Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Cemburu


__ADS_3

An Yue terdiam seribu bahasa dan tak bisa berkata apa apa melihat Nien Chu menuju kearahnya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Nien Chu.


Sesaat An Yue menatap kearah Nien Chu dan berkata.


"Terimakasih karena kau telah menolongku waktu itu, keadaanku sekarang ini dalam tahap pemulihan," ucapnya.


An Yue bangkit dari tidurnya kemudian duduk di tepi pembaringan. Dia tak menyangka jika elf dari pesisir pantai yang banyak di beritakan oleh gurunya, merupakan kelompok elf sampah yang tak berguna di dataran langit, tapi kenyataan yang ada pemuda yang ada di hadapannya itu lebih baik dari pada para pemuda yang ada di lembah salju.


"Ini adalah pil pemulih stamina ambillah...., Setelah kau menelannya aku yakin kondisi tubuhmu akan segera membaik," ucap Nien Chu sambil memberikan sebuah wadah kecil, yang berisikan pil obat di dalamnya.


Nien Chu membuka wadah itu, maka aroma wangi obat seketika itu menyeruak ke udara.


"Nien Chu telah sangat baik dengan memberikanku pil pemulih stamina itu, tak mungkin aku menolak kebaikannya ini yang seperti tulus padaku," batin An Yue.


An Yue segera meraih pil obat tersebut dan menelannya.


"Nien Chu mengapa kau baik padaku?" tanya An Yue tiba tiba.


Nien Chu tersenyum dan melangkah ke sisi tempat tidur kemudian duduk di sana.


"Kau telah ku anggap sebagai temanku, apakah salah jika aku membantu seorang teman?, dan apakah salah jika ras sampah sepertiku berteman dengan ras lembah salju sepertimu?" tanya Nien Chu.


Kini giliran Nien Chu balik bertanya, yang membuat An Yue terdiam seribu bahasa.


Sesaat mereka saling diam dan larut dalam pikiran masing masing.


"Nien Chu aku sangat senang berteman dengan mu, karena aku tau hatimu lebih mulia dari pada yang di pikirkan orang orang mengenai ras elf di pesisir pantai," jawab An Yue.


"Itu jawaban yang sedari tadi kutunggu darimu, dan mulai sekarang kau adalah temanku," ucap Nien Chu.


Nien Chu kemudian merebahkan tubuhnya diatas pembaringan, seperti tak sungkan sama sekali dengan wanita muda yang baru di kenalnya itu.

__ADS_1


An Yue begitu sangat risih dengan kelakuan Nien Chu, tapi dia tetap tersenyum karena baru kali ini ada seorang pemuda yang bertindak nekad dan bodoh seperti pemuda yang ada di atas tempat tidurnya saat ini.


Tiba tiba suasana berubah saat putri kekaisaran Orgy menerobos masuk kedalam kamarnya, tanpa menyapa terlebih dahulu.


An Yue segera bangkit dari duduknya, kemudian menggenggam tinju memberi hormat pada sang putri, setelah itu An Yue segera membangunkan Nien Chu.


"Nien Chu....Nien Chu...Ayo bangun, putri Annchi berada di sini," ucap An Yue sambil menggoyang goyangkan lengan Nien Chu untuk membangunkannya.


Sebenarnya Nien Chu sudah mengetahui jika sang putri telah berada di dalam kamar yang di tempatinya sekarang ini, akan tetapi Nien Chu berpura pura tertidur untuk membuat sang putri kesal padanya.


Benar saja putri Annchi kini marah, diapun langsung membentak Nien Chu. "Jika kau tidak bangun maka aku akan melempar mu keluar!!" bentaknya.


Nien Chu bangun dari tidurnya kemudian berkata. "Kau berisik sekali putri, kau seperti tak senang jika aku beristirahat terlebih dahulu. Mengapa kau berada di sini, apakah kau juga ingin menjenguk An Yue?" tanya Nien Chu.


