
Di area kekaisaran pheonix, pasukan iblis hitam mulai merengsek masuk mendekati kota kekaisaran.
Perjuangan para serigala raksasa dan manusia serigala untuk menahan para pasukan iblis hitam terjadi sengit.
Jendral jatayu dan jendral Gonglang serta jendral Yan Luo yang telah kembali dari lautan, ikut membantu para siluman serigala dalam menghadapi pertempuran besar yang telah terjadi.
Pertempuran besar yang terjadi telah menghancurkan apapun yang berada di tempat itu, hutan kekaisaran Phoenix yang rimbun dan lebat kini terbakar habis oleh aura panas yang keluar dari tubuh para pasukan iblis hitam.
Di angkasa para iblis bersayap yang mempunyai tubuh besar dan berotot, terus menghancurkan apapun yang yang berada dibawah dengan bola api yang ditembakkan dari mulutnya.
Pasukan pheonix yang berada di bawah porak poranda akibat di hujani bola api dari angkasa yang membuat lambat laun pasukan dari kekaisaran pheonix, serta para siluman serigala yang merupakan sekutunya, tak mampu untuk menahan para pasukan iblis hitam yang terus menuju ke kota kekaisaran.
Telah banyak korban yang berjatuhan di pihak kekaisaran pheonix, begitupun dengan pasukan terbang yang tak mampu untuk meredam para pasukan bersayap iblis hitam yang dalam waktu singkat dapat memukul mundur pasukan kekaisaran Phoenix, hingga pasukan Dewa iblis kuno telah berhasil berada di gerbang kota kekaisaran phoenix.
Pasukan raja elf segera membantu pasukan terbang kekaisaran pheonix, dengan menerbangkan pasukan pheonix emas nya agar pasukan bersayap Dewa iblis kuno tak sampai masuk kedalam kota ke kaisaran.
Begitupun para pasukan dari kerajaan sekutu kini ikut bersiaga menghadapi serangan yang akan terjadi dari luar benteng kota.
"Kak Feng Yu, aku ingin kau menjaga kota dari serangan para pasukan Dewa iblis kuno yang mencoba masuk ke dalam kota ke kaisaran," perintah Thien Yu.
"Aku akan melakukan semua perintahmu pangeran, tapi aku ingin bertanya satu hal padamu apakah kau akan pergi keluar dari istana ini, untuk menghadapi mereka semua? jika memang itu tak terjadi maka aku akan ikut berjuang bersamamu sampai titik darah penghabisan.
Adik, kita sedari kecil telah tumbuh bersama, aku tahu sifat dan karakter yang tak ingin orang lain ikut sakit jika kau mampu melakukannya sendiri, adik izinkan aku bersamamu untuk melawan mereka di luar kota kekaisaran," ucap Feng Yu.
"Aku memang akan pergi keluar kota kekaisaran untuk pertempuran dengan para iblis di luar sana, tapi kota kekaisaran juga memerlukan orang-orang seperti mu untuk menjaga istana agar tidak jatuh ke tangan para iblis," ucap Thien Yu.
" jika hari ini kita akan gugur di medan pertempuran maka aku bangga mempunyai saudara sepertimu, dan di kehidupan berikutnya Aku ingin kita tetap menjadi saudara jika kita dilahirkan kembali," ucap Thien Yu kembali.
Feng Yu menghela nafas panjang dengan kata-kata yang dikeluarkan sang adik, biar bagaimanapun dia tak ingin sang adik bertarung sendiri di luar kota kekaisaran karena hal itu begitu sangat berbahaya baginya.
"Adik untuk kali ini izinkan aku bertarung bersamamu untuk yang terakhir kalinya, agar aku tak menyesali apa yang kulakukan hari ini dan kuharap kau mau mengabulkan permintaanku ini," ucap Feng Yu dengan wajah penuh harap.
"Baiklah kak jika hal itu sudah menjadi keputusanmu, dan kuharap hari ini tak ada satupun dari kita yang akan gugur dalam peperangan besar melawan para iblis," ucap Thien Yu.
Tak lama kemudian mereka berdua saling berpelukan, sebagai tanda jika salah satu dari mereka ada yang gugur, maka mereka berdua sudah saling mengikhlaskan satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
Setelah tak ada yang di bicarakan lagi maka Thien Yu segera melesat ke udara, begitupun dengan Feng Yu yang mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua langsung menuju ke tempat terjadinya pertarungan besar.
