
Di tempat lain, tepatnya di istana kerajaan danau hitam tampak putri Meyling tengah dirias dengan secantik mungkin oleh para pelayan wanita di dalam suatu ruangan.
"Putri Meyling kau begitu sangat cantik sekali, pantas pangeran Hi bow begitu sangat tergila gila padamu," ucap salah seorang wanita paruh baya yang mengawasi keberadaan Putri Meyling.
Sang putri tak merespon sama sekali perkataan wanita itu, dia larut dalam pikirannya tentang keberadaan klan ularnya yang telah kalah berperang melawan klan ular danau hitam.
"Seandainya waktu itu aku menerima lamaran pangeran Hi bow, pasti ayah, ibu dan klan ular danau hijau tak akan berperang, dan tentunya ayah dan ibuku tidak akan menjadi tawanan mereka," batin putri Meyling.
"Hari ini adalah hari pernikahanku dengan pangeran yang tak kucintai, seandainya saja Thien Yu yang berada di posisi sang pangeran tentunya aku akan sangat bahagia, aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang, jika aku menolak pernikahan ini maka kedua orang tuaku akan dibunuh oleh mereka, dan jika aku menerima pernikahan ini maka aku akan menjadi pelayan bagi sang pangeran seumur hidupku, jangankan untuk melayaninya seumur hidup, untuk melayaninya malam ini saja pasti aku takkan sanggup karena aku tidak mencintainya," batin sang putri, sambil meneteskan air mata.
"Putri kau jangan menangis seperti itu, nanti wajah cantikmu akan hilang, dan kami semua akan dihukum oleh sang pangeran," ucap salah seorang pelayan.
Tiba tiba pintu kamar dibuka dan tampak wajah pangeran Hi bow tengah menatap tajam ke arah sang putri tanpa berkedip.
"Ada apa ini, mengapa kau bersedih sayang, apakah ada dari mereka yang menyakitimu?" tanya pangeran Hi bow dengan berjalan kearah sang putri.
Putri Meyling tak menggubris perkataan pangeran Hi bow, dia tetap diam membisu. yang membuat pangeran Hi bow naik pitam.
"Apakah ada dari kalian yang telah menyakiti calon istri ku!!?" bentak sang pangeran tiba tiba.
Teriakan itu menggema di seluruh ruangan yang membuat semua yang ada di ruangan itu terdiam.
Terlihat semua pelayan sangat ketakutan melihat kemarahan sang pangeran. Wanita paru baya segera melangkahkan kakinya mendekati pangeran Hi bow.
"Pangeran, untuk apa kau marah seperti itu, malam nanti merupakan hari pernikahanmu seharusnya kau bahagia bisa bersama putri meyling menikmati malam panjang di peraduan, kau persiapkanlah dirimu aku akan merias calon pengantin mu ini dengan secantik mungkin, agar malam nanti akan mempunyai kesan yang tak terlupakan bagi kalian berdua," ucap wanita paruh baya.
"Tapi bibi Sinci, mengapa putri Meyling menangis?" tanya pangeran.
"Putri Meyling menangis karena bahagia, karena dia akan menikah dengan pangeran tampan dari klan ular danau hitam," jawab bibi Sinci mencoba menenangkan hati sang pangeran.
__ADS_1
Bibi Sinci kemudian meraih tangan sang pangeran dan membawanya menjauh dari putri meyling yang sedang di rias kembali.
"Mengapa kau membawaku kesini bibi?" tanya pangeran Hi bow heran.
Bibi Sinci kemudian mendekatkan mulutnya ketelinga pangeran dan berbisik.
"Pangeran tanda keperawanan putri Meyling masih ada, dan tentunya saat ini putri Meyling belum pernah di tiduri laki laki manapun termasuk raja dari kerajaan lumut," bisiknya.
"Apakah semua yang bibi katakan itu benar adanya?" tanya sang pangeran memastikan kebenaran perkataan bibi Sinci.
Terlihat bibi Sinci menganggukkan kepalanya, yang membuat sang pangeran merasa senang.
"Sekarang kau keluarlah dari ruangan ini, dan sebentar lagi pengantin wanita akan siap menikah denganmu," ucap bibi Sinci.
"Baik bibi, aku akan menunggu putri Meyling di ruangan agung tempat pernikahanku di laksanakan, aku sudah tak tahan dengan malam pertamaku bersamanya bibi," jawab pangeran Hi bow sambil melangkah pergi di iringi siulan siulan kecil yang keluar dari mulutnya.
Di tempat lain, Lu ying dan Thien Yu telah berada di wilayah klan ular.
"Baiklah Lu ying, aku ikuti semua yang kau katakan karena kau yang mengetahui seluk beluk tempat ini," jawab Thien Yu.
Mereka berdua dengan sembunyi sembunyi pergi mencari dua orang anggota klan untuk di di lumpuhkan dan dilucuti pakaiannya. Dan pada akhirnya mereka berdua dapat memakai pakaian dari klan ular tersebut.
