Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Berpamitan


__ADS_3

Setelah kesepakatan kontrak darah tercipta, raja Zhedon membawa pangeran Thien Yu beserta seluruh kultivator yang bersamanya menuju ke kerajaan Buana biru.


"Ternyata di dalam istana ini terdapat udara seperti halnya di permukaan," batin Thien Yu.


Mereka semua memasuki istana dan langsung diarahkan ke sebuah ruangan khusus, tempat dimana ruangan pertemuan raja dan seluruh para petingginya berada.


Raja Zhedon mempersilahkan Thien Yu untuk menduduki kursi utama di dalam ruangan itu.


"Silahkan pangeran kursi itu adalah tempat anda sekarang," ucap raja Zhedon.


"Raja zhedon kau menjadi pengikut ku bukan berarti aku akan mengambil hak mu sebagai raja, kaulah yang berhak duduk di kursi tersebut biar aku duduk bersama dengan saudara-saudaraku yang berada di sini," jawab Thien Yu.


"Raja Zhedon baru menyadari jika pemuda yang dianggapnya angkuh dan sombong, ternyata tak seperti yang ada di dalam pikirannya, setelah menjadi pengikut pangeran Thien Yu baru dia menyadari jika sosok pemuda yang menjadi pimpinan barunya itu, sangatlah rendah hati dan begitu menghormati para pengikutnya.


"Trimakasih atas kepercayaan yang anda berikan pangeran," ucap raja Zhedon kemudian duduk di kursi utama ruangan itu.


"Pangeran sesuai janjiku maka aku akan memberikan mutiara naga air padamu, pusaka ini berguna bagi seorang kultivator yang mempunyai teknik beladiri bertipe air," ucap raja Zhedon.


Thien Yu menerima sebuah bola kecil berwarna biru laut, yang di dalamnya terdapat seekor naga air yang dapat bergerak. Tampak energi kuat terpancar dari dalam pusaka naga air saat Thien Yu menggenggamnya.


"Aku akan menerima pemberian darimu ini, semoga kedepannya kerajaan Buana biru akan menjadi sekutu bagi kekaisaran pheonix di masa depan," jawab Thien Yu.


Thien Yu meneguk anggur yang disajikan di hadapannya, kemudian dia bertanya lagi kepada raja Zhedon.


"Raja Zhedon bukankah selama ini kerajaanmu menjadi sekutu bagi ke kaisaran Glory, paling tidak kau mengetahui bagaimana kekuatan yang dimiliki ke kaisaran Glory saat ini," ucap Thien Yu.


Terlihat raja Zhedon menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, Dia sedikit riskan untuk menjawab pertanyaan dari pangeran negri phoenix itu.

__ADS_1


Akan tetapi dia pun tak bisa menolak untuk menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.


Pangeran, saat ini kaisar Huang Xu tengah berlatih di suatu tempat untuk menjadi Dewa iblis, yaitu menembus tingkat alam emperor ranah Dewa. kekuatan yang dimilikinya saat ini begitu sangat kuat dan tak bisa diterima oleh akal sehat.


Jika dia telah berhasil menjadi dewa iblis, maka dunia ini akan berada di dalam genggaman tegangannya, dia berencana untuk menaklukkan semua kerajaan di dua benua agar takluk di bawah kakinya.


Dia juga akan membangkitkan kembali raja iblis agar menjadi tangan kanannya, dan jika dia berhasil melakukannya maka ketentraman Nirwana pun akan terusik, dan keseimbangan alam yang selama ini terjaga pun perlahan-lahan akan goyah yang mengakibatkan kehidupan manusia di dunia akan benar-benar menjadi budak bagi mereka.


Jika tak ada yang mampu untuk membendung kekuatan Dewa iblis maka kehidupan manusia benar benar akan terancam, karena sumber makanan bagi Dewa iblis adalah aura hidup dari makhluk hidup yang berada di dunia ini," ucap raja Zhedon.


Thien Yu tak menyangka jika Kaisar Huang Xu bisa sekuat itu, apalagi ditambah dengan kebangkitan raja iblis yang tentunya akan membuat prajurit alam bawah akan kembali hidup.


Thien Yu meremas tinjunya, dia menyadari jika kekuatan yang di milikinya saat ini tak berarti apa-apa dimata kaisar Huang Xu. Saat ini Thien Yu berpikir keras untuk meningkatkan ranah tingkatannya, paling tidak dia harus menerobos ke ranah tingkat penempaan tubuh surgawi di dalam alam vioni nanti.


