
Thien Yu membawa putri Meyling menuju ke istana pheonix menaiki batu bara giok, diatas batu bara giok putri Meyling tak menanyakan apapun pada Thien Yu, walaupun hatinya ingin bertanya. Sang Putri memilih diam walaupun di dalam hatinya berkeinginan agar Thien Yu yang mengatakan langsung Apa yang sebenarnya telah terjadi dengan semua keadaan yang ada.
Thien Yu menyadari dengan diamnya Putri Meyling, dia pun perlahan menghampiri dan duduk di sisi kiri Sang Putri.
"Aku seorang pangeran di kekaisaran pheonix, Aku sengaja membawamu ke alam duniaku untuk mengenalkanmu kepada ibuku bahwa kau merupakan calon istriku. Ada sesuatu hal yang ingin ku katakan padamu, Aku ingin kau mempertimbangkan sesuatu sebelum mengambil keputusan karena kita berdua telah sama-sama dewasa, dalam menyikapi apa yang ingin ku katakan padamu.
Di kekaisaran pheonix tepatnya di istana pheonix, aku telah mempunyai tunangan yaitu seorang wanita yang kucintai sama seperti halnya dirimu, maafkan aku karena baru saat ini bisa jujur kepadamu dan maafkan aku jika kau kecewa mendengar hal ini, Aku berharap dengan keadaan dan keterpurukan yang pernah kita lalui berdua, suka suka dan duka yang membuat hubungan kita hampir terpisah, Aku berharap banyak agar kau tak mengambil keputusan untuk meninggalkanku karena aku sangat mencintaimu," ucap Thien Yu sambil menatap kosong kedepan.
"Deg..!!"
Jantung putri Meyling seperti akan terhenti mendengar perkataan dari kekasihnya itu, dia tak menyangka jika pemuda yang sangat dicintainya itu tega berbagi hati dengan wanita lain selain dirinya.
Sesaat Putri meyling mencerna keadaan yang ada, walaupun dia tak suka dengan cara Thien Yu membagi cintanya, akan tetapi dia tak ingin kehilangan pemuda yang sangat dicintainya itu.
"Kak Thien Yu Aku sangat mencintaimu dan aku tak ingin kehilanganmu lagi untuk kesekian kalinya. Kau adalah seorang pangeran selayaknya kau mendapatkan istri lebih dari satu. Tapi satu hal yang kuinginkan darimu, Aku ingin kau membagi hatimu secara adil kepada semua wanitamu, dan aku ingin kau tetap selalu menyayangiku seperti kau menyayangi semua wanitamu.
Kak Thien, aku berharap tunanganmu yang berada di istana pheonix tak membenciku karena bersamamu, aku dan dia sama-sama wanita dan tak ada seorang wanita yang ingin diduakan cintanya, jika memang dia tak suka denganku saat kita sampai di istana Phoenix, maka pulangkanlah aku ke alam cahaya mentari biar aku menunggumu sampai kau kembali ke istana lumut," jawab putri Meyling.
"Aku tak mungkin menyakiti hatimu, aku akan selalu sayang dan adil kepada kalian berdua.
Syin Yin memang mempunyai sifat yang keras tapi dia tau batasannya.
Aku akan menjadikan Syin Yin sebagai ratu di istana pheonix, dan kau akan menjadi ratu di istana lumut yang meliputi alam cahaya rembulan dan alam cahaya matahari," ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan kekasihnya itu, putri Meyling pun merasa senang. Sang putri merebahkan kepalanya di bahu Thien Yu dan memeluk erat lengan sang pemuda.
"Aku berjanji akan berlaku adil dan menyayangi kalian semua," batin Thien Yu saat itu.
__ADS_1
Thien Yu dan putri Meyling tiba di gerbang kota pheonix, di sana telah banyak jendral dan petinggi istana yang menyambutnya.
Tak hanya para prajurit dan petinggi istana yang berada di gerbang kota, masyarakat biasa pun antusias menyambut kedatangan putra mahkota.
Tampak putri Syin Yin juga berada di antara para petinggi istana. Sang putri menatap tajam kearah putri Meyling yang tengah bersama Thien Yu, begitupun dengan putri Meyling juga ikut menatap ke arah Putri Syin Yin.
