
Pagi hari Nien Chu melanjutkan perjalanan ke istana Orgy menaiki rubah putihnya. Di dalam hutan sewaktu rubah putih berlari cepat, tiba tiba saja Nien Chu di terkejut kan dengan sebuah anak panah yang melesat cepat kearah Tency (Rubah putih ekor 3), yang membuat Nien Chu segera mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah anak panah tersebut, yang membuat anak panah itu terpental akibat gelombang angin yang tercipta dari telapak tangan Nien Chu.
Nien Chu menghentikan lari Rubah putihnya, karena Nien Chu melihat seorang pemuda dengan mata hijau yang menghiasi bola matanya, kini berjalan menuju kearahnya.
"Maafkan aku, ku sangka rubah ini tak ada pemiliknya sehingga aku memanahnya," ucap pemuda itu.
Nien Chu turun dari tubuh Tency, kemudian melangkah kearah sang pemuda.
"Apa kah kau tak melihat jika aku berada di atas rubah putih ini sehingga kau memanahnya, atau kau sengaja ingin membuat masalah denganku!!?" tanya Nien Chu kesal.
"Sobat ..., kau jangan setegang itu, santai lah karena tak terjadi apa apa pada binatang peliharaanmu itu. Perkenalkan namaku Zaiya dari elf hutan dan pegunungan," jawab Zaiya sambil mengulurkan tangannya kepada Nien Chu.
Walaupun Nien Chu masih merasa kesal, dia pun menyambut uluran tangan dari Zaiya.
"Nien Chu" ucapnya singkat.
"Nien Chu kemanakah tujuan mu?" ucap Zaiya mencoba mengakrabkan diri.
"Kota kekaisaran," jawab Nien Chu.
"Wah..., kebetulan sekali aku juga ingin pergi ke istana Orgy, untuk menyaksikan pernikahan putri tercantik sedataran langit yang akan menikah besok," ucap Zaiya sambil tersenyum kearah Nien Chu.
Nien chu sangat mengetahui arti senyum Zaiya kepadanya, hingga diapun berkata.
"Aku tak bisa mengikutsertakan kau ke kota kekaisaran tanpa seijin dari Tency," ucap Nien Chu.
"Oh..., dia bernama Tency..., nama yang cantik...," ucap Zaiya daj mencoba ingin mengelus bulu di tubuh Tency.
Tency yang mempunyai pikiran layaknya manusia, begitu sangat kesal dengan tingkah pemuda yang ada di hadapannya. Tanpa pikir panjang dia pun langsung mengeluarkan aura kuat yang sangat menindas, hingga pohon-pohon di sekitar tempat itu mulai membeku.
"Wow sepertinya binatang kesayanganmu ini pemarah, dan tak memperbolehkanku ikut bersama kalian, ya sudah lah mungkin aku akan berjalan kaki menuju ke istana Orgy," ucap pangeran Zaiya.
__ADS_1
Pangeran Zaiya lantas berjalan pergi dengan tatapan heran Nien Chu kepadanya, tak berselang lama sebuah suara inti api surgawi dari dalam alam batin Nien Chu menggema.
"Nien Chu..…" hanya itu suara yang keluar dari dalam alam batin Nien Chu, kemudian suara inti api Surgawi menghilang.
Nien Chu sangat heran mengapa gurunya memanggil namanya dan tak melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. Karena tak ada jawaban setelah Nien Chu manggil gurunya, membuat Nien Chu berpikiran untuk lanjutkan perjalanan menuju ke istana Orgy.
Flash Back
Zaiya yang merasakan jika ada sesuatu di dalam alam batin Nien Chu yang akan mengatakan keberadaannya kepada Nien Chu, lantas menggunakan kekuatan menembus ruang dan waktu untuk masuk ke dalam alam batin Nien Chu.
Dan kini Zaiya telah berada di hadapan kedua inti api yang berada di dalam alam batin Nien Chu, yang membuat inti api surgawi menghentikan untuk mengatakan kepada Nien Chu tentang keberadaan pangeran Zaiya.
"Aku hanya akan mengatakan kepada kalian berdua, jika sampai Adikku mengetahui keberadaanku di sini maka aku akan membawa kalian berdua ke istana langit, dan akan ku penjarakan kalian di sana untuk selamanya," ucap Zaiya.