"Jika aku dapat menembus ranah tingkat penempaan tubuh surgawi di alam vioni nanti, maka akan dengan mudah aku dapat menembus ranah tingkat semesta Dewa abadi dengan menggunakan air langit 7 bintang," batin Thien Yu.


Setelah tak ada lagi pembicaraan terjadi di kerajaan Buana biru, Thien Yu pamit untuk pergi ke kerajaan cahaya Nirwana.


"Pangeran trimakasih kau telah mau berkunjung ke kerajaan buana biru ini, dan jika pangeran memerlukan bantuan dariku maka panggillah aku lewat kontrak darah yang ada padaku, maka seluruh kerajaan buana biru akan datang untuk membantumu," jawab raja Zhedon.


"Trimakasih raja Zhedon," ucap Thien Yu.


Thien Yu melangkahkan kakinya kearah pangeran Atlas dan berkata. "Lautan energi di dalam tubuh mu tengah bermasalah, sehingga kau tak dapat meningkatkan kekuatan lebih jauh lagi, mungkin semua itu Karena latihanmu yang sangat keras untuk menjadi lebih kuat, dan kurangnya perhitungan yang matang dalam melakukan latihan pembentukan energi di dalam tubuhmu.


Kau adalah binatang surgawi dengan ranah unsur langit yang ada padamu, jika kau ingin menembus batasan mu maka kusarankan kau berlatih dengan menggunakan metode yang ada di dalam gulungan ini, dengan latihan yang baik dan benar maka masalah di dalam larutan energi yang berada di dalam tubuhmu akan segera teratasi," ucap Thien Yu sambil menyerahkan sebuah gulungan berwarna emas kepada pangeran Atlas.


"Trimakasih pangeran, aku berjanji kepadamu jika kita bertemu lagi suatu hari kelak, aku akan menjadi jauh lebih kuat dari ranah tingkatan yang kumiliki sekarang, agar suatu hari kelak aku akan dapat membantu di dalam setiap pertempuran yang kau jalani," ucap pangeran Atlas.

__ADS_1


Thien Yu menepuk bahu kanan pangeran atlas dengan tangan kirinya, sambil berkata. "Berlatih lah dengan keras, maka kau pasti akan mendapatkan hasil seperti yang kau inginkan," ucap Thien Yu.


Setelah tak ada lagi yang dibicarakan maka pangeran Thien Yu mengajak seluruh kultivator yang menjadi pengikutnya, untuk meninggalkan kerajaan Buana Biru.


Raja Zhedon dan putranya mengantarkan kepergian rombongan Thien Yu sampai ke permukaan, hingga Thien Yu dan rombongannya pergi dan hilang di kejauhan.


Sesampainya di perbatasan kerajaan cahaya Nirwana, semua pengikut Thien Yu berpamitan untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.


"Trimakasih kalian semua telah datang membantuku," ucap Thien Yu.


"Jangan sungkan Tuan muda, jika tuan muda memerlukan bantuan dari kami kembali, jangan ragu untuk memanggil kami semua," ucap Lu ying.


Setelah berkata seperti itu Lu ying pun menghilang disusul menghilangnya para petinggi klan ular, para ketua 7 menara dan si kembar yang berada di kerajaan lumut dan menyisakan Yieyi yang masih berada di sana.


"Yeiyi bagaimana keadaan putri Meyling?" tanya Thien Yu.


"Tuan muda kekasihmu itu masih terbaring di dalam istana


bintang, kau tak usah terlalu mengkhawatirkannya karena aku selalu berada di sana untuk menjaganya," ucap Yeiyi dengan memeluk manja tangan Thien Yu.


"Tuan muda apakah kau tak merindukanku sehingga kau tak pernah datang untuk menjengukku?" tanya Yeiyi.


"Keadaan yang memaksaku untuk tak bisa kemana-mana, jika keadaan telah membaik aku pasti akan datang untuk menjenguk mu," jawab Thien Yu.


"Aku pegang Janjimu," ucap Yeiyi. Tak lama kemudian Yeiyi mencium pipi Thien Yu dan menghilang dengan cepat.


Thien Yu merasa kesal karena Yeiyi telah berani mengusilinya, tapi Thien Yu merasa senang karena wanita kuat yang tak pernah akur dengannya itu, kini berubah menjadi sahabat yang baik yang selalu membantunya.

__ADS_1


Bersambung.


Trimakasih buat sahabatku Adi 1 Hartadi yang kembali memberikan koin banyak, semoga selalu di limpahkan rezeki dari Allah SWT, Amin. di


__ADS_2