Sesaat putri Annchi melirik kearah An Yue, kemudian dia menatap Nien Chu dan berkata kembali.


"Ayahku menginginkanmu untuk berada di perjamuan makan, karena hanya kau seorang yang tak hadir dalam undangan resmi ayahku.."


"Sudahlah..., kau jangan berisik lagi putri, kau lihat An Yue begitu sangat terganggu dengan kehadiran mu di sini."


"An Yue, sampai berjumpa lagi, aku akan memenuhi panggilan kaisar melalui putri manja ini," ucap Nien Chu.


"Kau...!! selalu saja kau membuatku kesal jika kita bertemu, apakah kau memang sengaja membuatku marah kepadamu Nien Chu..!!" ucap putri Annchi dengan penekanan di perkataannya.


Nien Chu tak menggubris perkataan sang putri, dia memilih untuk meninggalkan ruangan itu setelah berpamitan dengan An Yue.


Putri Annchi dengan cepat menyusul Nien Chu dari belakang, hingga hilang di balik pintu kamar itu.


An Yue begitu sangat heran dengan sang putri, tak seperti biasanya sang putri berlaku seperti itu kepada seorang pemuda, biasanya putri Annchi langsung menghajar siapa saja yang berlaku tak sopan kepadanya, tapi dengan Nien Chu putri Annchi seperti tak bisa ringan tangan kepadanya.


"Jangan jangan putri Annchi menyukai Nien Chu..." batin An Yue.


"Deg...!!"

__ADS_1


Tiba tiba saja ada yang lain yang dirasakan oleh An Yue, dia tak rela jika Nien Chu dekat dengan putri Annchi.


Seketika itu juga An Yue menepis semua pikiran tentang Nien Chu di dalam pikirannya, kemudian diapun lebih memusatkan untuk mencerna pil obat pemberian dari Nien Chu di dalam tubuhnya, dari pada memikirkan perasaan yang di rasakan nya saat ini.


*****


Sepanjang perjalanan perdebatan ringan terus terjadi antara Nien Chu dengan putri Annchi, sang putri tetap menyalahkan Nien Chu dengan memilih menjenguk An Yue dari pada memenuhi undangan ayahnya.


Karena lelah mendengar ocehan sang putri, Nien Chu kemudian menghentikan langkahnya dan menatap putri Annchi lekat lekat.


Tak lama kemudian Nien Chu berjalan kearah sang putri hingg jarak diantara mereka semakin dekat.


"Apa yang ingin kau lakukan Nien Chu...!!" ucap putri Annchi gelagapan.


Nien tak menggubris perkataan sang putri, dia terus melangkah mendekati sang putri, hingga membuat sang putri mendorong Nien Chu yang membuat Nien Chu menghentikan langkahnya.


Jantung putri Annchi bergemuruh saat kedua tangannya memegang dada bidang Nien Chu, apalagi saat sebuah bisikan terdengar di telinganya.


"Apakah kau mencintaiku putri....??" tanya Nien Chu.


Bagai petir di siang bolong, putri Annchi merasa jika jantungnya akan berhenti berdetak, hingga diapun diam seribu bahasa.


Karena merasa situasinya begitu menyulitkan perasaannya, sang putri akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Nien Chu, tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


Nien Chu tersenyum melihat tingkah putri Annchi, dia sadar jika perdebatan yang terjadi, semua itu karena sang putri cemburu pada An Yue.


"Aku ingin melihat, sampai dimana kau bisa menahan perasaan mu padaku," batin Nien Chu kemudian pergi ke tempat acara perjamuan sang kaisar.


Sepanjang perjalanan, putri Annchi selalu memikirkan perkataan Nien Chu, hingga perkataan itu terus terngiang ngiang di dalam pikirannya.


"Lebih baik aku tak kembali ke acara perjamuan itu, pastinya Nien Chu berada di sana dan aku belum siap untuk melihatnya sementara waktu, karena perasaan ini benar benar membuatku merasa malu jika harus bertemu dengan untuk saat ini," batin putri Annchi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2