
Seorang komandan prajurit segera masuk dalam istana, untuk melaporkan kejadian di depan gerbang istana kepada jenderal utama kekaisaran.
Jendral Yu Hong yang merupakan Jenderal utama kekaisaran istana awan, begitu sangat geram dengan apa yang telah terjadi di depan gerbang istana Awan, diapun langsung menyuruh jendral Jing Zhou yang merupakan Jenderal Armada tempur terbang istana awan, untuk mengepung keberadaan pemuda pengacau yang memiliki kemampuan luar biasa yang berada di luar istana.
Nien Chu telah mengetahui apa yang akan terjadi setelah pembantaian yang dilakukannya kepada prajurit di gerbang istana awan, sehingga dalam waktu sekejap matahari telah tertutupi oleh banyaknya Armada tempur terbang dari kekaisaran istana awan, yang tempat keberadaan Nien Chu menjadi gelap.
Tak hanya itu, Armada tempur darat istana awan yang dipimpin langsung Jenderal utama mereka, datang dan mengepung keberadaan Nien Chu.
Jendral Yu Hong berjalan mendekati Nien Chu dan berkata. "Tak akan ada yang bisa lolos dari tempat ini setelah membuat kekacauan dan membunuh para prajurit istana awan, apalagi kau bukanlah penduduk yang berasal dari kekaisaran binatang buas."
"Sekarang menyerahlah agar ada sedikit pengampunan dari Kaisar untuk mu," ucapnya.
Nien Chu tahu jika di hadapannya merupakan Jenderal besar di kekaisaran awan, karena melihat baju perang yang dimilikinya berbeda dari baju perang yang dimiliki prajurit kekaisaran istana awan.
"Aku minta kepada jendral untuk mempertemukanku dengan pangeran Erlang Wang, yang telah melakukan kesalahan besar karena telah memperdaya wanita yang ku sayangi".
Jika sampai matahari tenggelam pangeran Erlang Wang tidak melepaskan jiwa kekasihku yang disekapnya, maka malam ini juga istana awan akan ku bumi hanguskan," jawab Nien Chu dengan tatapan dingin ke arah Sang Jenderal.
"Ha..ha..ha..!!, Aku ingin kau terbangun dari mimpimu anak muda, tak semudah itu kau bisa menghancurkan istana ini walaupun kau memiliki kerjasama dengan istana pheonix dalam menghancurkan istana ini".
"Aku sendiri yang akan mencabik cabik tubuhmu karena telah lancang menghina kekaisaran ini," ucap jendral Yu Hong.
Nien Chu tersenyum dingin kemudian mulai memudar di hadapan Sang Jenderal, dan tak lama kemudian suara Nien Chu menggema.
"Masih ada waktu bagimu jenderal untuk dapat melindungi istana ini sampai matahari tenggelam, jika tidak ada respon sedikitpun mengenai etikat baik dariku maka jangan salahkan aku jika apa yang telah kukatakan akan menjadi kenyataan," ucap Nien Chu.
Jendral Yu Hong menggertakkan giginya menahan amarah, melihat pemuda itu dapat lolos setelah membuat kekacauan dengan membunuh prajurit di gerbang istana Awan.
Sore hari di perbatasan kekaisaran binatang buas, tampak di langit gabungan antara pasukan kekaisaran dataran langit dan pasukan istana sihir telah memenuhi angkasa, begitupun juga dengan ratusan ribu pasukan sigrigala iblis kuno yang dipimpin oleh Kurama, juga telah memadati daratan di perbatasan.
Armada tempur darat dataran langit yang di pimpin kaisar Annsher, serta armada tempur istana sihir yang di pimpin langsung oleh pangeran Xi Xio dan putri Yinzi juga telah siap melakukan pertempuran besar, mereka tinggal menunggu perintah dari Nien Chu yang saat ini berada di punggung Virgion.
__ADS_1
Sementara itu Tency yang telah merubah wujudnya menjadi rubah putih ekor tiga raksasa, telah siap dengan pasukan tempurnya yang berupa binatang roh dari dalam hutan, yang sengaja di bawahnya untuk menghancurkan kekaisaran binatang buas.
Di istana Awan, beberapa mata mata di perbatasan dengan tergesa gesa mendatangi Jenderal besar istana Awan.
Mata mata itu berlutut satu kaki dan menangkupkan kedua tangannya memberi hormat sambil berkata. "Jendral pasukan besar entah dari mana rimbanya telah memenuhi perbatasan kekaisaran binatang buas, dan saat ini masih tetap berada di perbatasan dan belum melakukan pergerakan," ucap mata mata dari perbatasan.
"Kurang ajar...!!" ternyata ancaman pemuda itu bukanlah omong kosong belaka, ini tidak bisa di biarkan jika pertempuran ini terjadi maka akan banyak korban yang berjatuhan. Kaisar Erlang Xian harus mengetahui keadaan yang ada," ucap Jendral Yu Hong.
