Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Marah


__ADS_3

Percakapan terus berlanjut di dalam goa, Raja kota mengatakan jika bunga anggrek Dewa dapat dipetik setelah 2 bulan dari sekarang.


Untuk menunggu waktu yang lama itu, Thien Yu, raja kota dan putri Emilia Die pergi menuju kota untuk berbaur dengan masyarakat yang ada. Sengaja mereka lakukan hal itu untuk mengetahui perkembangan dan situasi kerajaan gerbang naga saat ini.


Sementara itu, Yeiyi telah berubah menjadi elang putih yang terus mengawasi Thien Yu beserta rombongan dari Langit. Sementara itu Gonggo pun telah merubah wujudnya menjadi kera kecil yang selalu mengikuti Thien Yu kemanapun dia pergi.


Lu ying pun tak tinggal diam, dia pun menyatu dengan bayangan Thien Yu untuk mengawasi dan menjaga Thien Yu dari bahaya yang sewaktu bisa mengancam nyawanya.


Ketiga orang yang telah menyamar menjadi penduduk desa, pergi menuju sebuah rumah makan yang cukup mewah untuk mengisi perut sekaligus mencari informasi mengenai kerajaan gerbang naga sekarang.


Dari percakapan para pengunjung yang berdekatan meja dengan rombongan Thien Yu, mereka mengetahui jika sebentar lagi akan ada pernikahan yang terjadi antara pangeran Jinxu dan Ratu ladymo.


"Saudaraku semua, Apa yang sebenarnya terjadi dengan kerajaan ini? dan bagaimana Raja kota kita yang agung bisa menghilang? dan mengapa ratu ladymo memutuskan untuk menikahi pangeran Jinxu secepat itu, dalam hal ini aku merasakan adanya keganjilan karena tak mungkin dalam waktu 1 bulan Raja kota menghilang terus mereka melakukan pernikahan," ucap seorang pengunjung.


"Aku rasa ini telah direncanakan oleh mereka berdua untuk melenyapkan Raja kota, dan menjadikan pangeran Jinxu sebagai raja yang baru di kerajaan gerbang naga," timpal yang lainnya.


"Apa yang kalian katakan itu benar sekali, tapi kita tak bisa berbuat apa-apa karena kekuasaan sang ratu sangat lah mutlak. Lebih baik kita membicarakan hal lain saja daripada kita membicarakan yang mulia Ratu, karena jika ketahuan oleh para prajurit istana gerbang naga kita telah membicarakan sang ratu, maka nyawa kitalah yang akan menjadi taruhannya," ucap salah satu pengunjung yang ada.


Raja kota begitu geram mendengar jika kakak angkatnya yang selama ini diam, ternyata telah merencanakan penggulingan tahta kekuasaannya bersama dengan Ratu ladymo.


Thien Yu yang menyadari jika raja kota begitu marah, dan gelisah, langsung menenangkannya dengan berkata.


"Aku ingin kau bersabar menyikapi ini semua, tinggal dua bulan lagi waktu yang tersisa bagi mereka semua yang telah menghianatimu dapat nyaman berada di istana gerbang naga, setelah aku mendapatkan kembali kekuatanku maka istana gerbang naga akan kita rebut kembali dari mereka," ucap Thien Yu sambil menepuk lembut bahu Raja kota.


Sesaat Raja kota terdiam dan mencerna perkataan dari Thien Yu, tak disangka olehnya Thien Yu yang semuda itu dapat berpikir secara dewasa, hal itu membuat raja kota sangat bersyukur karena putrinya mendapatkan pemuda yang mempunyai kekuatan tak terbatas dan cerdas.


Tak lama kemudian makanan pun tiba, Thien Yu dan rombongannya makan dengan lahap karena memang dalam beberapa hari belakangan ini, selama di dalam goa makanan yang ada hanya berupa hewan buruan.

__ADS_1


Raja kota tak ambil pusing dengan semua pembicaraan tentang ratu dan istana gerbang naga, yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah bagaimana cara untuk menyusun strategi agar dapat merebut kembali istana gerbang naga memilik keluarganya.


Setelah makan makanan yang tersaji, Thien Yu mengajak raja kota dan putri Emilia Die untuk mencari penginapan.


