Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bertemu kembali


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, Nien Chu telah berhasil menyembuhkan seluruh pengikutnya yang terluka.


Nien Chu kini di hadapkan dengan kenyataan hilangnya sang istri, yang membuat Nien Chu kembali ingin menyerang menara bulan.


Tency yang berada di dekat Nien Chu tiba-tiba bereaksi kemudian berkata. "Aku mencium aroma darah dari Nona muda, sekiranya kita dapat segera menuju ke sana untuk melihat keadaan Nona muda," ucap Tency.


Tentu saja Nien Chu merasa senang karena Tency telah mengetahui keberadaan putri Xiang'er, Akan tetapi rasa kekuatiran segera menghantuinya, karena Tency mengetahui keberadaan Putri Xiang'er dari aroma darahnya.


Tanpa pikir panjang Nien Chu menggunakan kekuatan menembus dimensi, menuju tempat keberadaan aroma darah putri Xiang'er yang tercium oleh Tency.


Sesampainya di tempat itu, Nien Chu menemukan beberapa tetes darah yang telah mengering di atas dedaunan, yang membuat Nien Chu yakin jika istrinya pernah berada di tempat itu, dan darah yang mengering itu merupakan tanda untuk memberitahu tempat keberadaannya.


"Tuan muda..., aku telah memeriksa area tempat ini dan mengetahui jika area di depan sana telah ditutupi oleh artefak pelindung langit," ucap Tency.


Nien Chu kini tahu sekarang di mana keberadaan istrinya berada, kembali dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi, Nien Chu menembus pelindung artefak langit tanpa sedikitpun menghancurkannya.


"Pantas saja aku tak mengetahui keberadaan Xiang'er, ternyata dia berada di dalam artefak pelindung yang sekuat ini," batin Nien Chu.


Dengan menunggangi Tency, Nien Chu menuju ke pemukiman para penduduk.


Para penduduk desa yang merupakan para praktisi beladiri dari menara bulan, segera melesat dan mengurung keberadaan Nien Chu.


"Aku ingin bertemu dengan pemimpin desa ini," ucap Nien Chu dingin.


"Untuk apa kau ingin bertemu dengan kepala desa kami?" tanya seorang penduduk desa.


Nien Chu kemudian turun dari atas punggung Tency, dan menatap ke arah para pengepungnya.


"Aku ingin memintanya untuk mengembalikan istriku yang ada di desa ini, jika tidak maka Desa ini akan ku bumi hanguskan," ucap Nien Chu.


Mendengar perkataan Nien Chu yang meremehkan kekuatan desanya, membuat para praktisi desa langsung menyerang ke arah Nien Chu karena mereka menganggap jika pemuda itu sangat membahayakan desa.

__ADS_1


Belum sempat mereka semua mengarahkan senjata ke pada Nien Chu, tiba-tiba saja Aura kuat keluar dari tubuh Tency yang membuat gelombang kejut yang sangat kuat, langsung menerpa mereka semua sehingga membuat para praktisi desa mengurungkan niat menyerang ke arah Nien Chu, dan memilih untuk menghindari gelombang kejut yang mengarah kepada mereka semua.


Mengetahui jika binatang roh yang bersama Nien Chu bukanlah binatang buas roh, membuat para praktisi desa memasang kewaspadaan tinggi dan berhati-hati terhadapnya.


Tiba tiba saja suara menggelegar keluar dari mulut seorang laki-laki paruh baya, dia tak lain adalah kepala desa awan berkabut.


"Siapa yang telah berani membuat keonaran di desaku ini?" tanya kepala desa.


Tak lama kemudian dia pun muncul di hadapan Nien Chu secara tiba-tiba.


"Aku tak bermaksud menginginkan keributan di desa ini, aku hanya meminta kau mengembalikan istriku karena jika tidak Aku tak akan sungkan untuk memusnahkan Desa ini," jawab Nien Chu dengan dingin menatap ke arah kepala desa.


Mendengar perkataan Nien Chu membuat sang kepala desa tersulut emosinya dan langsung menghantamkan tinjunya ke arah Nien Chu.


Nien Chu tak bergeming dari tempatnya berada, kedua simbol Dewa yang ada di tubuhnya kini telah di aktifkan untuk menahan tinju kepala desa yang kini menerpa tubuhnya.