Jendral Yu Hong lantas menemui kaisar Erlang Xian yang saat ini tengah bersama pangeran Erlang Wang.
Jendral Yu Hong menceritakan apa yang telah terjadi di perbatasan, dan besarnya kekuatan musuh yang akan menyerang.
"Kita selama ini tak mempunyai musuh dari kekaisaran lain, sehingga bagaimana bisa tiba tiba saja ada pasukan besar yang ingin menyerang kekaisaran ini?" tanya kaisar Erlang Xian.
"Semua sumber masalah berasal dari pangeran Erlang Wang yang mulia," jawab jendral Yu Hong.
Kaisar Erlang Xian menatap putra mahkota dengan tatapan menyelidik, kemudian sang kaisar berkata.
Pangeran Erlang Wang berjalan kehadapan kaisar Erlang Xian, kemudian dia berkata.
"Pemimpin pasukan besar di perbatasan bernama Nien Chu, dan saat ini jiwa kekasihnya telah ku sekap sehingga dia membawa pasukan besar untuk menyerang istana ini".
"Ayah...!, Aku melakukan ini bukan karena tak ada alasan, Nien Chu merupakan orang yang telah membunuh adikku pangeran Erlang San, dan sudah waktunya bagi kita untuk membalaskan dendam pangeran Erlang San," jawab pangeran Erlang Wang menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari putra mahkota, Kaisar langsung mengeluarkan titah.
"Jendral siapkan semua Armada tempur di setiap lini, malam ini kita akan melakukan peperangan melawan musuh yang berada di perbatasan," perintah kaisar Erlang Xian.
"Titah yang mulia akan hamba laksanakan," jawab jendral Yu Hong kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Tampak senyum tersungging dari bibir pangeran Erlang Wang, setelah mengetahui sang Ayah membelanya.
__ADS_1
*****
Tak terasa matahari mulai tenggelam, dan tak ada berita etika baik dari istana Awan dengan melakukan perdamaian, yaitu dengan melepaskan jiwa Putri Annchi yang di sekap pangeran Erlang Wang.
Dengan berteriak lantang, Nien Chu segera mengerahkan pasukannya menuju ke istana Awan.
Debu tebal berterbangan saat pasukan darat yang dipimpin langsung oleh Nien Chu mulai melakukan pergerakan menuju ke istana Awan.
Disisi lain pasukan besar kekaisaran binatang buas telah menyiapkan diri untuk melakukan perang besar dengan pasukan musuh yang ada di perbatasan, saat melewati perbatasan kedua pasukan itu saling bertemu dan melakukan pertempuran.
Nien Chu yang berada di depan terus menghabisi musuh musuhnya dengan kekuatan ketiga inti apa yang dimilikinya, yang membuat banyak pasukan dari istana Awan yang terbakar menjadi debu.
Nien Chu kini berhadapan langsung dengan jendral Yu Hong, yang menatap dingin kearahnya.
"Akhirnya kita bertemu di peperangan ini, sesuai janjiku aku akan mencabik cabik tubuh mu agar menjadi santapan binatang buas," ucap Sang Jenderal dengan kepercayaan dirinya.
"Jika kau merasa lebih kuat dari ku, maka kau harus terbangun dari mimpi mu. Jendral setelah kematianmu maka Istana Awan akan tunduk di bawah kakiku," ucap Nien Chu dan langsung menyerang ke arah Sang Jenderal.
Pertarungan keduanya pun tak terhindar kan, Sang Jenderal yang selama ini meremehkan pemuda yang ada di hadapannya, kini mulai mengeluarkan kekuatan terkuatnya karena merasakan jika pemuda yang ada di hadapannya memiliki kemampuan yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Golok besar sang Jenderal menciptakan angin yang menderu deru saat golok itu di ayunkan kearah Nien Chu.
Melihat kekuatan besar yang ada pada golok sang jendral, Nien Chu segera menyalurkan kekuatan amukan api misterius ke dalam pedang penguasa malam, hingga membuat benturan energi kedua senjata menggetarkan tempat.
Sang jendral terseret jauh ke belakang sementara Nien Chu masih berdiri tegak tempatnya berada.
Kini sang jendral mengetahui jika kekuatan anak muda yang menjadi lawan tarungnya, telah berada jauh di atas kekuatan yang dimilikinya.
Sang jendral langsung meneteskan darahnya ke golok yang dipegangnya, sehingga perubahan wujudnya pun terjadi. Kini Sang Jenderal telah berubah wujud menjadi gorila raksasa, yang dengan buas menatap ke arah Nien Chu.
Dari tubuh gorila raksasa itu, muncul perisai emas yang memancarkan aura menindas, yang membuat Nien Chu sedikit memicingkan matanya melihat hal itu.
__ADS_1
Bersambung.