"Maafkan aku pangeran, keberadaan kami di sini hanya untuk melindungi tuan muda Nien Chu, hingga saatnya tiba di mana dia akan berada di Nirwana," jawab inti api surgawi.
"Bagus...., bantu aku untuk dekat dengan adikku sehingga aku dapat ikut dalam pencarian teratai Nirwana," ucap pangeran Zaiya.
"Baik pangeran, aku akan menjalankan seperti apa yang Pangeran inginkan," jawab inti api surgawi.
Nien Chu kini telah tiba di kota kekaisaran, dan Nien Chu merasakan jika keberadaannya di kota kekaisaran, telah di ikuti oleh beberapa kultivator kuat yang seperti sengaja menunggunya di kota kekaisaran.
Nien Chu berjalan seorang diri menuju kesalah sebuah rumah makan terbesar di kota itu, semua itu sengaja dia lakukannya untuk melihat seberapa banyak para kultivator kuat yang mengikutinya.
Nien Chu memandang sekeliling, dan terlihat sudah ada tujuh orang yang tengah mengincar keberadaannya.
Dan ketika Nien Chu melihat ke sudut ruangan di sebelah kiri, Nien Chu begitu sangat terkejut karena melihat keberadaan pemuda yang dilihatnya di hutan tengah makan di sana.
"Bagaiman mungkin Zaiya bisa sampai ke rumah makan secepat ini, dan hampir dibilang kecepatannya telah menyamai kecepatan lari Tency, siapa sebenarnya Zaiya...," batin Nien Chu penasaran.
Nien Chu lantas melangkahkan kakinya ke arah meja Zaiya, kemudian duduk di sana tanpa dipersilahkan.
__ADS_1
"Bagaimana kou bisa duluan sampai ke tempat ini?" tanya Nien Chu.
"Berlari..." jawab Zaiya sambil terus memakan hidangan yang ada di hadapannya.
"Pelayan..., aku ingin kau membawakan makanan terenak di rumah makan ini, dan juga dua guci kecil anggur" ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda, pesanan anda akan tiba sebentar lagi," jawab sang pelayan kemudian berlalu pergi.
Makanan pun datang, Nien Chu memberikan satu guci anggur yang di pesannya kepada Zaiya.
"Ini untukmu," ucap Nien Chu.
"Trimakasih," jawab Zaiya.
Nien Chu mulai makan makanan yang di hidangkan, dan tiba tiba saja suara inti api surgawi kembali menggema di dalam alam batinnya.
"Nien Chu, pemuda itu memiliki kekuatan yang sangat kuat, yang belum tentu kau mampu untuk mengalahkannya."
"Ada baiknya kau berteman dengannya, hingga tercipta hubungan baik di antara kalian agar di masa depan pemuda itu dapat menjadi teman perjuanganmu dalam menumpas para iblis," ucap inti api surgawi.
"Baik guru.." jawab Nien Chu.
Nien Chu segera menghentikan makannya, kemudian berkata kepada Zaiya.
"Hari ini makana dan minuman ini aku yang membayarnya, sebagai permintaan maafku yang tak membawamu ke kota kekaisaran sewaktu di hutan," ucap Nien Chu.
"Sudahlah...,kau tak usah mempermasalahkan hal itu, karena aku sudah berada di sini dengan selamat."
"Nien Chu, sepertinya kau telah di ikuti oleh beberapa kultivator kuat, yang sengaja untuk mencegah mu masuk ke dalam kota kekaisaran ini," ucap pangeran Zaiya.
"Biarkan saja, aku telah mengetahui niat jahat mereka padaku, selama mereka tak melakukan hal buruk maka aku tak akan memperdulikan mereka semua, lebih baik kita menikmati hidangan dan minuman ini terlebih dahulu" jawab Nien Chu.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka berdua duduk menikmati hidangan yang ada, tiba tiba ke 7 kultivator kuat menyerang Nien Chu dengan senjata rahasia berupa pisau terbang, sehingga mau tidak mau Nien Chu pun menghindar dan memberikan serangan balasan, sehingga terjadilah pertarungan di dalam rumah makan itu.
Bersambung.