengan bantuan para jendral yang kini telah tertangkap di alam dunia, tepatnya di kerajaan buluh surgawi.
Aku tak menyangka setelah aku menjadi ratu pura pura di kerajaan lumut, malah membuat malapetaka terjadi di negeri ini, raja dan pangeran klan ular danau hitam melepaskan laba laba iblis ungu ke kerajaan lumut, yang mengakibatkan kacauan hebat sampai sampai raja dan putra mahkota menjadi tumbal keganasan sang laba laba iblis ungu. Setelah kematian raja dan putra mahkota, dengan sendirinya membuatku menjadi pemimpin baru yang menggantikan posisi sang raja yang telah tiada.
Thien Yu seperti itulah kebohongan yang selama ini ku sembunyikan darimu," ucap ratu Meyling mengakhiri ceritanya.
Thien Yu terdiam, dan tak menyangka jika gadis cantik yang berada di hadapannya saat ini, merupakan gadis yang belum pernah tersentuh oleh laki laki alias masih Ting Ting.
"Deg...!!"
Thien Yu tersentak kaget dengan adanya penjelasan cerita dari sang ratu, hal itu membuatnya pusing tujuh keliling. Dari cerita sang ratu secara garis besar menyatakan jika dirinya belum pernah bersuami, dan hanya Thien Yu lah pemuda yang pernah melihat tubuhnya setengah telanjang.
__ADS_1
"Aku harus secepatnya pergi dari kerajaan ini, jika dia memintaku untuk bertanggung jawab dengan apa yang pernah kulihat dari tubuhnya, maka matilah aku..., Oh Dewa jangan kau biarkan aku menikah muda, yang akan membuatku tak bisa bebas seperti sekarang ini," batin Thien Yu.
"Ratu, aku telah mendengar semua cerita mu, dan semoga kedepannya kau bisa mendapatkan lelaki yang bisa menjaga dan menyayangi mu setulus hati. Aku tak bisa berlama lama di tempat ini karena ada hal yang harus ku lakukan di alam dunia," ucap Thien Yu.
Sekali lagi ratu Meyling terdiam, dan hanya matanya yang menatap tajam ke arah Thien Yu.
"Thien Yu apakah kau tak merasakan perasaan ku ini terhadapmu, aku menceritakan semua kebenaran ini agar kau bisa mengetahui jika ada rasa di hatiku untukmu, tak mungkin aku duluan yang mengutarakan cinta karena aku adalah seorang wanita," batin ratu kerajaan lumut.
Terlihat sang ratu menarik napas dalam dalam, dan menghembuskan keluar secara perlahan lahan untuk yang kedua kalinya, hal itu di lakukannya untuk menenangkan hatinya yang saat ini begitu rapuh.
"Thien Yu, jika kau memang ingin meninggalkan kerajaan ini, maka pergilah karena aku tak berhak untuk menahanmu lebih lama lagi di sini," jawab ratu Meyling.
"Trimakasih ratu, jika tak ada lagi yang ingin kau bicarakan, maka aku pamit mohon diri," ucap Thien Yu.
Thien Yu segera mengalirkan energi pada batu pemberian sang ratu, maka portal menuju ke alam dunia pun terbuka. Dengan langkah pasti Thien Yu melangkahkan kakinya kesana.
Thien telah keluar dari dalam portal dan terus berlari cepat menuju ke kerajaan buluh surgawi, tujuannya hanya satu yaitu menemui tetua Yun Leng.
Di kota raja buluh surgawi.
Banyak penduduk Desa yang hilir mudik keluar masuk kota raja kerajaan, dan rata rata mereka membawa barang barang yang akan di jual di sana.
"Ramai sekali kota ini, di pinggiran kota pun banyak terdapat bangunan bangunan besar, tak seperti kota kota kerajaan yang lain, yang rata rata di pinggiran kota nya hanya di tempati para penduduk miskin, jauh dari kata sejahtera.
Thien Yu mendatangi gerbang kota, dan tampak seorang perajurit datang mendekatinya.
"Tunjukan lencana identitasmu!!" ucap prajurit tersebut.
Thien lalu mengeluarkan lencana emas yang terdapat dalam cincin ruangnya dan diberikan ke pada perajurit itu.
__ADS_1
Sang prajurit menatap tajam kearah thien Yu, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya mempunyai lencana sekte pasir es dengan kedudukan tinggi di sana.
Karena rasa penasaran, prajurit itu pergi menghadap pimpinannya.
"Dari mana kau mendapatkan lencana ini?" tanya pemimpin gerbang kota.
"Apakah aku harus mengatakan hal itu," jawab Thien Yu balik bertanya.
"Kau ingin mempermainkan kami!!? perajurit..!! tangkap pemuda ini!!" perintah pemimpin penjaga.
Mendengar perintah pemimpinnya, para perajurit segera mengepung Thien Yu.
"Aku ingin bertemu tetua Yun Leng dari sekte pasir es, jadi kuharap kalian semua tak menghalang halangiku," ucap Thien Yu.
"Jangan dengarkan omongannya!!, tangkap dan jebloskan dia dalam penjara, biar nanti aku yang akan menemui tetua Yun Leng untuk menjelaskan masalah ini padanya," teriak pemimpin penjaga gerbang.
Tiba tiba Thien Yu merasakan aura mematikan merembes dari dalam alam batinnya, dan dengan cepat Thien Yu pun berkata.
"Tahan Lu ying, aku tak ingin adanya keramaian di sini, biarkan tetua Yun Leng yang menjemput ku di dalam penjara, kata guru jika dia melihat lencana yang ada pada pemimpin penjaga itu, maka dia tak akan berfikir dua kali untuk menemuiku," ucap thien Yu.
"Baik tuan muda!!, jika sampai mereka melukai anda walau sedikitpun, maka jangan salahkan aku jika kerajaan dan seluruh sekte yang berada di sini akan ku bumi hanguskan," ancam Lu ying.
"Trimakasih atas pembelaan mu kepadaku Lu ying," ucap Thien Yu kembali.
Sesaat Thien Yu terdiam dan memikirkan perkataan Lu ying. "Jika Lu ying sanggup untuk membumi hanguskan kerajaan ini seorang diri, berarti kultivasi Lu ying sekarang ini sudah berada pada tahap Penempaan tubuh surgawi, setingkat dengan Naga Giok dan ayahku," batin Thien Yu.
Bersambung
Minta bantuannya untuk rate bintang limanya sahabat pembaca semua, trimakasih🙏
__ADS_1