Sebelum bertarung Thien yu memberikan beberapa pil pemulih stamina kepada Feng Yu, agar di dalam pertarungan yang terjadi sang kakak tak mudah kelelahan.
Feng Yu seketika itu merubah dirinya menjadi gorila emas raksasa, dengan tongkat emas di dalam genggaman tangannya dan langsung menyerang para pasukan iblis hitam yang berada di tempat itu.
Thien yu tak tinggal diam diapun langsung melibatkan diri dengan peperangan yang terjadi, hadirnya Thien yu di dalam peperangan itu membuat seluruh pasukan yang ada menjadi bersemangat.
Thien yu langsung menghancurkan para iblis hitam yang ada di hadapannya dengan kekuatan semesta yang dimilikinya, hingga seluruh pasukan iblis hitam yang berada di dekatnya terbakar menjadi debu oleh api semesta yang di lepaskan nya.
Dewa iblis kuno dan pasukan iblis hitamnya yang memutar arah untuk mencari jalan menuju ke kota kekaisaran, akhirnya dapat masuk ke dalam kota.
Thien yu yang melihat adanya asap hitam dari dalam kota sangat terkejut, dan dengan cepat menuju ke kota kaisaran phoenix.
"Celaka istana telah dimasuki oleh para iblis, aku harus segera ke sana," batin Thien Yu dengan melesat cepat kearah istana.
"Ibu ..., bibi Zhao Chi" teriak Thien yu saat melihat kedua wanita yang sangat di sayanginya telah tergeletak di tanah.
Darah Thien yu seketika itu mendidih saat melihat pemandangan itu, sehingga aura semesta yang ada di dalam tubuhnya menyeruak, hingga membuat pasukan iblis hitam yang berada di tempat itu terpental jauh dengan tubuh yang terpotong-potong akibat terkena aura kejut dari tubuh Thien Yu.
Zaiya yang tadinya bertarung melawan Dewa iblis kuno, dan putri Yan Chi serta para jenius dari pagoda 9 yang bertarung dengan pasukan iblis hitam segera pergi kearah ratu Yan Ling dan putri Zhao Chi.
"Bawa ibu dan bibiku pergi dari sini putraku," perintah Thien yu.
Mendengar perintah ayahnya, Zaiya segera mengajak putri Yan Chi dan semua jenius pagoda 9 untuk pergi dari tempat itu.
Maka semu orang yang berada di tempat itu pergi membawa ratu Yan Ling dan putri Zhao Chi, dengan menaiki punggung Zaiya dan batu bara giok.
Kini tinggallah Thien yu dan dewa iblis kuno yang berada di tempat itu.
Aku telah lama menunggu pertarungan ini, kekalahanku di masa lampau menghadapi Kaisar langit pengguna kekuatan semesta, akan ku balaskan hari ini dengan mengalahkanmu Thien yu," ucap dewa iblis kuno.
"Kita buktikan hari ini siapa yang akan mati dan tetap hidup di alam ini, karena hari ini merupakan hari dimana penentuan siapa yang lebih kuat di antara kita," jawab Thien yu.
__ADS_1
Tak lama kemudian keduanya mengangkasa dan mengembang di udara. Thien yu mengeluarkan pedang semesta dari empat unsur semesta yang ada padanya, sementara itu Dewa iblis kuno mengeluarkan tombak iblis yang selama ini tak pernah digunakannya.
Tombak iblis itu terbentuk dari seluruh kekuatan iblis yang ada di semua alam, yang mengeluarkan aura gelap yang sangat menindas.
Sesaat mereka berdua saling bertatapan dan tak lama kemudian baik dewan iblis kuno maupun Thien yu sama-sama menyerang satu dengan yang lainnya.
Pertempuran di udara itu menghancurkan apapun yang ada di bawahnya, hingga pertempuran berlangsung sampai ke benua semesta biru.
Dalam pertarungan yang terjadi benua semesta biru terbelah menjadi beberapa daratan, akibat bertemunya dua senjata maha dahsyat yang dimiliki oleh mereka berdua.
