
Setelah kepergian kedua pangeran dari ruangan itu, Thien Yu merasa jika penawaran sebagai Kaisar langit oleh kedua Dewa tertinggi Nirwana kepadanya, merupakan kesalahan besar karena memang mereka berdua merupakan putra mahkota yaitu pewaris sah dari kekaisaran langit.
Dewa suci tetap pada pendiriannya untuk memberikan hak tahta kekaisaran kepada Thien Yu, karena pemikiran sang Dewa saat ini dia tak memperdulikan aturan langit yang telah berlaku turun temurun, karena percuma peraturan itu dibuat jika akan mengakibatkan Alam Nirwana sirna dari susunan alam tertinggi dan utama di semesta raya.
Dengan pemikirannya itu sang Dewa mencoba meyakinkan Thien Yu agar dapat menjadi Kaisar langit, dan berlatih di alam Zaiya agar dapat menjadi pelindung bagi nirwana di masa depan.
Akan tetapi keinginan Dewa suci tak semulus yang dia pikirkan, karena Thien Yu telah menolak untuk menjadi Kaisar langit.
Thien Yu tak ingin jika tahta kekaisaran langit akan menimbulkan perpecahan, dan akan menjadi duri di masa depan jika kedua pangeran tak terima jika dirinya menjadi Kaisar langit.
Dewa agung, Dewa suci, 4 Raja Dewa binatang buas serta ke 3 Dewi, setelah keluar dari ruangan Thien Yu segera melakukan rapat tertutup, untuk membahas masalah bagaimana cara agar Thien Yu dapat menjadi Kaisar langit, dan tak terbebani dengan kedua pangeran yang menuntut haknya menjadi Kaisar langit.
"Aku rasa ini akan sulit bagi kita untuk meyakinkan Thien Yu kembali, sebab Thien Yu merupakan seorang Dewa muda yang mempunyai harkat, martabat dan harga diri yang tak bisa dengan mudah direndahkan.
Menjadikan dia sebagai Kaisar langit dengan merebut hak penerus sah dari kekaisaran, hal itu sama saja dengan merendahkannya. Biar bagaimana pun di alam dunia dunia Thien Yu merupakan Pangeran besar dan calon penerus tahta kekaisaran pheonix, dan sebagai seorang Kaisar muda di kekaisaran pheonix di pastikan dia akan menolak keinginan kita untuk menjadikannya Kaisar langit," ucap raja dewa pheonix.
"Kau benar Dewa pheonix, sedari itu aku ingin mencari solusi bagaimana kita dapat memberikan kedudukan Kaisar langit kepada Thien Yu, dengan melakukan rapat tertutup ini.
Menurut kalian langkah apa yang harus kita lakukan, agar kedua Pangeran bungkam dan tak menuntut haknya kembali menjadi kaisar langit, semua ini demi keselamatan Nirwana dari kehancuran karena jika Nirwan hancur maka dengan sendirinya hutan binatang Dewa pun akan ikut hancur.
__ADS_1
Jika kalian semua punya solusi terbaik coba kita bahas dengan sebaik-baiknya, karena kita harus benar-benar bertindak cepat agar waktu yang singkat ini dapat kita gunakan sebaik-baiknya, dalam menyelamatkan Nirwana dari kehancuran," ucap Dewa suci.
"Menurutku, ada baiknya jika kita menikahkan Thien Yu dengan Dewi Yun Shi, jika mereka berdua menikah maka dengan sendirinya Thien Yu akan masuk ke dalam keluarga daftar keluarga beasar kaisar langit, dan tentunya kedua pangeran takkan mungkin menuntut haknya kembali Jika suami dari adik kesayangannya yang akan menjadi kaisar langit, biar bagaimanapun kedua Pangeran itu takkan bisa menolak permintaan Dewi Yun Shi jika Sang Dewi meminta untuk menjadikan Thien Yu sebagai Kaisar langit pengganti Ayah mereka yang telah menjalani hukumannya saat ini," ucap Dewi Qian Qin.
Mendengar solusi yang diberikan Dewi Qian Qin, membuat semua dewa dan Dewi yang berada di dalam ruangan rapat itu menjadi tersenyum, karena pendapat yang diberikan Sang Dewi berhasil mencairkan kebuntuan pemikiran yang ada.
