
Nien Ci telah selesai melakukan perintah Nien Chu yaitu memperagakan kedua tehnik yang di milikinya saat ini.
"Nien Ci beristirahatlah dulu karena kau pasti sudah sangat lelah, aku akan melakukan kultivasi dan jangan sampai ada yang mengganggu kultivasiku, ingat apapun yang terjadi kau jangan sampai mengganggu kultivasi yang kulakukan," ucap Nien Chu.
"Baik kak" jawab Nien Ci.
Nien Chu segera duduk bersila kemudian mulai melakukan kultivasi nya.
Kini Nien Chu berada di dalam Dantian nya sendiri, bersama guru, inti api hidup dan rubah ekor 3.
"Guru, Yi eng, inti api hidup, bantu aku untuk menggabungkan 2 kekuatan bertipe es milik Nien Ci," ucap Nien Chu.
Mereka bertiga menganggukkan kepala mengiyakan permintaan Nien Chu.
Tak lama kemudian Nien Chu mulai melakukan gerakan penggabungan kedua tehnik milik Nien Ci yang di lihatnya, dan ketiga sahabatnya itu memberikan energi murninya agar mempercepat proses penggabungan itu.
Nien Ci yang menjaga tubuh Nien Chu seketika itu sangat terkejut melihat tanah dan tubuh Nien Chu yang kini membeku menjadi es, Pohon pohon dan semak belukar yang ada di tempat itu pun tak luput dari kebekuan, yang radius jangkauannya sekitar 100 meter persegi.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi, mengapa perubahan alam di tempat ini tiba tiba saja berubah menjadi ekstrem?, tempat ini tiba-tiba saja turun salju dan membeku menjadi es, dan sumber dari pusat energi beku ini berasal dari tubuh kak Nien Chu," batin Nien Ci.
Nien Ci memilih tak melakukan apa-apa termasuk membangunkan Nien Chu dari meditasinya, karena Nien Chu telah memperingatkan dirinya sebelum melakukan kultivasi, agar dirinya tak mengganggu saat Nien Chu melakukan kultivasi.
"Lebih baik aku menunggu kak Nien Chu melakukan kultivasi, dan menjaga tubuhnya dari gangguan binatang buas yang sewaktu-waktu bisa datang ke tempat ini, sampai kak Nien Chu selesai melakukan kultivasinya," batin Nien Ci.
Tengah malam akhirnya Nien Chu selesai melakukan kultivasi dan membuka matanya. Tiba-tiba seluruh tempat itu dipenuhi hawa panas sehingga membuat es yang membeku akhirnya mencair.
"Aku tak ingin kau banyak tanya kepadaku, karena aku ingin kau mempelajari gabungan kedua teknik yang kau peragakan tadi pagi," ucap Nien Chu.
__ADS_1
"Maksud kak Nien Chu?" tanya Nien Ci yang masih kelihatan bingung.
"Kemarilah" ucap Nien Chu.
Nien Ci berjalan ke hadapan Nien Chu, dan menunggu apa yang ingin dikatakan pemuda tampan yang ada di hadapan itu.
"Aku ingin kau mempelajari teknik gabungan yang akan kuberikan kepadamu, dan ingat kau harus segera melatihnya karena waktu sangat terbatas," ucap Nien Chu.
Nien Chu menggerakkan tangan kanannya, dan tak lama kemudian sebuah cahaya berwarna putih salju seketika itu muncul dari telapak tangan Nien Chu, cahaya itu perlahan-lahan berkumpul menjadi satu dan memadat menjadi sebuah bulatan energi sebesar kelereng.
Nien Chu segera mengarahkan cahaya sebesar kelereng itu ke arah kepala Nien Ci, dan tiba tiba saja cahaya sebesar kelereng itu melesat cepat dan masuk ke dalam kepala Nien Ci.
Nien Ci sangat terkejut dengan penglihatannya, dia bisa melihat teknik penggabungan dari dua teknik yang dikuasainya, hingga menjadi satu kekuatan besar yang sangat dasyat.
Dengan cepat Nien Ci mulai berlatih teknik yang terlihat di dalam pikirannya itu, dan dia pun terus berlatih tanpa henti hingga pagi menjelang.
Sementara itu di kekaisaran cahaya naga, kehebohan pun terjadi setelah adanya laporan dari para petinggi keluarga besar Nien, yang melaporkan jika Nien Chu telah melakukan tindakan arogan dengan menghancurkan Dantian ketua Nien Ma dan putranya Nien Fu, sehingga membuat mereka berdua kini hampir gila karena saat ini mereka berdua tak mempunyai kemampuan apa-apa lagi.