Thien yu menyerap seluruh kekuatan smesta yang berada di seluruh alam, dan menyalurkannya ke dalam pedang semesta yang berada di dalam genggaman tangannya, hingga membuat seluruh alam bergemuruh dan efeknya sampai terasa di Alam Nirwana.
Seluruh penghuni nirwana yang tengah berperang dikejutkan dengan bergetarnya Alam nirwana, dan terbukanya semesta sehingga seluruh tata surya terlihat jelas di mata.
Dewa suci, dewa agung dan Dewa mulia tahu jika yang mampu membuat alam Nirwana bergetar hebat dan membuat semesta alam terbelah, adalah pemilik kekuatan seluruh alam yang disebut kekuatan semesta.
Menyadari itu semua, dewa Mulia tak melanjutkan pertarungannya, dan memilih untuk pergi meninggalkan pertarungan itu, karena dalam pikiran Dewa mulia percuma saja dia berusaha untuk menguasai Nirwana jika pemilik kekuatan semesta telah menjadi Kaisar langit.
"Aku takkan mengganggu Nirwana lagi mulai hari ini, dan atas semua kesalahanku di masa lalu dan sekarang aku ingin kalian berdua memaafkannya," ucap Dewa mulia.
"Dewa mulia aku tahu kau ingin menguasai Nirwana karena kau ingin membalaskan dendam kepada seluruh penghuni nirwana atas kejadian waktu itu di mana kau diusir dari nirwana.
Kita dahulu bersahabat, dan merupakan tiga serangkai Dewa tertinggi langit yang tak terpisahkan. Perselisihan mu dengan Kaisar langit waktu itu sebenarnya dapat di atasi karena bersifat kesalahpahaman belaka, akan tetapi keegoisan yang tak ingin direndahkan oleh kaisar langit, yang membuatmu pergi dari Nirwana.
Dewa mulia, memang kaisar langit terdahulu telah mengusirmu dari Nirwana, tapi kami berdua tak pernah melakukan hal itu padamu. Jika saja waktu itu kau tak keras kepala untuk meninggalkan Nirwana mungkin kejadian ini tak akan terjadi, dan kita tetap menjadi tiga serangkai Dewa tertinggi langit pelindung Nirwana," ucap Dewa suci.
"Mungkin ini sudah menjadi jalan takdir ku untuk tinggal di semesta yang tak berujung, dan aku secara tulus meminta maaf kepada kalian atas apa yang kulakukan selama ini," ucap dewa mulia yang mulai berjalan pergi.
"Tunggu masih ada kesempatan bagimu untuk berubah dan tinggal di Nirwana, Kaisar langit yang saat ini memimpin Nirwana merupakan anak muda yang maha pemaaf, jika kau berkenan untuk berada di nirwana bersama kami berdua maka kami akan meminta kepada kaisar langit untuk membuatmu berada di nirwana kembali," ucap dewa agung.
"Apakah kesempatan itu masih ada untukku, sementara aku telah melakukan kerusakan di Nirwana?" tanya Dewa mulia.
"Aku bisa membaca hati seseorang walaupun dia merupakan seorang Dewa, aku melihat ketulusan hatimu dan sebenarnya tak ingin menghancurkan Nirwana seperti ini, kau mencoba mengingkari hati kecilmu hanya untuk memperlihatkan kepada seluruh penghuni nirwana, jika kau bisa mendapatkan nirwana dengan tanganmu sendiri. Tapi apakah setelah kau dapat menguasai nirwana secara utuh, kehidupan hari-harimu bisa tenang? ingat Dewa mulia kita bertiga sedari kecil telah bermain bersama apakah kau tega melihat kami berdua ikut hancur karena keegoisan itu?" ucap Dewa Agung.
"Kami ingin kau kembali lagi ke Nirwana menjadi dewa pelindung Nirwana, dan tinggalkan semua permusuhan yang telah terjadi selama ini, agar nirwana menjadi damai seperti dulu lagi," timpal Dewa suci.
__ADS_1
"Terimakasih, kalian berdua memang sahabatku yang terbaik. Setelah dewa iblis kuno dapat dihancurkan oleh kaisar langit, maka aku sendiri yang akan menghadap Kaisar langit untuk menerima hukum atas semua kesalahan yang kulakukan selama ini," ucap dewa mulia kemudian berjalan ke arah kedua Dewa tertinggi langit dan memberikan penghormatan kepadanya.
Bersambung