Sang kepala desa begitu sangat terkejut mengetahui apa yang terjadi, tinjunya sama sekali tak berefek kepada Nien Chu, malahan dia merasakan Jika tangan kanannya yang menghantam tubuh Nien Chu seperti menghantam batu besar sehingga sang kepala desa merasa jika pemuda yang ada di hadapannya itu bukan lah pemuda sembarangan, melainkan praktisi beladiri hebat yang pernah di katakan oleh putri Xiang'er sebelah mnya.


Kali ini Nien Chu mengeluarkan aura kuat di tubuhnya, sehingga para penduduk desa yang merupakan praktisi beladiri mundur menjauh dari keberadaan Nien chu.


Putri Xiang'er tiba tiba muncul di tempat itu kemudian berlari ke arah Nien Chu.


Tangis Xiang'er pecah saat berada di pelukan sang pemuda.


Seluruh penduduk desa begitu sangat terkejut melihat hal itu, mereka semua sangat heran mengapa kekasih Han Huang begitu akrab dengan pemuda yang mengacau di dalam desanya.


Setelah beberapa saat lamanya pada akhirnya seluruh penduduk desa tau jika pemuda itu sebenarnya suami putri Xiang'er, yang sebelumnya di cari oleh sang pemuda.


"Kak Nien Chu Aku takut sekali," ucap Sang Putri dalam tangisnya.


"Kau sudah bersamaku sayang, dan tak akan ada lagi yang akan membuatmu menjauh dariku seperti ini, aku berjanji padamu".

__ADS_1


"Sayang..., maafkan Aku karena gagal menjagamu, dan jika mereka semua telah menyakitimu maka hari ini mereka semua akan meminta maaf kepadamu," ucap Nien Chu.


"Mereka tak bersalah dalam hal ini, mereka semua baik dan telah menyelamatkan nyawaku dari tuan muda Yo kang," jawab putri Xiang'er.


Putri Xiang'er lalu menceritakan sepenggal cerita mengenai dirinya di desa alam berkabut, dan Nien Chu dapat mengerti kondisi kepala desa yang tak memperbolehkan orang lain datang ke tempatnya.


Nien Chu menggandeng tangan sang istri menuju ke tempat kepala desa berada, dan tak disangka oleh Putri Xiang'er saat berhadapan dengan kepala desa sang suami langsung memberikan hormat kepadanya.


"Trimakasih anda telah menyelamatkan istriku, dan untuk itu terimalah hormatku," ucap Nien Chu.


Putri Xiang'er baru pertama kali melihat jika orang sehebat suaminya, merendahkan diri dengan memberi hormat kepada orang lain demi dirinya, hal itu membuat Putri Xiang'er semakin mendekap erat tangan sang suami yang dicintainya.


Dari jauh Han Huang tak kuasa menahan sesak di dadanya, rasa cintanya kepada sang putri harus kandas di tengah jalan saat dirinya benar-benar telah mencintai Sang Putri.


"Aku tak menyangka jika harus terjadi seperti ini, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan karena wanita yang kucintai telah memiliki pasangan hidupnya sendiri".


"Aku hanya bisa berharap jika Sang Putri dapat berbahagia selamanya dengan pemuda itu, karena kebahagiaannya membuatku ikut merasa bahagia walaupun aku tak bisa memilikinya," batin Han Huang.


Dengan memantapkan ketegaran hati yang dimilikinya, Han Huang berjalan menuju ke arah Putri Xiang'er dan suaminya.


Putri Xiang'er merasa kasihan terhadap Han Huang, tapi dia tak mempunyai pilihan lain waktu itu selain memberikan harapan palsu kepadanya.


Putri Xiang'er saat ini tak ingin terlalu dekat dengan Han Huang, semua itu untuk menjaga keutuhan rumah tangganya bersama Nien Chu.


Han Huang berhadapan langsung dengan dengan Nien Chu, kemudian dia pun berkata.


"Karena saudara telah berada di desa ini, ada baiknya saudara mampir terlebih dahulu ke rumah kami sebelum saudara kembali pergi meninggalkan Desa ini," ucap Han Huang.


"Trimakasih..., tentunya Aku tak akan menolak ajakan dari perwakilan desa ini, aku akan mampir sekedar meminum segelas teh bersama kalian semua," jawab Nien Chu.


Dan pada akhirnya mereka semua menuju ke rumah kepala desa awan berkabut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2