Apa yang di lakukan pangeran ke 3 semua itu atas permintaan dari putri Zeng Yi yang begitu mengkhawatirkan Nien Chu.
Maka berangkatlah pangeran ke 3 bersama putri Zeng Yi dan putri Yuan Hua menuju kedalam hutan, bersama beberapa kultivator kuat yang berasal dari istana maupun dari serikat dagang dengan tujuan mencari Nien Chu.
"Kita bagi rombongan ini menjadi 3 kelompok, dimana putri Zeng Yi menyisir dari sisi sebelah kiri, sementara putri Yuan Hua menyisir dari sebelah kanan, dan aku sendiri akan menyisir dari tengah," ucap pangeran ke 3.
Setelah melakukan pembagian kelompok menjadi 3 bagian, mereka semua pun lalu melakukan pergerakan untuk menyisir hutan lebat di pinggiran kota itu.
Di dalam hutan yang lebat, sudah sehari dua malam Nien Ci melakukan latihan, dan pada akhirnya dia mampu untuk menguasai teknik gabungan tersebut.
__ADS_1
"Trimakasih kak Nien Chu, kini aku telah menguasai tehnik gabungan tersebut, dan memperkokoh ranah tingkatan ku di ranah tingkat emperor," ucap Nien Ci.
"Kau tak usah berterima kasih seperti itu, kita adalah teman semasa kecil dan juga masih berada dalam ruang lingkup keluarga besar Nien. Aku berharap kau dapat memenangkan kompetisi tersebut, agar keluarga besar Nien dapat dihormati dari seluruh keluarga besar yang ada dan bahkan masyarakat kota kekaisaran. Tentu yang menjadi utama adalah keluarga Nien kita akan mendapatkan perhatian khusus dari istana dengan mendapatkan berbagai macam sumber daya yang akan diberikan istana, untuk membantu para pemuda keluarga besar Nien dalam mengembangkan kekuatannya dengan sumberdaya tersebut," ucap Nien Chu.
"Aku pasti akan memenangkan kompetisi tersebut kak Nien Chu, dan tentunya aku tak akan mengecewakanmu," jawab Nien Ci dengan keceriaan di wajahnya.
"Ini hadiah untukmu, yang sesuai dengan kekuatan elemen es yang kau miliki," ucap Nien Chu.
"Nien Ci begitu sangat terkejut dan bersorak setelah mengetahui jika hadiah dari Nien Chu adalah sebuah pedang artefak langit, diapun lalu menerima pedang pemberian dari Nien Chu tersebut dengan hati penuh kebahagiaan.
"Baru kali ini aku melihat ada seorang pemuda yang memberikan sebuah barang langka yaitu artefak langit, kepada seseorang dengan begitu saja tanpa adanya pertukaran atau ganti rugi. Kau benar benar sangat baik dan juga sangat tampan Nien Chu, aku mulai merasa nyaman berada dekat dengan mu," batin Nien Ci dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.
"Pedang itu bernama pedang pemecah salju, aku mendapatkannya sewaktu berada di paviliun langit," ucap Nien Chu.
"Trimakasih kak," hanya itu kata yang keluar dari mulut Nien Ci.
Nien Chu tiba-tiba saja merasakan adanya pergerakan sekelompok kultivator kuat, yang tengah mengepung mereka berdua.
"Apa kau merasakannya kak?" tanya Nien Ci.
"Aku merasakannya, Ci'er berhati hatilah," jawab Nien Chu dengan memasang kewaspadaan tinggi.
Apa yang mereka rasakan kini terbukti, beberapa kultivator kuat ditingkat ranah suci yang merupakan kultivator bayaran dari keluarga Nien, seketika itu menyerang kearah mereka berdua.
Terlihat ada 6 kultivator ranah emperor, dan 4 kultivator ranah suci tengah melakukan penyerangan kearah mereka berdua di, sehingga pertarungan sengit pun terjadi.
Nien Chu yang tak ingin Nien Ci terluka akibat serangan itu, mau tidak mau Nien Chu mengeluarkan rubah ekor 3 dari dalam Dantiannya untuk melindungi Nien Ci.
__ADS_1
Awalnya Nien Ci begitu takut dengan rubah putih ekor 3 yang baginya begitu sangat menyeramkan, akan tetapi setelah Nien Chu berkata jika rubah itu akan melindunginya, membuat Nien Ci merasa lega karena terlindungi oleh binatang roh kuat di sisinya, dan di dalam hati Nien Ci pun mulai tumbuh perasaan suka terhadap Nien Chu, yang selalu memberikan perhatian lebih padanya.
Bersambung.