"Akhirnya ada solusi yang terbaik dalam memecahkan masalah ini, aku yang akan mengurus Dewi Yun Shi agar dia mau menjadi pendamping Thien Yu saat Thien Yu menjadi Kaisar langit," ucap Dewa agung.
"Dewa agung, kau tak usah bersusah payah dalam merayu Dewi Yun Shi untuk menjodohkannya dengan Thien Yu, Karena aku tahu jika Sang Dewi saat ini memang telah jatuh hati kepada Thien Yu, biar Dewi Qian Qin yang mengurusnya.
Saat ini Dewi Yun Shi sangat senang sekali terhadap bunga-bunga langka di Nirwana, dan penguasa semua bunga yang ada di Nirwana adalah Dewi Qian Qin sebagai peri bunga, hal itu akan mempermudah Dewi Qian Qin dalam meyakinkan Dewi Yun Shi untuk menjadi pendamping Thien Yu di masa depan.
Yang jadi masalahnya saat ini adalah bagaimana cara kita semua meyakinkan Thien Yu, agar dapat menerima Dewi Yun Shi sebagai istrinya," ucap Dewa suci.
"Serahkan semua itu padaku, aku akan membawa Dewi Zhao Quin kembali ke Nirwana secepatnya," timpal Dewa Agung.
"Baiklah Dewa agung, Aku ingin kau sekarang juga pergi ke alam dunia untuk membawa kembali Dewi Zhao Quin ke Nirwana, karena semakin cepat Dewi Zhao Quin ke Nirwana maka akan lebih baik," ucap Dewa suci.
Setelah mendengar perintah dari dewa suci, maka saat itu juga Dewa agung menghilang dari dalam ruangan itu.
__ADS_1
Di alam dunia, Dewi Zhao Quin yang telah berhasil menyembuhkan maha guru Hyo jin, begitu sangat terkejut setelah kedatangan tamu yang merupakan salah satu Dewa tertinggi di nirwana.
"Apa yang membuat Anda menemuiku di sini Dewa Agung, bukankah Anda tengah mengurus Nirwana?" tanya Dewi Zhao Quin.
Dewa agung lantas menceritakan semua yang terjadi di Nirwana, bagaimana Dewa mulia dengan para pasukan pelahapnya menyerang Nirwana dan hampir saja menguasai Nirwana sepenuhnya, dan bagaimana perjuangan seorang Thien yu yang mampu untuk mengusir para pelahap dan pimpinannya keluar dari Nirwana.
Sang Dewa juga menceritakan bagaimana hasil rapat tertutup yang diadakan, yang inti rapat tertutup itu yaitu untuk menjodohkan Thien Yu dengan putri Yun Shi, agar mempermudah langkah Thien Yu untuk menjadi Kaisar langit.
Setelah mendengar semua cerita dari dewa agung, Dewi Zhao Quin segera pamit kepada maha guru Hyo jin, guna kembali pulang ke nirwana.
"Guru karena ada hal penting yang harus ku lakukan di Nirwana, maka hari ini aku akan pamit untuk kembali pulang ke Nirwana.
Guru, aku titipkan keponakanku kepadamu untuk berlatih, semoga saja di masa depan dia bisa menjadi seorang alkemis muda hebat di masa depan," ucap Dewi Zhao Quin.
"Aku pasti akan melatih putri Yan Chi dengan sebaik-baiknya, agak kelak dia akan dapat menggantikan posisimu sebagai alkemis wanita hebat dari pagoda 9 di masa depan," jawab mahaguru Hyo jin.
"Trimakasih guru atas bantuan mu, semoga guru selalu sehat. Guru, sudah waktunya aku pergi maka dari itu aku mohon diri," ucap Dewi Zhao Quin sambil menggenggam tinju memberi hormat kepada maha guru Hyo jin.
Terlihat mahaguru Hyo jin menganggukkan sedikit kepalanya sambil mengelus elus jenggotnya yang telah memutih semua.
__ADS_1
Tak lama kemudian Dewi Zhao Quin pun menghilang dari hadapan sang maha guru.
Bersambung