Karena sudah memakai pakaian penyamaran dari klan ular, Lu ying dan Thien Yu dapat mudah berbaur dengan anggota klan lainnya dan mendapatkan informasi jika pangeran dan putri dari klan ular danau hijau, akan menikah malam ini, dan semua anggota klan di undang dalam acara tersebut untuk ikut bersuka cita atas menikah sang pangeran.
"Lu ying, kita harus segera menyelamatkan putri Meyling, jangan sampai kita terlambat untuk menyelamatkannya dari pangeran klan ini, yang akan membuat putri Meyling semakin terpuruk dan menyesali semua yang terjadi," ucap Thien Yu.
"Kita tidak bisa terburu buru tuan muda, kita lebih baik mengatur strategi terlebih dahulu sebelum kita bertindak, karena kita akan menyelamatkan raja dan ratu klan ular danau hijau, jika kita salah melangkah akan membuat raja, ratu dan putri Meyling dalam bahaya," jawab Lu ying.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Thien Yu.
__ADS_1
"Bagaimanapun pun caranya kau harus sebisanya menyelamatkan putri Meyling, ikuti kedua mempelai ke peraduannya setelah itu lumpuhkan pangeran Hi bow disana. Ingat tuan muda, pangeran Hi bow memiliki ranah tingkat alam emperor awal, dari segi kekuatan perbedaan kekuatanmu dengan dia bagaikan langit dan bumi, gunakan kecerdasan mu untuk mengalahkannya. Aku sendiri akan pergi untuk untuk menyelamatkan raja dan ratu klan ular danau hijau yang tengah sekap," jawab Lu ying.
"Baiklah kalau begitu, mungkin kita harus berpisah disini untuk menghemat waktu," ucap Thien Yu.
Lu ying menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Thien Yu, kemudian dia membalikkan badan dan pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, raja kerajaan klan ular danau hijau yang di sekap, tak kuasa menahan amarahnya setelah berhadapan langsung dengan raja klan ular danau hitam, hingga diapun mencoba menghancurkan segel yang membelenggu tubuhnya namun sayang segel itu terlalu kuat untuk dihancurkan olehnya.
"Meyciu, lebih baik kau ikuti keinginanku dengan menikahkan putrimu dengan putraku Hi bow, karena kebahagiaan putraku adalah hal terpenting bagi hidupku," ucap raja Hi Bing. (Meyciu adalah nama ayah putri meyling, sedangkan Hi Bing adalah nama ayah pangeran Hi bow).
"Aku tak akan membiarkan putriku menderita di tangan putramu yang gila itu, cepat lepaskan aku agar kita bisa bertarung sampai mati!!" teriak raja Meyciu.
"Ha..ha..ha.., walaupun tanpa kehadiranmu pernikahan ini akan tetap terlaksana," ucap raja Hi Bing sambil berdiri lalu pergi dari dalam penjara klannya.
"Hi Bing...!! kembali kau..!!, aku belum selesai denganmu..!!" teriak raja Meyciu dengan amarah dan dendam yang membara, akan tetapi teriakannya sama sekali tak digubris oleh raja Hi Bing, dia tetap pergi meninggalkan tempat itu untuk menuju ke acara pernikahan putranya.
Setelah melakukan upacara sakral klan ular, maka pernikahan pun itu dinyatakan sah oleh seluruh anggota klan ular.
Tanpa ragu, pangeran Hi bow langsung membawa sang putri kedalam gendongannya, menuju kamar yang sudah di desain seindah mungkin oleh para pelayan yang memang di tugaskan untuk membuat kamar pengantin itu nyaman.
Putri Meyling tak bisa berbuat apa apa, karena kekuatan ranah emperor yang di milikinya tak bisa di gunakan, semua itu karena kekuatannya telah di bekukan oleh raja Hi Bing.
Setibanya di dalam kamar, tanpa pikir panjang pangeran Hi bow segera merebahkan sang putri diatas pembaringan, dan melucuti semua pakaian yang di kenakannya hingga tak ada satu benang pun yang tersisa.
Walaupun putri Meyling mencoba melawan, dengan kekuatan layaknya manusia biasa dia tak bisa berbuat banyak, malahan perlawanannya membuat sang pangeran semakin liar dan beringas ke padanya.
Putri Meyling yang kalah tenaga, hanya pasrah saat sang pangeran dengan rakusnya melahap bagian bagian sensitif tubuhnya tanpa terkendali, hanya air mata yang terus mengalir di pipinya menerima kenyataan jika dirinya akan segera melepas keperawanannya di tangan pemuda yang sangat di bencinya.
Sementara itu Thien Yu yang berhasil menerobos kedepan, sangat terkejut setelah mengetahui jika pernikahan itu telah selesai dan tak menjumpai putri Meyling disana.
__ADS_1
"Celaka, putri Meyling pasti telah dibawa oleh pangeran Hi bow ke dalam kamar pengantinnya, aku tak boleh terlambat," bisik Thien Yu cemas.
Bersambung.