Rencananya mereka berdua akan menghabiskan waktu dalam dua bulan ini di dalam kota, sampai saat bunga anggrek Dewa dapat di petik.


Setelah menemukan penginapan, Thien Yu langsung membayar penginapan itu 2 bulan kedepan dengan menggunakan koin emas yang dimilikinya.


*****


Di suatu hari, tepatnya 1 hari sebelum hari dimana bunga anggrek Dewa dapat di petik, secara tak sengaja putri Emilia Die bertabrakan dengan tuan muda Ji Fu saat membeli perlengkapan untuk memetik bunga anggrek di sebuah toko yang menyediakan perlengkapan yang di butuhkan olehnya, hingga beberapa bahan yang di pegang oleh pangeran ji Fu terjatuh di tanah.


"Maafkan aku tuan muda, aku tak sengaja menabrak anda," ucap putri Emilia Die.


"Plak...!!"


Putri Emilia Die berusaha untuk menahan amarahnya, agar penyamarannya tetap terjaga apa lagi dia kini berhadapan langsung dengan tuan muda Ji Fu yang merupakan putri seorang bangsawan kerajaan gerbang naga.


"Dasar sampah!!, kau tau berapa harga untuk barang barang yang ku beli itu?" tanya tuan muda Ji Fu.


"Maafkan saya tuan, semua barang barang anda yang terjatuh itu akan saya ganti," ucap putri Emilia Die dan berusaha bangkit berdiri.


"O..., kau anggap dirimu kaya? baik..., satu barang yang kau jatuhkan seharga 100 koin emas, dan ada tiga barang yang telah kau jatuhkan maka kau harus menggantinya dengan 300 koin emas," ucap tuan muda Ji Fu.


Tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut putri Emilia Die yang sedang menyamar, diapun langsung memberikan 3 kantong uang emas kepada tuan muda Ji Fu.


"Ini 300 koin emas untuk pengganti barang anda yang saya jatuhkan, dan ijinkan saya untuk pergi," ucap putri Emilia Die.

__ADS_1


Setelah menerima sekantong uang emas, tuan muda Ji Fu membiarkan Putri Emilia Die untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Semua orang yang menyaksikan hal itu seperti tak percaya dengan apa yang di lihatnya, begitupun dengan pemilik toko barang barang yang di beli pangeran Ji Fu..


"Harga ketiga barang yang di beli tuan muda Ji Fu hanya seharga 5 koin emas, kini dihargai dengan harga 300 koin emas oleh pengunjung wanita yang baru pertama kali ku lihat.


Sungguh beruntung tuan muda Ji Fu," batin pemilik toko.


Setelah Dewi Emilia Die pergi meninggalkan tempat itu, tuan muda Ji Fu memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk melihat di mana tempat tinggal sang wanita.


5 orang yang mendapatkan perintah dari tuan muda Ji Fu, langsung melakukan pengejaran kepada putri Emilia Die.


Sementara putri Emilia Die yang merasa di ikuti, langsung memutar arah dan tak langsung menuju ke penginapan.


Sesampainya di tempat yang sepi putri Emilia Die langsung mencegat para penyerangnya, kemudian membunuh mereka semua.


"Ini belum seberapa, aku pun akan melakukan hal ini padamu Ji Fu setelah apa yang kau lakukan pada ku," ucap putri Emilia Die kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Tak berapa lama kemudian, para penduduk kota yang melihat adanya pembunuhan di dalam kota, mereka secara bersama sama pergi menghadap ke istana.


Seketika itu para pasukan kerajaan gerbang naga langsung menuju tempat kejadian. Sesampai nya disana para penyelidik langsung memeriksa keadaan ke lima korban pembunuhan yang terjadi.


Tuan muda Ji Fu yang ikut bersama pasukan penyelidik, sangat terkejut saat mengetahui jika kelima anak buah nya yang melakukan pengejaran telah mati.


Dan pada akhirnya diapun melaporkan hal itu pada ratu Ladymo, yang membuat sang ratu langsung beranggapan jika raja kota dan seluruh orang terdekatnya masih berada di dalam kota gerbang naga.


Bersambung

__ADS_1


up 1 episode.


__ADS_2