Dari penglihatan putri meyling dia yakin wanita yang tengah menatapnya itu adalah tunangan Thien Yu yang bernama Syin Yin.
Setelah melambai lambaikan tangannya kearah seluruh masyarakat pheonix, Thien Yu segera naik ke kereta kuda yang telah di persiapkan untuknya, bersama dengan kedua putri.
Diatas kereta kuda pembicaraan pun terjadi.
"Ling'er, dia adalah putri Syin Yin tunangan ku, dia adalah ratu istana pheonix yang akan mendampingiku di masa depan.
Syin Yin, yang bersamaku adalah putri Meyling kekasihku, dia adalah ratu istana lumut dan ratu menara cahaya rembulan, diapun akan menemaniku dalam memimpin kedua alam itu di masa depan.
Mendengar perkataan Thien Yu, putri Syin Yin seketika itu langsung mengulurkan tangannya kepada putri Meyling.
"Kak Meyling salam kenal, semoga kau betah berada di istana pheonix nantinya," ucap putri Syin Yin.
Putri Meyling seakan tak percaya dengan apa yang di lihat dan di dengarnya, tunangan Thien Yu ternyata ramah dan menganggap dirinya sebagai kakak.
Hal ini membuat hati putri Meyling tersentuh dengan ke ramah tambahan putri pheonix itu.
Putri Meyling langsung menyambut uluran tangan putri Syin Yin, tak lama kemudian mereka pun saling bercerita sehingga menimbulkan keakraban diantara mereka berdua.
Thien Yu yang menyaksikan keakraban yang terjadi di antara kedua wanita itu begitu sangat senang melihatnya, Thien Yu tak menyangka jika Putri Syin Yin bisa seakrab itu dengan putri Meyling.
__ADS_1
"Aku tau jika ibu Yan Ling yang berada di belakang ini semua, trimakasih ibu," batin Thien Yu.
Kereta kuda berhenti di depan gerbang utama istana pheonix, tampak ratu Yan Ling tengah berdiri menunggu putranya yang telah turun dari kereta kuda.
Melihat ibunya, Thien Yu segera berlari untuk memeluk sang ibu. Pelukan Thien Yu disambut dengan hangat oleh ratu Yan Ling, hingga pelukan hangat itu terjadi beberapa saat lamanya.
Putri Meyling begitu kagum dengan kemegahan istana pheonix, di samping kemegahannya putri Meyling juga kagum akan kecantikan sang ratu yang merupakan ibu dari Thien Yu.
Ratu di istana ini begitu cantik dan tak terlihat seperti wanita yang telah mempunyai anak sebesar Thien Yu. aku sungguh kagum padanya karena karisma kewibawaan begitu terpancar dari wajahnya.
Tak lama bisik bisik terjadi di antar Thien Yu dan ratu Yan Ling, sesaat ratu Yan Ling memandang kearah putri Meyling, yang membuat jantung putri Meyling berdebar tak karuan.
"kak Meyling, kau di panggil ibu ratu," ucap putri Syin Yin.
Putri Meyling yang tadinya diam, kini gelagapan mendengar perkataan putri syin Yin.
Putri Syin Yin yang menyadari jika putri Meyling terlihat gugup, diapun dengan cepat menarik tangannya untuk menghadap sang ratu.
Putri Syin Yin segera memberi hormat yang di ikuti oleh putri Meyling di belakangnya.
"Aku terima hormat kalian, kemarilah nak," ucap ratu Yan Ling kepada putri Meyling.
Putri Meyling datang kepada ratu Yan Ling, kemudian sang ratu memeluknya. "Kau adalah calon pendamping putraku setelah putri Syin Yin, maka kau juga merupakan putriku, terbiasa lah dengan lingkungan istana, agar hatimu bisa merasa damai dan tentram," bisik sang ratu.
"Baik ratu, dan terimakasih atas semua kebaikan anda padaku," jawab putri Meyling.
Bersambung.
__ADS_1
Trimakasih buat sahabatku Edy sipahutar yang telah memberi banyak koin, semoga yang kuasa yang membalasnya, Amin.